Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Pulang ..


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Kedatangan Anggi disambut dengan


senyuman yang mengembang dari bibir


Andreas , tergambar dari raut wajahnya


yang berbinar saat melihat sosok kekasih


pujaan hatinya yang beberapa hari ini tak


di jumpai nya .


Mendengar sebuah kerinduan yang


teramat menggebu-gebu , seakan ada


sesuatu yang meronta didalam dada ,


ingin segera diluapkan pada sasaran


yang telah membuat kerinduannya yang


mendalam .


Di kejauhan Anggi yang melihat


senyuman Andreas padanya , semakin membuatnya terasa sesak di dada ,


karena ulah dari pergelutan antara rasa


rindu dan marahnya dengan Andreas .


Roy yang melihat langkah Anggi yang


semakin melambat , dengan segera


mendahului nya , menuju ketempat


Andreas berdiri saat ini ,


" Kalau rindu cepat peluk sana , jangan


lagi aku yang jadi sasaran kekesalannya


terus menerus ." menepuk bahu Andreas, kemudian masuk kedalam mobil .


Anggi ragu dengan niatnya , dia kikuk


di depan Andreas , ingin rasanya dia


mengamuk langsung pada Andreas ,


serta mempertanyakan tentang semua kecurigaannya . Tapi situasi yang tidak


memungkinkan karena sekarang


Andreas masih bersama para pengawal


David dan juga ada temannya .


Anggi masih bisa berfikir positif , dia


tidak mau jika martabat Andreas turun


di depan orang terdekatnya maupun


anak buahnya . Dia masih bisa


menyimpan rasa amarah nya , menunggu


waktu yang tepat untuk memuntahkan


semua nya .


Satu kata pun tak keluar dari bibirnya ,


hanya kebisuan dengan mengalihkan pandangan dari tatapan Andreas padanya,


adalah cara yang ampuh untuk meredam


amarah yang telah bergejolak di dalam


hatinya .


" Kak kita masuk ke dalam mobil yuk !."


ajak Mery dengan memegang jemari Anggi .


" Kau masuklah duluan , biarkan aku


tetap disini menunggu kedatangan


Joy ." melepaskan pegangan tangan Mery


dengan pelan .


Akhirnya Mery meninggalkan Anggi


sendirian dan dia ikut masuk kedalam


mobil mengikuti Roy , Mery ingin


memberikan ruang agar Anggi dan


Andreas bisa berduaan .


Andreas tak mengerti dengan perubahan


dari sikap dan tatapan Anggi padanya ,


membuatnya ingin tahu apa ada yang


salah dengan dirinya . Sepasang kakinya


bergantian menapak , mendekati sosok


kekasih yang saat ini acuh padanya .


Tak kuasa menahan kerinduan yang telah


di pendamnya beberapa hari ini,


membuatnya dengan spontan memeluk


Anggi , tapi yang dipeluk malah


menghindar .


" Kenapa ?." menatap Anggi dengan


bingung , melihat perubahan dengan


sikap Anggi .


" Tidak apa-apa , hanya malu karena


dilihat banyak orang ." mengelak dengan


melempar pandangan ke arah lain .


" Baiklah , ayo kita masuk kedalam ."


menggapai tangan Anggi , tapi Anggi


mengangkat kedua tangannya .


" Apa kau tak dengar , aku tadi bicara apa


pada Mery , aku ingin menunggu Joy ."


bicara ketus tanpa basa-basi .


" Ok , aku akan tetap disini menemanimu."


mensejajarkan arah pandangannya dengan


Anggi , tapi yang di sebelahnya hanya


diam .


Sepasang kekasih diam membisu , tanpa


ingin memulai pembicaraan , mereka


berbicara dalam hati masing-masing ,


Anggi yang sibuk dengan kekesalannya


dan sedangkan Andreas takut jika dia


salah bicara .

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€


Dari kejauhan terlihat yang di tunggu


pun keluar dari arah pintu pesawat , melambaikan satu tangannya pada sosok teman yang sedang menunggunya jauh dibawah .


" Sayang , hati - hati ." David memegang


jemari dan pinggang istrinya .


Menuruti apa kata David , tanpa ingin


membantah hingga dia sampai juga


di bawah ," Akhirnya ." merentangkan


kedua tangannya dengan menghirup


udara sepuas - puasnya .


Dalam hati Joy , dia gembira bisa kembali


lagi ke Jakarta dengan selamat ,


tersenyum menoleh kearah suaminya ,


" Ayo kita pulang ." menggapai lengan


David , sedikit menarik agar cepat berjalan .


Joy menghampiri Anggi , dia tahu pasti


sekarang Anggi mencari alasan agar


dia bisa menjauh dari Andreas , dari


gelagat Anggi terlihat sedang menahan


amarah , yang ingin sekali di luapkan


saat ini juga , tapi situasi yang tidak


memungkinkan .


" Lama sekali Joy ?." teriak Anggi saat


melihat Joy yang mendekat .


Meringis menatap temannya ," maaf Nggi ,


tadi aku ketiduran ." menyipitkan kedua matanya , joy melepaskan pegangan


tangannya dilengan david .


" Kebiasaan ." kesalnya .


Melihat kearah mobil ," Kita akan naik


mobil ini David ?." menatap wajah David ,


dan jawaban anggukan yang di terima .


Tanpa bicara David mengajak Joy untuk


segera masuk kedalam mobil , karena


waktunya sudah terlalu malam , tidak


baik untuk kandungan nya , dengan


memeluk dari samping dan menuntut nya


sampai masuk masuk ke mobil .


Sampai didalam mobil , Joy melihat


Anggi yang masih di luar , mematung dari


tempatnya berdiri tadi , tidak berubah


sedikit pun . Terlihat Andreas yang sudah


berulang kali membujuk Anggi , tapi yang


di bujuk masih tidak bergeming .


Joy tahu jika terjadi percekcokan diantara keduanya , akhirnya dia memutuskan untuk menengahi . " Nggi , ayo cepat masuk !."


Tanpa ada pilihan lain , Anggi pun


memenuhi panggilan temannya , dia


masuk dan mengambil tempat duduk


di sebelah Mery , sengaja ingin menjauh


dari Andreas .


Masih di dalam mobil , Anggi tetap


dengan keterdiaman nya menatap


kearah jalan , melihat kendaraan yang


berlalu pergi menghilang .


Andreas yang tidak bisa duduk dengan


kekasihnya , membuatnya duduk bersama


dengan Roy .


" Apa yang terjadi ?." bersuara pelan agar


tidak bisa di dengar orang yang ada


di depannya , dengan pandangan tetap


lurus kedepan .


" Aku tidak tahu , dia sudah begitu dari


sebelum kami berangkat ke Bandara ."


Roy mengikuti nada bicara Andreas .


" Kau bersiap - siaplah , kelihatan nya


dia akan mengamuk padamu ." imbuh


Roy , yang menghasilkan Andreas


seketika menoleh padanya .


" Tanyakan langsung saja padanya


itupun jika kau berani , " menahan senyum.


" Tapi aku lihat tadi dia sempat berbicara dengan Joy saat di dalam pesawat ,


mungkin dia tahu sedikit banyak permasalahannya ." Andreas


mengangguk , Roy membalas


dengan menyunggingkan senyumnya .


Dari kursi belakang terdapat Joy dan


suaminya tanpa ada yang mengganggu ,


bertanya dengan suara agak keras


menawarkan pada Anggi untuk menginap


di rumah Oma , tapi Anggi menolak


dia ingin pulang ke Rumah Neneknya .


Tanpa di suruh Roy segera mengatakan


alamat rumah Anggi pada supir , agar


bisa memulangkan Anggi terlebih dahulu


sebelum menuju Rumah David . Mobil


pun melaju cepat menuju Rumah yang


di maksudkan Roy tadi .


" Kak Anggi tidak ingin singgah dulu


di Rumah kak David ?." tanya Mery

__ADS_1


yang melihat Anggi melamun .


Anggi menggeleng tanpa bersuara ,


" Kenapa kak ?." tanya Mery yang


melirik Roy .


" Tidak apa-apa , aku hanya ingin


cepat pulang , takut Nenek khawatir


beliau tahu jika aku berangkat kemari


waktunya sudah cukup malam ." menoleh


pada Mery , dengan melukis senyuman


palsu di bibirnya .


Mendengar Nenek ikut disebut oleh


Anggi , tiba -tiba Joy teringat dengan


Oma , menyuruh David untuk segera


memberi kabar kepada Oma jika


sekarang dia sudah sampai di Jakarta .


David menolak , karena dia tidak mau


mengganggu istirahat Oma , bahkan


sebelum dia berangkat ke Bandara tadi


David sudah mewanti-wanti Andreas


agar tidak memberikan kabar sedikit pun


pada Oma bahwa dia dan Joy akan pulang


malam ini .


Jika Oma sampai tahu , pasti beliau tidak


mau tidur dan memutuskan untuk tetap


menunggu sampai Joy dan David pulang


ke Rumah .


πŸ€πŸ€πŸ€


Mobil berhenti tepat didepan Rumah


Nenek Anggi , pintu mobil terbuka


dengan sendirinya . Andreas turun


terlebih dahulu sebelum Anggi , ingin membantu membawakan barang Anggi .


" Tidak usah , aku bisa sendiri ." Anggi


masih acuh .


"Terimakasih tuan David , Joy maaf ya ,


untuk yang tadi ." melambaikan tangan


pada temannya yang berada didalam


mobil , Joy pun membalasnya .


Andreas memutuskan untuk tinggal


dengan Anggi , mobil pun dengan cepat meninggalkan Rumah kediaman Anggi ,


karena sudah terlalu malam dan Joy


juga sudah lelah , harus cepat tiba di Rumah .


" Nggi ." panggil Andreas yang melihat


Anggi menjauh darinya , berjalan dengan


menyeret koper yang dibawanya .


" Anggi , apa salahku padamu ? , hingga


sikapmu seperti ini padaku ." setengah


berteriak , membuat Anggi berhenti .


Membanting koper , berjalan cepat


mendekati Andreas ," Hey Dre, kau


bertanya tentang salah , coba pikir


sendiri , aku tinggal sebentar saja


kau sudah dengan wanita lain , jangan


berlagak bodoh di depanku ." menunjuk


nunjuk dada Andreas .


" Jelaskan padaku Anggi , sungguh aku


tidak mengerti apa yang kau bicarakan."


"hahaha.." Anggi tertawa dan seketika


diam , memberikan tatapan tajam pada


Andreas ," Terserah ." mengucap satu


kata , kemudian meninggalkan andreas


dalam kebingungan .


Mendapati kekasihnya yang semakin


menjauh , Andreas cepat mengejar dan


mencuci ciuman dari bibir Anggi .


Anggi yang masih marah dan kesal


dengan Andreas , semakin membuatnya


meronta tak terkendali , sampai bisa


terlepas dari cengkeraman tangan dan


bibir Andreas .


" Sudah cukup main - mainnya Nggi ."


ucap Andreas setelah melepaskan ciumannya .


" Dasar kau Dre ." mendorong dan berlari


meninggalkan Andreas .


Andreas tersenyum menang , berhasil


membalas keterdiaman Anggi padanya ,


tanpa ingin menghilangkan sisa bibir


Anggi , dia malah menyesap dan


menikmatinya .


Tapi senyumnya seketika hilang ,


memikirkan apa yang di ucapkan Anggi


padanya ,


"Wanita ?, apa aku tidak salah dengar ,


siapa wanita yang di maksud Anggi tadi ."


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_


_


NextπŸ€

__ADS_1


__ADS_2