Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Keadaan Joy ,,


__ADS_3

Mendengar Joy masuk Rumah Sakit ,


Ibu Wulan segera mengajak Mery untuk


cepat bersiap pergi ke Jakarta.


Beliau sangat mengkhawatirkan keadaan


anak semata wayangnya, setelah dikabari


Roy kemarin .


Mereka pergi dengan menaiki pesawat,


agar lebih cepat sampai di sana,


sebenarnya Tante Puspita dan Adinda


juga mau ikut, tapi karena ada masalah


membuat mereka untuk menyusul saja.


Kini Roy sedang menunggu kedatangan


mereka di Bandara , melihat lalu lalang


orang yang baru turun dari pesawat ,


sampai sebuah suara mengagetkannya.


" Roy,,," sapa Tante Wulan menepuk


punggung Roy .


Roy menoleh ke belakang ," Tante , Roy


sudah mencari Tante , sampai melihat


setiap orang yang lewat ternyata Tante


malah dibelakang Roy ." ucap Roy kaget,


dengan melirik gadis manis yang berada


disamping Tante Wulan.


" Biar Roy bawakan kopernya ." merebut


koper yang di bawa tantenya.


" Tante , mobil Roy ada di sana." menunjuk


arah parkiran , mengajak tantenya menuju


kearah mobilnya.


Roy membukakan pintu mobil untuk


tantenya ," Roy Tante di belakang saja dan


Mery kamu di depan , nanti jika kita


berdua di belakang Roy terlihat seperti


supir ." Tante Wulan meledak Roy .


Roy tersenyum dan menggeleng ,


" Tante bisa saja ." lalu membukakan


pintu untuk Mery .


" Roy , bagaimana keadaan Joy sekarang?."


Tante Wulan bertanya pada Roy , saat


baru melajukan mobilnya.


" Kram di perut Joy kambuh Tante , dia


harus mendapatkan perawatan." berbicara


sambil menyetir.


" Kram ?, kenapa itu bisa terjadi ?." Roy


bingung harus menjawab apa.


" Aku tidak tahu Tante , nanti Tante


tanyakan pada Dokter nya langsung."


Tante Wulan mengangguk mengerti.


" Baiklah ." ucapnya.


Roy mengajak tantenya untuk singgah


dulu ke Rumahnya , tapi tantenya


menolak , ingin segera bertemu dengan


anaknya.


Mobil Roy berhenti di parkiran Rumah


Sakit , ibu Wulan turun duluan dan berlari


mencari keberadaan anaknya, karena


sebelumnya roy sudah memberitahukan


nomor kamar Joy di rawat.


Mery juga ikut turun , tapi belum sempat


dia membuka pintu , tangannya sudah


di tarik oleh Roy .


" Dari tadi kau tidak melihatku sama


sekali , apa kau lupa padaku." Mery


hanya menunduk tidak berani menjawab.


" Apa kau ingin ku cium dulu , agar kau


mau bicara padaku ." memandang wajah


Mery .


" Kak Roy , tolong lepaskan aku ." ucap


Mery terbata , dengan tangan yang gemetar.


Roy tersenyum melihat wajah Mery yang


malu , dia suka sekali melihat Mery yang salah tingkah jika dia menggodanya.


" Aku tidak akan berbuat hal senonoh


padamu , kau jangan takut ." melepaskan


genggaman tangannya.


Mery segera keluar dari mobil , setelah


tangannya terlepas dari jeratan Roy .


" Ayo cepat masuk ." ajak Roy , dengan


menggandeng tangan Mery masuk

__ADS_1


ke dalam Rumah Sakit menuju kamar


Joy di rawat.


Di sepanjang lorong Rumah Sakit Mery memandangi tangannya , tak sengaja


Roy meliriknya dan tersenyum .


" Kalau jalan lihat kedepan , nanti kau bisa


tersandung ." Mery refleks menghentikan


langkahnya.


Melihat tingkah Mery yang lucu , Roy


berjalan mendahuluinya ," ayo cepat


jalan!." menyenggol lengan Mery .


***


Di depan kamar Joy terdapat Anggi yang


sedang duduk bersama Andreas .


" Mery ?." terkejut melihat Mery datang


bersama Roy .


" Kak Anggi , bagaimana keadaan


kak Joy?." kata Mery saat memeluk Anggi .


" Kau lihat saja ke dalam." menggandeng


Mery masuk kedalam kamar Joy .


Di dalam ruangan terlihat Joy sedang


berbaring di ranjangdi temani ibunya


di sampingnya.


" Kak Joy , " panggil Mery mendekati Joy .


Joy menoleh " Mery , kakak merindukanmu "


merentangkan tangannya Mery mendekat


dan memeluknya.


" Kak Joy kenapa menangis ?." tanya Mery


menghapus air mata Joy.


" Kakak tidak apa-apa , hanya


merindukanmu saja ." melihat Joy


menangis Roy mengajak tantenya keluar , menuju ruang dokter .


Didalam ruangan Joy tersisa Anggi dan


Mery ," Joy di sini tinggal aku Mery , kau


bisa menceritakannya padaku ."


Joy menggeleng , tidak mau bicara


hanya air matanya yang keluar membasahi


pipinya.


" Baiklah , kalau kau tidak mau bicara


padaku , aku akan menanyakan langsung


pada David ." gertak Anggi .


" Anggi , aku bisa minta tolong padamu?."


Anggi mengangguk .


" Tolong kau bawa ibu dan Mery , mereka


pasti lapar ."


" Tidak kak , aku di sini saja ." Mery


menolak .


" Anggi cepatlah , dan suruh Roy kemari."


Anggi menggandeng Mery keluar kamar,


berganti dengan Roy yang masuk ke


dalam ruangan.


" Ada apa Joy kau memanggilku ?." Roy


duduk di sebelah Joy.


" Aku butuh bantuanmu Roy ." berusaha


duduk tapi Roy mencegahnya.


" katakan , aku siap membantu."


" Kau bisa urus perceraian ku , aku ingin


cepat bercerai dengan David." Roy


langsung berdiri karena kaget.


" Bercerai ? , apa karena kejadian


kemarin , apa David belum minta maaf


padamu ?."


" Sudah ." Joy menghirup nafasnya dalam.


" Lalu , kenapa kau ingin bercerai ?."


Roy menunggu jawaban.


" Aku tak bisa katakan padamu , kau


tanyakan saja pada temanmu ." ucap


Joy mulai ketus .


" Aku bingung dengan kalian berdua, aku


sudah bertanya pada David , tapi dia


hanya membisu , sekarang kau juga


sama , terus aku harus bagaimana."


Roy meremas rambutnya.


" Lakukan saja apa permintaanku."


Roy langsung menoleh pada Joy.


" Mengurus perceraian mu ?." Joy


mengangguk.


" Apa kau tidak menunggu anak kalian

__ADS_1


lahir dahulu ?."


" Tidak Roy , kalau kau tidak mau


memenuhi permintaanku , aku akan


meminta bantuan pada orang lain."


" Baiklah terserah kau saja , aku akan


membantu." jawab Roy , kembali duduk.


" Keluarlah aku muak melihatmu , kau


mengingatkanku dengan dia ."


" Apa kau bilang ." Roy memandang Joy dengan kesal ," kau ini , sudah minta


bantuan sekarang kau mengusirku.,"


Roy menggeleng tak percaya.


" Cepat pergi sana , Mery sekarang


sedang di Kantin bersama dengan ibu


dan Anggi , kau juga pasti sudah lapar."


Roy tersenyum mendengar yang Joy


ucapkan .


" Baiklah aku sudah lapar , aku akan


kesana dulu ." keluar dari kamar Joy.


Kini Joy sendirian di ruangan nya ,


dia sudah memantapkan hatinya untuk


segera bercerai dengan David.


Joy tak tahu ada seorang wanita yang


sudah lama mengintainya , dia adalah


Rosa yang sedari tadi mencari


kesempatan untuk masuk ke dalam


ruangan Joy di rawat.


Rosa masuk kedalam ruangan Joy


dengan langkah pelan , dengan sebuah


pisau di tangannya .


" Apa kabar istrinya David ." ucap Rosa


berdiri di depan Joy .


" Apa mau mu ? cepat kau keluar dari


sini , aku tak mau melihatmu ." teriak


Joy melihat kedatangan Rosa .


" Tenang saja , aku akan membuatmu


tidak bisa melihatku lagi untuk


selamanya ." mengangkat pisau


ditangannya.


" Kau mau apa ?." Joy ketakutan.


" Aku mau menyingkirkan kau dan


juga anakmu , agar David bisa melihatku


kembali ." Rosa tertawa berjalan


mendekati Joy .


" Jangan , kau jangan lakukan itu , aku


akan bercerai dengan David dan pergi


jauh darinya . " Joy menangis , tapi Rosa


tak menghiraukannya , tetap kukuh


ingin mencelakai Joy.


Rosa mengarahkan pisaunya di depan


perut Joy , belum sempat mengenai


sudah di telak oleh tangan seseorang


yang baru saja datang .


" Rosa , apa kau sudah gila ?, kau mau


membunuh anakku ?." ucap David setelah


berhasil membuat jatuh pisau Rosa .


Rosa tak mampu bicara , karena


kejahatannya sudah terbongkar.


" Kau tidak apa-apa kan Joy?." memeriksa


tubuh Joy , apa ada yang terluka .


Karena masih takut , Joy tidak mampu


menjawab dia hanya menggeleng


dengan tubuh yang masih gemetaran.


Rosa yang terlanjur ketahuan segera


mengambil sepatunya yang berhak tinggi


dan memukulkannya pada perut Joy .


Pukulan itu tidak mengenai Joy malah mengenai David , karena lagi - lagi David


menghalanginya .


David menghalangi pukulan Rosa dengan


kepalanya , dia kemudian terjatuh dengan


kepala yang terlebih dulu menatap ke


dinding , David tergeletak dengan kepala


yang berdarah .


Rosa yang merasa takut segera melarikan


diri keluar dari ruangan itu.


_


_


nyicil dulu up nya ya😊, jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊😘

__ADS_1


Next πŸ€


__ADS_2