Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
kebersamaan


__ADS_3

Rudi memandang kepergian wanita yang


dicintainya dengan pria lain , dia merasa


hatinya sangat hancur , sepucuk


harapannya hilang saat di depan matanya


dia melihat Joy yang mesra dan sangat


mencintai suaminya.


Dengan hati hampa , Rudi mengajak


Mery dan roy untuk segera masuk


mobil dan pulang.


Roy dan Mery saling berpandangan,


setelah melihat keadaan Rudi yang


agak kacau , mereka bersamaan


mengangkat bahu dan masuk kedalam


mobil.


πŸ€πŸ€πŸ€


Saat ini Joy berada satu mobil dengan suaminya, dalam diam dia masih


memikirkan tentang kejadian tadi di


parkiran makam, saat dia terpeleset


dan hampir terjatuh.


" Sayang.." suara David mengagetkan


keterdiaman Joy .


Joy tersentak , menoleh pada sumber


suara , dilihatnya wajah suaminya yang


sedang tersenyum dan memandangnya.


" Aku tak bisa membayangkan , andai


saja kau tidak datang menopangku tadi."


suara Joy lirih, terdengar sangat sedih.


" Kau jangan pikirkan itu , yang


terpenting sekarang kau dan my boy


baik - baik saja ." David menyentuh


sebelah pipi istrinya.


Mobil David berhenti disebuah


pertokoan elit bertuliskan" BABY SHOP"


Joy terkaget melihat pemandangan


di depannya .


David menggenggam jemari mungil


istrinya , Joy menoleh melihat raut wajah David yang tersenyum mengedipkan


sebelah matanya , seakan mengajaknya


untuk cepat turun.


" David ini ?."


Joy menunjukkan arah di depannya ,


dia tidak bisa berkata apa-apa, merasa


sangat senang karena keinginannya


yang dulu tidak bisa terpenuhi, kini malah


David lah yang mengajaknya.


Waktu itu Joy pernah ingin mengajak


suaminya untuk berbelanja perlengkapan


bayi saat David masih hilang ingatan ,


malah dia menemukan suaminya yang


sedang bercumbu dengan wanita lain


di Kantor.


" Sayang ,,, ayo cepat turun ! ." ucap


David di ambang pintu mobil , setelah


membukakan pintu untuk istrinya.


Joy menatap suaminya dengan senyuman


yang mengembang , dia menggapai


jemari David , dengan pelan - pelan dia


keluar dari mobil.


Mereka berjalan bergandengan tangan


masuk kedalam sebuah pertokoan yang


ada di depannya.


Mereka disambut oleh dua orang pegawai


yang dengan senang hati membantu Joy


untuk mencari barang yang dia butuhkan.


Joy memandang gemas , semua


pernak-pernik perlengkapan bayi , dia


bingung harus memilih yang mana.


" Sayang ,,, kau tidak usah bingung ,


jika kau mau kita bisa beli semuanya ."


ucap David, saat melihat wajah istrinya


yang kebingungan.


" Kau jangan bercanda David." Joy


menyikut perut suaminya.


David mengelus perutnya yang kesakitan


tertawa melihat tingkah istrinya,

__ADS_1


" Aku tidak bercanda sayang , jika kau menginginkan Toko ini , pasti aku akan membelinya."


Joy tak menghiraukan perkataan David,


dia berkeliling menyusuri isi ruangan,


tak terasa tangannya yang sedari tadi


mengambil barang , entah itu baju,


sepatu , kaos kaki , dan topi bayi yang


di berikan nya pada pegawai , sudah


penuh dua keranjang.


Salah satu pegawai ingin bicara, tapi


David sudah lebih dulu melarang nya ,


tanpa suara David mengangkat salah


satu tangannya pada pegawai yang


pada saat itu memandangnya.


David membiarkan Joy mengambil


semua barang yang dia inginkan , untuk menuruti isi hatinya, David tidak pernah


melihat istrinya segembira ini .


" Astaga , aku khilaf David." ucap Joy


yang mengangkat kedua tangannya


diletakkan di kepalanya , saat dia


menyadari barang yang di ambilnya


terlalu banyak.


" Kau bisa mengambil lagi sayang, itu


masih sedikit , jangan takut jika uangku


habis ." David mengecup kening istrinya,


Selanjutnya David melangkah menuju


tempat keranjang bayi , tapi belum


sampai Joy lebih dulu menariknya.


" David ayo kita pergi , aku sudah


selesai." bisik Joy , dengan memeluk


satu lengan suaminya.


Dua pegawai yang melayani Joy tadi


merasa iri melihat kemesraan sepasang


suami istri yang berdebat namun juga


sangat mesra.


Mereka mengagumi sepasang suami


istri yang begitu serasi , sang pria yang


begitu tampan dengan penuh perhatian


dengan istrinya yang juga cantik .


Setelah David membayar barang yang


bergandengan tangan dia mengajak


istrinya keluar menuju parkiran.


David tidak perlu repot-repot untuk


membawanya , karena pihak toko akan


mengantarkan ke Rumahnya.


" Sayang kau mau kemana , bagaimana


klo kita mencari tempat untuk makan?."


ucap David, saat berada di dalam mobil.


" Itu ide bagus David, kenapa kau bisa


tahu apa yang ada di fikiranku ?." Joy


tersenyum memandang kearah suaminya.


" My boy yang memberitahu ku , kalau


mamanya sudah kelaparan." David


melirik istrinya , dengan satu tangan


yang menyentuh permukaan perut Joy .


Joy senang karena bisa bercanda tawa


lagi dengan sosok David yang dia


rindukan . Sebenarnya Joy tak


sepenuhnya marah pada suaminya , dia


hanya ingin memberikan sedikit pelajaran,


untuk David.


" David kita kemana?." Joy bertanya,


karena dari tadi mobil yang mereka


naiki tidak juga berhenti.


" Sebentar lagi kita akan sampai."


" Iya , tapi kita mau kemana ?."Joy


masih penasaran.


Tak berapa lama , mobil David berhenti


di pinggiran laut , tepat di depan sebuah


Rumah makan . Kemudian David


mengajak istrinya untuk turun untuk


mencari tempat duduk.


Joy berjalan mendekati meja di tepi


Pantai, dia duduk menikmati


pemandangan dan angin yang


sepoi - sepoi , menunggu kedatangan

__ADS_1


David yang sedang memesankan


makanan untuk mereka berdua.


" Sayang, apa kau suka?." tanya David


yang tiba-tiba datang dan memeluk


Joy dari belakang.


Joy mengangguk tanpa mengeluarkan


suara.


David melepaskan pelukan , menggeser


sebuah kursi dan duduk berdekatan


dengan istrinya.


" David..."


Joy mendorong kursi yang diduduki


David , merasa malu karena banyak


orang yang memperhatikan mereka.


David tak mau menghiraukan perkataan


Joy , dia malah asyik menempelkan


kepala nya di bahu istrinya.


" Maaf, ini pesanan tuan ." David


menegakkan kepalanya, karena seorang


pramusaji mengantarkan makanan


di meja mereka.


Joy melihat dua mangkok bakso dan


dua butir es kelapa muda, tersaji


di depannya. Dia menelan ludah ,


ingin segera menyantap makanan


kesukaannya.


Tanpa bicara David menggeser mangkok


kedepan istrinya, Joy melempar pandang, David pun mengangguk dan tersenyum.


Joy membalas senyuman David, lalu


segera memasukkan bulatan bakso


ke dalam mulutnya.


David ikut menelan ludahnya saat


melihat Joy menikmati semangkuk


bakso nya .


" Apa itu enak sayang ?."


David tanpa berkedip , memperhatikan gerakan Joy yang sangat menikmati makanannya walaupun hanya sekedar


bakso.


Tanpa berkata, Joy hanya sesekali


menganggukan kepalanya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Masih didalam Mobil Rudi , Roy ingin


memecahkan suasana keheningan yang


tercipta sedari mereka bertiga masuk.


" Pak Rudi apa kalian berdua sudah kenal


lama?." Rudi menoleh tidak mengerti


siapa yang Roy maksud.


" Maaf , maksud pak Aditya?."


" Pak Rudi dan kakak sepupu saya Joy ."


Rudi mengangguk.


" Kami satu sekolah, Joy sangat baik


padaku dan semua orang , aku tidak


tahu kalau dia sudah menemukan


orang tuanya , hidupnya sangat keras


dia berusaha banting tulang, untuk


bertahan hidup , kalian sudah tahu kan


jika Joy di besarkan di Panti Asuhan."


Rudi berbicara sambil menyetir.


Rudi menghentikan mobil , mereka sudah


sampai di depan rumah Mery .


" Maaf aku tidak bisa turun, karena ada


urusan yang mendesak." ucap Rudi


saat Roy dan Mery hendak membuka


pintu mobil.


Mereka berdua turun dan mobil Rudi


pun melaju meninggalkan Roy dan Mery.


Mereka memandang mobil Rudi yang


sedikit demi sedikit hilang.


Mery akan melangkahkan kakinya


kearah pagar , ada sebuah suara yang


memanggilnya .


" Meryyyyyyy.." suara seorang pria yang


berlari mendekat dan langsung


memeluk Mery .


Kedua manik mata Roy melihat nanar


saat pria itu dengan erat memeluk Mery .

__ADS_1


_


_


__ADS_2