Om Kucing

Om Kucing
Bab 30 Asisten Rumah Tangga


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Anjing kuning yang bernama nevada membawa keranjang buah yang berada di atas meja lalu di berikan pada jeri. Anak dan isterinya pergi berlibur ke luar negeri sementara suaminya duduk santai di rumah karena ia pengusaha kaya bergelimang harta pendapatannya setiap bulan sebesar 800 juta. Namun, sifatnya yang pelit membuat teko kesal.


"Kamu anjing yang rajin dia menguras tenagamu selama 24 jam pagi hingga sore bekerja melayaninya. Malam menjadi penjaga keamanan di luar. Tetapi pria pesek itu sangat pelit padamu hanya memberi makan sehari dua kali yang benar saja. Akupun kelaparan ketika ketahuan menggigit ikan di meja dia membuka mulutku secara paksa hanya kepalanya saja yang di berikan padaku. Menyebalkan" ujar teko sambil mencakar sofa.


"Ku rasa ucapanmu benar juga teko kalau begitu apa yang harus kita lakukan" sahut nevada sambil menaruh kakinya di kening"


"Kita akan pergi dari rumah ini lalu membawa bekal makanan" bisik teko tersenyum sinis.


"Ide yang bagus tapi bagaimana dengan anjing putih itu apakah dia ikut dengan kita"


"Jangan membawa anjing manja hanya menyusahkan saja. Apalagi menggunakan kalung emas bisa-bisa di tarik oleh pencuri"


"Itu emas palsu aku melihat percakapan jeri bersama isterinya. Bahwa kalung itu di beli seharga 20 ribu di pasar malam" teko melongo lalu tertawa.


"Orang kaya yang pelit sekali hampir saja tertipu" menggelengkan kepala.


Jeri berjalan mendekati teko lalu membawanya ke kamar sambil mengelus kepala, temani aku tidur ya. Menaruh teko di atas selimut.


Suara ponsel berdering...


"Ya hallo ron ada apa" ujar jeri perlahan sambil rebahan. Lalu menekan tombol speaker sehingga obrolan mereka terdengar oleh teko.


"Aku mau pinjam uang 5 juta minggu depan di kembalikan" singkat teman sekolahnya saat di SMA.


"Perasaan setiap 3 bulan sekali kamu pinjam uang terus. Sama saja dengan teko meminjam sebesar 50 juta tetapi tak mau membayar." Teko langsung mengeluarkan ke dua tanduknya di atas kepala.


"Hahaha aku bukan teko tenang saja" jeri mendeham sambil merubah posisi tidurnya ke samping.


"Ya aku transfer nanti ingat ya membuat perjanjian di atas materai. Sebagai bukti hutangmu" lalu menutup percakapan.

__ADS_1


"Ini yang di namakan teman" Sambil menatap sinis jeri yang sedang tengkurap. "Aku menyesal meminjam uang pada renternir sepertimu. Bukankah sudah ku bayar lunas yang benar saja bunganya sebesar 100 persen" melompat ke bawah ranjang lalu mengajak nevada pergi dari rumah.


"Kamu tahu cara membuka pintu garasi mobilnya" ujar teko nevada mengangguk lalu menekan pin 3311 pintu itupun terbuka. Wajah teko seperti iblis yang tak berperasaan. Mengeluarkan semua kuku tajam kemudian mencakar semua koleksi mobilnya. "Hahaha rasakan pembalasanku" suara alarm mobil berbunyi cukup keras membangunkan jeri yang sedang tidur nyenyak.


Teko dan nevada berlari melompat ke luar jendela yang terbuka, menggunakan papan roda untuk meluncur bersama-sama dengan anjing yang berwarna kuning.


"Aku tak menyangka amarahmu melebihi seekor anjing" tertawa sambil menepuk bahunya yang berada di belakang teko. Papan itu meluncur cukup kencang akhirnya menubruk tembok" Seorang kucing berseragam polisi mendekati mereka yang terguling.


"Kalian baik-baik saja" ujar kucing berwarna hitam. "Ya aku baik" ujar teko walaupun kepalanya terasa berputar.


"Siapa yang memberimu pakaian polisi" nevada melihat kucing hitam itu yang menggunakan topi bertuliskan polisi dan pakaian lengkap.


"Aku ini di beri pekerjaan dan pangkat oleh komandan lihat pria yang duduk di dalam pos" mereka berdua menahan tawa.


"Wah luar biasa kalau begitu kamu kucing yang beruntung"


"Ya begitulah"


"Aku pamit melanjutkan perjalanan. Semoga sukses" ujar teko lalu berjalan menyebrang kembali masuk ke perumahan choco.


"Ya polisi kucing itu akan membantu mencakar menggigit siapapun yang melanggar aturan lalu lintas" menoleh pada teko sambil berjalan.


***


Menjelang sore mereka duduk di halaman rumah kemudian beberapa pria yang sudah menikah berkumpul membicarakan seorang gadis cantik yang tinggal di dekat rumah mereka.


"Aku sudah lama naksir helen. Apalagi dia murah senyum" ujar pria berkacamata sambil minum teh.


"Kalau begitu kita berlomba-lomba mendapatkannya" ujar pria yang menggunakan topi hitam.


"Akan aku jadikan isteri ke dua. Nah yang satu pijat kakiku yang satu lagi pijat tangan. Hehehe"

__ADS_1


"Kalian ini punya isteri cantik di rumah masih saja cari yang lain. Seperti pak teko yang tak bersyukur. Lihat sekarang isterinya sangat cantik aku pernah melihat bu osin jalan bersama pria tampan" ujar pria berkumis tipis.


Teko langsung mendekat mendengarkan ucapan mereka lebih jauh. "Ku kira hanya ibu-ibu saja yang suka bergosip ternyata bapak-bapak ini lebih pandai bergosip" ujar teko.


"Aku sering mendengarkan manusia membicarakan orang lain. Bahkan ibu-ibu yang cantik. Ketika di dalam rumah mengupil lalu menggaruk bokongnya yang gatal"


"Lupakan ibu-ibu itu. Aku sedang serius mendengarkan tentang osin" anjing berwarna kuning mengangkat kepalanya. "Siapa osin" teko berbisik


"Isteriku" nevada bertanya-tanya.


"Ya pak teko sudah gemuk tak tahu malu. Lihat tubuhku kurus tetapi membentuk. Seandainya bu osin menyukaiku" ujar pria berkacamata sambil tertawa. Teko yang mulai geram kepanasan karena namanya di sebut puluhan kali oleh mereka. Menyuruh nevada membuang semua sandalnya ke dalam tong sampah besar.


Ketika teko meninggalkan tempat itu. Sekelompok bapak-bapak berjalan ke luar lalu mencari sandalnya yang hilang.


"Wah kemana perginya sandalku. Bahkan sandal kalianpun tak ada" pria bertubuh kurus mencari sandal hingga ke semak-semak halaman rumah.


Beberapa saat kemudian...


"Nev aku mulai lapar kita berhenti di warung makan saja" setelah beberapa menit sampai di dalam ruang makan.


"Kamu pandai menggigit makanan bawakan aku ayam yang berada di sudut meja itu" ujar teko sambil mengelus pundaknya. Melihat meja kosong yang di tinggalkan pembeli. "Apa bedanya aku bersama jeri kalau kamu menyuruhku seperti asisten rumah tangga" keluh nevada bola matanya melirik sinis ke samping.


"Tentu berbeda aku memperlakukanmu seperti teman. Bukankah kamu merasa terhibur berbicara denganku. Tak seperti anjing putih itu yang pemalas" ujarnya tersenyum.


"Baiklah aku akan membawakan dua ayam satu untukku" mengangguk.


Karena tak ada yang memperhatikan mereka, dengan senang hati menikmati ayam tersebut. Setelah beberapa menit nevada mengajak teko beristirahat di dalam rumah-rumahan bekas anjing yang berada di dekat sampah. Sebelah warung makan.


Seekor kucing kurus bernama cunguk duduk di depan kandang sambil menyapanya, "Ah kamu sudah kembali kucing gemuk. Bagaimana kabarmu" teko ke luar kandang lalu duduk bersama.


"Aku baik-baik saja. Tumben ramah sekali padaku bukankah kamu preman di sini" ujar teko.

__ADS_1


"Aku sudah tak berguna lagi. Kucing hutan lebih menyeramkan. Pemakan daging mentah yang jahat. Lihat ekorku bengkok dia menggigitku untung saja ekorku tak putus." keluhnya menahan air mata. "Oh begitu sabarlah kucing malang"


Bersambung...


__ADS_2