
Rudi memandang kepergian wanita yang
dicintainya dengan pria lain , dia merasa
hatinya sangat hancur , sepucuk
harapannya hilang saat di depan matanya
dia melihat Joy yang mesra dan sangat
mencintai suaminya.
Dengan hati hampa , Rudi mengajak
Mery dan roy untuk segera masuk
mobil dan pulang.
Roy dan Mery saling berpandangan,
setelah melihat keadaan Rudi yang
agak kacau , mereka bersamaan
mengangkat bahu dan masuk kedalam
mobil.
πππ
Saat ini Joy berada satu mobil dengan suaminya, dalam diam dia masih
memikirkan tentang kejadian tadi di
parkiran makam, saat dia terpeleset
dan hampir terjatuh.
" Sayang.." suara David mengagetkan
keterdiaman Joy .
Joy tersentak , menoleh pada sumber
suara , dilihatnya wajah suaminya yang
sedang tersenyum dan memandangnya.
" Aku tak bisa membayangkan , andai
saja kau tidak datang menopangku tadi."
suara Joy lirih, terdengar sangat sedih.
" Kau jangan pikirkan itu , yang
terpenting sekarang kau dan my boy
baik - baik saja ." David menyentuh
sebelah pipi istrinya.
Mobil David berhenti disebuah
pertokoan elit bertuliskan" BABY SHOP"
Joy terkaget melihat pemandangan
di depannya .
David menggenggam jemari mungil
istrinya , Joy menoleh melihat raut wajah David yang tersenyum mengedipkan
sebelah matanya , seakan mengajaknya
untuk cepat turun.
" David ini ?."
Joy menunjukkan arah di depannya ,
dia tidak bisa berkata apa-apa, merasa
sangat senang karena keinginannya
yang dulu tidak bisa terpenuhi, kini malah
David lah yang mengajaknya.
Waktu itu Joy pernah ingin mengajak
suaminya untuk berbelanja perlengkapan
bayi saat David masih hilang ingatan ,
malah dia menemukan suaminya yang
sedang bercumbu dengan wanita lain
di Kantor.
" Sayang ,,, ayo cepat turun ! ." ucap
David di ambang pintu mobil , setelah
membukakan pintu untuk istrinya.
Joy menatap suaminya dengan senyuman
yang mengembang , dia menggapai
jemari David , dengan pelan - pelan dia
keluar dari mobil.
Mereka berjalan bergandengan tangan
masuk kedalam sebuah pertokoan yang
ada di depannya.
Mereka disambut oleh dua orang pegawai
yang dengan senang hati membantu Joy
untuk mencari barang yang dia butuhkan.
Joy memandang gemas , semua
pernak-pernik perlengkapan bayi , dia
bingung harus memilih yang mana.
" Sayang ,,, kau tidak usah bingung ,
jika kau mau kita bisa beli semuanya ."
ucap David, saat melihat wajah istrinya
yang kebingungan.
" Kau jangan bercanda David." Joy
menyikut perut suaminya.
David mengelus perutnya yang kesakitan
tertawa melihat tingkah istrinya,
__ADS_1
" Aku tidak bercanda sayang , jika kau menginginkan Toko ini , pasti aku akan membelinya."
Joy tak menghiraukan perkataan David,
dia berkeliling menyusuri isi ruangan,
tak terasa tangannya yang sedari tadi
mengambil barang , entah itu baju,
sepatu , kaos kaki , dan topi bayi yang
di berikan nya pada pegawai , sudah
penuh dua keranjang.
Salah satu pegawai ingin bicara, tapi
David sudah lebih dulu melarang nya ,
tanpa suara David mengangkat salah
satu tangannya pada pegawai yang
pada saat itu memandangnya.
David membiarkan Joy mengambil
semua barang yang dia inginkan , untuk menuruti isi hatinya, David tidak pernah
melihat istrinya segembira ini .
" Astaga , aku khilaf David." ucap Joy
yang mengangkat kedua tangannya
diletakkan di kepalanya , saat dia
menyadari barang yang di ambilnya
terlalu banyak.
" Kau bisa mengambil lagi sayang, itu
masih sedikit , jangan takut jika uangku
habis ." David mengecup kening istrinya,
Selanjutnya David melangkah menuju
tempat keranjang bayi , tapi belum
sampai Joy lebih dulu menariknya.
" David ayo kita pergi , aku sudah
selesai." bisik Joy , dengan memeluk
satu lengan suaminya.
Dua pegawai yang melayani Joy tadi
merasa iri melihat kemesraan sepasang
suami istri yang berdebat namun juga
sangat mesra.
Mereka mengagumi sepasang suami
istri yang begitu serasi , sang pria yang
begitu tampan dengan penuh perhatian
dengan istrinya yang juga cantik .
Setelah David membayar barang yang
bergandengan tangan dia mengajak
istrinya keluar menuju parkiran.
David tidak perlu repot-repot untuk
membawanya , karena pihak toko akan
mengantarkan ke Rumahnya.
" Sayang kau mau kemana , bagaimana
klo kita mencari tempat untuk makan?."
ucap David, saat berada di dalam mobil.
" Itu ide bagus David, kenapa kau bisa
tahu apa yang ada di fikiranku ?." Joy
tersenyum memandang kearah suaminya.
" My boy yang memberitahu ku , kalau
mamanya sudah kelaparan." David
melirik istrinya , dengan satu tangan
yang menyentuh permukaan perut Joy .
Joy senang karena bisa bercanda tawa
lagi dengan sosok David yang dia
rindukan . Sebenarnya Joy tak
sepenuhnya marah pada suaminya , dia
hanya ingin memberikan sedikit pelajaran,
untuk David.
" David kita kemana?." Joy bertanya,
karena dari tadi mobil yang mereka
naiki tidak juga berhenti.
" Sebentar lagi kita akan sampai."
" Iya , tapi kita mau kemana ?."Joy
masih penasaran.
Tak berapa lama , mobil David berhenti
di pinggiran laut , tepat di depan sebuah
Rumah makan . Kemudian David
mengajak istrinya untuk turun untuk
mencari tempat duduk.
Joy berjalan mendekati meja di tepi
Pantai, dia duduk menikmati
pemandangan dan angin yang
sepoi - sepoi , menunggu kedatangan
__ADS_1
David yang sedang memesankan
makanan untuk mereka berdua.
" Sayang, apa kau suka?." tanya David
yang tiba-tiba datang dan memeluk
Joy dari belakang.
Joy mengangguk tanpa mengeluarkan
suara.
David melepaskan pelukan , menggeser
sebuah kursi dan duduk berdekatan
dengan istrinya.
" David..."
Joy mendorong kursi yang diduduki
David , merasa malu karena banyak
orang yang memperhatikan mereka.
David tak mau menghiraukan perkataan
Joy , dia malah asyik menempelkan
kepala nya di bahu istrinya.
" Maaf, ini pesanan tuan ." David
menegakkan kepalanya, karena seorang
pramusaji mengantarkan makanan
di meja mereka.
Joy melihat dua mangkok bakso dan
dua butir es kelapa muda, tersaji
di depannya. Dia menelan ludah ,
ingin segera menyantap makanan
kesukaannya.
Tanpa bicara David menggeser mangkok
kedepan istrinya, Joy melempar pandang, David pun mengangguk dan tersenyum.
Joy membalas senyuman David, lalu
segera memasukkan bulatan bakso
ke dalam mulutnya.
David ikut menelan ludahnya saat
melihat Joy menikmati semangkuk
bakso nya .
" Apa itu enak sayang ?."
David tanpa berkedip , memperhatikan gerakan Joy yang sangat menikmati makanannya walaupun hanya sekedar
bakso.
Tanpa berkata, Joy hanya sesekali
menganggukan kepalanya.
πππ
Masih didalam Mobil Rudi , Roy ingin
memecahkan suasana keheningan yang
tercipta sedari mereka bertiga masuk.
" Pak Rudi apa kalian berdua sudah kenal
lama?." Rudi menoleh tidak mengerti
siapa yang Roy maksud.
" Maaf , maksud pak Aditya?."
" Pak Rudi dan kakak sepupu saya Joy ."
Rudi mengangguk.
" Kami satu sekolah, Joy sangat baik
padaku dan semua orang , aku tidak
tahu kalau dia sudah menemukan
orang tuanya , hidupnya sangat keras
dia berusaha banting tulang, untuk
bertahan hidup , kalian sudah tahu kan
jika Joy di besarkan di Panti Asuhan."
Rudi berbicara sambil menyetir.
Rudi menghentikan mobil , mereka sudah
sampai di depan rumah Mery .
" Maaf aku tidak bisa turun, karena ada
urusan yang mendesak." ucap Rudi
saat Roy dan Mery hendak membuka
pintu mobil.
Mereka berdua turun dan mobil Rudi
pun melaju meninggalkan Roy dan Mery.
Mereka memandang mobil Rudi yang
sedikit demi sedikit hilang.
Mery akan melangkahkan kakinya
kearah pagar , ada sebuah suara yang
memanggilnya .
" Meryyyyyyy.." suara seorang pria yang
berlari mendekat dan langsung
memeluk Mery .
Kedua manik mata Roy melihat nanar
saat pria itu dengan erat memeluk Mery .
__ADS_1
_
_