Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Bagai kolam milik berdua ..


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan yang luas nan mewah , terdapat sofa berwarna silver


yang indah dan empuk tertata apik disana ,


tak lupa di setiap tembok tertempel


beberapa lukisan yang langka dari karya


pelukis terkenal .


Pernak pernik mahal ikut menghiasi


betapa indahnya Rumah mewah milik


sang Milyader , yang tak lain adalah


nyonya Ratih Alexander .


Di atas sofa duduklah tiga orang majikan


di rumah itu , mereka adalah Oma sang


pemilik rumah dengan ditemani oleh


cucu kesayangannya David beserta istrinya


yang sedang santai menunggu para


pembantu untuk menyiapkan makan siang bersama .


Di sela waktu senggang mereka


bercengkrama serius membahas tentang


keberangkatan David kali ini yang akan meninggalkan istrinya demi menyelesaikan


masalah perusahaan keluarga yang


sedang kritis .


Sebenarnya Oma tidak tega , jika harus


melihat cucunya berpisah dengan istrinya ,


karena saat ini pastilah Joy sangat


membutuhkan keberadaan suaminya .


Tapi mau bagaimana lagi keadaannya


sangat mendesak dan mengharuskan


cucunya itu untuk pergi.


Mau tidak mau Oma harus memenangkan


hati Joy sekarang , agar bersedia memantapkan hati untuk ditinggalkan oleh David , karena bagaimana pun semua ini


dia lakukan untuk masa depan mereka juga .


" Kau tenang saja David , Oma pasti akan


menjaga istri dan calon anakmu jika kau


tidak berada disini , kalau Joy mau Oma


akan memindahkan peralatan Rumah


Sakitnya kemari , dan ingatlah Joy ,, Oma


sangat menyayangimu dan calon cicit


Oma ." mengelus permukaan perut Joy .


Mendengar penjelasan dari Oma , David


menjadi agak tenang , rasa berat dan


khawatir langsung berkurang . Jadi


perjalanan nya kali ini menjadi lega .


" Baiklah , aku percayakan Joy dan anakku pada Oma , aku tidak mau ada kabar buruk apapun yang menimpa istriku , sekarang


Oma urus masalah kapan aku bisa


berangkat nya kesana ." tersenyum


dengan memandang wajah cantik istrinya.


Joy tak suka dengan kata - kata yang


suaminya ucapkan pada Oma , David


terkesan seperti sedang mengancam


padahal seharusnya David meminta


bantuan untuk menjaga istrinya .


" Jangan kasar begitu pada Oma ." Joy


memandang suaminya dengan


menggelengkan kepalanya, dia tidak


suka dengan sikap dan perkataan David .


David hanya tersenyum dan mengangguk


tidak menjawab , merasa berat jika harus berpisah lagi dengan istrinya , perasaan


takut kehilangan nya pun tiba -tiba muncul .


" Baru kemarin aku bisa merasakan


berkumpul dengan istriku , kenapa harus berpisah lagi sih , sebentar lagi my boy


juga lahir dan aku harus menjaga jarak


dengannya , huh.. tak bisakah keadaan

__ADS_1


mendukung ku ." dalam hati David meronta.


Disela percakapan tiba -tiba terdengar


sebuah suara jeritan mengagetkan semua orang-orang yang ada di dalam rumah , membuat sebagian pembantu dan


pengawal David berlari mencari dari mana sumber suara itu .


" Apa itu David , sepertinya itu suara Mery ,


dia tadi berada di kolam ." dengan wajah


panik Joy memegang lengan suaminya dia berusaha berdiri .


" Sudah sayang kau tenang saja , sudah


ada orang - orang yang pergi ke sana dan


pasti di sana juga ada Roy , tadi kan kita


lihat sendiri Roy pergi kesana ." memegang


kedua lengan Joy untuk mencegahnya


pergi .


Joy cemberut karena David


menghalanginya , dia yang khawatir membuatnya ingin cepat pergi ke kolam ,


ingin mengetahui keadaan Mery yang sebenarnya , tapi tangan David yang menghalanginya untuk berdiri dan memaksanya untuk tetap duduk di sofa .


" Biarkanlah Joy kesana David , dan kau


temanilah dia untuk berjaga jika nanti


dia melakukan hal yang bisa


mengawatirkan kandungan nya ." Oma


ikut berdiri .


Melihat raut wajah istrinya yang memohon


ditambah lagi dengan penuturan Oma ,


membuat David tak mampu untuk


menolak permintaan Joy .


" Baiklah ayo , nanti disana jangan banyak


tingkah ." membantu Joy berdiri .


Joy senang akhirnya David menurutinya


dan tak ingin membantah lagi dengan


cepat di acungkan nya jempol untuk


menjawab jika dia setuju .


πŸ€πŸ€πŸ€


Niatan Mery yang ingin menghindari Roy


malah berujung keduanya tercebur ke


dalam kolam , dan membuat para


penghuni rumah berlarian karena


mereka mendengar suara jeritan Mery .


Harusnya Roy jengkel karena saat ini


bajunya basah kuyup , tapi dia malah


senang karena bisa menggoda Mery dan enggan untuk naik keluar kolam .


" Kak Roy sengaja kan ?." berusaha menepi .


" Sengaja apanya , yang tadi mendorong


masuk kesini siapa ?." memegang


pinggang Mery .


" Lepaskan !, mana ada aku mendorong ,


kak Roy saja yang memelukku secara


tiba -tiba dan tak mau melepaskanku


tadi , coba saja kalau tadi kak Roy


melepaskan ku pasti kita tidak tercebur


kesini ." Mery meronta .


Orang- orang yang baru datang dibuat


bingung dengan kedua orang yang


ada di dalam kolam , niat ingin membantu


mereka urungkan , melihat perdebatan


Roy dan Mery yang seperti tidak melihat


jika ada banyak orang disana .


Seperti tak mau mengganggu adu mulut


keduanya , para pembantu dan pengawal


di rumah Oma hanya memperhatikan dan


menahan tawa .


" Usstt,, kita biarkan saja , nanti pak Roy

__ADS_1


bisa marah jika kita ganggu mereka ."


bisik - bisik antar pembantu .


" Ya aku mengaku , kalau aku yang


memeluk mu tapi kalau kau tadi diam


pasti kita tetap di atas sana , jadi yang


ingin masuk kedalam kolam bersama


itu kau Mery ."


Mery seketika membuka mulutnya lebar ,


karena terkejut dengan tuduhan yang


Roy berikan .


" Oh no ...no.. apa - apaan ini , kok jadi


aku yang ngebet sama kakak ."


Dengan pinggang yang masih dipegang


oleh Roy , Mery tak terima dengan


tuduhan yang di tujukan padanya , dia


berbalik menghadap pria yang sedari tadi


membuat nya kesal .


" Maksud kak Roy apa sih ?."


Roy kaget dengan pergerakan Mery yang


cepat membalikkan badannya , membuat


jarak wajah mereka menjadi dekat .


Dia tertegun menangkap tatapan Mery


padanya , wajah cantik yang natural


dengan basahan air kolam melengkapi


betapa menggair*hkannya Mery kini .


Dengan sekali tarik , Roy membuat


tubuh mereka tidak berjarak dan


satu tangannya menarik bagian belakang


kepala Mery , alhasil gerakan cepat Roy mencuri ciuman dari Mery lagi .


" Wow ..." seorang pembantu keceplosan ,


melihat adegan ciuman didepan matanya


dan membuat pembantu yang lain


membungkam mulutnya .


" Kau bisa diam , bisa mampus riwayat


kita ." menyeret temannya dengan


telapak tangan yang masih membungkam .


Dilihat tidak membutuhkan bantuan ,


para penjaga di rumah Oma pun


meninggalkan kolam dengan langkah


tanpa suara .


Joy melihat orang - orang kembali masuk


kedalam rumah tanpa ada penjelasan ,


semakin membuat Joy penasaran ,


" Sayang kenapa mereka cuma diam ?."


mempercepat langkahnya.


" Jalannya pelan - pelan saja , mungkin


tidak ada hal yang perlu di takutkan


dengan Mery maupun Roy ." ucap David


santai , masih membantu istrinya berjalan .


Joy tiba di kolam bersama dengan David ,


betapa kagetnya dia saat tahu apa yang


Roy dan Mery lakukan didalam kolam .


" Kalian sedang apa ?." teriak Joy keras .


Seketika Roy melepaskan ciumannya ,


dan Mery tahu betul suara siapa yang


meneriakinya .


Dia menatap keatas kolam ternyata bukan hanya kakaknya disana melainkan ada


kakak iparnya beserta Oma juga , Mery


kikuk tak bisa menaruh mukanya karena


malu , dengan wajah menunduk dia


naik ke tepi .

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Next πŸ€


__ADS_2