
Joy meneruskan langkahnya , mengikuti
isi hatinya yang ingin tahu siapa orang
yang berada di dalam mobil.
" Kak Joy ,,," panggil Mery dari jendela kamarnya , dia sempat melihat Roy ada
di dalam mobil , karena sebelumnya dia
mendapat pesan singkat dari Roy , agar
membantu menghalangi Joy .
Joy segera menoleh ke arah sumber
suara , ternyata Mery yang memanggilnya.
Dia melambaikan tangan mengisyaratkan
jika dia mendengar nya.
" Kak Joy kesini ." panggil Mery ,
mengurungkan niat Joy untuk mendekati
mobil , dan berbalik kembali kerumah .
Melihat Joy yang berbalik arah, dengan
segera Roy mengirim pesan pada Mery .
**(Terimakasih gadis kecilku , mimpi
yang indah )**
Dengan tersenyum sendiri Roy
mengetikkan jarinya dilayar telepon
yang ada di tangannya.
" Roy , kau lihat Joy tidak jadi ke sini."
David menepuk bahu Roy kembali,
dengan tatapan yang masih memandang kepergian Joy yang semakin menjauh
masuk kedalam rumah.
Roy tersentak kaget ," iya , aku tahu
David ." mengelus bahunya yang sakit
akibat pukulan tadi.
" Kau sudah mencari tahu , kenapa Joy
kemari ?."
" Maksudmu ke Surabaya ?." David
mengangguk .
" Ya , tapi belum ada kabar dari anak
buahku. " Roy mulai menghubungi
orang suruhannya.
Lama David mengamati rumah Mery,
sampai muncul ide nya untuk mencari
tempat yang bisa dia gunakan untuk
memantau gerak gerik istrinya.
Dengan segera , David menyuruh Roy
untuk mencari sebuah rumah di dekat
sini yang bisa digunakan untuk
beberapa hari kedepan .
Roy menunjukkan pada David , sebuah
tulisan yg terdapat di pagar rumah tepat
di depan rumah Mery , di sana tertulis
kata , " Di jual / di sewakan."
Tanpa berfikir lama Roy segera
menghubungi nomor yang tertera
di bawah tulisan itu , untuk bisa
menyewanya beberapa hari.
Kini David berada didalam kamar ,
di sebuah rumah sebrang rumah mery , didepan sebuah jendela dia memandang rumah yang ada didepannya, berharap
dia bisa melihat sosok istrinya, walau
hanya sekilas.
" Roy tolong kau pesankan bunga dan
kirimkan kepada istriku ," berbicara
lewat via telpon.
" Bunga ?." Roy bingung.
" Ya bunga mawar putih , kirimkan saja
dan jangan lupa cantumkan pesan
disana ."
" Kenapa mawar putih ? dan pesan apa
yang harus ku tuliskan di sana ?." Roy
menunggu Jawaban.
" Kau lakukan saja , untuk pesannya
nanti aku akan mengirimkannya
padamu ," David mematikan telepon
kemudian mengetikkan suatu pesan
pada Roy .
Setelah menerima pesan dari David ,
tanpa bertanya lagi Roy segera
melaksanakan apa yang sudah
dikatakan oleh David .
Joy sedang berbaring di satu ranjang
__ADS_1
dengan Mery " Mer.. kau memanggilku
hanya untuk mengajak tidur ?."
memandang langit- langit kamar .
" Iya kak , aku ingin tidur tapi tidak
berani sendirian, aku masih terbayang
mama kak ." ucap Mery dengan mata
berkaca-kaca,
Mendengar ucapan Mery , Joy segera memeluknya ," Mery,, , kau masih punya
kakak yang dengan senang hati akan
berbagi ibu denganmu." Joy menepuk
pelan punggung Mery .
Tok,,tok,,tok,,,suara pintu di ketuk,
" Non ini ada kiriman bunga untuk non
Joy ." ucap mbok Imah di depan pintu.
Joy dan Mery saling berpandangan,
" Siapa kak yang mengirim bunga selarut
ini untuk kakak ?." Joy menaikan bahunya,
tanda dia tidak juga tidak tahu.
Mereka berdua segera turun dari ranjang,
dan keluar dari kamar," dari siapa mbok?."
ucap Joy setelah membuka pintunya.
"Tidak tau non ,bibi lupa menanyakannya."
ucap mbok Imah menyerahkan sebuket
bunga pada Joy .
" Terimakasih mbok ." Joy menerima
dengan senang hati , dan masuk kembali
kedalam kamar.
" Sama sama non, saya kebawah dulu ."
pamit mbok Imah , berjalan turun ke
lantai bawah .
Joy duduk ditepi ranjang, melihat buket
bunga yang dibawanya .
**" siapa yang malam begini mengirim
bunga untukku ?." batin Joy,
Dengan tangan memilah bunga, mencari
tahu siapa pengirimnya .
" Akhirnya ketemu juga ." ucap Joy saat
menemukan amplop kecil di sela sela
" Dari siapa kak Joy?." Mery penasaran,
mendekat menunggu Joy membuka
amplopnya.
" Sebentar, ini kakak juga mau buka."
Joy mengambil kertas didalam amplop
kemudian membacanya,
๐น***Selamat malam wanitaku , semoga
kau tidak melupakan ku , aku akan
slalu menunggumu untuk mau bertemu
dengan ku ๐น.
ALEX โฅ๏ธ***
Joy terdiam memikirkan siapa Alex , dia merasa tidak punya teman pria yang
bernama Alex .
" Kak Joy dari siapa?."
" Entahlah Mer , kakak tidak tahu ."
" Memang nya di sana tidak ada nama
pengiriman nya ?." Mery menunjuk
kertas yang dibawa oleh Joy .
" Ada tapi aku tidak mengenalnya."
Joy meletakkan bunga di atas meja
belajar Mery , kemudian kembali
berbaring diatas ranjang .
" Sudahlah jangan di pikirkan lagi , saat
ini aku hanya ingin tidur , seluruh tubuhku
rasanya remuk Mer ." membaringkan
tubuhnya membelakangi Mery .
" Aku juga kak."
Mereka tidur saling membelakangi, Joy
masih memandang bunga yang
baru di terimanya , dalam diam dia
masih memikirkan seseorang yang
bernama Alex , sampai dia tertidur.
โ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Pagi- Pagi sekali Joy terbangun dengan
pesan yang dikirimkan oleh Rudi,
memberitahu jika yang akan membeli
rumah tidak bisa datang untuk hari ini .
__ADS_1
" Mer bangunlah , Pembelinya tidak jadi
kesini hari ini mungkin besok atau lusa , mereka ada urusan yang mendadak."
Joy berbicara dengan Mery yang masih
belum bangun sempurna.
" Hmm.." jawab Mery masih memejamkan
mata .
Joy keluar dari kamar dan berjalan
kelantai bawah, dia ingin menikmati
udara di pagi hari .
" Mbok , nanti jika Mery bangun tolong
katakan padanya, jika aku mau
berjalan jalan ke Taman." ucap Joy saat
melihat Mbok Imah menyiram bunga.
" Baik non. " Jawab mbok Ijah melanjutkan
pekerjaannya.
Joy menyusuri tepi jalan merasakan
kesegaran udara pagi. dia berjalan
sendirian menuju taman.
Disebuah kursi taman Joy duduk sendiri,
menikmati udara sejuk di pagi hari ,
dia melihat banyak orang yang sedang
joging dan bermain bersama teman
maupun keluarganya.
Joy yang melihat mereka , merasa kesepian
dia teringat masa kecilnya , yang besar
di Panti Asuhan , dia mulai merindukan
suasana di sana .
**Baiklah kalau urusan Mery sudah
selesai , aku akan ke Panti." suara hati
Joy .
" Joy , kau sendirian disini ?." sapa Rudi
yang mulai duduk di sebelah Joy .
" Rudi , kau disini?." Joy kaget.
" Iya Joy , aku setiap hari Minggu kesini
untuk mengantarkan mama , biasa
tu bermain dengan cucunya." Rudi
menunjuk mamanya yang tidak jauh
dari mereka.
Joy melihat orang yang di tunjuk Rudi ,
seorang wanita setengah tua bermain
bersama dengan seorang anak kecil
perempuan .
" Keponakan mu?."
" Iya , dia putri kakakku." sama sama
melihat kearah yang mereka bicarakan.
Joy dan Rudi dikagetkan dengan sapaan
seorang anak kecil." kakak, ini untukmu."
menyerahkan satu kantong plastik
berisikan makanan dan air mineral.
" Dari siapa dek?." tanya Joy saat dia
menerimanya.
" Dari Om disana Tante ." menunjuk arah
mobil yang terparkir dengan kaca tertutup.
," Terimakasih ya ." anak kecil itu
mengangguk dan langsung pergi .
Joy berdiri dari duduknya, melihat kearah
mobil yang telah ditunjuk anak kecil tadi.
" Joy , kau mau kemana?." belum
sempat Joy menjawab , dia tak sengaja
di senggol seorang anak laki-laki kecil
sedang bermain bola.
" Hati - hati Joy ." Rudi akan
menolongnya , tapi Joy sudah jatuh
lebih dulu duduk di pangkuannya .
David di dalam mobil mengepalkan tangannya, melihat adegan Joy di depan
matanya. Rasanya dia ingin menghajar
pria yang sedang berpangkuan dengan
istrinya.
_
_
Mana dukungannya, like n votenya
kalau banyak nanti author tambahin.
Seperti biasa jangan lupa untuk
ninggalin jejaknya ya ๐๐
Next ๐
__ADS_1