Om Kucing

Om Kucing
Bab 25 Kuli Panggul


__ADS_3

Teko yang tak pernah melakukan pekerjaan berat selama hidupnya membawa sekantung ikan asin atas perintah sasuke. Melewati gang kecil lalu tiba di sebuah tempat yang penuh dengan kucing liar.


"Budayakan mengantri" teriak sasuke membagikan satu per satu ikan asin jambal.


"He cukang besok bagianmu membawa asin dan kamu dora, teko. Mencuri ikan asin pak asep jam 5 pagi karena saat itu mereka sibuk" kucing berwarna hitam putih mengangguk corak kepalanya mirip dengan rambut dora.


Teko yang di barisan terakhir mendapatkan ikan asin, sasuke yang bertubuh kurus kering berwajah cekung memamerkan otot kecilnya saat memberikan ikan asin pada kucing perempuan. "Hari ini kamu terlihat sangat cantik" ujar sasuke menggoda.


"Apakah ikan ini lebih baik di goreng terlebih dahulu" sahut teko sambil berjalan lalu membawa satu ikan asin.


"Makan saja teko. Tak ada kompor gas kita bukan manusia. Biasakan makan ikan asin ini rasanya gurih" ujarnya sambil menggaruk leher.


"Aku hanya mendapatkan ikan asin bekerja seharian. Berjalan kesana kemari sedangkan dia santai saja tanpa melakukan apapun. Kucing pasar pemalas" ledek teko lalu mengunyah makanan tersebut sambil menjulurkan lidahnya. "Dari pada aku kelaparan makan saja"


Setelah beberapa menit sasuke berteriak memanggil teko, membuat semua kucing menoleh padanya. Ia berjalan mendekati sasuke. "Ada apa tuan kucing yang tampan" sahut teko.


"Kamu sudah tau cara mencuri ikan asin?? pergilah temui dora dia kucing terbaik di pasar ini"


"Baiklah tapi aku lebih suka bekerja sama dengan doraemon, dia akan memberiku apa saja." Sasuke menepuk kepalanya. "Kamu ini terlalu kebanyakan nonton sinetron" kemudian sasuke menggaruk tubuhnya yang gatal.


"Itu bukan sinetron tapi kartun. Kamu tak tahu doraemon. Payah" teko berjalan pergi meninggalkannya.


"Dora" teriak teko yang menoleh ke bawah meja lalu menoleh ke atas genteng. "Ada apa memanggilku" sahut dora yang berada di lorong kecil pembuangan sampah.


"Kenapa kamu duduk di tempat kotor, kemarilah aku membutuhkanmu" ujar teko sambil berjalan mundur menutup hidungnya.


"Aku sedang mencari makanan di tumpukan sampah ini. Tunggulah sebentar" melanjutkan mencakar plastik, lalu menggigit kepala ikan.


Teko merasa mual berlari menjauh "Aku tunggu di atas genteng" Teriak teko.


Beberapa orang masuk ke dalam gang membawa gerobak kecil, ia memasukkan semua sampah ke dalamnya. Termasuk dora yang berada di dalam karung. Teko yang melihat dari atas mengejar dora yang terlihat tak sadarkan diri.


Mereka akan membawanya ke mana aku tak bisa membiarkannya, dia terlihat kucing yang baik. Berlari mengejar gerobak terlihat truk besar pengangkut sampah ia langsung melompat ke atas. Mobil itu berjalan perlahan teko yang mencari dora tertimpa kantung kresek yang penuh dengan sampah.


"Dora" teriak teko sambil mencakar-cakar karung, terdengar suara dora di bawah kakinya lalu ia membuka karung yang terhalang kantung kresek berwarna hitam.

__ADS_1


"Aku ada di mana" ujar dora yang berjalan sempoyongan. "Kamu pingsan saat mencari makanan lalu beberapa orang membawamu." Teko merasa tenang ia baik-baik saja.


Kemudian teko berjalan ke atas tumpukan sampah yang lebih tinggi terlihat beberapa mobil melaju kencang, "Kita akan di bawa kemana teko" ujar dora mengikuti teko.


Ia membaca tulisan perumahan choco "Aku tahu mereka membawa kita ke perumahan mungkin akan membawa sampah di sana" Teko menoleh ke bawah. "Ketika truk ini berhenti bersiap-siaplah melompat" ujar teko.


Dora menganggukkan kepala sambil menepuk tubuhnya.


Ketika truk itu berhenti di salah satu rumah, teko melompat bersama dora. Tubuhnya mendarat di atas tumpukkan rumput yang sedang di bersihkan warga setempat.


"Kamu pandai teko" tersenyum padanya sambil membersihkan tubuh dari rumput-rumput kecil.


"Kita akan pergi ke mana" dora berjalan mengikuti teko ke dalam halaman rumah. "Kita bersihkan dulu tubuh kita, bau sampah" teko mencari keran lalu memutarnya air besar keluar cukup deras ia duduk di bawah sambil menggaruk kepalanya yang penuh dengan serpihan plastik.


Dora berlari mengejar kodok yang melompat ke dalam kubangan air, lalu berjalan mendekati teko membersihkan tubuhnya.


"He dora kenapa warna bulumu seperti itu. Menggunakan poni yang terlalu pendek apakah kamu salah memilih salon" ujar teko menahan tawa.


"Aku lebih tampan seperti ini tak ada kucing yang menggunakan poni" sahut dora sambil menutup mulutnya yang tertawa.


Saat itu osin mengemas pakaiannya sambil membalas chat dari Iwata. Ia tersenyum malu seolah-olah berada di dekatnya.


"Ibu bagaimana dengan ayah. Apakah ia akan tahu rumah baru kita" ujar pecin bertanya-tanya.


"Mungkin saja nak. Sudah jangan bertanya tentang ayahmu lagi ayo bantu ibu merapikan pakaian." ia mengangguk.


Suara ponsel berbunyi...


"__Osin aku merindukanmu bolehkah hari ini bertemu denganmu. Ku mohon"


"__Besok saja bukankah akan mengantarku pindah rumah"


"__Rasanya seperti bertahun-tahun tak bertemu denganmu"


"__Hahaha. Kalau begitu aku takkan bertemu denganmu selama setahun"

__ADS_1


"__Jangan begitu aku bisa gila"


"__Sampai jumpa besok Iwata. Aku sedang membereskan pakaian dan beberapa barang"


"__Maaf mengganggumu. Bye muaah"


"__Muaah"


Iwata tersenyum lalu menaruh ponselnya ke meja, berjalan ke dalam kamar mandi.


Ia mencari sabun yang di berikan oleh osin, hasil racikannya yang wangi dan lembut. "Sayang sekali usahamu tak berjalan lancar padahal sabunmu sangat bagus. Kulitku menjadi lembut dan wangi." Sambil menggosok tubuhnya berdiri di aliran air shower.


Osin yang kelelahan tertidur di atas lantai kamarnya, sementara pecin dan royco tidur di atas sofa.


Televisi menyala hingga pagi, terdengar suara ketukan pintu yang membuat osin terbangun dari tidurnya. Ia berjalan dengan wajah yang kusut dan rambut yang tak rapi.


Krek..


"Iwata" teriak osin lalu menutup kembali pintunya.


"Buka pintunya apakah kamu lupa hari ini bertemu denganku" osin membuka pintunya lalu menyuruh Iwata duduk ia langsung pergi ke kamar mandi.


"Tunggu di sana aku belum mandi" teriak osin berjalan cepat bersama kedua anaknya yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Ayo cepat mandi kita akan pulang ke rumah baru" mereka berteriak bahagia.


"Iwata yang sedang menunggu merasa bosan lalu membawa ponsel osin di atas meja, ia melihat foto dirinya bersama osin dan kedua anaknya berada di wallpaper ponsel. Tetapi ketika ia membuka album foto terdapat foto teko bertuliskan merindukanmu.


Wajahnya berubah menjadi sedikit emosi, membuatnya kecewa. "Aku tahu kenapa keinginanku menikah denganmu di beri waktu satu tahun. Jadi ini alasannya" ia menyimpan kembali ponsel osin lalu menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Ah" ujarnya sambil melentangkan ke dua tangannya.


"Apakah tidur malammu kurang nyenyak" osin mendekat sambil menyodorkan secangkir gelas. Iwata hanya menggelengkan kepala dengan raut wajah yang sedikit dingin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2