
Mendengar Joy masuk Rumah Sakit ,
Ibu Wulan segera mengajak Mery untuk
cepat bersiap pergi ke Jakarta.
Beliau sangat mengkhawatirkan keadaan
anak semata wayangnya, setelah dikabari
Roy kemarin .
Mereka pergi dengan menaiki pesawat,
agar lebih cepat sampai di sana,
sebenarnya Tante Puspita dan Adinda
juga mau ikut, tapi karena ada masalah
membuat mereka untuk menyusul saja.
Kini Roy sedang menunggu kedatangan
mereka di Bandara , melihat lalu lalang
orang yang baru turun dari pesawat ,
sampai sebuah suara mengagetkannya.
" Roy,,," sapa Tante Wulan menepuk
punggung Roy .
Roy menoleh ke belakang ," Tante , Roy
sudah mencari Tante , sampai melihat
setiap orang yang lewat ternyata Tante
malah dibelakang Roy ." ucap Roy kaget,
dengan melirik gadis manis yang berada
disamping Tante Wulan.
" Biar Roy bawakan kopernya ." merebut
koper yang di bawa tantenya.
" Tante , mobil Roy ada di sana." menunjuk
arah parkiran , mengajak tantenya menuju
kearah mobilnya.
Roy membukakan pintu mobil untuk
tantenya ," Roy Tante di belakang saja dan
Mery kamu di depan , nanti jika kita
berdua di belakang Roy terlihat seperti
supir ." Tante Wulan meledak Roy .
Roy tersenyum dan menggeleng ,
" Tante bisa saja ." lalu membukakan
pintu untuk Mery .
" Roy , bagaimana keadaan Joy sekarang?."
Tante Wulan bertanya pada Roy , saat
baru melajukan mobilnya.
" Kram di perut Joy kambuh Tante , dia
harus mendapatkan perawatan." berbicara
sambil menyetir.
" Kram ?, kenapa itu bisa terjadi ?." Roy
bingung harus menjawab apa.
" Aku tidak tahu Tante , nanti Tante
tanyakan pada Dokter nya langsung."
Tante Wulan mengangguk mengerti.
" Baiklah ." ucapnya.
Roy mengajak tantenya untuk singgah
dulu ke Rumahnya , tapi tantenya
menolak , ingin segera bertemu dengan
anaknya.
Mobil Roy berhenti di parkiran Rumah
Sakit , ibu Wulan turun duluan dan berlari
mencari keberadaan anaknya, karena
sebelumnya roy sudah memberitahukan
nomor kamar Joy di rawat.
Mery juga ikut turun , tapi belum sempat
dia membuka pintu , tangannya sudah
di tarik oleh Roy .
" Dari tadi kau tidak melihatku sama
sekali , apa kau lupa padaku." Mery
hanya menunduk tidak berani menjawab.
" Apa kau ingin ku cium dulu , agar kau
mau bicara padaku ." memandang wajah
Mery .
" Kak Roy , tolong lepaskan aku ." ucap
Mery terbata , dengan tangan yang gemetar.
Roy tersenyum melihat wajah Mery yang
malu , dia suka sekali melihat Mery yang salah tingkah jika dia menggodanya.
" Aku tidak akan berbuat hal senonoh
padamu , kau jangan takut ." melepaskan
genggaman tangannya.
Mery segera keluar dari mobil , setelah
tangannya terlepas dari jeratan Roy .
" Ayo cepat masuk ." ajak Roy , dengan
menggandeng tangan Mery masuk
__ADS_1
ke dalam Rumah Sakit menuju kamar
Joy di rawat.
Di sepanjang lorong Rumah Sakit Mery memandangi tangannya , tak sengaja
Roy meliriknya dan tersenyum .
" Kalau jalan lihat kedepan , nanti kau bisa
tersandung ." Mery refleks menghentikan
langkahnya.
Melihat tingkah Mery yang lucu , Roy
berjalan mendahuluinya ," ayo cepat
jalan!." menyenggol lengan Mery .
***
Di depan kamar Joy terdapat Anggi yang
sedang duduk bersama Andreas .
" Mery ?." terkejut melihat Mery datang
bersama Roy .
" Kak Anggi , bagaimana keadaan
kak Joy?." kata Mery saat memeluk Anggi .
" Kau lihat saja ke dalam." menggandeng
Mery masuk kedalam kamar Joy .
Di dalam ruangan terlihat Joy sedang
berbaring di ranjangdi temani ibunya
di sampingnya.
" Kak Joy , " panggil Mery mendekati Joy .
Joy menoleh " Mery , kakak merindukanmu "
merentangkan tangannya Mery mendekat
dan memeluknya.
" Kak Joy kenapa menangis ?." tanya Mery
menghapus air mata Joy.
" Kakak tidak apa-apa , hanya
merindukanmu saja ." melihat Joy
menangis Roy mengajak tantenya keluar , menuju ruang dokter .
Didalam ruangan Joy tersisa Anggi dan
Mery ," Joy di sini tinggal aku Mery , kau
bisa menceritakannya padaku ."
Joy menggeleng , tidak mau bicara
hanya air matanya yang keluar membasahi
pipinya.
" Baiklah , kalau kau tidak mau bicara
padaku , aku akan menanyakan langsung
pada David ." gertak Anggi .
" Anggi , aku bisa minta tolong padamu?."
Anggi mengangguk .
" Tolong kau bawa ibu dan Mery , mereka
pasti lapar ."
" Tidak kak , aku di sini saja ." Mery
menolak .
" Anggi cepatlah , dan suruh Roy kemari."
Anggi menggandeng Mery keluar kamar,
berganti dengan Roy yang masuk ke
dalam ruangan.
" Ada apa Joy kau memanggilku ?." Roy
duduk di sebelah Joy.
" Aku butuh bantuanmu Roy ." berusaha
duduk tapi Roy mencegahnya.
" katakan , aku siap membantu."
" Kau bisa urus perceraian ku , aku ingin
cepat bercerai dengan David." Roy
langsung berdiri karena kaget.
" Bercerai ? , apa karena kejadian
kemarin , apa David belum minta maaf
padamu ?."
" Sudah ." Joy menghirup nafasnya dalam.
" Lalu , kenapa kau ingin bercerai ?."
Roy menunggu jawaban.
" Aku tak bisa katakan padamu , kau
tanyakan saja pada temanmu ." ucap
Joy mulai ketus .
" Aku bingung dengan kalian berdua, aku
sudah bertanya pada David , tapi dia
hanya membisu , sekarang kau juga
sama , terus aku harus bagaimana."
Roy meremas rambutnya.
" Lakukan saja apa permintaanku."
Roy langsung menoleh pada Joy.
" Mengurus perceraian mu ?." Joy
mengangguk.
" Apa kau tidak menunggu anak kalian
__ADS_1
lahir dahulu ?."
" Tidak Roy , kalau kau tidak mau
memenuhi permintaanku , aku akan
meminta bantuan pada orang lain."
" Baiklah terserah kau saja , aku akan
membantu." jawab Roy , kembali duduk.
" Keluarlah aku muak melihatmu , kau
mengingatkanku dengan dia ."
" Apa kau bilang ." Roy memandang Joy dengan kesal ," kau ini , sudah minta
bantuan sekarang kau mengusirku.,"
Roy menggeleng tak percaya.
" Cepat pergi sana , Mery sekarang
sedang di Kantin bersama dengan ibu
dan Anggi , kau juga pasti sudah lapar."
Roy tersenyum mendengar yang Joy
ucapkan .
" Baiklah aku sudah lapar , aku akan
kesana dulu ." keluar dari kamar Joy.
Kini Joy sendirian di ruangan nya ,
dia sudah memantapkan hatinya untuk
segera bercerai dengan David.
Joy tak tahu ada seorang wanita yang
sudah lama mengintainya , dia adalah
Rosa yang sedari tadi mencari
kesempatan untuk masuk ke dalam
ruangan Joy di rawat.
Rosa masuk kedalam ruangan Joy
dengan langkah pelan , dengan sebuah
pisau di tangannya .
" Apa kabar istrinya David ." ucap Rosa
berdiri di depan Joy .
" Apa mau mu ? cepat kau keluar dari
sini , aku tak mau melihatmu ." teriak
Joy melihat kedatangan Rosa .
" Tenang saja , aku akan membuatmu
tidak bisa melihatku lagi untuk
selamanya ." mengangkat pisau
ditangannya.
" Kau mau apa ?." Joy ketakutan.
" Aku mau menyingkirkan kau dan
juga anakmu , agar David bisa melihatku
kembali ." Rosa tertawa berjalan
mendekati Joy .
" Jangan , kau jangan lakukan itu , aku
akan bercerai dengan David dan pergi
jauh darinya . " Joy menangis , tapi Rosa
tak menghiraukannya , tetap kukuh
ingin mencelakai Joy.
Rosa mengarahkan pisaunya di depan
perut Joy , belum sempat mengenai
sudah di telak oleh tangan seseorang
yang baru saja datang .
" Rosa , apa kau sudah gila ?, kau mau
membunuh anakku ?." ucap David setelah
berhasil membuat jatuh pisau Rosa .
Rosa tak mampu bicara , karena
kejahatannya sudah terbongkar.
" Kau tidak apa-apa kan Joy?." memeriksa
tubuh Joy , apa ada yang terluka .
Karena masih takut , Joy tidak mampu
menjawab dia hanya menggeleng
dengan tubuh yang masih gemetaran.
Rosa yang terlanjur ketahuan segera
mengambil sepatunya yang berhak tinggi
dan memukulkannya pada perut Joy .
Pukulan itu tidak mengenai Joy malah mengenai David , karena lagi - lagi David
menghalanginya .
David menghalangi pukulan Rosa dengan
kepalanya , dia kemudian terjatuh dengan
kepala yang terlebih dulu menatap ke
dinding , David tergeletak dengan kepala
yang berdarah .
Rosa yang merasa takut segera melarikan
diri keluar dari ruangan itu.
_
_
nyicil dulu up nya yaπ, jangan lupa ninggalin jejaknya ya ππ
__ADS_1
Next π