Om Kucing

Om Kucing
Bab 36 Pernikahan Osin Dan Iwata


__ADS_3

Teko berjalan mendekati pintu masuk hotel di mana acara pernikahan osin dan iwata sedang berlangsung. Menggunakan gaun berwarna putih di hiasi kristal yang cantik rambut baru osin terlihat sangat menarik berwarna kecoklatan dan tubuhnya ramping. Wajahnya bersinar menyambut iwata yang berjalan di dampingi ayahnya.


Ketika seseorang mengikrarkan pernikahan mereka berdua, terdengar suara pria berteriak cukup kencang di dekat pintu lalu berjalan perlahan. Dengan tubuhnya yang tegap sedikit atletis dan wajah yang segar juga potongan rambut yang terkesan menarik.


Membuat osin bertanya-tanya seperti mengenalnya namun ia lupa siapa pria yang sudah tak asing di hati dan matanya.


"Hentikan pernikahan ini, aku suaminya yang sudah lama menghilang. Pernikahan tidak sah tanpa persetujuanku kita belum bercerai." Ujar teko perlahan menatap wajah osin yang rupawan.


Osin berjalan ke bawah melewati empat tangga mendekati teko, "maaf apakah kamu sedang mabuk, aku tak pernah menikah denganmu." Sahut osin sambil mengkerutkan kedua matanya.


"Aku.. Teko" sedikit berbisik dengan mata yang berkaca-kaca.


"Benarkah??? Kenapa wajah dan tubuhmu terlihat berbeda apakah selama ini hilang menjalani operasi plastik." Semakin bertanya-tanya, sangat memukau karena semuanya tampak berbeda.


"Apakah kamu menyimpan foto kita saat masa remaja dulu, lihatlah foto itu kamu akan mengenalku. Bukankah kita menjalin hubungan ketika hidupku sulit uang sepeserpun tak punya. Kamu tetap setia mendampingiku." Ujar teko.


"Ku rasa kamu yang tak setia padaku, selingkuh berulang kali hingga melemparkan masalah kepadaku. Lalu apa yang membuatmu berubah." Cerocos osin.


Iwata yang menatap dari jauh seolah-olah kesal mengepalkan kedua tangannya. Tak segan mengusir teko di acara pernikahan yang mewah itu.


"Keluar dari tempat ini. Jangan merusak acara pernikahanku dengan osin." Teriak iwata sambil menarik tangannya. Osin semakin bimbang menatap kedua pria yang tampan itu.


"Pernikahan ini tidak sah karena aku sudah kembali" sambung teko sambil mendorong bahunya sedikit hentakan.


"Oh begitu, kamu sudah gila?? Jangan mengaku sebagai suaminya. Aku tahu seperti apa suami osin dia gemuk, jelek dan hidungnya besar seperti ini." Menarik hidungnya ke atas. Membuat semua orang tertawa termasuk paman vincaw.


Osin yang merasa geram dengan ucapan iwata langsung menamparnya sekuat tenaga, hingga terjungkal jatuh menyenggol kue setinggi satu meter. Paman vincaw langsung berlari membantu iwata berdiri.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan osin, jelas-jelas pria ini yang salah. Mana mungkin teko berubah seperti ini." Ujar paman vincaw membela iwata.


"Walaupun teko menyakiti hatiku tak ada seorangpun boleh menghinanya. Kamu pikir siapa kamu. Lihatlah teko yang sekarang dia jauh lebih tampan." Teriak osin membuat teko melongo lalu mengecup bibirnya di depan semua tamu.


Seorang kakek bertepuk tangan lalu tersenyum kemudian berteriak "aku suka acara pernikahan ini seperti film. Ku rasa hiburan terbaik"


Osin memeluk erat teko lalu berjalan bersama dengannya mengajak pecin dan royco pulang. Kemudian melemparkan cincin sambil menoleh ke belakang cincin itupun jatuh tepat di depan iwata yang tampak geram lalu menangis memeluk paman vincaw.


"Ibu apakah benar ini ayahku??? Seperti mimpi" ujar pecin lalu masuk ke dalam mobil.


Teko yang sangat merindukan kedua anaknya memeluk erat tubuhnya sambil mengecup kening. Kemudian mereka pergi meninggalkan tempat itu. Menggunakan mobil suv berwarna putih di lengkapi sunroof.


"Wajahmu berubah. Apakah kamu pergi ke korea untuk memberikan kejutan" Tersenyum mengelus pipinya.


"Ya aku pergi ke luar negeri untuk merubah semua penampilan hingga tak ada seorangpun mengenali wajahku bukan. Maafkan aku osin tak memberi tahumu sebelumnya." Ia mengangguk.


"Apakah kamu memaafkanku" bisik teko.


"Tentu saja walaupun masih kecewa denganmu. Apakah kamu tidak melakukan apapun selama di luar negeri." Sahutnya perlahan.


"Tidak. Lihat dirimu jauh lebih cantik lagi pula tak ada yang abadi di dunia ini semua manusia akan menua dan mati. Kamu sudah sangat cantik." Ujar teko.


"Kamu berubah seperti ini apakah pergi menemui seseorang yang memiliki andil dalam urusan rumah tangga juga kehidupan."


"Tidak osin aku bukan teko yang dulu kamu kenal. Lupakanlah sekarang kita buka lembaran baru."


Sementara paman vincaw kecewa dengan keputusan osin kembali pada teko ia duduk bersama iwata di apartemen. Hancur semua rencana pernikahan hingga membuatnya rugi ratusan juta. Biaya pernikahan yang ia siapkan selama ini berakhir sia-sia.

__ADS_1


Iwata menunduk dan menjambak rambutnya sendiri sambil mengeluh. "Kalau tahu begitu kenapa menjalin hubungan denganku. Tunggu saja suaminya kembali pulang sama saja mempermainkan perasaan orang lain. Banyak perempuan yang ingin menikah denganku." Ujar iwata penuh penyesalan.


"Maafkan aku iwata apakah perlu membujuknya, kembali kepadamu lagi." Sambil menepuk bahu.


"Tidak perlu paman biarkan osin bahagia bersama suaminya. Untung saja hubunganku tak berlanjut lebih jauh lagi. Andai itu terjadi setelah mempunyai anak dariku lalu dia berubah pikiran sama saja menghancurkan hidupku." Air matanya tak terbendung membuat paman vincaw sedih.


"Sudahlah masih ada aku dari pihak perempuan yang peduli denganmu" kemudian ayah iwata datang mendekati mereka berdua.


"Kamu tidak meneliti terlebih dahulu calon isterimu. Dia orang yang plin-plan tak punya pendirian. Aku sudah mengatakannya berulang-ulang jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Tak semudah itu mencari pasangan hidup." Ujar pria bermata sipit menggunakan celana pendek dan kaus berdiri di depan iwata.


"Ya ayah aku menyesal tak mendengar ucapanmu. Tetapi sangat berterima kasih pada paman vincaw yang selalu mendukungku." Sambil sedikit membungkuk.


"Ya keponakanku memang plin-plan. Sudah cukup lama mengetahui sikapnya yang kadang berubah. Akupun melarang dia menikah dengan teko. Pria yang tak menaruh hormat pada orang yang lebih tua bahkan perhitungan dalam segala hal. Osin sudah banyak membantu bahkan ia berusaha tegar saat teko melakukan kekerasan rumah tangga."


"Maksudmu??? Apakah dia memukulnya. Sungguh biadab"


Sahut iwata yang tampak emosi.


"Tidak. Ia melakukan kekerasan psikologis ia tampak murung. Berbeda saat menjalin hubungan denganmu terlihat aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya."


"Ya. Tetapi dia memilih pria itu di banding anakku. Lebih baik secepatnya kita kembali pulang. Aku sangat kecewa menyetujui iwata menikahi osin. Hanya meninggalkan penyesalan." Paman vincaw tak merasa tersinggung ia tahu bahwa keputusan osin itu salah. Karena tak tahu bahwa teko sudah berubah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Keesokan harinya...


Mereka berdua kembali ke jepang, iwata tampak menahan sedih berusaha tersenyum melewati eskalator menuju pesawat. Lalu membuang semua kenangan bersama osin ke dalam tong sampah. Menata hidup baru di sana bersama perempuan yang tepat yang disetujui oleh ayahnya.


Teko, osin dan kedua anaknya hidup bahagia bermain bersama di halaman rumah. Paman vincaw mengintip di balik pagar yang tinggi lalu tersenyum berharap teko menjaga keponakannya hingga akhir hayat. Mendoakan kehidupan mereka kekal abadi hingga maut menjemput.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2