Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Putraku...


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Semalam saat Joy tersadar David tidak


ada disana , dia sedang bersama dengan


Roy , memerintahkan untuk menyelidiki


siapa dalang di balik peristiwa hampir celakanya anak dan istrinya .


David tak bisa tenang jika belum


menemukan tersangka utama , dia


menyuruh Roy untuk mengerahkan


anak buahnya agar berusaha sekeras


mungkin menangkap orang itu .


Usai pertemuan dengan Roy dan anak


buahnya , David kembali ke Rumah Sakit .


Memuaskan diri untuk yang terakhir kali bersama anak istri , dikala besok dia


harus meninggalkannya dalam waktu


yang lumayan lama .


Sampai di Rumah Sakit David langsung


menuju ruang VVIP dimana tempat


istrinya itu di rawat , masuk kedalam dia mendapati istrinya itu tertidur .


Bibir yang pucat masih tergambar


di wajah cantik ibu muda itu , mendekati


ranjang David duduk ditepi sang istri


yang sedang terbaring .


Tak tega membangunkan , David hanya


menyentuh sisi pipi mulus Joy , meredam


rasa rindu dan khawatir pada sosok


wanita yang membuat hidupnya berwarna .


" Sayang cepat sehat , kita rawat anak-


anak kita bersama .'" memandang cukup


lama dengan jari yang masih menempel


di pipi sang istri.


Oma terbangun melihat cucunya berada


di dekat Joy , seketika mendekati .


" Dia baru saja tertidur , dia terlalu lemas


hingga tak bisa bangun terlalu lama ."


ucap Oma lirih menepuk bahu cucunya .


David mengangguk ," iya aku mengerti ,


kasian dia Oma , dia tak ikut terlibat malah menjadi korban ." menyentuh tangan Oma


yang ada di bahunya lalu menyandarkan kepalanya di tangan itu .


David berdiri dan keluar dari kamar ,


" aku mau menengok putraku Oma ."


pamit sebelum menutup pintu .


Berhenti disebuah Ruangan yang


dindingnya terbuat dari kaca , sebuah


ruangan yang di khususkan untuk


tempat menyimpan para bayi yang baru


lahir di Rumah Sakit itu .


Lebih mendekat ke kaca , David mencari


sosok putra yang sudah di nantikannya


selama ini .


Memperhatikan setiap box yang di


dalamnya berisikan bayi dengan wajah


dan bentuknya hampir sama semua .


David bingung , yang mana bayinya ,


" Astaga , apa tidak tertukar bayi sebanyak


ini , apalagi yang membedakannya


hanyalah sebuah coretan papan nama ."


gerutu David mengamati seluruh bayi


dari kejauhan .


Seorang perawat keluar dari ruangan ,


segera David menghampiri ingin


bertanya ," tunggu ," panggil David saat


perawat itu hendak pergi .


" Ya pak , ada yang bisa saya bantu ?."


tanya perawat menghampiri David .


" Dimana kalian menaruh putraku ?."


keangkuhan David yang tak sabar


ingin bertemu putranya .


" Di dalam pak ."


" Iya aku tahu , tapi yang mana ?, mereka


semuanya sama , lihat tubuh mereka


kecil , tangisannya bahkan wajah mereka


sama semua ." menyeret perawat untuk


mendekat ke kaca , David menunjuk


para bayi di dalam sana .


Perawat itu tersenyum mendengar


penuturan David , dia memaklumi apa


yang dikatakan seorang ayah baru yang


sedang berdiri di depannya .


" Ya Tuhan , ya iyalah bapak kan mereka


masih bayi , lihatnya saja dari jauh


coba saja kalau lebih dekat pasti bapak


tahu perbedaannya ." sang perawat


tertawa dalam hati.


Perawat yang bertugas itu mengajak


David untuk memakai baju jenguk yang


sudah steril , kemudian dengan


bimbingannya agar mengikutinya dari belakang .


Diajaknya David masuk kedalam , ke

__ADS_1


Ruang para bayi mendapat perawatan


itu khusus .


Bola matanya menilik satu persatu bayi


yang dia lewati , ternyata dugaannya


salah , dari sekian banyak bayi tidak satu


pun ada yang sama , meskipun terlihat


sekilas sama namun ada saja dari


bentuk badan maupun wajah ada yang


membedakan .


David sengaja tidak memperhatikan


ataupun membaca papan nama yang


tertera di box bayi .


Dia ingin mengetahui mana putranya


dari naluri seorang ayah yang terjalin


diantara mereka .


" Ini bukan , bukan , ini juga bukan ,


Hemm yang mana ya , pasti aku bisa ."


gumam David , memperhatikan wajah


setiap bayi saat berhenti di dekat


box .


Sampai dia mendengar tangisan seorang


bayi yang menggetarkan hatinya ,


suara tangisan itu seakan memanggil


agar dirinya segera mendekat .


David segera menghampiri suara


tangisan bayi itu , sampai disana


alangkah terkejutnya disaat melihat


wajah sang bayi .


Terlukis sebuah replika dari wajahnya


sendiri , ibarat bayi itu bagai David


versi kecil .


Naluri hati seorang ayah pun bangkit ,


rasa ingin merangkul dalam Kungkungan


kasih sayang yang dalam tak terbendung .


Di panggillah seorang perawat agar


membantunya untuk mengeluarkan


bayi itu dari box untuk di gendongnya .


Rasa suka cita yang mendalam serta


puji syukur diucapkan didalam hati , dia


tak menyangka bisa mempunyai seorang


putra yang sangat tampan , walaupun


dengan cara ketidak sengajaan atau bisa dibilang ketidaksadaran .


Luput dari itu semua , David bersyukur


bisa di pertemukan dengan seorang


wanita yang baik , meskipun dengan


Sudah lima belas menit David


menggendong putranya , bahunya tak


terasa capek sedikit pun , malah perasaan damai dalam dirinya yang ia rasakan .


Bayi itu tidak menangis sedikit pun


saat berada di gendongan ayahnya .


Tapi saat perawat memisahkan mereka


bayi itu menangis walau hanya sebentar


karena ayunan tangan lihay dari sang


perawat berhasil membawa sang bayi


ke alam mimpi .


Pukul tiga pagi David kembali keruangan istrinya , masih tetap sama tertidur


pulas dalam balutan selimut bahkan


posisi tidurnya pun tidak berubah ,


berselanjar dengan wajah yang miring


ke kanan .


Melihat keadaan sekeliling ada Oma


yang sudah tertidur diatas ranjang


yang tersedia untuk penjaga pasien ,


serta mertuanya bersama dengan ibunda


Roy tidur diatas sofa .


David mendekati istrinya , mengambil


satu tangan yang tak ikut terkena infus


menciumnya cukup lama , merasakan


kelembutan yang enggan untuk di lepaskan .


Rasa payah dan lelah seharian ini cukup


untuk membuat hati dan jantungnya berolahraga hingga membuahkan emosi


fisik dan pikirannya hampir tak bisa


di bendung .


Kelelahan yang sangat , membuatnya


tertidur dengan masih mencium jemari


istrinya .


🌿🌿🌿🌿🌿


Pukul 05.00 David terbangun dari


tidurnya yang sambil duduk dengan


beralaskan genggaman tangannya


pada bujuran jari seorang istri yang


terlelap .


Dia membuka mata saat merasakan


gerakan tangan yang menyentuh pipinya .


Membuka matanya pelan , hal yang


pertama dilihatnya adalah sepasang


mata binar yang sama - sama baru


membuka mata .

__ADS_1


" Papi ,,, ." suara lembut menggetarkan hati .


Menghasilkan rasa semangat untuk


mengawali hari ini , menegakkan posisi


duduknya , David mengusap muka .


" Sudah baikan sayang ." berdiri sejenak


hanya untuk mencium kening istrinya .


Memberikan kecupan selamat pagi ,


hadiah telah memberikan kebahagiaan


yang lengkap dalam hidup seorang David .


Joy mengangguk ," my boy mana papi ?."


imbuhnya lirih .


David gelabakan , melihat sekeliling nya


tak ada seorang pun disana , padahal


yang ia tahu tadi sebelum dia tertidur


di dalam ruangan yang sama , ada


tiga orang perempuan yang ikut menjaga .


" Sebentar aku tanyakan pada suster ."


beranjak berdiri tapi ujung bajunya


di tarik oleh istrinya .


Joy menggeleng ," tetap disini , aku


masih ingin bersamamu papi ."


Melihat wajah lesu istrinya , David duduk


kembali ," Sudah mulai kangen ya ?."


" Papi nakal , peluk !." mengangkat kedua


tangannya , memberikan ruang untuk


David memeluknya .


Tanpa harus mengulang permintaan


istrinya segera di penuhi , karena David


sendiri juga sangat menginginkannya .


Ehemmmmm....


Suara deheman memisahkan tautan


keduanya , muka tersipu malu Joy


merapikan pakaiannya , yang kusut


akibat di peluk David terlalu rapat .


" Pelukan nya dilanjutkan nanti saja ,


sekarang putra kalian mau meminta


jatah asinya , karena dia dari tadi sudah


kelaparan ." sambil berjalan Oma


mengajak perawat masuk .


" Joy tadi juga menanyakan bayinya


Oma ." David menjauh , mempersilahkan


perawat untuk lebih dekat .


" Naluri keibuan Joy yang merasakan


jika putranya itu sudah kelaparan ,


kenapa tidak kau panggilkan tadi ,"


David meringis .


Perawat mengajari Joy untuk menyusui


dengan benar , letak duduk yang tegak


serta tangan yang merangkul agar sang


anak bisa menyesap asi dengan baik .


David terkejut , sambil melotot dia


memprotes ," Sayang apa tidak


sebaiknya my boy kita kasih susu


formula saja ?." David tak rela .


" David kau jangan ngelantur , kau


tidak mau jika anak kalian mendapat


asupan gizi terbaik ?."


" Aku mau lah Oma , tapi tidak dengan


meminum susu istriku ." Oma menepuk


keningnya .


" Astaga David , sadar itu anak kalian


kalau tidak meminum asi ibunya , lalu


meminum asi siapa lagi , sadarlah nak ."


Oma membantah sambil menahan tawa .


" Tapi Oma ,,, ."


" Tapi apa katakan ! , jangan bilang


kau menolak istrimu menyusui putra


kalian karena alesan konyol ." Oma


yang semakin kesal meletakkan


tangannya di pinggang .


" Maksud Oma ?."


" Akui saja jika kau tidak mau membagi


dengan putramu sendiri ." David


menunduk karena malu .


Perawat yang dari tadi mendengar


perdebatan antara Oma dan cucunya


ini hanya bisa diam dan menahan


tawa , tak habis pikir dengan kekonyolan


keluarga bangsawan ini .


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Kok kayaknya ketuker ini episode,


sama yang kemarin ya,,,🀭


gpp deh yg penting up , gpp y,,,???


Ini gegara author dah kangen ma


keuwuan Joy ma David ,, maklumin aj y


πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


jangan lupa jejaknya ya 😊


Next 😍

__ADS_1


__ADS_2