Om Kucing

Om Kucing
Bab 31 Pedagang Jamu


__ADS_3

Seminggu kemudian teko menyelinap masuk ke dalam dapur penjual nasi padang bersama cunguk sementara nevada mengawasi pemilik warung makan yang sedang melayani pembeli.


Melompat ke atas meja yang penuh dengan daging sapi cunguk menyantapnya dengan santai. Teko yang tak pernah makan rendang bertanya-tanya sambil mengendus.


"Makanan apa ini wanginya enak tetapi aku masih ragu menyantapnya" ujar teko.


"Kamu tak tahu makanan enak seperti ini bahkan semua kucing menyukainya. Ini rendang padang rasanya pedas gurih manis dan nikmat" sambil nyengir lalu menjilat mulut yang penuh dengan bumbu. "Cepatlah makan nanti pedagang itu datang ke sini."


Teko mendorong wajahnya menyantap rendang yang berada di atas wajan yang besar. Menghabiskan semua rendang selama 5 menit hanya menyisakan bumbu rendang saja.


"Kucing serakah tak memberi bagian untukku bagaimana dengan anjing kuning itu dia belum mendapatkan makanan" cunguk marah-marah sambil menepuk kepala teko yang sedang bersendawa.


"Ah kasih saja tulang ayam bukankah anjing menyukai makanan seperti itu" sahut teko sambil menggigit satu ekor dada ayam menyantapnya lagi. Cunguk langsung merebut daging ayam yang ia gigit kemudian lari lewat pintu belakang.


Nevada yang melihat cunguk datang segera berlari bersama masuk ke dalam rumah kosong. Cunguk menaruh ayam di tanah menyodorkannya pada nevada.


"Si gemuk itu menghabiskan satu wajan rendang sapi aku hanya makan empat saja. Tak memikirkan memberikan makanan untukmu" keluh cunguk nevada tak menghiraukan segera makan satu dada ayam yang besar.


"Jangan terlalu di pikirkan. Aku lebih heran melihatmu yang kurus kering tetapi porsi makan melebihi teko bukankah kemarin menghabiskan dua wajan nasi goreng seafood." sambil tertawa.


"Aku kurus karena banyak pikiran dan beban hidup. Kekuasaanku di rebut oleh kucing hutan jelek itu" mengkerutkan ke dua matanya.


"Pikiran takkan membuatmu kurus tetapi memang tubuhmu saja yang kurus"


Teko berada di depan pintu rumah kosong bersama tukang jamu yang cantik. Teko mengelus kakinya mengeong mendayu-dayu.


Beberapa saat kemudian nevada dan cunguk mengintip di balik jendela melihat perilaku teko.


"Baru saja makan rendang ia mengelus kaki orang itu mengemis meminta jamu yang benar saja" ujar cunguk.


"Ya, dia ingin minum jamu pelangsing. Seperti majikanku"


"Memangnya bisa membuat tubuh langsing seperti model majalah" nevada mengangguk sambil menahan tawa


Tukang jamu memberikan satu botol jamu manis berwarna kecoklatan pada teko. Selama beberapa menit tak menyentuh minuman itu lalu menjilatnya sedikit demi sedikit.


"Manis. Seperti sirup" ujarnya sambil menjilat. Tukang jamu mengeluarkan pakaian dalam yang mengganjal di dada kemudian suara pria terdengar jelas di telinganya. Kuping bergerak lalu menoleh ke kanan.

__ADS_1


"Kenapa kucing jangan melihatku seperti itu. Ini busa agar terlihat menarik membuat banyak pria terpikat" ujar tukang jamu banci.


"Sialan aku di tipu olehnya menyeramkan sekali pria ini" menggidik berlari terbirit-birit masuk ke dalam rumah. Cunguk tertawa terbahak-bahak bersama nevada sambil mengelus perut.


Tukang jamu itu kembali berjalan sambil berteriak "Jamu mas jamu" berlenggak-lenggok. Beberapa bapak-bapak yang membicarakan teko saat itu membeli jamu sambil menggodanya.


"Rasakan itu jamu banci. Hahaha" lalu melompat ke bawah rumah setelah duduk di atas genteng.


Cunguk mengajak teko masuk ke dalam rumah kucing hutan yang menghajarnya hingga cedera. Sebagai umpan untuk membalaskan dendam.


"Kamu terlihat akrab dengan kucing jelek itu saat memusuhiku. Sekarang bantulah temanmu ini membalaskan dendam" sambil mengeluarkan kuku tajam yang siap mencakar.


"Apa yang akan kamu berikan padaku ketika membawa dia ke dalam kamar kosong ini"


"Aku akan memberikan bebek goreng terenak nanti malam"


"Kalau begitu tunggu sebentar aku akan masuk ke dalam rumah itu"


Ketika ia hendak masuk ke dalam rumah tersebut di pasang plang di pagar. Rumah ini akan di jual" kemudian masuk ke dalam tak ada siapapun. Kecuali tikus yang mengumpat di balik kardus.


"He tikus berkumis kamu tahu ke mana penghuni rumah ini" ujar teko mendekati tikus yang sepertinya takut di tangkap.


"Penghuni rumah ini sudah pindah rumah bersama kucing yang sudah menghancurkan tempatku di dalam gudang"


"Oh ya dia kucing hutan kalau begitu aku akan pergi sekarang. Jangan membuang kotoranmu sembarangan. Ingat ini rumah akan di beli oleh seseorang buatlah rumahmu sendiri di luar"


Teko yang berjalan santai ke luar lalu berlari masuk ke dalam rumah kosong. Cunguk yang bersembunyi di rerumputan yang tinggi mendekati teko.


"Di mana kucing jelek itu kamu tak membawanya ke sini" menggerutu.


"Dia tak ada di rumah kamu tak bisa membaca tulisan yang terpampang jelas di pagar. Rumah akan di jual" sahut teko kesal.


"Aku tak bisa membaca" teko menggelengkan kepala.


"Penghuni rumah sudah pindah bersama kucing hutan. Sudah jelas" lalu masuk ke dalam kamar terdapat ranjang bekas yang masih menggunakan kasur.


Wajah ramah cunguk berubah sinis kemudian menendang bokong teko hingga terjungkal.

__ADS_1


Teko membalas dengan cakaran hingga wajahnya berdarah.


Nevada baru saja pulang langsung menarik tubuh teko. Dan menggeram pada cunguk yang memberontak.


"Bukankah kita teman apa yang kalian pikirkan" teriak nevada.


"Kucing kurus ini tiba-tiba menghajarku seperti kerasukan setan"


"Dengarkan. Kalian sekarang menjadi budak aku yang berkuasa di sini. Kalian mengerti" nevada mengangguk.


"Anjing yang bodoh. Kalah dengan kucing jangan dengarkan perkataannya sama saja menghancurkan wibawamu"


"Aku sudah tak mau mencari tempat tinggal baru. Pasti di luar sana banyak binatang yang tak beruntung termasuk rumah untuk di tempati"


"Jangan menyerah kita akan berusaha. Tenanglah" teko berjalan ke luar lalu memanggil nevada ikut bersama.


Cunguk yang sombong dan angkuh merasa bebas, ia berusaha membujuk kucing liar membangun kelompok.


Sehari kemudian...


Nevada bertemu majikannya yang dulu sedang mendorong gerobak mie ayam. Lari menggonggong sambil berdiri memutarkan tubuh seperti yang ia ajarkan saat itu.


"Anjingku" pedagang mie ayam memeluk sambil melihat kalung yang ia pakai. "Namamu nevada kalau begitu aku akan memanggilmu dengan nama baru. Kenapa kabur dari majikanmu apakah tak merasa betah dengannya??" Membalas dengan gonggongan.


Pedagang mie ayam yang bernama wanto menyambut kucing berwarna orange yang mendekat kemudian mengajak mereka masuk ke dalam rumah kecilnya yang sempit.


"Masuklah ke rumahku walaupun sempit rumah ini mahal karena berada di perumahan. Andai saja aku membeli rumah di kampung bisa mendapatkan yang lebih besar dengan harga yang lebih murah" tersenyum sambil mendorong gerobak.


Nevada duduk di dekat televisi yang berbentuk tabung. Teko menekan tombol lalu suara televisi terdengar bising. Kucing orange itu menggoyangkan bokong sambil berjalan ekornya tertarik ke atas.


"Ini lagu dangdut teko. Aku tak suka dangdut karena musik metal lebih keren" teriak nevada.


"Aku suka dangdut lihat tubuhku seperti penari india." Nevada tertawa terbahak-bahak kemudian menekan tombol di televisi terlihat osin bersama iwata takanori di saluran gosip.


Teko langsung menyuruhnya diam.


Wajahnya berubah sedih saat pembawa acara mengabarkan bahwa mereka menjalin hubungan serius.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2