Om Kucing

Om Kucing
Bab 20 Kencan Pertama


__ADS_3

"___Selamat siang osin aku akan pulang ke jepang minggu depan, Apakah kamu bisa menemaniku jalan-jalan membeli oleh-oleh."


"___Tentu saja, aku bersedia menemanimu." Emoji senyum manis.


"___Baiklah aku akan menjemputmu jam 2 sore. Byee."


"___Byee."


Osin yang nampak bahagia jalan bersamanya sore ini, melompat kegirangan. "Aku tak menyangka ia datang lewat mimpi dan kenyataan." Membuka lemari mencari pakaian yang tepat untuknya.


Ia menarik dress selutut berwarna biru lalu berlari ke kamar mandi, 30 menit berlalu ia mengeringkan rambutnya yang panjang lalu menggunakan rol supaya terlihat ikal dan menarik.


"Aku suka warna lipstik ini tidak terlalu mencolok" melebarkan bibirnya.


Terdengar suara jam berbunyi lalu ia menoleh, "Sebentar lagi dia menjemputku" royco dan pecin mengetuk pintu kamar mandi.


"Sebentar sayang, ibu sedang menggunakan pakaian." Ujar osin.


"Aku ingin pipis tak tahan" kemudian ia membuka pintunya.


"Ibu mau kemana terlihat sangat cantik seperti cinderella, rambutnya bagus sekali." Memainkan rambutnya.


"Hari ini mau bertemu teman, kalian bersama kakek dulu ya. Hanya sebentar saja kok." Sambil menyemprotkan parfum.


Lalu berjalan keluar kamar bersama kedua anaknya, paman vincaw yang sedang membaca koran menoleh padanya.


"Mau kemana terlihat cantik, rambutmu bergelombang seperti hatimu. Benar? mencintai seseorang." Ujar paman vincaw sambil tertawa.


"Tidak paman aku di ajak menemani iwata takanori mencari oleh-oleh dia akan pulang minggu depan" Wajahnya sedih.


"Kalau begitu pergilah ke jepang bersamanya dan hidup bersama dengan anak-anak"


"Hahaha, itu hanya mimpi. Dia hanya aktor yang menghargai penggemarnya."


Suara bell berbunyi..


"Itu iwata aku pergi dulu ya paman" Mengecup royco dan pecin "Jangan nakal ya, kasihan kakek. Byee"

__ADS_1


Malam itu mereka duduk bersama di tempat makan yang menyediakan pemandangan dari atas bukit, lampu-lampu kota yang menyala. "Di mimpi aku pernah makan bersamamu, sekarang menjadi kenyataan." Bergumam dalam hatinya lalu ia menyodorkan minuman hangat pada iwata.


"Ini minuman yang enak namanya bajigur, tubuhmu akan hangat."


"Terima kasih osin, ngomong-ngomong hari ini kamu terlihat sangat cantik." Ujar iwata sambil menatap wajahnya lalu menggeser kursinya ke samping.


Osin kaku seperti patung maneken duduk tegap tak bisa menoleh padanya hanya menunduk menikmati minuman hangat, iwata menyentuh tangannya lalu mengelus lembut.


"Aku suka kamu" Ia langsung menoleh dan tersenyum seperti robot. "Ah jangan bergurau, aku tak percaya."


"Tidak bohong ini serius, aku sangat menyukaimu. Apakah kamu menerimaku sebagai kekasihmu atau suami kalau merasa cocok denganmu." Iwata menunggu jawabannya sambil menatap.


"Aku juga menyukaimu tetapi hidupku berantakan, kamu tak pantas denganku. Yang memiliki dua anak."


"Hatiku tenang kalau itu jawabanmu, tak masalah. Lain waktu aku ingin mengajakmu ke jepang bersama anak-anakmu."


"Terima kasih iwata, sungguh?? aku belum pernah ke jepang padahal ayahku asli dari jepang."


Seorang perempuan muda berkumpul di rumah makan tersebut, mereka mengenal wajah iwata. Kemudian menyerbu meja makan miliknya.


"Iwata takanori benar?? aku tahu kamu berada di indonesia, tolong aku minta tanda tanganmu dan foto bersama." Ujar perempuan cantik bertubuh mungil, sambil mendempet tubuhnya. Membuat osin cemburu dan kesal kemudian ia menjauhi kerumunan berdiri di dekat tangga.


"Tunggu siapa perempuan yang bersamamu, apakah dia kekasihmu di indonesia." Teriak salah satu penggemar.


Iwata mengangguk, osin yang melihat dari jauh jantungnya berdebar kencang. Bahkan ia tak malu mengatakan yang sejujurnya kepada penggemar. Lalu berdiri dan iwata meraih tangannya berjalan ke bawah tempat parkir.


"Jangan berkata seperti itu iwata, khawatir akan membuat penggemarmu kecewa. Aku hanya seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha kuliner. Apa yang akan mereka katakan nanti, bisa saja usahaku bangkrut." Osin ketakutan.


"Tenang saja osin jangan berlebihan, mereka akan menghargai pasanganku. Jika itu terjadi aku akan membawamu ke jepang bersamaku. Tak ada yang perlu di khawatirkan." Mengecup pipinya.


Osin tersenyum malu seperti masuk ke dalam mimpi dan tenggelam ke dalam alur cerita, "sungguh tak masuk akal seorang aktor tampan menerima kekuranganku." Berguman dalam hatinya.


Sepanjang perjalanan iwata bertanya tentang kedua anaknya lalu ingin membawa mereka bermain bersama.


"Anakmu sangat lucu aku belum pernah mengenalnya, bolehkah aku menemui mereka malam ini."


"Tentu saja boleh mudah-mudahan mereka belum tidur" Osin tersenyum malu.

__ADS_1


Sesampainya di rumah kedua anaknya keluar menyambut, lalu menarik tangan iwata. "Kemarilah om duduk bersamaku" iwata tertawa lalu duduk.


"Oh ini iwata takanori aktor jepang itu, senang berkenalan denganmu." Ujar paman vincaw lalu pergi. Iwata membungkukkan tubuhnya lalu duduk kembali.


"Sebentar ya aku siapkan minum untukmu" Osin berjalan ke dapur.


"Om tampan sekali aku suka, seperti aktor drama korea ibuku sering nonton film korea." Royco mendekatinya lalu menyandar di tangannya.


"Ah yang benar saja aku mirip aktor itu, apakah kalian tidak salah lihat. Mereka tampan." Canda iwata kepada royco.


"Sungguh benar aku tak berbohong, ibuku tak tidur sampai tengah malam melihat wajah om di ponselnya atau bisa saja dia aktor korea. Wajahnya mirip." Sahut pecin sambil memainkan mobil-mobilan di atas meja.


Pipinya berubah merah merona ternyata osin menyukainya, ia menatap wajah osin yang menunduk malu menyodorkan secangkir minuman.


"Terima kasih" Ujar iwata sambil tersenyum yang menggentarkan hatinya.


"Om perutnya bagus ya, tidak seperti ayahku berbentuk bulat seperti bola. Kadang berbunyi seperti terompet." Osin mencubit pecin sambil menutup mulutnya, "Jangan berkata seperti itu padanya. Bisik osin lalu membawanya duduk di atas.


"Kalian lucu sekali nanti main bersamaku, kita akan jalan-jalan ke tempat yang indah di sini. Benarkan osin." Menoleh padanya mengedipkan mata.


"Ya benar sayang kita akan pergi jalan-jalan. katakan padanya terima kasih."


"Terima kasih om, aku ingin bermain bersamamu." Sahut pecin dan royco.


"Aku harus segera pulang besok ada jadwal keluar kota, osin aku permisi pulang ya." Kedua anak itu mencium tangannya lalu pergi ke dalam.


"Manis sekali mereka mencium tanganku" Sambil merangkul bahu osin. "Itu kebiasaan kita di indonesia kepada yang lebih tua.


"Negara yang ramah, baiklah aku pamit pulang. Akan sangat merindukanmu osin, cinta kamu. Byee." Osin menutup pintu perlahan lalu duduk di ruang tamu sambil memeluk bantal sofa, "Aku tak sabar bertemu dengannya lagi. Sungguh penggemar yang beruntung, andai saja aku bisa bersamamu setiap hari."


Tring.. Suara ponsel pesan chat masuk.


"___Aku malu ketika seseorang melihat fotoku di ponsel lalu ia tak bisa tidur hingga tengah malam.


"Dari mana ia tahu aku tak bisa tidur karena melihat fotonya, ah ini pasti pecin atau royco yang mengatakannya. Membuatku malu saja."


"___Hahaha siapa dia."

__ADS_1


"___Perempuan berambut panjang, selamat malam." sahut iwata.


Bersambung...


__ADS_2