Om Kucing

Om Kucing
Bab 32 Pengemis Kaya


__ADS_3

Wanto masuk ke dalam rumah kemudian sambil menjinjing mangkuk kotor yang berada di ember hitam. Wajahnya tampak lesu selama berhari-hari sibuk berjualan.


"Kasihan sekali pria itu apakah kamu biasa membantunya" ujar teko yang berjalan mengikuti nevada.


"Tentu saja mengepel lantai dapur dan meletakkan sabun cuci piring" sahutnya sambil menarik pel kecil ke ambang pintu kamar mandi.


Pak wanto mencuci piring di kamar mandi sambil berjongkok menggunakan sabun colek jeruk nipis.


"Terima kasih nevada sudah duduk saja. Kamu takkan bisa mencuci piring" sambil tertawa tipis.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu pak wanto berjalan sambil mengelap tangan hingga sedikit kering kemudian memutar gagang.


Krek...


"Siang pak mohon bantuannya untuk anakku kelaparan belum makan selama dua hari" ujar perempuan bertubuh kecil.


"Tunggu sebentar" pak wanto berjalan masuk ke dalam kamar membawa satu lembar uang sebesar 20 ribu.


"Nah ini gunakan untuk anakmu tapi mohon jangan menggangguku lagi. Sudah cukup lama kan ibu datang ke rumah ini" sahut pak wanto sambil tersenyum lalu menutup pintu perlahan teko memperhatikan dengan skeptis merasa ada yang aneh.


"Dia terlalu sering mengganggu warga di sini bahkan pak rt sudah melarang masuk ke perumahan. Alih-alih terdengar isu bahwa dia itu hanya berpura-pura padahal hidupnya makmur di kampung" sambil masuk ke kamar mandi.


Teko menoleh pada nevada sambil mengedipkan mata. "Ikuti perempuan tadi apakah benar seperti itu hanya memastikan saja" kemudian mereka ke luar rumah berlari mencari ke setiap tempat.


"Lihat dia berada di rumah kosong bersama cunguk" anjing berwarna kuning masuk ke dalam duduk di dekat cunguk dan pengemis.


"Ada apa datang kembali ke rumahku bukankah sudah ku usir" teriak cunguk sambil menjilat kepalanya.


"Aku ada perlu dengan orang ini. Majikanku mengeluh merasa terganggu sering meminta sedekah" ujar nevada lalu teko mengangguk.


"Begitu ya aku sudah tahu semua. Temanku brewok di culik olehnya" sahut cunguk.


Tiba-tiba satpol pp datang menjemputnya. Namun, memberontak melemparkan batu tepat di wajah pria berkumis. "Ibu sudah berapa kali di tegur masih saja berkeliaran. Kita tahu hasil mengemis sudah cukup banyak"


"Jangan ikut campur aku tak mengganggu cuma meminta sedekah bukankah bagus untuk tabungan di akhirat"

__ADS_1


"Tabungan apa bu. Uang haram takkan di terima oleh tuhan hasil dari menipu" teriak pria botak yang mendekat. Kemudian mengusir kucing yang melongo di samping.


"Aku tak punya salah kena marah. Dasar botak" ledek cunguk berjalan masuk lalu menoleh pada teko dan nevada yang mengintip di jendela.


"Dramamu terbongkar juga" ujar teko yang serius melihat pertengkaran antara satpol pp dan pengemis.


"Aku bisa laporkan ibu ke polisi bahkan ada seseorang yang mengetahui perilakumu menganiaya anak hingga lebam. Bukankah itu perbuatan yang tidak manusiawi sementara kamu membutuhkan anak untuk di kasihani" pria berkumis langsung menarik tangannya yang tak mau di bawa pergi kemudian mengancam mereka.


Tiba-tiba lembaran uang berwarna merah berhamburan kemana-mana hingga jatuh ke semak-semak.


Pak wanto yang baru pulang membeli bensin datang. Mendekati kedua pria berpakaian serba hijau.


"Ada apa ini pak" ujarnya perlahan.


"Kita akan membawa dia ke dinas sosial. Tetapi melawan saja kita sudah berapa kali mendapatkan laporan dari warga bahkan di kampungnya sendiri sering membuat ulah"


"Tenang-tenang dengan cara yang baik membimbing ibu ini" lalu berjalan mengajak duduk di luar lantai rumah kosong.


"Ibu.. Kenapa sih mengemis kan banyak pekerjaan yang halal. Contoh saja menjual makanan atau ngamen" ujar pak wanto.


"Uangnya sedikit aku butuh banyak" keluhnya sambil menatap sinis.


"Ya pak tapi bagaimana ya aku tak punya keahlian. Ijazah hanya lulusan sekolah dasar"


"Jangan putus asa. Banyak orang sukses menjadi kaya hanya bermodalkan keberanian untuk menuju sukses bukan mengandalkan gelar sarjana." Ibu itu malah termenung sambil memainkan jari seperti gugup.


"Aku mau ikut saja dengan pak botak itu" mengangkat tubuh lalu berdiri berjalan bersama anaknya yang masih balita.


"Sudah paham bu dengan ucapan bapak ini" ujar satpol pp lalu memperingati dia berulang-ulang.


"Di kampung saja selalu membuat masalah rebutan lahan padahal itu bukan milik ibu. Bukan hanya itu saja menyebarkan isu sara hingga terjadi pemberontakan antar kampung. Taubat bu. Merugikan nama baik orang lain" dengan nada sedikit kesal.


Ia pun berjalan sambil menunduk kemudian masuk ke dalam mobil. Teko berjalan mendekati trotoar sambil menggelengkan kepala.


"Ingin hasil instan dengan cara menipu. Bukankah pemerintah melarang memberikan uang pada pengemis akan mendapatkan denda kalau saja melanggar" ujar teko.

__ADS_1


"Kamu suka nonton berita ya tahu segalanya. Kucing yang baik" sahut nevada merangkulnya dari samping.


"Ya aku suka nonton berita daripada nonton film horor" sambil tersenyum terlihat semua giginya." Kalau aku sih lebih suka nonton kartun"


Pak wanto yang berada di rumah kosong berjalan kembali pulang sambil memanggil nevada. Anjing berwarna kuning berlari mengikuti pak wanto.


Teko yang masih duduk terdiam di dekat trotoar menggaruk leher lalu kutu kecil loncat membuat teko terkejut. Karena baru pertama kali ia menemukan kutu di dalam tubuhnya yang berbulu.


Cunguk yang berada di belakang lari masuk ke dalam. "Nanti aku ketularan kutunya ihhh" berteriak terdengar oleh teko. Hanya menoleh ke belakang tanpa sepatah kata


Beberapa saat kemudian datang seorang pria cacat menggunakan kursi roda. Di dorong oleh perempuan berambut panjang. Menunggu seseorang datang memberikan kunci rumah.


"Sepertinya masih lama sabar ya pah" ujar isterinya sambil mendorong ke tempat yang lebih teduh.


"Ada kucing tuh lucunya" mengangkat tubuh teko di berikan pada suaminya.


"Kita bawa saja kucing ini tak ada kalung di leher. Sudah pasti tak ada pemilik" ujar pria berambut hitam pekat.


Seorang anak kecil berusia 11 tahun berlari memberikan kunci. "Maaf menunggu lama ibuku menitipkan kunci ini" menyodorkan kunci pada perempuan itu.


"Terima kasih nak" lalu ia pergi tersenyum meninggalkan mereka masuk ke dalam mobil.


Rumah yang sudah lama di jual telah terjual seharga 600 juta. Terdapat tiga kamar dan halaman yang luas. Berada di dekat warung nasi.


Pria yang bernama andre mengelus teko yang duduk manis sambil menoleh ke semua ruangan.


"Rupanya rumah ini sudah lama di renovasi" ujar teko.


Setelah beberapa hari berada di rumah itu bersama sepasang suami isteri yang baik. Membuat teko kagum mulutnya senantiasa di jaga dari berkata buruk juga keharmonisan rumah tangga walaupun kondisi suami yang cacat namun pekerja keras.


Andre bekerja sebagai animator yang handal bahkan rela bergadang demi menafkahi isterinya. Sementara perempuan itu bekerja sebagai konten kreator yang membagikan resep masakan.


"Kalian luar biasa beruntung bertemu mereka seperti romeo dan juliet" ujar teko memuji.


Perempuan yang bernama renata senantiasa bersabar merawat suami yang cacat. Karena semua kerabat dan suami ipar angkat tangan merasa keberatan merawat orang sakit.

__ADS_1


Setelah beberapa tahun bersabar akhirnya renata mendapatkan hadiah sebesar 1 miliar dari hasil mengikuti lomba memasak. Dan, uang untuk kebutuhan sehari-hari juga perlengkapan rumah di tanggung oleh andre.


Bersambung...


__ADS_2