Om Kucing

Om Kucing
Bab 18 Lampu Ajaib


__ADS_3

Black yang bertubuh kurus kering mulai rajin menjalankan diet menggemukan tubuh, pipinya terlihat bulat dan tubuhnya menggemaskan seperti teko.


Ia menyantap keju curian milik tetangga lalu minum susu, "Kamu terlihat menarik perhatian perempuan kalau begitu siapkan penampilan terbaikmu. Hari ini aku akan membawamu ke rumah nenek."


"Aku tak mau nenek-nenek kamu mengatakan dia janda, jadi dia itu janda nenek" Sahut black sambil melentikkan kumisnya.


"Dia itu milik nenek dan kakek, ayo cepat kita tak ada waktu lagi. Sekarang musim hujan, kamu mau kedinginan." Sewot teko yang sudah siap melompat ke bawah jendela.


Merek berlari melompat menyebrang jalan dan melewati beberapa rumah, pagi itu biasanya kucing-kucing milik nenek berjemur di depan halaman rumah kesempatan untuk teko memperkenalkan black.


"Lihat dia yang bernama gadis, kucing mahal. yang di beli oleh nenek di salah satu pet shop." Menunjukkan tangannya ke seberang.


Bola mata black berubah berbentuk cinta mengecil membesar, "cantik sekali dia seperti bidadari yang turun dari genteng rumah" ia berjalan perlahan membuat kendaraan roda dua berhenti menatap kucing yang santai menyebrang jalan, juga beberapa mobil yang berhenti tiba-tiba.


"Hai.. Cantik" Ujar black mendekati kandangnya.


"Aku teman teko tuh dia masih di seberang jalan" tersenyum lebar.


"Oh teko calon suamiku yang hilang di telan bumi, kemana saja kamu. Tak pernah kembali." Teriak gadis teko sudah berada di depannya.


"Kucing gemuk itu kembali lagi" Kucing abu yang tertidur bangun lalu tidur lagi


"Bos, dia mengatatakan kamu calon suami. Yang benar saja, kalau begitu percuma aku berjuang diet demi dia." Bisik black.


"Dia menyukaiku tapi aku tak suka padanya, aku akan membuatnya menyukaimu tenang saja." Menepak bahunya.


"Gadis perkenalkan ini black teman baruku, dia akan mencari calon isteri. Dia pewaris rumah di salah satu perumahan di sini. Majikannya sudah lama tiada."


Mata black berkedip beberapa kali terpukau dengan kecantikan kucing putih yang terawat, "bagaimana apakah siap di lamar olehku" Memberikan bunga kecil padanya.


"Maaf aku tak suka kucing berwarna hitam, nanti anakku hitam putih seperti zebra cross."Menatap sinis lalu memalingkan wajah.


"Apakah aku perlu mengecat buluku ke salon, terima bunga ini untukmu gadis."


"Aku tak mau, jangan mendekatiku. Pergi saja kecuali teko." Mengelus kandang.


Black kecewa lalu pergi meninggalkan gadis, ia berjalan menundukkan kepala. Menendang sampah plastik. Teko berlari mengikutinya, "Tenang black jangan khawatir, butuh perjuangan."

__ADS_1


"Ikut denganku bos, akan ku tunjukkan nanti." Black berlari cukup kencang teko yang mengikutinya di buat kelelahan.


"Masih jauh??? aku tak kuat" Teriak teko sambil menjulurkan lidahnya.


"Sebentar lagi, ayolah." Sahut black.


Mereka sampai di sebuah tempat gang kecil yang penuh dengan barang bekas, lalu black masuk ke dalam paralon besar. Lalu sampai di sebuah pintu kecil.


"Silahkan masuk" Ujar kucing tak berbulu.


"Aku butuh pertolonganmu tuan, aku menyukai seorang perempuan bernama gadis tapi dia tak menyukaiku. Buatlah dia mencintaiku." Teko bingung apa yang mereka lakukan.


Kucing tak berbulu membawa lampu lalu menggosoknya, "Apa permintaanmu tuan aku akan mengabulkan 2 permintaan saja." Ujar jin kucing yang keluar dari lubang lampu.


"Buatlah kucing perempuan bernama gadis mencintainya sepenuh hati, hingga maut memisahkan." Sahut kucing tak berbulu.


"Ah baik aku kabulkan," lalu meniup serbuk kepada black. "Hanya itu saja" Ujar jin kucing.


"Sudah cukup untuk sementara satu permintaan saja" Sahut black.


"Kembalikan tubuhku menjadi manusia" Teko berlutut.


"Hahaha... Dia sudah lama berkhayal, permintaan yang aneh. Tak ada kucing yang berubah menjadi manusia. Paham" Jin itu masuk kembali ke dalam lampu.


"Bos apa yang kamu lakukan, jangan berkhayal melebihi batasanmu." Black pergi dari tempat itu lalu berjalan bersama teko yang nampak kecewa dengan jawaban jin kucing.


Keesokkan harinya...


"Hai cantik bagaimana masih mau menolakku" Teko duduk di atas tembok tak ikut campur dengannya.


"Kamu tampan sekali aku suka tentu saja mau, ayo keluarkan aku dari kandang ini lalu kita menikah."


Black bersemangat lalu membuka kandang membawa pergi gadis dan meninggalkan teko yang sedang duduk termenung melihat kendaraan yang lalu lalang.


"Kucing kuning lihat temanmu membawa kabur gadis, nenek akan marah dia di beli dengan harga mahal." Teriak kucing hitam putih.


"Ya benar, apakah kamu tak mendengar." Sahut kucing abu.

__ADS_1


"Kau tak mau ikut campur urusan kucing, hidupku saja berantakan." Melompat lalu pergi.


Nenek yang saat itu mengecek kandang berteriak pada kakek kucing kesayangannya hilang, "ada yang mencuri kucingku" Nenek sedih kakek langsung membawa dua kandang ke dalam rumah.


"Dia kawin lari nenek, bukan di curi. Denganku saja tak mau. Seleranya kucing hitam yang tak tampan menuruku dia hanya percaya diri saja." Ujar kucing abu.


"Benar, dia sangat percaya diri padahal lebih tampan aku" Sahut kucing hitam putih.


***


Setelah dua bulan gadis mempunyai delapan anak yang lucu, mereka hidup bahagia di rumah kosong. Black seorang ayah yang bertanggung jawab, memberikan makanan kucing pada gadis hasil curian di pet shop.


Sementara teko dia berkeliaran tak tahu arah, makan apa saja yang ia temukan di jalanan. Sisa makanan di restoran, Seorang perempuan membawanya pergi menggunakan mobil.


"Kamukan pacarku" Tersenyum lebar lalu melompat ke pahanya yang sedang mengemudi.


"Sayang ini aku om teko sekarang aku berubah menjadi om kucing, apakah kamu masih mencintaiku. Ha senangnya, tas pemberianku masih kamu pakai. Mantan pacarku tak menghargai pemberianku dia menjual tasnya."


"Kucing orange aku akan membelimu kalung dan membawamu ke salon" Ujar devi sambil merokok.


Sesampainya di pet shop teko menggunakan kalung setelah di bersihkan, "kamu terlihat sangat keren" meremas bulunya.


Teko kembali masuk ke mobil, telepon berbunyi lalu teko menoleh ke ponselnya. "Siapa dia" bergumam dalam hatinya.


"Hallo sayang aku baru saja pulang dari pet shop, tadi aku menemukan kucing lucu yang terlantar lalu aku bawa." Ujar devi.


"Hati-hati sayang, aku baru saja pulang dari luar negri, besok datang ke rumahmu bolehkan."


"Tentu saja, aku tunggu ya. Bye"


Wajah teko berubah geram ia nampak kesal, lalu berjalan melompat pindah duduk di jok belakang.


"Semua perempuan sama saja padahal dia mengatakan tak punya kekasih selain aku, lalu seenaknya dia menjalin hubungan dengan pria itu."


"Kucing orange kemarilah duduk bersamaku, puss puss." Teko yang marah duduk tanpa menjawab sedikitpun. "Aku tak mau mendekatimu, cari saja kucing temahal di pet shop. Pasti kamu akan memintaku untuk membelinya. Dasar perempuan." Ujar teko kesal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2