
πππππππ
Kedatangan Anggi disambut dengan
senyuman yang mengembang dari bibir
Andreas , tergambar dari raut wajahnya
yang berbinar saat melihat sosok kekasih
pujaan hatinya yang beberapa hari ini tak
di jumpai nya .
Mendengar sebuah kerinduan yang
teramat menggebu-gebu , seakan ada
sesuatu yang meronta didalam dada ,
ingin segera diluapkan pada sasaran
yang telah membuat kerinduannya yang
mendalam .
Di kejauhan Anggi yang melihat
senyuman Andreas padanya , semakin membuatnya terasa sesak di dada ,
karena ulah dari pergelutan antara rasa
rindu dan marahnya dengan Andreas .
Roy yang melihat langkah Anggi yang
semakin melambat , dengan segera
mendahului nya , menuju ketempat
Andreas berdiri saat ini ,
" Kalau rindu cepat peluk sana , jangan
lagi aku yang jadi sasaran kekesalannya
terus menerus ." menepuk bahu Andreas, kemudian masuk kedalam mobil .
Anggi ragu dengan niatnya , dia kikuk
di depan Andreas , ingin rasanya dia
mengamuk langsung pada Andreas ,
serta mempertanyakan tentang semua kecurigaannya . Tapi situasi yang tidak
memungkinkan karena sekarang
Andreas masih bersama para pengawal
David dan juga ada temannya .
Anggi masih bisa berfikir positif , dia
tidak mau jika martabat Andreas turun
di depan orang terdekatnya maupun
anak buahnya . Dia masih bisa
menyimpan rasa amarah nya , menunggu
waktu yang tepat untuk memuntahkan
semua nya .
Satu kata pun tak keluar dari bibirnya ,
hanya kebisuan dengan mengalihkan pandangan dari tatapan Andreas padanya,
adalah cara yang ampuh untuk meredam
amarah yang telah bergejolak di dalam
hatinya .
" Kak kita masuk ke dalam mobil yuk !."
ajak Mery dengan memegang jemari Anggi .
" Kau masuklah duluan , biarkan aku
tetap disini menunggu kedatangan
Joy ." melepaskan pegangan tangan Mery
dengan pelan .
Akhirnya Mery meninggalkan Anggi
sendirian dan dia ikut masuk kedalam
mobil mengikuti Roy , Mery ingin
memberikan ruang agar Anggi dan
Andreas bisa berduaan .
Andreas tak mengerti dengan perubahan
dari sikap dan tatapan Anggi padanya ,
membuatnya ingin tahu apa ada yang
salah dengan dirinya . Sepasang kakinya
bergantian menapak , mendekati sosok
kekasih yang saat ini acuh padanya .
Tak kuasa menahan kerinduan yang telah
di pendamnya beberapa hari ini,
membuatnya dengan spontan memeluk
Anggi , tapi yang dipeluk malah
menghindar .
" Kenapa ?." menatap Anggi dengan
bingung , melihat perubahan dengan
sikap Anggi .
" Tidak apa-apa , hanya malu karena
dilihat banyak orang ." mengelak dengan
melempar pandangan ke arah lain .
" Baiklah , ayo kita masuk kedalam ."
menggapai tangan Anggi , tapi Anggi
mengangkat kedua tangannya .
" Apa kau tak dengar , aku tadi bicara apa
pada Mery , aku ingin menunggu Joy ."
bicara ketus tanpa basa-basi .
" Ok , aku akan tetap disini menemanimu."
mensejajarkan arah pandangannya dengan
Anggi , tapi yang di sebelahnya hanya
diam .
Sepasang kekasih diam membisu , tanpa
ingin memulai pembicaraan , mereka
berbicara dalam hati masing-masing ,
Anggi yang sibuk dengan kekesalannya
dan sedangkan Andreas takut jika dia
salah bicara .
__ADS_1
πππ
Dari kejauhan terlihat yang di tunggu
pun keluar dari arah pintu pesawat , melambaikan satu tangannya pada sosok teman yang sedang menunggunya jauh dibawah .
" Sayang , hati - hati ." David memegang
jemari dan pinggang istrinya .
Menuruti apa kata David , tanpa ingin
membantah hingga dia sampai juga
di bawah ," Akhirnya ." merentangkan
kedua tangannya dengan menghirup
udara sepuas - puasnya .
Dalam hati Joy , dia gembira bisa kembali
lagi ke Jakarta dengan selamat ,
tersenyum menoleh kearah suaminya ,
" Ayo kita pulang ." menggapai lengan
David , sedikit menarik agar cepat berjalan .
Joy menghampiri Anggi , dia tahu pasti
sekarang Anggi mencari alasan agar
dia bisa menjauh dari Andreas , dari
gelagat Anggi terlihat sedang menahan
amarah , yang ingin sekali di luapkan
saat ini juga , tapi situasi yang tidak
memungkinkan .
" Lama sekali Joy ?." teriak Anggi saat
melihat Joy yang mendekat .
Meringis menatap temannya ," maaf Nggi ,
tadi aku ketiduran ." menyipitkan kedua matanya , joy melepaskan pegangan
tangannya dilengan david .
" Kebiasaan ." kesalnya .
Melihat kearah mobil ," Kita akan naik
mobil ini David ?." menatap wajah David ,
dan jawaban anggukan yang di terima .
Tanpa bicara David mengajak Joy untuk
segera masuk kedalam mobil , karena
waktunya sudah terlalu malam , tidak
baik untuk kandungan nya , dengan
memeluk dari samping dan menuntut nya
sampai masuk masuk ke mobil .
Sampai didalam mobil , Joy melihat
Anggi yang masih di luar , mematung dari
tempatnya berdiri tadi , tidak berubah
sedikit pun . Terlihat Andreas yang sudah
berulang kali membujuk Anggi , tapi yang
di bujuk masih tidak bergeming .
Joy tahu jika terjadi percekcokan diantara keduanya , akhirnya dia memutuskan untuk menengahi . " Nggi , ayo cepat masuk !."
Tanpa ada pilihan lain , Anggi pun
memenuhi panggilan temannya , dia
masuk dan mengambil tempat duduk
di sebelah Mery , sengaja ingin menjauh
dari Andreas .
Masih di dalam mobil , Anggi tetap
dengan keterdiaman nya menatap
kearah jalan , melihat kendaraan yang
berlalu pergi menghilang .
Andreas yang tidak bisa duduk dengan
kekasihnya , membuatnya duduk bersama
dengan Roy .
" Apa yang terjadi ?." bersuara pelan agar
tidak bisa di dengar orang yang ada
di depannya , dengan pandangan tetap
lurus kedepan .
" Aku tidak tahu , dia sudah begitu dari
sebelum kami berangkat ke Bandara ."
Roy mengikuti nada bicara Andreas .
" Kau bersiap - siaplah , kelihatan nya
dia akan mengamuk padamu ." imbuh
Roy , yang menghasilkan Andreas
seketika menoleh padanya .
" Tanyakan langsung saja padanya
itupun jika kau berani , " menahan senyum.
" Tapi aku lihat tadi dia sempat berbicara dengan Joy saat di dalam pesawat ,
mungkin dia tahu sedikit banyak permasalahannya ." Andreas
mengangguk , Roy membalas
dengan menyunggingkan senyumnya .
Dari kursi belakang terdapat Joy dan
suaminya tanpa ada yang mengganggu ,
bertanya dengan suara agak keras
menawarkan pada Anggi untuk menginap
di rumah Oma , tapi Anggi menolak
dia ingin pulang ke Rumah Neneknya .
Tanpa di suruh Roy segera mengatakan
alamat rumah Anggi pada supir , agar
bisa memulangkan Anggi terlebih dahulu
sebelum menuju Rumah David . Mobil
pun melaju cepat menuju Rumah yang
di maksudkan Roy tadi .
" Kak Anggi tidak ingin singgah dulu
di Rumah kak David ?." tanya Mery
__ADS_1
yang melihat Anggi melamun .
Anggi menggeleng tanpa bersuara ,
" Kenapa kak ?." tanya Mery yang
melirik Roy .
" Tidak apa-apa , aku hanya ingin
cepat pulang , takut Nenek khawatir
beliau tahu jika aku berangkat kemari
waktunya sudah cukup malam ." menoleh
pada Mery , dengan melukis senyuman
palsu di bibirnya .
Mendengar Nenek ikut disebut oleh
Anggi , tiba -tiba Joy teringat dengan
Oma , menyuruh David untuk segera
memberi kabar kepada Oma jika
sekarang dia sudah sampai di Jakarta .
David menolak , karena dia tidak mau
mengganggu istirahat Oma , bahkan
sebelum dia berangkat ke Bandara tadi
David sudah mewanti-wanti Andreas
agar tidak memberikan kabar sedikit pun
pada Oma bahwa dia dan Joy akan pulang
malam ini .
Jika Oma sampai tahu , pasti beliau tidak
mau tidur dan memutuskan untuk tetap
menunggu sampai Joy dan David pulang
ke Rumah .
πππ
Mobil berhenti tepat didepan Rumah
Nenek Anggi , pintu mobil terbuka
dengan sendirinya . Andreas turun
terlebih dahulu sebelum Anggi , ingin membantu membawakan barang Anggi .
" Tidak usah , aku bisa sendiri ." Anggi
masih acuh .
"Terimakasih tuan David , Joy maaf ya ,
untuk yang tadi ." melambaikan tangan
pada temannya yang berada didalam
mobil , Joy pun membalasnya .
Andreas memutuskan untuk tinggal
dengan Anggi , mobil pun dengan cepat meninggalkan Rumah kediaman Anggi ,
karena sudah terlalu malam dan Joy
juga sudah lelah , harus cepat tiba di Rumah .
" Nggi ." panggil Andreas yang melihat
Anggi menjauh darinya , berjalan dengan
menyeret koper yang dibawanya .
" Anggi , apa salahku padamu ? , hingga
sikapmu seperti ini padaku ." setengah
berteriak , membuat Anggi berhenti .
Membanting koper , berjalan cepat
mendekati Andreas ," Hey Dre, kau
bertanya tentang salah , coba pikir
sendiri , aku tinggal sebentar saja
kau sudah dengan wanita lain , jangan
berlagak bodoh di depanku ." menunjuk
nunjuk dada Andreas .
" Jelaskan padaku Anggi , sungguh aku
tidak mengerti apa yang kau bicarakan."
"hahaha.." Anggi tertawa dan seketika
diam , memberikan tatapan tajam pada
Andreas ," Terserah ." mengucap satu
kata , kemudian meninggalkan andreas
dalam kebingungan .
Mendapati kekasihnya yang semakin
menjauh , Andreas cepat mengejar dan
mencuci ciuman dari bibir Anggi .
Anggi yang masih marah dan kesal
dengan Andreas , semakin membuatnya
meronta tak terkendali , sampai bisa
terlepas dari cengkeraman tangan dan
bibir Andreas .
" Sudah cukup main - mainnya Nggi ."
ucap Andreas setelah melepaskan ciumannya .
" Dasar kau Dre ." mendorong dan berlari
meninggalkan Andreas .
Andreas tersenyum menang , berhasil
membalas keterdiaman Anggi padanya ,
tanpa ingin menghilangkan sisa bibir
Anggi , dia malah menyesap dan
menikmatinya .
Tapi senyumnya seketika hilang ,
memikirkan apa yang di ucapkan Anggi
padanya ,
"Wanita ?, apa aku tidak salah dengar ,
siapa wanita yang di maksud Anggi tadi ."
ππππππππ
_
_
Nextπ
__ADS_1