
Sesampainya di rumah pak cecep, teko menangis di bawah meja bersama black yang tengah asyik makan tikus.
"Kamu tak suka makananku ini? lebih baik menahan lapar, padahal semua kucing di sini makan tikus." Ujar black sambil mengunyah sisa makanannya.
"Aku tak mau makan tikus menjijikan, sudah kamu saja yang makan. Saat ini aku sedang sedih." Sahut teko lalu berjalan ke dapur melihat pak cecep memasak ikan dengan bumbu seadanya.
"Kucingku yang manis nanti bagianmu, aku terbiasa makan ikan hasil memancing. Gizinya bagus terkadang ada seseorang yang memberikanku ayam bakar dengan sambal dan lalapan." Teko mengeong tanpa henti tak sabar menyantap sup ikan hasil masakannya.
"Silahkan makan aku akan memberimu sedikit nasi, dimana kucing hitam itu tak terlihat datang kemari. Dia belum makan hari ini." Sambil menoleh ke bawah memeriksa setiap ruangan. Alangkah terkejutnya bau tikus berada di bawah meja, lalu mengusir black keluar. Terpaksa pak cecep membersihkan lantai bekas makanan kucing.
"Rasanya tak ada rasa" Keluh teko sambil menggerakan lidahnya keluar "memangnya dia tak menggunakan garam untuk memasak" Ia melompat ke kompor gas menoleh ke tempat bumbu, benar saja tak ada garam sedikitpun, air matanya jatuh tak terbendung.
"Menyedihkan aku sangat kasihan kepada pria tua ini, apa yang harus aku lakukan. Hanya seekor kucing yang malang." Melanjutkan menyantap sup ikan.
Pak cecep duduk membawa piring lalu makan di dekat teko, ia begitu sabar dengan kehidupannya yang serba kekurangan. Membuat teko terenyuh.
"Aku sudah lama menyendiri isteriku menikah lagi dengan pria kaya, saat itu aku bekerja di salah satu perusahaan lalu phk." Teko yang mendengar curahan isi hatinya merasa kasihan dan terkejut ternyata pak cecep dulunya seorang pegawai.
"Beginilah hidupku sekarang tetapi bahagia, mereka yang hidup bergelimang harta namun tak ada kebahagiaan, merasa kekurangan dan tak pernah bersyukur kepada tuhan." Lalu meneguk minuman air putih sambil menaruh piring di dekat kompor gas.
"Jangan mengeluh habiskan makananmu banyak orang di luar sana tak bisa makan, syukurlah walaupun tak ada garam di dapurku masakan yang terasa hambar. Bisa makan hari ini. Mudah-mudahan besok aku mendapatkan uang untuk makan." Lalu pergi keluar membawakan black sisa sup ikan.
Teko menangis sejadi-jadinya hingga matanya terlihat bengkak, "Kisah yang menyedihkan, aku akan membantumu pak cecep ketika tubuhku kembali seperti manusia." Janjinya.
Saat itu turun hujan gerimis black masuk ke dalam rumah, pak cecep yang merasa terhibur dengan adanya mereka di rumah. Mengajak bermain black yang sudah selesai makan. Dengan memainkan tali, hingga ia berlari kesana kemari mengejar tali. Lalu tanpa sengaja mencakar tangannya.
"Pelan-pelan kucing hitam, sudah ya aku mengantuk ingin tidur. Kalian jangan masuk ke kamarku. Tidur di ruang tengah saja." Pak cecep memberikan kardus bekas untuk alas tidur mereka.
__ADS_1
"Selamat malam, besok kita akan mendapatkan makanan yang enak." Menepuk kedua kucing lalu pergi ke kamar.
"Black aku sangat sedih apakah kamu sudah lama mengenalnya" Ujar teko sambil mengusap air mata.
"Ya semenjak majikanku masih hidup, mereka berteman cukup lama. Saat itu aku masih kecil bermain bersama anak majikan, membawaku ke rumah pak cecep. Di blok C tak jauh dari rumah ini. Ia kaya tampan dan bertubuh sedikit gemuk, kulihat di sana sepasang suami isteri yang berbahagia. Lalu setelah beberapa tahun hidupnya jatuh miskin, tak ada isteri yang menemaninya seperti dulu lagi. Semua hartanya habis lenyap tak tersisa." Ujar black menggebu-gebu.
"Kurasa perempuan itu hanya ingin hidup bahagia, ketika ia tak mampu membahagiakannya dengan materi. Meninggalkannya begitu saja." Sahut teko.
Black mengangguk lalu berpelukan sambil menangis tersedu-sedu, tiba-tiba teko mendapatkan sebuah ide. Mencuri makanan di warung nasi.
"Ikut denganku black aku akan memberikan kejutan untuk pak cecep, karena tak ada uang sepeserpun untuk membayarnya. Aku hanyalah kucing bukan manusia, maka tak akan masuk penjara." Matanya berapi-api penuh semangat. Lalu berlari melompat ke atas atap yang berlubang.
"Aku tak mau mendapatkan sial teko, jangan ada kesalahan sedikitpun. Berhati-hatilah" Teriak black sambil berlari.
***
"Sst.. Diam black mereka kucing liar pemimpinnya bernama cunguk dan cemong anak buah kesayangannya yang bodoh. Mereka berkuasa di tempat ini." Bisik teko yang bersembunyi di balik pohon yang penuh dengan dedaunan.
"Kurus kering begitu apa yang kamu takutkan, ia akan kalah berduel denganmu. Tunjukan kekuatan supermu teko. Banting dan hajar hingga memar."
"Aku selalu kalah melawannya bagaimana kalau kamu saja yang memancing mereka, aku akan masuk ke warung itu secepatnya." Menoleh ke ke samping wajahnya nampak takut melawan kucing liar yang cukup banyak.
"Aku pulang saja kalau begitu" Membalikkan tubuh lalu teko menarik dan menendangnya cukup jauh. Black mengusap-usap bokong, cunguk terkejut melihat kucing asing berada di wilayahnya.
"Siapa kamu kucing hitam" Menghampirinya lalu menepak kepala. Teko melangkah sedikit demi sedikit, semua kucing liar mengelilingi black yang ketakutan setengah mati.
"Akhirnya sampai juga" Teko menggigit ayam, bebek, sambal yang sudah terbungkus. Di masukkan ke dalam keresek hitam yang kecil. Lalu ia menggigitnya.
__ADS_1
Teko mengeong cukup keras lalu melemparkan gelas dan menggigit kembali kereseknya, seorang perempuan bertubuh gemuk menggunakan daster berlari mengejarnya. Teko yang pandai melompat kesana kemari membuatnya sulit tertangkap. Keluar dari balik pintu yang rusak.
Ketika ia berhasil keluar masuk ke dalam gerombolan kucing lalu menarik black, agar berlari mengikutinya. Cunguk yang saat itu sedang mengintrogasinya di tangkap oleh pedagang warung nasi. Kemudian mencubitnya dan memukulnya dengan sapu.
Jam 6 pagi teko yang tertidur pulas seketika bangun melihat reaksi pak cecep yang terkejut melihat makanan berada di atas meja, "Siapa yang memberikan makanan ini, apakah setan. Perasaan kunci rumah tertutup rapat dan tak ada seorangpun yang datang ke rumah. Apakah aku lupa ada yang memberikanku makanan."
Tok..tok suara seseorang menggedor pintu. "Pak cecep ini aku pak hari tetangga sebelah"
membuka pintu perlahan.
"Eh pak silahkan masuk" Sahut pak cecep tersenyum.
"Tidak lama kok pak ini lho aku mau kasih beras satu karung untuk bapak, semoga bermanfaat ya. Dan, ini oleh-oleh dari jakarta." Beberapa makanan ringan dan sembako di dalam dus.
"Terima kasih pak, semoga rezekinya di lancarkan."
"Aamiin.. Permisi ya pak sudah pagi aku mau jogging."
"Sebentar, aku mendapatkan makanan sudah berada di atas meja apakah itu dari bapak bukan ya atau bisa jadi aku lupa." Ujar pak cecep.
"Bukan pak!!!? bisa jadi lupa itu. Permisi." Sambil tersenyum tipis.
Menutup pintu...
"Kok bisa lupa ya, syukurlah ini rezeki kalian juga kucing, aku beri nama siapa mereka ya." Sambil mengangkat beras ke dapur.
Pak cecep membuka snack yang di berikan tetangganya lalu menaruhnya di atas piring, camilan belut kering langsung di makan oleh teko dan black. Karena mereka tak menyentuh sedikitpun makanan hasil curiannya.
__ADS_1
Bersambung....