
Seorang Rosa duduk disebuah kamar
Hotel bintang lima dengan ditemani
secangkir coffe panas sedang
memikirkan sebuah rencana yang telah
disusunnya dengan apik .
Tangannya menyalakan sebatang rokok
setelah dia memutuskan telfonnya
dengan salah satu orang suruhannya ,
Dengan sesekali menghisap satu batang
rokok yang terjepit di sela jarinya , dia tersenyum tiada arti , entah dia sedang memikirkan nasibnya atau memikirkan
tentang segala akal bulusnya .
Semenjak ulah David tempo hari , yang
memporak-porandakan kehidupannya ,
kini Rosa tak lagi tinggal bersama
keluarganya , dia tak mau lagi mendengar
hujatan dan cacian dari kedua orang
tuanya maupun saudara saudaranya .
Mereka selalu mencemooh kebodohan
Rosa yang sudah berani membuat
masalah dengan seorang David .
Kini hidup Rosa terpontang panting tak
tau arah , dia sekarang bisa tinggal
di sebuah Hotel saja dia sudah bersyukur
meskipun semua itu dia dapatkan dari
pemberian orang yang tak dia kenal .
Entah apa maksud orang misterius itu
membantunya , Rosa pun tak tahu dan
yang pasti orang itu hanya meminta
imbalan pada Rosa agar mau menuruti
perintahnya .
Yang Rosa tahu orang itu hanya menyuruh
nya untuk menghancurkan dan merusak
kehidupan David dan kedua temannya .
Rosa langsung saja menerima tawaran
orang misterius itu , karena disamping
dia mempunyai tempat tinggal, dia juga
mempunyai tujuan yang sama .
Rosa sudah menyiapkan segala rencana
jahat yang ditujukan untuk para
musuhnya , siapa orang yang lebih dulu
menjadi sasaran empuk untuk
mewujudkan segala ambisi nya .
Yang pertama dia ingin menghancurkan
hubungan percintaan Andreas , dia rasa Andreas lah sasaran yang paling mudah
untuk di hancurkan , karena Andreas
adalah sosok yang terlihat berbeda
dengan kedua temannya .
Pagi ini Rosa baru selesai melayani
seorang fotografer suruhannya , sebagai
imbalan dari sebuah kinerja nya atas
bantuan menangkap gambarnya dengan
Andreas kemaren hari .
Rencana awal sudah terlaksana , sekarang
dia melancarkan rencana kedua , ialah
mengirim hasil foto itu pada sasaran .
Rosa yakin rencananya kali ini pasti
berhasil , yang dia pikirkan sekarang
adalah bagaimana hati kekasih Andreas setelah menerima semua foto yang telah
dia kirimkan .
Hati wanita mana yang tak hancur, jika
mengetahui kalau kekasih nya menjalin
hubungan dengan wanita lain dibelakang .
Rosa ingin menyerang perasaan kekasih
Andreas , karena hati wanita lah yang
paling mudah tergoda atas kemarahan ,
jika dia mendekati ataupun merayu
Andreas itu tidak mungkin , karena
Andreas sendiri sudah mewanti-wanti
dari awal mereka bertemu kemaren .
πππ
Pukul sebelas siang Rosa menelfon
kekasih Andreas , dia ingin mengatur
rencana agar wanita itu memergokinya
bersama Andreas berduaan.
Mengambil ponselnya yang tergeletak
di atas meja , mengetik nomor yang
tertera di secarik kertas , Rosa terpaksa
menunggu agak lama karena panggilan
belum juga di angkat .
Beberapa saat akhirnya panggilannya
pun di terima , tapi tiada suara yang
dia dengar , Rosa memutuskan untuk
memulai pembicaraan .
" Hallo , apa benar ini nomer Anggi
kekasih Andreas ?." tersenyum masam .
" Ya anda siapa ?." jawab Anggi dengan
kasar .
__ADS_1
Rosa kaget dengan suara kasar Anggi ,
" jahat juga rupanya kekasih Andreas,
jika bertemu langsung pasti lebih seru ."
" Jika kau ingin melihat kelakuan asli
kekasih mu , datanglah ke Kantornya
tepat saat jam makan siang ."
mematikan telfonnya .
Rosa sengaja ingin membakar amarah
Anggi , agar mau menuruti apa yang
dia suruh untuk datang ke Kantor Andreas .
" Kita lihat saja Andreas , apa yang bisa
aku lakukan pada hubungan kalian ."
tertawa lebar , karena sangat yakin
dengan apa yang ada di fikirannya .
Rosa berdandan secantik mungkin ,
agar bisa tampil berbeda di depan
kekasih Andreas , di tambah dengan
baju seksi dan minim untuk menunjang
penampilan nya .
πππ
Dengan menaiki sebuah taxi Rosa
sampai di Kantor Andreas , dengan
cepat dia masuk kedalam melewati
loby , mungkin ini hari yang beruntung
baginya .
Di meja resepsionis terlihat kosong ,
satpam kantor pun sedang sibuk dengan
karyawan lain , dengan langkah pasti
Rosa masuk kedalam lift , menekan
tombol dimana letak ruangan direktur
berada .
Rosa sampai di lantai paling atas ,
dengan kaki jenjangnya dia mempercepat
langkah menuju sebuah ruangan tempat Andreas sekarang .
Melihat jam tangannya yang cantik ,
Rosa memastikan waktunya tidak
terlambat .
"Pas sekali , sebentar lagi ... mungkin
hari ini adalah hokiku ." tersenyum saat
melihat meja sekertaris yang kosong .
Tanpa mengetuk pintu Rosa memasuki
ruangan Direktur , terlihat seorang
Andreas yang duduk di singgasana nya
sedang serius mengerjakan pekerjaan.
suara , Rosa mendekati mangsanya .
" Jika dilihat dia tak kalah tampan dengan
David , apalagi dengan tubuh kekarnya ,
hemmm.." menggigit bibir bawahnya , akal bin*l Rosa pun muncul .
Sampai di dekat Andreas , dia tak mampu
menahan hasratnya dan dengan cepat
memeluk Andreas dari belakang , ingin
merasakan bagaimana kehangatan
tubuh kekar dari seorang Andreas .
Andreas syok dan kaget dengan serangan
Rosa yang tiba-tiba memeluknya , karena
dari tadi dia tidak mendengar ada suara
orang datang mau pun membuka pintu ,
mungkin Andreas yang terlalu fokus
atau Rosa yang terlalu berhati-hati .
Percekcokan pun terjadi , karena Andreas
dari awal sudah tidak suka dengan Rosa
yang selalu ingin mendekati nya .
Rosa tak kehabisan akal , di liriknya
segelas air putih yang ada di meja
Andreas , dengan berpura pura ingin
memberikan pada Andreas , padahal
niat aslinya adalah ingin menumpahkan
air itu tepat di celana Andreas.
Alhasil rencana yang sudah di atur nya
berjalan dengan sempurna , sekarang
Rosa dengan posisi seperti pasangan
yang sedang melakukan hal mesum
di dalam Kantor .
ππ
Tepat di jam makan siang , Anggi sampai
di Kantor keluarga Andreas , dengan
langkahnya yang tergesa-gesa dia
ingin ke ruangan kekasih nya itu , ingin memastikan apa yang di ucapkan oleh
orang yang menelfon nya tadi .
Semua staf di Kantor Andreas tahu siapa
Anggi , jadi dia tidak perlu di tanya lagi
apa maksud dari datang nya kesini ,
mereka semua tahu pasti Anggi datang
untuk menemui atasan mereka .
Sampai di depan ruangan Andreas ,
Anggi di persilahkan masuk oleh
sekertaris kepercayaan Andreas ,
__ADS_1
sekertaris itu tidak tahu jika di dalam
ruangan bosnya ada seorang wanita
yang menyusup masuk tanpa
sepengetahuannya .
Dengan posisi yang pas , saat itu juga
Anggi masuk kedalam ruangan Andreas,
Anggi kaget dan marah dengan apa yang
di lihatnya , tapi dia tidak mau menunjukkan.
" Oh ini , pasti wanita ini yang menelfonku
tadi , dia mau agar aku melihat semua
adegan ini dan terluka terus pergi ."
mengangkat sudut bibirnya .
" Jangan harap , itu tidak mungkin ."
Berjalan mendekati .
Dengan mengepalkan tangannya Anggi menahan geram , sampai di dekat
Andreas dan wanita itu berada , Anggi
mengangkat tangannya dan dengan
sekali gapaian dia meraih rambut sang
wanita , menjambak serta menyeretnya
agar menjauh dari Andreas .
Anggi mendorong wanita itu sampai
tersungkur , Rosa kaget dengan respon
yang Anggi berikan pada nya .
"*H*a.. apa - apaan ini , kenapa dia malah menyerang ku ." menatap wajah Anggi
dengan marah .
" Apa ? , ha..masih kurang ? , pergi sana
jangan kau ulangi lagi merayu lelakiku ."
melotot pada orang yang telah di jambaknya .
" Kurang ajar , dia menantang ku ,, kali
ini aku diam tapi awas untuk lain hari ,
ku pastikan kau akan menerima
balasannya ." berusaha berdiri .
Merasa tidak terima Rosa akhirnya
pergi dari ruangan Andreas dengan
penuh amarah , rencana yang sudah
pasti berhasil malah hancur karena
respon Anggi yang tidak seperti yang
dia harapkan .
Selepas kepergian Rosa , Andreas merasa
senang karena mendengar Anggi yang
menyebutnya sebagai lelakinya , karena
baru kali ini Andreas mendengar Anggi mengakuinya di depan orang lain .
" Sayang , hari ini aku senang sekali ."
berdiri hendak memeluk kekasihnya .
" Heeee.... ini belum selesai , urusan kita
berdua masih baru di mulai ." mendorong
dada Andreas dengan telapak tangan .
Andreas semakin tidak mengerti , dengan
kata dan penolakan Anggi , karena dia
tidak tau menahu apa yang membuat
kekasihnya ini marah padanya .
" Kau jangan temui aku , tidak ada sayang
sayangan apalagi main peluk segala ,
sebelum kau intropeksi diri atas
kesalahanmu ," melempar amplop yang
dia terima pagi tadi ke atas meja kerja
Andreas .
" Maksudnya apa sayang, sungguh aku
tidak mengerti ." berbicara dengan mimik
memohon.
" Buka !." sorot mata melihat amplop.
Segera mengambil amplop dan membuka
nya , Andreas terkejut dengan semua
foto yang ada di dalam amplop .
" Ini ?."
Semakin bingung Andreas melihat semua
foto , diambil setiap foto dan akhirnya
dia mengingat bahwa foto itu diambil
kemaren saat dirinya bersama dengan
Rosa di Cafe .
" Jangan bicara ! , pasti kau mau bilang..
ini bisa aku jelaskan , iya kan ?, aku
hafal semua elakan mu ." mengangkat
tangannya di depan Andreas saat hendak
membuka mulut .
" Ternyata kau tidak bisa di tinggal
lama sedikit ya, rasakan ini ." mengoyak
rambut Andreas lalu pergi .
Andreas tak bisa berkata apa-apa, ingin
membela diri namun sudah di kunci
oleh Anggi , dia hanya bisa pasrah
dengan keputusan Anggi .
" Nggi...Anggi ... tunggu.. pliss dengarkan
aku ..." mengejar Anggi yang berlalu
pergi .
ππππππππ
Next π..
__ADS_1