One Night Love

One Night Love
Jodoh Sofia


__ADS_3

Zainal dan Rita hanya tau Sofia pergi karena ingin berlibur dan sekedar menyalurkan hobbynya. Tapi, yang sebenarnya Sofia akan menyusul temannya di Singapore. Hanya sekedar untuk bertanya mengenai foto unggahannya di soaial media, yang menampakan Kevin dan seorang wanita di sana. Entah dia akan mendapat jawaban atau tidak, yang terpenting dia akan berusaha mencari tahunya sekarang.


******


pukul 07.00 Sofia sudah sampai di negara dengan julukan Singa itu. Dia meneruskan perjalanannya menuju hotel yang telah di pesan melalui aplikasinya.


Di kamar hotel Sofia, membongkar kopernya mencari kamera kesayangannya.


"Kemana dulu ya sekarang." Gumamnya. " Ahh, ya!! Art science museum. Aku akan ke sana lebih dulu. Waktuku hanya 10 hari, sedikit sekali.


Sofia bersiap-siap untuk berangkat, tidak lupa juga kamera yang menggantung di dadanya. Tapi satu hal yang Sofia lupakan dia akan menemui temannya untuk memperjelas sesuatu.


Sofia berangkat dengan wajah yang berbinar-binar bahagia. Hari ini dia dapat menyalurkan hasrat untuk menjadi fotografer. Sofia telah tiba di Art science museum, dia mulai mengambil foto-foto di sana. Tapi satu yang harus di ingat, Sofia tidak suka dirinya ada di dalam foto koleksinya.


******


*3 hari berla**lu*


Di suatu tempat, tepatnya perusahaan Antara Group. Dirga sedang uring-uringan, sebab sudah 3 hari ini sejak terakhir bersama dengan Sofia, dia tak dapat menuangkan hasratnya pada wanita lain.


"Maaf, Tuan. Tapi sangat susah mencari seseorang tanpa Identitas atau fotonya." Keluh Fander.


"Aahhh, gimana sih. Pakai otak kamu! Kamu bisa melihat rekaman cctv Fander. Di apartement ada cctv," Ujar Dirga dengan kesal.


"Bukannya di apartement anda tidak di pasang cctv Tuan!" Bantah Fander yang mengetahui bahwa Dirga tidak memasang cctv di apaetementnya. Itu semua karena, Dirga tidak mau mamanya mengetahui aktifitasmya.


"Itu hanya di apartementku saja. Tapi yang lainnya pasti ada 'kan! Di tempat parkir pasti cctv. Cepat cari." Pinta Dirga.


Sementara di wanita yang membuat Dirga uring-uringan hingga tak bisa menyalurkan hasrat sedang berdebat dengan seorang pria.


******


"Hallo, apa aku bisa minta fotomu?" Ucap Sofia pada seorang pria.


Pria yang di sapa oleh Sofia, tak mengubrisnya sama sekali. "Haa, sombong sekali." Gumamnya.


"Hai, apa kau mendengarku?" Cegah Sofia, saat pria itu melewatinya. "Aku minta fotomu!!" Ucap Sofia lagi.


Sang pria berbalik lalu menatap Sofia, saat ini ada orang yang berani mencegahnya berjalan, pikirnya.


"Hai Nona!! Apa yang kau lakukan?" Tanya seorang pria lain di samping pria yang di cegah Sofia.


"Aku hanya minta fotonya. Tidak lebih." Jelas Sofia.


"Maaf Nona, tidak ada yang boleh mengambil foto Tuan dengan sembarangan." Jelasnya pria itu lagi, namun tiba-tiba di hentikan oleh sang Tuan.


"Kau ingin Fotoku?" Tanya pria yang di sebut tuan oleh pria lain di sebelahnya.


"Ya!!" Jawab Sofia cepat.

__ADS_1


"Apa kau bisa membayar untuk satu foto?" Ucap pria itu memberih tantangan untuk Sofia.


"Apa? Sombong sekali." Umpat Sofia pelan.


"Kalau tidak, aku pergi sekarang!" Pria iru hendak berbalik namun Sofia mencegahnya.


"Katakan berapa harga untuk satu fotomu?" Ucap Sofia lantang.


"Ohh, good. Mungkin setelah ini aku akan berganti profesi menjadi seorang model!" Jawab pria itu, walau tidak Selaras dengan pertanyaan Sofia.


"Tidak usah basa-basi!! Katakan saja. Aku akan membayarmu!" Ucap Sofia ketus.


"1000 dolar." Jawab pria itu lalu mengambil kaca mata yang di gantung di dadanya dan memakaikan pada dirinya sendiri.


"What? Apa aku tidak salah dengar?" Pekik Sofia sambil mengusap-usap telinganya.


"Ya!! Kau punya uang? Jika tidak aku akan pergi!" Ucap pria itu lagi.


Sofia merasah diremekan, akhirnya membuka tas jinjing miliknya dan mengambil uang kes yang di milikinya, "2000 dolar, untuk 1 foto dengan dada terbuka." Sofia meletakan uang itu di tangan pria yang di hadapannya.


Sang pria menatap Sofia dengan penasaran. "Wanita ini membayarku!!" Batinnya.


"Ok. Ini sangat menantang! Ternyata kau begitu suka dengan bentuk tubuhku. Aku akan membiarkan kau membelainya jika kau mau!" Si pria mengambil cepat telapak tangan Sofia, meletakan di dadanya.


Dengan cepat pula, Sofia mehempas tangannya dari dada pria itu. "Tenanglah!! Aku memberikannya gratis, aku tak akan meminta bayaran jika kau memang mau!" Ucapnya lagi dengan tersenyum.


"Benarkah? Kau bahkan ingin menyimpan fotoku yang bertelanjang dada!" Sofia tak mengubris lagi ucapan pria itu.


Kini pria itu sedang membuka kancing kemejanya, di depan Sofia. Lalu memberikan uang 2000 dolar itu kepada pria di sampingnya. "Ambillah! Itu bonus untukmu."


"Kalau bukan karna mama, tak sudi aku mengotori kameraku dengan fotonya." Umpat Sofia di benaknya.


Sofia mengambil 1 foto pria itu, kemudian selesai. Dia melangkah meninggalkan pria itu tanpa pamit, sedangkan si pria hanya menatap punggung Sofia yang berlalu.


"Unik!!" Ucap pria itu tersenyum dan berlalu dari tempatnya.


******


Zainal telah bersiap-siap untuk kantor pagi ini.


"Papa mau berangkat sekarang? Nggak sarapan dulu?" Tanya Rita.


"Nggak Ma. Nanti saja di kantor. Papa ada jadwal miting pagi ini!" Jawab Zainal.


"Ya, sudah. Hati-hati ya." Ucap Rita.


Zainal pun pergi dengan mengendarai mobinya.


******

__ADS_1


Seminggu sudah Dirga tak menemukan Sofia. Dia tanpak putus asa. Setiap hari pekerjaannya selalu berantakan, untungnya ada Fander yang setia menemaninya dan selalu menyelesaikan segala pekerjaannya dan urusannya.


"Bos, pagi ini kita ada miting!!" Ujar Fander memberitahu pada Dirga.


"Uruslah Fander!! Aku nggak mood." Ucap Dirga yang hanya bersandar di kursinya.


"Tapi bos, ini proyek besar!!" Aduh Fander.


"Aturlah sesukamu!!" Ucap Dirga malas, lalu membuka laptop di depannya.


"Astaga. Baiklah Bos. Aku hanya akan menundah pertemuan untuk beberapa hari ke depan. Aku tak berani mengambil keputusan untuk yang satu ini. Perusahaannya pun tak kalah jauh dengan kita. Perusahaannya punya nama yang cukup besar, mungkin di bawah kita mereka nomor 3 atau nomor 4." Ucap Fander.


"Terserah kau saja!!" Ucap Dirga. "Bagaimana, dengan wanita itu?" Tanya Fander lagi.


"Maaf Bos. Belum ada perkembangan. Cctv di parkiran itu tidak cukup terang karena malam hari, apalagi hanya memperlihatkannya dari sisi samping saja saja. Di pagi hari, mobilnya tidak di tangkap oleh cctv. Dan Cctv di klub itu juga rusak." Jelas Fander.


Dirga hanya diam. "Mungkin aku harus melupakannya." Batin Dirga.


******


Zainal kembali ke rumah saat siang hari. Rita menjeputnya, tapi wajahnya terlihat kesal.


"Ayo, Pa! Kita langsung makan saja ya!" Ajak Rita pada suaminya.


Zainal pun mengangguk tanda setuju lalu mengikuti istrinya kearah meja makan.


"Gimana miting tadi pa?" Tanya Rita, melihat raut wajah suaminya yang buram, mungkin terjadi sesuatu.


"Nggak jadi Ma!!" Ucap Zainal kesal.


"Loh, kenapa?" Tanya Rita penasaran.


"Di mundurin, minggu depan!! Papa jadi kesal sekali dwngan orang itu. Seenaknya saja menunda miting yang sebelumnya sudah di sepakati. Tidak konsisten." Zainal tetap saja kesal.


"Ya, sudahlah Pa. Gimana kalau minggu depan suruh Sofia aja yang ketemuan. 'Kan 3 hari lagi Sofia pulang!" Usul Rita di terima dengan baik oleh Zainal, dia langsung menyetujui saran dari istrinya.


"Benar juga! Papa udah malas, ketemu sama orang itu, biarkan Sofia yang menghendelnya. Itung-itung buat belajar juga, nantinya dia akan menjadi pemimpin di perusahaan." Jawab Zainal menyetujui.


"Iya, Pa! Siapa tau ketemu jodohnya juga di sana. Hihihi..." Ujar Rita sambil terkikik.


.


.


.


.


By... By...

__ADS_1


__ADS_2