Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Rosa ..


__ADS_3

Seorang Rosa duduk disebuah kamar


Hotel bintang lima dengan ditemani


secangkir coffe panas sedang


memikirkan sebuah rencana yang telah


disusunnya dengan apik .


Tangannya menyalakan sebatang rokok


setelah dia memutuskan telfonnya


dengan salah satu orang suruhannya ,


Dengan sesekali menghisap satu batang


rokok yang terjepit di sela jarinya , dia tersenyum tiada arti , entah dia sedang memikirkan nasibnya atau memikirkan


tentang segala akal bulusnya .


Semenjak ulah David tempo hari , yang


memporak-porandakan kehidupannya ,


kini Rosa tak lagi tinggal bersama


keluarganya , dia tak mau lagi mendengar


hujatan dan cacian dari kedua orang


tuanya maupun saudara saudaranya .


Mereka selalu mencemooh kebodohan


Rosa yang sudah berani membuat


masalah dengan seorang David .


Kini hidup Rosa terpontang panting tak


tau arah , dia sekarang bisa tinggal


di sebuah Hotel saja dia sudah bersyukur


meskipun semua itu dia dapatkan dari


pemberian orang yang tak dia kenal .


Entah apa maksud orang misterius itu


membantunya , Rosa pun tak tahu dan


yang pasti orang itu hanya meminta


imbalan pada Rosa agar mau menuruti


perintahnya .


Yang Rosa tahu orang itu hanya menyuruh


nya untuk menghancurkan dan merusak


kehidupan David dan kedua temannya .


Rosa langsung saja menerima tawaran


orang misterius itu , karena disamping


dia mempunyai tempat tinggal, dia juga


mempunyai tujuan yang sama .


Rosa sudah menyiapkan segala rencana


jahat yang ditujukan untuk para


musuhnya , siapa orang yang lebih dulu


menjadi sasaran empuk untuk


mewujudkan segala ambisi nya .


Yang pertama dia ingin menghancurkan


hubungan percintaan Andreas , dia rasa Andreas lah sasaran yang paling mudah


untuk di hancurkan , karena Andreas


adalah sosok yang terlihat berbeda


dengan kedua temannya .


Pagi ini Rosa baru selesai melayani


seorang fotografer suruhannya , sebagai


imbalan dari sebuah kinerja nya atas


bantuan menangkap gambarnya dengan


Andreas kemaren hari .


Rencana awal sudah terlaksana , sekarang


dia melancarkan rencana kedua , ialah


mengirim hasil foto itu pada sasaran .


Rosa yakin rencananya kali ini pasti


berhasil , yang dia pikirkan sekarang


adalah bagaimana hati kekasih Andreas setelah menerima semua foto yang telah


dia kirimkan .


Hati wanita mana yang tak hancur, jika


mengetahui kalau kekasih nya menjalin


hubungan dengan wanita lain dibelakang .


Rosa ingin menyerang perasaan kekasih


Andreas , karena hati wanita lah yang


paling mudah tergoda atas kemarahan ,


jika dia mendekati ataupun merayu


Andreas itu tidak mungkin , karena


Andreas sendiri sudah mewanti-wanti


dari awal mereka bertemu kemaren .


πŸ€πŸ€πŸ€


Pukul sebelas siang Rosa menelfon


kekasih Andreas , dia ingin mengatur


rencana agar wanita itu memergokinya


bersama Andreas berduaan.


Mengambil ponselnya yang tergeletak


di atas meja , mengetik nomor yang


tertera di secarik kertas , Rosa terpaksa


menunggu agak lama karena panggilan


belum juga di angkat .


Beberapa saat akhirnya panggilannya


pun di terima , tapi tiada suara yang


dia dengar , Rosa memutuskan untuk


memulai pembicaraan .


" Hallo , apa benar ini nomer Anggi


kekasih Andreas ?." tersenyum masam .


" Ya anda siapa ?." jawab Anggi dengan


kasar .

__ADS_1


Rosa kaget dengan suara kasar Anggi ,


" jahat juga rupanya kekasih Andreas,


jika bertemu langsung pasti lebih seru ."


" Jika kau ingin melihat kelakuan asli


kekasih mu , datanglah ke Kantornya


tepat saat jam makan siang ."


mematikan telfonnya .


Rosa sengaja ingin membakar amarah


Anggi , agar mau menuruti apa yang


dia suruh untuk datang ke Kantor Andreas .


" Kita lihat saja Andreas , apa yang bisa


aku lakukan pada hubungan kalian ."


tertawa lebar , karena sangat yakin


dengan apa yang ada di fikirannya .


Rosa berdandan secantik mungkin ,


agar bisa tampil berbeda di depan


kekasih Andreas , di tambah dengan


baju seksi dan minim untuk menunjang


penampilan nya .


πŸ€πŸ€πŸ€


Dengan menaiki sebuah taxi Rosa


sampai di Kantor Andreas , dengan


cepat dia masuk kedalam melewati


loby , mungkin ini hari yang beruntung


baginya .


Di meja resepsionis terlihat kosong ,


satpam kantor pun sedang sibuk dengan


karyawan lain , dengan langkah pasti


Rosa masuk kedalam lift , menekan


tombol dimana letak ruangan direktur


berada .


Rosa sampai di lantai paling atas ,


dengan kaki jenjangnya dia mempercepat


langkah menuju sebuah ruangan tempat Andreas sekarang .


Melihat jam tangannya yang cantik ,


Rosa memastikan waktunya tidak


terlambat .


"Pas sekali , sebentar lagi ... mungkin


hari ini adalah hokiku ." tersenyum saat


melihat meja sekertaris yang kosong .


Tanpa mengetuk pintu Rosa memasuki


ruangan Direktur , terlihat seorang


Andreas yang duduk di singgasana nya


sedang serius mengerjakan pekerjaan.


suara , Rosa mendekati mangsanya .


" Jika dilihat dia tak kalah tampan dengan


David , apalagi dengan tubuh kekarnya ,


hemmm.." menggigit bibir bawahnya , akal bin*l Rosa pun muncul .


Sampai di dekat Andreas , dia tak mampu


menahan hasratnya dan dengan cepat


memeluk Andreas dari belakang , ingin


merasakan bagaimana kehangatan


tubuh kekar dari seorang Andreas .


Andreas syok dan kaget dengan serangan


Rosa yang tiba-tiba memeluknya , karena


dari tadi dia tidak mendengar ada suara


orang datang mau pun membuka pintu ,


mungkin Andreas yang terlalu fokus


atau Rosa yang terlalu berhati-hati .


Percekcokan pun terjadi , karena Andreas


dari awal sudah tidak suka dengan Rosa


yang selalu ingin mendekati nya .


Rosa tak kehabisan akal , di liriknya


segelas air putih yang ada di meja


Andreas , dengan berpura pura ingin


memberikan pada Andreas , padahal


niat aslinya adalah ingin menumpahkan


air itu tepat di celana Andreas.


Alhasil rencana yang sudah di atur nya


berjalan dengan sempurna , sekarang


Rosa dengan posisi seperti pasangan


yang sedang melakukan hal mesum


di dalam Kantor .


πŸ€πŸ€


Tepat di jam makan siang , Anggi sampai


di Kantor keluarga Andreas , dengan


langkahnya yang tergesa-gesa dia


ingin ke ruangan kekasih nya itu , ingin memastikan apa yang di ucapkan oleh


orang yang menelfon nya tadi .


Semua staf di Kantor Andreas tahu siapa


Anggi , jadi dia tidak perlu di tanya lagi


apa maksud dari datang nya kesini ,


mereka semua tahu pasti Anggi datang


untuk menemui atasan mereka .


Sampai di depan ruangan Andreas ,


Anggi di persilahkan masuk oleh


sekertaris kepercayaan Andreas ,

__ADS_1


sekertaris itu tidak tahu jika di dalam


ruangan bosnya ada seorang wanita


yang menyusup masuk tanpa


sepengetahuannya .


Dengan posisi yang pas , saat itu juga


Anggi masuk kedalam ruangan Andreas,


Anggi kaget dan marah dengan apa yang


di lihatnya , tapi dia tidak mau menunjukkan.


" Oh ini , pasti wanita ini yang menelfonku


tadi , dia mau agar aku melihat semua


adegan ini dan terluka terus pergi ."


mengangkat sudut bibirnya .


" Jangan harap , itu tidak mungkin ."


Berjalan mendekati .


Dengan mengepalkan tangannya Anggi menahan geram , sampai di dekat


Andreas dan wanita itu berada , Anggi


mengangkat tangannya dan dengan


sekali gapaian dia meraih rambut sang


wanita , menjambak serta menyeretnya


agar menjauh dari Andreas .


Anggi mendorong wanita itu sampai


tersungkur , Rosa kaget dengan respon


yang Anggi berikan pada nya .


"*H*a.. apa - apaan ini , kenapa dia malah menyerang ku ." menatap wajah Anggi


dengan marah .


" Apa ? , ha..masih kurang ? , pergi sana


jangan kau ulangi lagi merayu lelakiku ."


melotot pada orang yang telah di jambaknya .


" Kurang ajar , dia menantang ku ,, kali


ini aku diam tapi awas untuk lain hari ,


ku pastikan kau akan menerima


balasannya ." berusaha berdiri .


Merasa tidak terima Rosa akhirnya


pergi dari ruangan Andreas dengan


penuh amarah , rencana yang sudah


pasti berhasil malah hancur karena


respon Anggi yang tidak seperti yang


dia harapkan .


Selepas kepergian Rosa , Andreas merasa


senang karena mendengar Anggi yang


menyebutnya sebagai lelakinya , karena


baru kali ini Andreas mendengar Anggi mengakuinya di depan orang lain .


" Sayang , hari ini aku senang sekali ."


berdiri hendak memeluk kekasihnya .


" Heeee.... ini belum selesai , urusan kita


berdua masih baru di mulai ." mendorong


dada Andreas dengan telapak tangan .


Andreas semakin tidak mengerti , dengan


kata dan penolakan Anggi , karena dia


tidak tau menahu apa yang membuat


kekasihnya ini marah padanya .


" Kau jangan temui aku , tidak ada sayang


sayangan apalagi main peluk segala ,


sebelum kau intropeksi diri atas


kesalahanmu ," melempar amplop yang


dia terima pagi tadi ke atas meja kerja


Andreas .


" Maksudnya apa sayang, sungguh aku


tidak mengerti ." berbicara dengan mimik


memohon.


" Buka !." sorot mata melihat amplop.


Segera mengambil amplop dan membuka


nya , Andreas terkejut dengan semua


foto yang ada di dalam amplop .


" Ini ?."


Semakin bingung Andreas melihat semua


foto , diambil setiap foto dan akhirnya


dia mengingat bahwa foto itu diambil


kemaren saat dirinya bersama dengan


Rosa di Cafe .


" Jangan bicara ! , pasti kau mau bilang..


ini bisa aku jelaskan , iya kan ?, aku


hafal semua elakan mu ." mengangkat


tangannya di depan Andreas saat hendak


membuka mulut .


" Ternyata kau tidak bisa di tinggal


lama sedikit ya, rasakan ini ." mengoyak


rambut Andreas lalu pergi .


Andreas tak bisa berkata apa-apa, ingin


membela diri namun sudah di kunci


oleh Anggi , dia hanya bisa pasrah


dengan keputusan Anggi .


" Nggi...Anggi ... tunggu.. pliss dengarkan


aku ..." mengejar Anggi yang berlalu


pergi .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Next πŸ€..

__ADS_1


__ADS_2