Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Penjelasan 2


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sinar matahari menyinari bumi , begitu


teriknya membuat banyak orang malas


untuk keluar rumah , entah apa yang


membuat mereka malas , takut terkena


panas atau mereka lebih dominan takut


jika kulit mereka hitam .


Tapi ketakutan itu hanya dirasakan oleh


sebagian orang yang hidup mereka


sudah terbilang mapan , yang hanya


memikirkan masalah penampilan .


Beda halnya dengan orang yang lebih


mementingkan kebutuhan keluarganya ,


jangankan terik matahari bahkan kerasnya


hidup pasti akan di terjang .


Siang ini Anggi terduduk didepan Toko ,


setia menanti kedatangan Andreas yang


katanya akan mengajaknya untuk melihat


Joy dan bayinya di Rumah Sakit .


Panas terik sang Surya yang teramat


menyilaukan , tak menghalangi niatan


Anggi untuk mengunjungi sahabatnya itu.


Sebuah rasa bersalahnya masih terasa


meskipun Andreas sudah menjelaskan


jika gangguan pada kandungan Joy


kemaren bukan akibat dari kesalahannya ,


Tapi tidak mengubah pernyataan , jika temannya itu mengalami tidak sadarkan


diri setelah mendengar apa yang keluar


dari mulut nya .


Bujukan Nenek dan dukungan dari


kekasihnya membuat Anggi memantapkan


diri untuk menemui sahabatnya .


" Nggi , bawalah bunga mawar putih


kesukaan Joy ini , pasti dia senang ."


Seorang nenek memberikan sebuket


bunga mawar putih pada cucunya .


" Baiklah nek , aku sampai lupa , terima


kasih sudah diingatkan ." menerima


dengan kedua tangan .


" Embak Anggi mau ke Rumah Sakit


menjenguk embak Joy ?." tanya Julia


saat merapikan pot bunga .


" Iya , kau mau ikut ?."


" Tidak embak , saya titip salam saja


untuk disampaikan pada embak Joy nya ,


saya doakan semoga cepat sembuh dan


dedek bayinya diberikan cepet dapet adek


baru ," tersenyum , kemudian masuk


kedalam Toko .


Nenek dan Anggi tertawa bersamaan .


" Juli,, Juli kau ini bicara apa , Joy nya


saja belum sembuh , malah


membicarakan soal anak lagi , ngelantur


kamu ini ." melanjutkan tertawa .


" Saya cuma bercanda nek , biar embak


Anggi nya gak tegang , tu kan pangeran


bermobil nya sudah datang ." menunjuk


dengan dagunya .


Anggi menoleh ," emang ada pangeran


bermobil , jadi aneh aku denger nya ."


Berdiri menghampiri Andreas yang baru


saja membuka pintu mobil, mengeluarkan


satu kakinya untuk melangkah keluar .


" Lho ada embak , pangeran Charles ."


menjawab kemudian menutup mulut .


" Iya deh iya , kalau sudah debat aku kalah


jauh denganmu Jul , Nek aku berangkat


dan kau Juli aku titip Toko dan nenek ya ."


Masuk kedalam Mobil dengan


sebelumnya mencium tangan neneknya


terlebih dahulu .


Sebelum mengikuti Anggi masuk ke dalam mobil , Andreas berpamitan pada nenek


dan memberikan sedikit senyum pada


Julia , tanda kesopanan dengan adanya


Julia disana .


πŸ€πŸ€πŸ€


Di dalam mobil , Anggi menaruh bunga


mawar putih yang di bawanya tadi


di kursi belakang , agar tidak rusak


terkena gesekan dirinya .


" Dari kemarin kau belum kesana Dre ?."


bertanya sambil membetulkan riasannya .

__ADS_1


" Belum , aku ingin kesana bersama dengan


dirimu sayang ." sesekali menoleh sambil


melihat lurus kearah depan .


Anggi seketika menutup kaca bedaknya ,


memandang Andreas dengan menaruh


tangannya didagu , " sekarang nakal ya ."


Mendekatkan diri pada Andreas ," sini anak nakal aku kasih hukuman ." Anggi


mencium pipi Andreas kemudian


kembali membenarkan duduknya .


" Kalau hukumannya begini , sering- sering


saja aku nakal ." Andreas tertawa


cengengesan .


" Sudah - sudah di kasih hati malah


ngelunjak ." menjewer telinga Andreas .


Candaan demi candaan Andreas luncurkan


untuk membuat Anggi agar melupakan


rasa kesal padanya .


Masalah wanita penggoda kemarin


saja membuat hati Andreas was - was ,


takut jika Anggi tak akan memaafkannya .


Andreas bersyukur , jika kejadian Joy


ini bisa mendekatkan mereka berdua .


" Sayang kau kenal sepupuku yang


bernama Bimo ?." Anggi menoleh .


" Bimo ?." menaruh satu telapak tangannya


di kepala dengan siku yang ditempelkan


di jendela mobil .


" O,, yang ketemu di Surabaya itu ?, "


" Iya , kamu ingat kan sayang , kemarin


malam dia tiba di Rumahku ."


Anggi setengah kaget , tapi dia juga


tahu alasan apa yang membuat sepupu


Andreas itu datang ke Jakarta , pasti


ingin mengejar Mery .


Yang Anggi tahu mereka pulang ke


Jakarta dengan tergesa-gesa , dan


pastinya Mery belum sempat bertemu


dengan Bimo untuk berpamitan .


" Pasti dia kemari untuk mendatangi


Mery , rasakan kau Roy , pasti seru jika


melihat pertunjukan persaingan perebutan


si lugu Mery ." Anggi tersenyum sendiri .


" Pasti karena Mery , iya kan ?."


bagaimana bisa kekasihnya ini tahu


padahal dia belum mengatakan nya .


" Tepat sekali , sayang tahu darimana ?."


" Lebih cepat sedikit jalannya , aku ingin


lebih lama berada di tempat Joy , " sewot


Anggi .


Andreas gemas dengan wanita di


sampingnya ini , mencubit hidung pesek


sambil tetap menyetir .


" Kebiasaan ditanya malah mengalihkan pembicaraan ." melepaskan cubitan


di hidung Anggi .


" Ya tahu lah , kan pas di Surabaya kemarin


Bimo juga ada disana , mereka tetangga


emangnya kamu nggak tahu Dre ?."


Andreas menggeleng .


Dia sempat kaget , sudah tertinggal jauh


berita masalah sepupunya itu , malah


kekasihnya ini tahu semuanya .


πŸ€πŸ€πŸ€


Mobil mereka sampai di Rumah Sakit ,


Anggi turun dari mobil , sambil menunggu Andreas memakirkan mobilnya , Anggi menunggu di teras Rumah Sakit .


Melihat dua orang yang tak asing sedang


duduk di Taman , Anggi segera menghampiri .


" Mer ," panggil Anggi dari kejauhan , kedua orang itupun menoleh bersamaan .


" Kalian di luar , kenapa tidak masuk ?."


Mery memutar bola matanya .


Dia menjelaskan jika didalam sana ada


Roy yang tak mau jika ada Bimo disana ,


dan perkataan Roy yang menyatakan jika


keberadaan Bimo adalah tamu yang tak


diundang membuat Mery sakit hati .


Padahal Bimo adalah orang yang datang


bersamanya , tidak ada hubungannya


dengan Roy , Mery kesal menceritakan


semuanya pada Anggi , dia hampir lupa


jika disebelahnya kini ada Bimo .


" Wah ternyata Roy di dalam , asik tuh


kalau kompor , apalagi di tambah ada


ibundanya ."

__ADS_1


Tak lama mereka berbincang , datanglah


Andreas yang berjalan dari area parkir ,


Tak perlu berlama-lama segera Andreas


mengajak Anggi masuk , karena waktunya


dia untuk menjenguk hanya sebentar dan


harus kembali ke Kantor .


Anggi tahu dimana letak ruangan yang


di tempati oleh sahabatnya itu , karena


semalam sebelum dia berani


menampakkan diri , dia sudah sempat


melihat sahabatnya itu walau dari


jarak yang agak jauh .


Masuk kedalam ruangan Joy , kejadian


didepannya seperti yang ada dipikirannya .


Perdebatan antara ibu dan anak , dengan


tokoh utama adalah Roy , Anggi tertawa


dalam hati , jiwa usilnya menggelora .


Menuang sedikit bensin pada api ,


boleh lah untuk memberikan pelajaran


pada Roy agar membuatnya jera akan


sifat buaya nya yang suka bermain wanita .


" Tak ada hubungan apa-apa tapi kalian


sering berciuman , apa itu hanya sekedar


luapan perasaan antara kakak pada


adiknya ?." sahut Anggi enteng .


Tak bisa berkutik saat semua mata tertuju padanya , meraup wajahnya kasar didalam hatinya muncul keinginan untuk melarikan diri .


Anggi berjalan dengan tenang tanpa rasa


bersalah sedikitpun pada Roy , mendekati


sahabatnya itu untuk memberikan buket


bunga mawar putih kesukaan joyyana .


" Joy maaf aku baru bisa datang ,


tentang ucapanku yang kemarin lupakan ."


memeluk pelan sahabatnya .


" Tidak apa Anggi , semua itu bukan


salahmu , aku tahu kalau kau cuma


bercanda , tapi ,, apakah benar mereka


pernah tidur bersama ?."


Belum selesai dengan ucapan Anggi


yang menyinggung tentang masalah


ciuman , sekarang di tambah dengan


ucapan Joy yang mempertanyakan tentang


masalah tidur bersama .


Menambah terbuka kesalahan demi


kesalahan yang Roy perbuat , Roy merasa


terpojok . Tak bisa berkutik hanya bisa


menunduk dengan berusaha keras


menelan ludahnya .


Suasana di kamar rawat inap joyyana


serasa mencekam , pernyataan Anggi


dan Joy membuat Roy terikat tak bisa


keluar dari masalah .


" Astaga , tak ada bahasan lain apa


aku harus bisa mengalihkan pembicaraan


mereka ." Roy berdiri menghampiri Andreas .


Rani tak bisa lagi berkata , dia tak habis


pikir ternyata sebegitu dekatnya


hubungan Mery dengan anaknya .


Padahal dia sudah senang saat melihat


putranya itu mengajak seorang wanita


saat menjemput ke Bandara tempo hari .


" Aku bisa jelaskan , semua itu tidak


seperti yang kalian pikirkan , aku dan


Mery tidak pernah tidur bersama , untuk


ciuman kami , semua dilakukan secara


tidak sengaja , bunda percaya kan ?."


Berjalan mendekati pintu , hendak berlari .


Roy membuka pintu, alangkah senangnya


dia saat mendapati ada seorang wanita


berdiri disana , orang itu bakal menjadi


penyelamat dirinya .


Menggapai pergelangan tangan , Roy


menyeret wanita itu kedalam ruangan Joy .


" Isabella katakan pada mereka , jika kau


adalah calon istriku ." Isabella hanya diam


tak bisa menjawab , melihat satu persatu


orang disana .


Bagai di guyur air bercampur bunga ,


Isabella syok bercampur senang , tak bisa


dirasakan apa yang ada di hatinya .


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Gimanaaaaaaa,,,,, dikit gpp asal up ..


ayokkkkk mana dukungan nyaaa

__ADS_1


jgn lupa jejaknya 😍😍😍


Next 😍


__ADS_2