
Setelah selesai makan malam , Oma
mengajak mereka berkumpul di ruang
tamu .
David mendekati Rendi ,"Ren,, apa kau
sekarang tinggal di Indonesia?." menepuk
punggungnya.
Rendi mengangguk "iya David ,aku baru
kembali kesini dan sekarang aku akan
menetap di Indonesia."
" Ceritakan padaku bagaimana bisa kau
mengenal istriku ?." memandang Joy
dan Rendi secara bergantian.
Joy mendekati mereka berdua " ceritanya
panjang sayang , yang perlu kau tahu sekarang hanyalah, bahwa kak Rendi
adalah pria yang kau curigai jika ada
hubungan di antara kami." Rendi terkejut
dengan apa yang sudah di dengarnya.
" Itu tidak mungkin David , Joy seperti
adik bagiku tidak mungkin jika aku
mempunyai hubungan yang spesial
dengannya." sangkal Rendi .
David merasa malu dengan semua
prasangkanya , hanya bisa meminta
maaf pada temannya itu.
"Maaf kan aku Ren , aku tidak tahu
jika itu kau ." David membela diri.
Oma yang baru datang dari dalam
tiba-tiba menyuruh seorang pembantunya
untuk mengajak Daffin untuk bermain
ke Taman .
" David apa sudah kau putuskan ,
bagaimana kelanjutan hubunganmu
dengan Sofia ?." Oma membuka
pembicaraannya.
" Oma aku sudah memutuskan dengan
matang , jika aku tidak akan berpisah
dengan istriku , dan juga tidak akan
menikahi Sofia ." jawab David tegas ,
Mendengar jawaban dari David Sofia
mulai menangis " apa yang kau katakan
David , bagaimana dengan nasib anak
kita ?, dia adalah anakmu David ." tangis
Sofia semakin menjadi.
" Anak ?." David menyerahkan sebuah
amplop putih yang berisikan hasil tes DNA.
Sofia mengambil amplop itu dan membukanya , memandang ragu kearah wajah David .
David mengangkat dagunya , seakan
mengartikan menyuruh untuk cepat
membacanya .
Sofia membaca isi dari amplop putih itu,
air matanya mulai mengalir deras, kertas
putih itu seketika terlepas dari jemari
tangan Sofia .
Sofia terduduk lemas dilantai " ini tidak
mungkin David , kalau bukan kau lalu
siapa ayahnya Daffin ." Rendi segera
memeluk Sofia untuk membuatnya
lebih tenang.
Joy mendekati Sofia yang terduduk
dilantai " jika kau ingin tahu siapa ayah
dari anakmu , bacalah ." menyodorkan
amplop putih miliknya .
Sofia di buat bingung dengan perkataan
Joy padanya , kenapa masing masing
memberi nya amplop.
Sofia membuka amplop pemberian Joy
__ADS_1
tadi kemudian membacanya , yang
membuatnya lebih kaget dari amplop
yang pertama adalah kenapa nama Rendi yang tertera di kertas itu , menurutnya
saat itu tidak ada Rendi di sana .
Rendi yang berada di dekat Sofia , tanpa
sengaja membuatnya bisa membaca
isi dari amplop yang di berikan oleh
Joy , hal itu membuat Rendi teringat
tentang kesalahan yang di perbuatnya
dulu pada Sofia .
Rendi memandang Joy " maaf kak ,aku
tidak ijin kak Rendi dulu untuk melakukan
tes DNA ." ucap Joy , mengerti dengan
tatapan Rendi padanya.
David yang tidak mengerti , mendekati
istrinya , seakan ingin bertanya tapi Joy
malah meletakkan jari telunjuknya di
depan bibirnya , menyuruh David untuk
diam.
Rendi mengeratkan pelukannya " Sofia
maaf kan aku." melepas pelukan Rendi
dan berbalik menatapnya " maaf ?"
Sofia menghapus air matanya, menatap
penuh pada Rendi meminta suatu
penjelasan.
Awalnya Rendi ragu untuk
menjelaskannya , tapi karena tatapan
Sofia dan rasa cintanya pada Sofia
menggetarkan hatinya , membuatnya
memantapkan diri untuk mengeluarkan
suaranya.
"Sofia ,sekali lagi aku minta maaf padamu , entah setan atau iblis apa yang merasuk
di dalam diriku pada saat itu yang
membuat aku melakukan hal keji itu
ada maksud di hatiku untuk melakukan semua itu padamu ."
Sofia masih diam tapi air matanya
keluar sangat deras.
" Malam itu, dimana saat kita semua
sedang mabuk kau mendatangi kamarku
kau menciumku duluan , aku lelaki
normal Sofia , aku tak kuat jika aku sudah tergoda dan saat itu juga aku
melakukannya padamu ."
" Sungguh malam itu hatiku sangat sakit ,
disaat kau melakukannya denganku
tapi bibirmu memanggil nama David,
seketika itu juga setelah aku menuntaskan
hasratku aku pergi meninggalkanmu
untuk menenangkan diri , di saat aku
kembali ke kamarku aku mendapati
David sudah tidur di sebelahmu." Sofia
menggelengkan kepala.
David akan bicara , ingin membela diri
tapi dihalangi oleh Joy .
Rendi beralih memandang David " David
kau ingat, di villa itu kau mendapat
kamar yang sama denganku."
" Sofia Jujur aku tak menyesal telah melakukannya ,aku bangga telah menjadi
pria yang pertama menyentuhmu ,
karena aku sangat mencintaimu."
" Bertahun tahun aku sudah mencarimu,
aku ingin mempertanggungjawabkan
kesalahanku , tapi aku tidak menemukan
dirimu , sekarang kumohon padamu
maaf kan aku , ijinkan aku untuk menebus
kesalahan yang pernah aku lakukan
padamu ." menggenggam jari mungil
__ADS_1
Sofia .
Sofia syok , tak kuasa mendengar semua
kenyataan yang di ucapkan oleh Rendi
padanya ,
" Ini tidak mungkin, kau bohong padaku kan Ren,,, ." Sofia menangis meratapi kebodohannya , kenapa dia bisa tidur
dengan pria lain dan mengganggap
bahwa David lah pria yang tidur dengannya.
Sofia merasa malu dengan dirinya sendiri,
tak kuasa berhadapan dengan David dan istrinya , seperti seorang wanita murahan
yang ingin menjebak David , padahal dia
benar - benar tidak tahu jika dia melakukannya dengan orang lain.
Tanpa berfikir panjang maupun berbicara
seketika itu juga Sofia pergi dari rumah
Oma , dengan perasaan malu .
Rendi meminta maaf pada Joy karena
kekacauan yang dibuatnya , kemudian
mengejar Sofia yang berlari keluar
dari rumah David.
Roy yang sedari tadi hanya diam ,
melihat dan mendengarkan setiap
perdebatan yang terjadi di depan
matanya , sekarang mendekati Joy .
" Sudah selesai dramanya ? , aku merasa sangat terhibur dengan pertunjukan
yang kau suguhkan setelah jamuan
makan malam ini , kau berhasil
meng skakmat pelakor itu Joy ." Roy
menepuk pundak Joy .
Beralih pada David " David , sepakterjangmu kalah jauh dengan istrimu, jika kau ingin mengungkap kebenaran kau harus membongkarnya dengan
setuntas-tuntasnya tidak separuh separuh."
Roy menepuk keras punggung David.
Oma tersenyum gembira , mengangkat
dua jempolnya " selamat , Oma bangga
padamu." Joy memeluk Oma .
Pembicaraan mereka terhenti dengan
bunyi kegaduhan di luar rumah.
Seorang pembantu masuk ke dalam
rumah , mengatakan jika wanita yang
baru keluar dari rumah Oma mengalami
kecelakaan.
Dengan segera Joy berjalan keluar diikuti
oleh yang lainnya. Joy kaget melihat
Sofia yang sudah tergeletak di pangkuan
Rendi dengan darah segar yang keluar
dari kepala nya .
Daffin menangis di samping tubuh lemas
mamanya , Joy segera menghampirinya
memeluk dan mengajaknya menjauh
agar Sofia bisa cepat dibawa ke Rumah Sakit.
Rendi menangis , dengan Sofia yang ada
di pangkuannya " Sofia kumohon
bangunlah , aku tak mau kehilanganmu
lagi ." teriak Rendi pada Sofia yang tak sadarkan diri.
David mengendarai mobilnya , mendekat
pada kerumunan orang" Rendi bawa Sofia
masuk ,kita harus cepat bawa dia
ke Rumah sakit." teriak David
membukakan pintu mobilnya.
Tanpa berfikir lama Roy membantu
Rendi mengangkat Sofia masuk kedalam mobil, David dengan segera melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit terdekat.
_
_
Sampai disini dulu ya π, nanti
kita lanjut lagi,,, kalau banyak yang
like nanti Author tambah up nya,,,
Seperti biasa author tunggu jejaknya
πππβοΈβοΈ
__ADS_1
Next βοΈ