
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Joy dan Anggi menikmati es krim bersama didepan sebuah Minimarket , mereka
duduk berdua bercanda tawa dan saling menggoda membicarakan kehidupan
pribadi mereka.
" Joy usia kandunganku sekarang sudah berapa bulan , aku sudah tak sabar untuk segera menggendongnya ." kata Anggi memandang perut Joy.
"Sudah memasuki usia lima bulan ."
"Sungguh, tapi kenapa belum kelihatan
Joy,? apa bayinya kurang sehat ." Anggi
bertanya karena kawatir.
" Dia sehat Nggi,,, dasarnya saja perutku memang langsing ." elak Joy.
"Apa kau tak pernah merindukan
ayahnya ."
" Sudah jangan bicarakan itu lagi ."Joy ingin mengakhiri membicarakan pria itu lagi.
Dan berbalik tanya menggoda Anggi.
"Anggi , sejak kapan kau menyukai
Andreas? ." tanya Joy penasaran.
" Aku tak tahu, aku hanya merasa nyaman
bila di dekatnya ."
" Ceritakan padaku , bagaimana ciuman pertamamu dengan Andreas tadi,
Mery sudah menceritakan semuanya
pada ku .," goda Joy membuat anggi malu.
" Dasar Mery mulut ember,,,, jangan percaya padanya ." elak Anggi malu .
" Mulut Mery memang ember, tapi hanya denganku Nggi , kau jangan mengelak padaku, Mery tadi mengintipmu ."ujar Joy , yang pandangan bola matanya memandang mobil yang baru berhenti di Parkiran Minimarket.
" Apaaa,,,Mery mengintipku ?ah,,, kau
jangan berbohong ." Anggi menutup
wajahnya karena malu.
" Anggi , kita sudah dewasa kenapa kau
harus malu begini,,ayolah ceritakan
padaku ." Joy masih menggoda , dan tertawalah mereka bersama,
" Apa aku harus tanyakan sendiri pada Andreas " goda Joy dengan berpura- pura mengancam.
" Joy kau jangan lakukan itu, kalau kau sampai benar menanyakannya pada
Andreas, mau di taruh di mana mukaku
Joy,,,,," teriak Anggi takut karena
perkataan Joy.
Joy masih tertawa melihat tingkah
Anggi yang salah tingkah , entah kenapa pandangannya berpindah ke dalam
Minimarket, sorot matanya berhenti pada seorang lelaki yang sekarang sedang menatapnya intens , mereka saling memandang , tiba-tiba Joy teringat sesuatu.
" Dia,,dia,AL,,, ." gumam Joy dengan membulatkan matanya,
Joy berlari meninggalkan Anggi sendirian didepan Minimarket , sejak dia menyadari
jika lelaki yang bertemu pandang
__ADS_1
dengannya tadi adalah ayah dari bayi
yang di kandungnya.
Anggi yang melihat Joy berlari
meninggalkannya sendirian , akhirnya dia bergegas mengejarnya .
Sampai dirumah Anggi segera mencari sosok Joy , tapi tak dikunjung ditemukan, akhirnya dia memutuskan untuk
mencarinya ke kamar mandi , ternyata pintunya tertutup.
" Joy,, apa kau di dalam?. " panggil Anggi dengan mendekat ke pintu kamar mandi.
" Iyaaa perutku sakit Nggi , maaf aku tadi meninggalkan mu ." jawab Joy dari dalam kamar mandi , dan selanjutnya Anggi pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
Joy didalam kamar mandi sedang
menangis, dia sengaja menyalakan
kran air agar orang di luar tak bisa mendengarnya .
Semenjak dia hamil perasaannya gampang terguncang, dan tanpa ia ketahui apa penyebab nya .
" Hampir saja , aku bertemu dengannya lagi,
sekarang aku harus lebih berhati-hati,
jangan sampai lelaki ******** itu
menemukanku." ucap Joy sambil mengusap air matanya.
Joy keluar dari kamar mandi dengan mata sembab habis menangis.
" Joy kenapa matamu sembab? ." tanya
Anggi kawatir.
" Perutku sakit Nggi..aku minta maaf ya,,,"
kata Joy yang merasa bersalah telah membohongi sahabatnya.
Anggi yang merasa lelah , pamit tidur dulu pada Joy dan berjalan menuju ke kamarnya. Selanjutnya Joy pun berlalu masuk kedalam kamarnya. Dia membuka pintu kamar
mendekati Mery dan dia pun tidur di
sampingnya.
***
Pagi ini David menghubungi Roy , untuk mengatakan kalau hari ini dirinya tidak bisa masuk Kantor, dia menyuruh Roy untuk menghandle dulu pekerjaannya.
Saat ini David merasa sangat merindukan Joy , setelah dia melihatnya tadi malam .
Sebuah rasa yang bergejolak di dalam
hatinya sangat menggangu pikirannya,
ialah rasa rindu yang bisa dipendamnya selama beberapa bulan ini, tak lain karena David tak mempunyai satupun foto Joy,
Tapi karena saat kemarin, dia sempat
melihat Joy di depannya . membuat rasa rindunya pada Joy kembali muncul ,
sehingga Emosinya sekarang sudah tidak terkontrol lagi .
Kini David hanya bisa meratapi setiap kesalahannya dengan minum , minuman
keras sendiri di Apartemennya .
Untuk saat ini dia tidak mau di ganggu
oleh siapapun .Roy sudah memberitahukan pada Andreas untuk jangan mencari David sementara waktu , tapi Andreas lupa tidak mengatakannya pada Joy.
Pukul tiga sore seperti biasa Joy
berangkat ke Apartemen untuk mengerjakan rutinitasnya yaitu melakukan tugasnya , dengan membersihkan Apartemen milik teman Andreas , karena Joy belum tahu
jika teman Andreas itu adalah David.
__ADS_1
Karena joy setiap hari ke Apartemen itu , sehingga Security di sana jadi sudah mengenalnya. Tanpa harus melapor terlebih dahulu Joy sudah diperbolehkan masuk
ke area Apartemen. Seperti biasa Joy menekan nomor password untuk masuk kedalam Apartemen , dan terbukalah pintu
Apartemen itu.
Joy yang masuk dengan hati- hati melihat keadaan sekeliling ruangan apartemen
yang berantakan,
" Astaga , apa tadi malam ada pesta disini!!
dasar orang kaya menghamburkan uang hanya untuk membeli minuman sebanyak
ini ?." gumam Joy sambil memunguti semua botol minuman yang ada di ruang tamu
Apartemen.
Kegiatan Joy berhenti saat ada teriakan seseorang di belakangnya.
" Siapa kau?.."
Joy kaget karena baru kali ini ada orang
lain selain dirinya di dalam Apartemen ,Joy
tak berani menoleh ataupun menjawabnya
Joy gemetar , bingung harus berbuat apa sekarang akhirnya dia memutuskan untuk diam saja .
David yang sedang mabuk , merasa kesal
karena pertanyaannya tidak di jawab oleh
orang yang ada di depannya .
** Mungkin ini seorang ART yang bekerja
di Apartemenku .** batin David .
" Apa kau Art di sini ? " Joy bicara ,dia
hanya mengangguk , tak berani untuk menoleh pada orang yang ada di
belakangnya .
Seketika itu juga dia melangkahkan kakinya
untuk mendekati orang yang diam membisu
tak menjawab sepatah katapun pada setiap
pertanyaan nya.
David terpaksa menarik paksa lengan
wanita yang ada didepannya agar menoleh
padanya . Akhirnya Joy membalikkan badannya menghadap David .
David terkejut dengan apa yang dilihatnya
sekarang , Air mata David tak sengaja keluar
tanpa permisi dulu pada si empu mata.
", Yana,,,,"
**"
**
*
***************************πΉπΉπΉπΉπΉ
Maaf ya jika bahasanya belepotan /amburadul ,mohon di maklumi π
Ayo jangan lupa ninggalin jejak y π₯°π₯°π₯°
__ADS_1
agar aku semungut untuk nulis π
Next------