Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Masih di Surabaya...


__ADS_3

Joy meneruskan langkahnya , mengikuti


isi hatinya yang ingin tahu siapa orang


yang berada di dalam mobil.


" Kak Joy ,,," panggil Mery dari jendela kamarnya , dia sempat melihat Roy ada


di dalam mobil , karena sebelumnya dia


mendapat pesan singkat dari Roy , agar


membantu menghalangi Joy .


Joy segera menoleh ke arah sumber


suara , ternyata Mery yang memanggilnya.


Dia melambaikan tangan mengisyaratkan


jika dia mendengar nya.


" Kak Joy kesini ." panggil Mery ,


mengurungkan niat Joy untuk mendekati


mobil , dan berbalik kembali kerumah .


Melihat Joy yang berbalik arah, dengan


segera Roy mengirim pesan pada Mery .


**(Terimakasih gadis kecilku , mimpi


yang indah )**


Dengan tersenyum sendiri Roy


mengetikkan jarinya dilayar telepon


yang ada di tangannya.


" Roy , kau lihat Joy tidak jadi ke sini."


David menepuk bahu Roy kembali,


dengan tatapan yang masih memandang kepergian Joy yang semakin menjauh


masuk kedalam rumah.


Roy tersentak kaget ," iya , aku tahu


David ." mengelus bahunya yang sakit


akibat pukulan tadi.


" Kau sudah mencari tahu , kenapa Joy


kemari ?."


" Maksudmu ke Surabaya ?." David


mengangguk .


" Ya , tapi belum ada kabar dari anak


buahku. " Roy mulai menghubungi


orang suruhannya.


Lama David mengamati rumah Mery,


sampai muncul ide nya untuk mencari


tempat yang bisa dia gunakan untuk


memantau gerak gerik istrinya.


Dengan segera , David menyuruh Roy


untuk mencari sebuah rumah di dekat


sini yang bisa digunakan untuk


beberapa hari kedepan .


Roy menunjukkan pada David , sebuah


tulisan yg terdapat di pagar rumah tepat


di depan rumah Mery , di sana tertulis


kata , " Di jual / di sewakan."


Tanpa berfikir lama Roy segera


menghubungi nomor yang tertera


di bawah tulisan itu , untuk bisa


menyewanya beberapa hari.


Kini David berada didalam kamar ,


di sebuah rumah sebrang rumah mery , didepan sebuah jendela dia memandang rumah yang ada didepannya, berharap


dia bisa melihat sosok istrinya, walau


hanya sekilas.


" Roy tolong kau pesankan bunga dan


kirimkan kepada istriku ," berbicara


lewat via telpon.


" Bunga ?." Roy bingung.


" Ya bunga mawar putih , kirimkan saja


dan jangan lupa cantumkan pesan


disana ."


" Kenapa mawar putih ? dan pesan apa


yang harus ku tuliskan di sana ?." Roy


menunggu Jawaban.


" Kau lakukan saja , untuk pesannya


nanti aku akan mengirimkannya


padamu ," David mematikan telepon


kemudian mengetikkan suatu pesan


pada Roy .


Setelah menerima pesan dari David ,


tanpa bertanya lagi Roy segera


melaksanakan apa yang sudah


dikatakan oleh David .


Joy sedang berbaring di satu ranjang

__ADS_1


dengan Mery " Mer.. kau memanggilku


hanya untuk mengajak tidur ?."


memandang langit- langit kamar .


" Iya kak , aku ingin tidur tapi tidak


berani sendirian, aku masih terbayang


mama kak ." ucap Mery dengan mata


berkaca-kaca,


Mendengar ucapan Mery , Joy segera memeluknya ," Mery,, , kau masih punya


kakak yang dengan senang hati akan


berbagi ibu denganmu." Joy menepuk


pelan punggung Mery .


Tok,,tok,,tok,,,suara pintu di ketuk,


" Non ini ada kiriman bunga untuk non


Joy ." ucap mbok Imah di depan pintu.


Joy dan Mery saling berpandangan,


" Siapa kak yang mengirim bunga selarut


ini untuk kakak ?." Joy menaikan bahunya,


tanda dia tidak juga tidak tahu.


Mereka berdua segera turun dari ranjang,


dan keluar dari kamar," dari siapa mbok?."


ucap Joy setelah membuka pintunya.


"Tidak tau non ,bibi lupa menanyakannya."


ucap mbok Imah menyerahkan sebuket


bunga pada Joy .


" Terimakasih mbok ." Joy menerima


dengan senang hati , dan masuk kembali


kedalam kamar.


" Sama sama non, saya kebawah dulu ."


pamit mbok Imah , berjalan turun ke


lantai bawah .


Joy duduk ditepi ranjang, melihat buket


bunga yang dibawanya .


**" siapa yang malam begini mengirim


bunga untukku ?." batin Joy,


Dengan tangan memilah bunga, mencari


tahu siapa pengirimnya .


" Akhirnya ketemu juga ." ucap Joy saat


menemukan amplop kecil di sela sela


" Dari siapa kak Joy?." Mery penasaran,


mendekat menunggu Joy membuka


amplopnya.


" Sebentar, ini kakak juga mau buka."


Joy mengambil kertas didalam amplop


kemudian membacanya,


๐ŸŒน***Selamat malam wanitaku , semoga


kau tidak melupakan ku , aku akan


slalu menunggumu untuk mau bertemu


dengan ku ๐ŸŒน.


ALEX โ™ฅ๏ธ***


Joy terdiam memikirkan siapa Alex , dia merasa tidak punya teman pria yang


bernama Alex .


" Kak Joy dari siapa?."


" Entahlah Mer , kakak tidak tahu ."


" Memang nya di sana tidak ada nama


pengiriman nya ?." Mery menunjuk


kertas yang dibawa oleh Joy .


" Ada tapi aku tidak mengenalnya."


Joy meletakkan bunga di atas meja


belajar Mery , kemudian kembali


berbaring diatas ranjang .


" Sudahlah jangan di pikirkan lagi , saat


ini aku hanya ingin tidur , seluruh tubuhku


rasanya remuk Mer ." membaringkan


tubuhnya membelakangi Mery .


" Aku juga kak."


Mereka tidur saling membelakangi, Joy


masih memandang bunga yang


baru di terimanya , dalam diam dia


masih memikirkan seseorang yang


bernama Alex , sampai dia tertidur.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Pagi- Pagi sekali Joy terbangun dengan


pesan yang dikirimkan oleh Rudi,


memberitahu jika yang akan membeli


rumah tidak bisa datang untuk hari ini .

__ADS_1


" Mer bangunlah , Pembelinya tidak jadi


kesini hari ini mungkin besok atau lusa , mereka ada urusan yang mendadak."


Joy berbicara dengan Mery yang masih


belum bangun sempurna.


" Hmm.." jawab Mery masih memejamkan


mata .


Joy keluar dari kamar dan berjalan


kelantai bawah, dia ingin menikmati


udara di pagi hari .


" Mbok , nanti jika Mery bangun tolong


katakan padanya, jika aku mau


berjalan jalan ke Taman." ucap Joy saat


melihat Mbok Imah menyiram bunga.


" Baik non. " Jawab mbok Ijah melanjutkan


pekerjaannya.


Joy menyusuri tepi jalan merasakan


kesegaran udara pagi. dia berjalan


sendirian menuju taman.


Disebuah kursi taman Joy duduk sendiri,


menikmati udara sejuk di pagi hari ,


dia melihat banyak orang yang sedang


joging dan bermain bersama teman


maupun keluarganya.


Joy yang melihat mereka , merasa kesepian


dia teringat masa kecilnya , yang besar


di Panti Asuhan , dia mulai merindukan


suasana di sana .


**Baiklah kalau urusan Mery sudah


selesai , aku akan ke Panti." suara hati


Joy .


" Joy , kau sendirian disini ?." sapa Rudi


yang mulai duduk di sebelah Joy .


" Rudi , kau disini?." Joy kaget.


" Iya Joy , aku setiap hari Minggu kesini


untuk mengantarkan mama , biasa


tu bermain dengan cucunya." Rudi


menunjuk mamanya yang tidak jauh


dari mereka.


Joy melihat orang yang di tunjuk Rudi ,


seorang wanita setengah tua bermain


bersama dengan seorang anak kecil


perempuan .


" Keponakan mu?."


" Iya , dia putri kakakku." sama sama


melihat kearah yang mereka bicarakan.


Joy dan Rudi dikagetkan dengan sapaan


seorang anak kecil." kakak, ini untukmu."


menyerahkan satu kantong plastik


berisikan makanan dan air mineral.


" Dari siapa dek?." tanya Joy saat dia


menerimanya.


" Dari Om disana Tante ." menunjuk arah


mobil yang terparkir dengan kaca tertutup.


," Terimakasih ya ." anak kecil itu


mengangguk dan langsung pergi .


Joy berdiri dari duduknya, melihat kearah


mobil yang telah ditunjuk anak kecil tadi.


" Joy , kau mau kemana?." belum


sempat Joy menjawab , dia tak sengaja


di senggol seorang anak laki-laki kecil


sedang bermain bola.


" Hati - hati Joy ." Rudi akan


menolongnya , tapi Joy sudah jatuh


lebih dulu duduk di pangkuannya .


David di dalam mobil mengepalkan tangannya, melihat adegan Joy di depan


matanya. Rasanya dia ingin menghajar


pria yang sedang berpangkuan dengan


istrinya.


_


_


Mana dukungannya, like n votenya


kalau banyak nanti author tambahin.


Seperti biasa jangan lupa untuk


ninggalin jejaknya ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Next ๐Ÿ€

__ADS_1


__ADS_2