Om Kucing

Om Kucing
Bab 15 Kerupuk Alot


__ADS_3

Teko memutar bola matanya, tak bisa menahan diri ketika ia berjalan melewati penjual ayam yang di simpan tertata di dalam gerobak. Ia berlari sekuat tenaga lalau melompat ke jendela, kucing hitam yang bernama black tertidur lemas di atas ranjang.


"Black makanlah aku membawakan ayam yang lezat untukmu" Menyodorkan sepotong dada ayam yang penuh daging.


"Terima kasih teko, kamu baik sekali."Kucing hitam menyantapnya hingga tersisa tulang. " Aku kenyang" Teko terdiam tanpa sepatah kata, mengeluarkan lidahnya yang nampak kelaparan.


"Aku pergi dulu mencari makanan untukku sendiri" Keluar meninggalkan kamar.


Pedagang ayam menggerutu kesal satu potong ayam di curi oleh kucing, teko mencari cara mencuri untuk kedua kalinya. Kemudian naik ke atas gerobak dengan cekatan menggigit satu ekor ayam besar. Perlawanan sengitpun di mulai bersama beberapa kucing liar yang menghalanginya di belokan.


"Berikan ayam itu" Ujar kucing kurus. Teko mencakar wajahnya lalu menarik ekor, membuatnya pincang seketika. "Rasakan bermain-main denganku." Bergumam dalam hatinya, berlari melompat ke dalam kamar.


"Wah ayam yang besar, kamu pandai mencuri kucing gemuk." Ujar black mendekatinya.


"Seperempat milikmu sisanya untukku" Sahut teko mereka saling tarik menarik. Setelah menghabiskan satu ekor ayam, semangatnya bangkit kembali.


Black berjalan ke atas lemari membersihkan tubuhnya lalu tidur, "Aku heran dengan kucing yang tak pernah bekerja seperti anjing, baru saja makan lalu tidur. Pemalas." Teriak teko.


"Kurasa yang mengatakannya seekor tikus tanpa kumis, bukankah kamu seekor kucing. Kita berbeda dengannya, kucing berada di dunia ini untuk di cintai. Pergi ke salon, makanan bermerek, di manja majikan. Anjing hanya penjaga mereka akan mengeluh suatu saat nanti."


"Aku tak mau bertengkar dengan seekor kucing" Tubuhnya terbaring di atas ranjang, lalu berdengkur. Black menepak keningnya. "Kucing gemuk banyak bicara."


Pagi yang cerah...


Kedua kucing berjalan seperti angka 10 mendekati rumah sebelah yang memberikan makan pada black, ia satu-satunya manusia terbaik yang menyayangi kucing.


"Kucing hitam ini membawa temannya menggemaskan, ayo masuk ke dalam puss puss" Mereka berdua masuk ke dalam rumah, tak ada kursi ataupun televisi. Teko menyentuh satu kaleng kue khong guan, kemudian pria itu menoleh padanya membantu membuka tutup kaleng.

__ADS_1


Menyodorkan satu potong kerupuk, "Ayo makan aku hanya mempunyai kerupuk ini saja untuk camilan" Matanya berkaca-kaca menahan air mata. "Kasihan sekali pria ini, aku merasa iba dengannya. Lalu teko mengunyah kerupuk yang alot.


"Gigiku yang tajampun tak mampu mengunyah kerupuk ini" Menarik paksa makanan itupun masuk ke dalam mulut. Black yang belum makan berjalan ke dapur tak ada satupun makanan berada di sana.


"Kalian ikut denganku? Memancing ikan di kolam, aku bisa memberikanmu makanan enak biasanya aku membakarnya di tengah kebun."


Ia mengeluarkan becanya lalu membawa teko dan black duduk di depan. "Jangan nakal kucing manis, kalian akan menikmati pemandangan indah di sana. Teko terlihat bahagia, pertama kalinya ia naik beca terdengar suara knalpot kendaraan roda dua yang menyalip. Membuat black terkejut hingga bulunya berdiri tegak.


Sesampainya di kolam ikan pria bernama cecep membawa kedua kucing turun dari beca lalu menaruhnya di pinggir kolam. Ia segera membawa pancingan lalu memberikan umpan cacing yang ia gali di tanah dekat kebun.


Melemparkan pancingannya ke kolam. Teko yang terlihat heran dengan cecep, yang sabar menunggu berjam-jam untuk mendapatkan ikan. Duduk di sebelahnya hingga membuatnya bosan. Akhirnya mendapatkan satu ekor ikan nila berukuran besar.


"Aku mendapatkannya lihatlah kucing, kalian menikmati makanan enak malam ini ya." Menaruhnya di dalam ember yang tertutup, lalu melemparkan kembali pancingannya belum 10 menit sudah mendapatkan ikan untuk kedua kalinya. 2 jam berlalu ia mendapatkan 4 ekor ikan.


"Kalian tak sabar makan ikan ini bukan, aku akan menyiapkan tempat untuk membakar." Lalu pergi mencari kayu atau batang pohon yang sudah kering.


Black menjauhi teko lalu bermain daun yang terbang tertiup angin, cecep datang menaruh kayu lalu menyalakan api. Api itupun menyala cukup besar ia membersihkan ikan lalu menancapkannya ke dalam kayu kecil.


Tercium wangi ikan bakar membuat black mendekat, pria bertubuh kurus kering berusia 50 tahun menaruh ikan di atas daun pisang. 2 ekor ikan di berikan pada teko dan black. Cecep nampak kelaparan menghabiskan satu ekor ikan lebih cepat.


"Aku tak suka ikan ini rasanya hambar, bau amis, tetapi perutku kosong membutuhkan asupan makanan." Keluh teko sambil mengunyah ikan di dekat kebun singkong.


"Perutmu hanya berisi angin setiap malam mencium bau busuk, rasanya ingin muntah. Aku sudah terbiasa makan ikan mentah."


***


Malam yang indah..

__ADS_1


Osin makan malam bersama dengan iwata di cafe bukit bintang, terlihat lampu-lampu kota dari atas bukit. Lalu ia mengecup tangan osin memberikan bunga berwarna merah muda.


"Aku mencintaimu osin, saat kita pertama kali bertemu. Maukah menjadi kekasihku lalu menikah."


Pipinya berubah kemerahan ia menerima bunga yang di berikan iwata kemudian ia memberikan kecupan manis di pipinya, iwata terlihat romantis dan berkarisma.


Keningnya yang tertutup poni seketika tertiup angin menambah ketampanannya yang hakiki, osin melepaskan ikatan rambutnya yang sebelumnya tertata rapi. Lalu berdiri menari layaknya kpop korea matanya yang bulat namun sedikit sipit terlihat mirip dengan artis korea.


Iwata menatapnya penuh cinta melihatnya menari lalu bernyanyi, suaranya terdengar lembut. lalu berjalan memeluk dan menarik dagunya mengecup bibir osin yang menggunakan lipstik berwarna cherry blossom.


Royco dan pecin menarik bibirnya yang mengayun ke depan, seperti seekor angsa. "Sakit" Teriak osin lalu bangun. "Ibu mimpi apa, kita terkejut ketika ibu berteriak lanjutkan lalu bibirnya maju ke depan."


"Haa??? ternyata hanya mimpi, kalian tak perlu tahu. Ayo cepat mandi sudah jam 5 pagi." Mereka berlari ke kamar mandi di dalam kamar, kemudian osin menyemprotkan air shower pada pecin.


"Ibu aku ingin bertanya" Ujar royco sambil manggaruk rambutnya yang berbusa.


"Apa yang ingin kamu tanyakan???"


"Siapa pria yang bersamamu kemarin, apakah itu ayah baru kita."


"Dia artis terkenal di jepang, ibu menyukainya sebagai penggemar." Sambil menggosok punggung pecin dengan sabun.


"Yaa padahal aku berharap ibu menikah dengannya, aku merindukan ayah jika selama sebulan masih saja tidak pulang. Berikan aku ayah baru." Keluh royco sambil menarik kausnya.


"Siapa yang menyukaiku nak, tak ada. Ibu bekerja saja mencari uang yang banyak untuk kalian. Ayahmu pergi ke luar negri mungkin 10 tahun lagi ia kembali menemui kita." Mereka terkejut dengan ucapan osin membuka mulutnya hingga alisnya tertarik ke atas.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2