
Beberapa saat kemudian teko berjalan kembali ke rumah menoleh ke kanan kiri lalu menyebrangi jalan. Tiba-tiba seorang pria mengangkatnya di masukkan ke dalam kandang di dalam mobil.
"Aha kita sudah mendapatkan kucing lucu ini" ujar pria berjenggot.
"Tak salah tangkap bos. Ini hanya kucing kampung tubuhnya saja yang membuat gemas"
"Ini kucing ras american shorthair atau tepatnya ekor bundel harganya mahal sekitar 3 juta"
Teko yang membuka mulutnya dengan mata yang lemah merasa terancam ia di kurung dalam kandang yang sempit.
"Mereka akan membawaku ke mana" ujarnya sambil menendang. Setelah beberapa menit tiba di depan rumah kucing dalam kandang berjejeran di halaman rumah beberapa orang bernegosiasi.
Teko di masukkan ke dalam ember besar di siram air lalu mengoles tubuhnya menggunakan sabun cair. Di bersihkan oleh pria berjenggot di keringkan menggunakan handuk. Satu jam berlalu di masukkan ke dalam kandang.
Seorang pria mencolek hidung teko yang berdiri memperhatikan seseorang yang membeli kucing berwarna hitam. "Berapa harga kucing ini" ujar pria yang menggunakan kaus berwarna kuning.
"3 juta saja mas" sahut pria berjenggot.
Sambil membuka kandang mengangkat teko di berikan padanya.
"Jangan segitu dong. Bagaimana kalau 1,5 juta saja" mengelus teko.
"Baiklah silahkan ambil mas" ia memberikan uang lalu pergi. "Kamu sudah menjadi milikku" meremas tubuhnya yang gemuk.
"Dasar pencuri menjualku seharga ponsel bekas memangnya aku layak di hargai semurah itu. Semoga rezekimu semakin sempit" ujar teko mendoakan keburukkan.
Pria berwajah manis berlogat sunda membawanya ke dalam mobil sedan berwarna biru tua. Melaju pelan lalu belok ke kanan setelah 15 menit tiba di depan rumah seorang perempuan menyambutnya. Kedua mata teko melotot jantungnya berdebar kencang.
__ADS_1
"Diana" bergumam dalam hatinya. Perempuan bertubuh mungil bermata bulat itu mantan kekasih yang ke 10. Semakin bersemangat masuk ke dalam rumahnya.
"Kucing siapa ini" ujar diana berjalan di belakang "Aku membelinya di blok H" ia menaruh teko di dekat aquarium besar.
Kamu memilih kucing yang tepat aku suka warna orange. Lalu memberikan beberapa makanan kecil padanya. Teko tak menyangkan bertemu kembali dengan diana yang bermata bulat.
Keesokan harinya teko berada di gudang bersama perempuan itu sedang mencari barang-barang bekas di berikan pada tukang rongsok. Ia melihat teko masuk ke dalam tas sambil mengeong.
"Ada apa orange kamu suka tas itu. Ah pemberian pria gemuk menggunakan debit namun kurang satu juta" ia langsung ke luar mendekatinya. "Jadi itu alasanmu membuang tas pemberianku yang mahal ini" teko membuat merasa kecewa.
"Aku akan membuang tas ini" lalu menumpukkan beberapa barang bersamaan. Berjalan memberikan sebagian barang bekas pada tukang rongsok.
Menyodorkan uang 50 ribu pada diana. "Maaf pak tak perlu bayar aku ikhlas memberikan tas yang sudah tak terpakai untuk isteri harganya mahal lho."
Pedagang rongsok itupun pergi sambil tersenyum. "Baik sekali non diana aku jual saja lagi pula tas ini asli" sambil mendorong gerobaknya yang sedikit mendecit.
Teko menatap sinis ternyata selama ini ia di anggap seperti boneka di permainkan oleh mantan kekasih. "Tak ada perempuan yang baik di dunia ini aku tak ingin melihat wajahnya lagi" berjalan ke luar gudang sambil menggigit sepotong kue.
Menjilat sisa kue yang menempel di bulu-bulunya sambil berteduh di bawah pohon yang besar. Teko melihat mobil teman pria saat duduk di bangkul sekolah yang parkir di depan rumah nomor 86 ia berlari menuju mobil itu.
"Dimana dia" ujar teko. Kemudian pria bertubuh kurus menggunakan topi datang mendekatinya. Memberikan sepotong roti yang baru saja ia beli di sebelah rumah itu.
"Jeri ini aku teko teman lamamu bawalah aku ke rumahmu" ia menyuruhnya diam yang terus mengeong. "Diam dan duduk di sana aku mau membuka pintu" Pria itupun berjalan lalu menyimpan kucing orange yang gemuk di atas tembok.
Ketika melaju perlahan sambil melihat kaca spion hatinya tersentuh. Menginjak rem perlahan lalu membuka pintu berlari ke tembok membawa teko.
"Anakku akan menjagamu ketika aku pergi bekerja" ujarnya sambil menaruh teko di jok belakang. "Syukurlah" ujarnya tersenyum. Lalu melompat ke jok depan.
__ADS_1
Mereka sudah tiba di halaman. Teko melihat mobil sport mewah berjejeran berada di bagasi rumah yang mewah.
"Ternyata kamu kaya jer" berjalan mendekati koleksi mobilnya lalu menempelkan kaki depan ke mobil. Jeri segera mengangkat tubuh teko. "Jangan mencakar mobilku kucing manis" mengelus lalu membiarkan teko masuk ke dalam ruangan besar.
"Ayah dapat kucing ini dari mana lucu sekali" menarik kumisnya dengan kasar. "Pelan adik cantik" ujar teko sambil mengelus kaki yang imut.
Beberapa saat kemudian ia berjalan mendekati isterinya yang sedang menata sepatu hak tinggi di lemari kaca besar yang di lapis emas.
Beberapa menit kemudian teko berlari ke dalam kamar jeri lalu seekor anjing menghalanginya. "Jangan masuk ke dalam kamarku" ujar anjing berwarna putih. Sambil berjalan mendekati teko memamerkan kalung emas yang mewah dengan liontin bermata cantik.
"Apa yang kamu lihat kalungku?? jangan coba-coba menyentuh" menatap teko sambil berjalan memutar.
"Ada yang salah denganku menuduh sembarangan tak ada yang perlu di khawatirkan. Menurutku kalungmu terlihat jelek" sindir teko lalu kembali berjalan ke luar.
"Kucing gemuk tak terawat" ujarnya sambil duduk di atas ranjang kecil berwarna merah muda.
Teko merasa marah berlari lalu melompat ke arahnya mencakar-cakar tubuh hingga sebagian bulu rontok. Anjing putih itu tergeletak di atas ranjang terlentang tak berdaya.
"Rasakan anjing sombong yang merasa berkuasa di rumah ini" ujar seekor anjing kuning besar mendekati teko. "Siapa namamu kucing"
"Namaku teko. Namamu??" berlari ke luar lalu memberikan satu potong ayam goreng menaruhnya di lantai. "Panggil saja hams dan terima makanan pemberianku" sambil menyodorkan ayam lebih dekat.
"Terima kasih ngomong-ngomong kamu membenci anjing putih itu ya" sambil mengunyah makanan.
"Tentu saja aku tak suka dengan bulunya yang mudah kotor dan perilakunya yang sombong. Padahal jeri menemukannya di bawah meja pedagang rujak"
"Jadi dia bukan anjing mahal yang di beli oleh tuan rumah. Hmm pantas saja sombong baru pertama kali mendapatkan kemewahan" anjing kuning membawa ayam yang tinggal tulang lalu berjalan ke dapur membuangnya ke tong sampah.
__ADS_1
"Anjing yang pintar siapa yang mengajarimu" ujar teko berjalan di belakangnya. "Jeri yang mengajarkanku melakukan segala hal. Bahkan membuka lemari es saat ia membutuhkan satu botol minuman soda" teko melongo lalu berbisik padanya "Aku ingin minuman soda bukakan lemari es itu"
Bersambung...