One Night Love

One Night Love
Keberadaan Kevin


__ADS_3

Dirga dan Sofia kini sedang duduk di sofa, menikmati suasana dengan menonton acara Tv.


"Baby. Kau tidak ganti baju dulu?" Tanya Dirga yang sedang menempel di pundak Sofia.


"Aku tidak bawah baju ganti." Jawab Sofia yang sedang menikmati camilan di tangannya.


"Masuklah ke kamar. Aku sudah menyiapkan baju ganti untukmu!" Ujar Dirga.


"Baju apa yang kau siapkan?" Tatapan Sofia mengintimidasi pada Dirga. "Jangan-jangan baju bolong-bolong yang dia siapkan untukku!" Batin Sofia.


"Ya baju ganti Sayang!! Kau akan selalu berada di sini. Jadi aku menyiapkan baju-baju di dalam lemari agar di waktu seperti ini kau bisa berganti pakaian. Bahkan pakaian dalam juga ada!" Seru Dirga tanpa rasa malu.


"Apa? Pakaian dalam juga?" Seru Sofia kaget.


Dirga hanya menganggukan kepala saat mendapati pertanyaan dari Sofia.


Sofia segera berlaru ke arah kamar, memastikan apa yang di katakan oleh Dirga. Sesampainya di dalam kamar langsung saja Sofia membuka lemari yang terpajang di sana, dan benar saja. Di sana sudah tergantung pakaian-pakaian wanita yang masih berlabel dengan harganya pula.


Sofia menarik laci di dalam lemari itu dan terpampang sudah pakaian-pakaian dalam wanita lengkap.


Sofia menutup mulutnya sendiri mendapati itu semua, dia bahkan menggeleng-gelengkan kepalanya saat terbayang bagaimana cara dia memilih pakaian-pakaian itu beserta ********** juga.


Dia harus menanyakan pada Dirga, bagaimana dia mendapatkan semua itu dan memilih ukuran dari pakaian dan ********** yang terlihat semua pas dengan ukuran badannya. Sofia kembali pada Dirga dengam seribu pertanyaan di benaknya.


******


Sementara saat ini Rita sedang memasak banyak sekali makanan untuk makan malam. Setelah mendengar cerita dari suaminya, Rita berinisiatif mengajak Sofia dan Dirga makan malam di rumah mereka, sehingga dia harus berkutat di dapur dengan segala macam jenis bahan makanan.


Setelah selesai Rita segera menyiapkan makanan di atas meja makan dan menyusul suaminya di ruang kerja.


"Pa! Hubungi Sofia ajak dia makan malam di rumah bersama sih siapa tadi?" Ujar Rita saat memasuki ruang kerja suaminya.


"Dirga, Ma!!" Seru Zainal. "Mama saja yang telvon. Kalau Papa, Sofia pasti tidak akan mau." Lanjut Zainal yang sedang mengetik di laptopnya.


"Ok. Mama hubungi dulu ya. Papa juga! Siap-siap deh. Masakan sudah masak semuanya." Ucap Rita meninggalkan suaminya.


"Hallo!! Sofia. Mama udah masak di rumah, kamu makan malam di rumah ya... Ajak juga sih Dirga. Mama kepo, mau liat!!" Ujar Rita di telvon.


Tut tut tut tut


******

__ADS_1


"Siapa Baby?" Tanya Dirga yang baru saja selesai bersiap-siap untuk pergi makan malam bersama Sofia.


"Mama!!" Jawab Sofia malas. "Mama, ngajak makan malam di rumah!" Lanjutnya.


"Bersamaku?" Tanya Dirga antusias.


"Ya!!" Jaqab Sofia singkat.


"Ok. Aku sudah siap. Kita pergi sekarang?" Tanya Dirga.


"Tidak sebentar lagi!"


Dirga kembali duduk di samping Sofia, merangkul pundaknya. "Ada apa sih Beb? Kok, kamu kayak nggak suka, aku pergi ke rumahmu?" Tanya Dirga lembut.


"Bukan seperti itu. Tapi aku belum siap saja, di tanya yang macam-macam sama mama dan papa!" Jelas Sofia.


"'Kan kita memang sudah macam-macam Baby." Ujar Dirga.


"Aku serius!!" Jawab Sofia.


"Ok. Kalau mereka bertanya, biar aku yang jawab." Ujar Dirga.


"Baby. Kenapa kita tidak menikah saja?" Tanya Dirga saat mereka masih dalam keadaan duduk di sofa.


"Apa?" Kaget Sofia. "Kau tau bagaimana hubungan kita sekarang? Aku belum punya rasa padamu, untuk sekarang dan tidak tahu untuk nanti." Jelas Sofia lagi.


"Apakah rasa itu akan datang nanti? Bagaimana jika rasa itu tidak akan pernah ada untukku? Sedangkan aku sekarang sangat ingin memilikimu seutuhnya dan tak pernah ingin kehilanganmu." Pertanyaan yang membuat Sofia terpaku. Benarkah laki-laki ini sudah mempunyai rasa padanya.


"Kau ingat? Yang kau katakan. Jika suatu saat di antara kita ada yang tak memiliki perasaan, maka kita akan rela melepaskan dan tak akan saling mengusik lagi." Ujar Sofia.


"Sofia! Aku tahu. Tapi aku sudah tak tahan lagi dengan perasaanku. Dulu sebelum ada kau, tak pernah ada yang membuatku seperti ini. Jujur dulu setiap malam aku akan bergonta-ganti wanita, tapi tidak untuk sekarang. Aku ingin membina keluarga bersamamu. Aku sadar hidup bukan hanya untuk kesenangan semata." Jelas Dirga.


"Jalani saja yang sekarang! Kita akan lihat ke depannya nanti." Ucap Sofia. "Ayo, kita pergi sekarang!" Ajak Sofia segera beranjak dari duduknya.


******


Sementara di samping apartement Dirga, tepatnya ruangan apartement samping Dirga tinggali sepasang kekasih tengah berdebat tentang suatu pernikahan.


"Apa maumu Lidya?"


"Aku mau kau menikahiku, Kevin!!" Ucap wanita itu lantang.

__ADS_1


Ternyata selama ini Kevin tinggal di samping apartement Dirga. Takdir tak pernah menunjukannya pada Sofia. Mungkin memang bukan jodohnya.


"Kevin, kandunganku sudah 3 bulan dan akan mulai membesar, orang-orang akan tahu Kevin!" Bentak Lidya.


"Hubungan kita adalah sebuah kesalahan. Kau menjebakku. Aku tahu itu. Aku akan bertanggung jawab atas anak itu, tapi tidak untuk menikahimu. Itu tidak mungkin. Aku akan menikahi Sofia!" Jelas Kevin.


"Itu tidak penting lagi Kevin. Sekarang hamil dan kau harus bertanggung jawab padaku. Lagi pula pernikahanmu dan Sofia sudah batal. Tanggal pernikahan sudah lewat dan kau tidak pernah muncul lagi di sana." Jelas Lidya tersenyum sinis.


"Aku akan kembali pada Sofia, saat anak itu lahir dan aku akan menikahinya. Kau harus tau itu. Aku tidak pernah menyukaimu, aku hanya mencintai Sofia. Sofia seorang." Ujar Kevin dengan bentakan.


"Sofia, Sofia, Sofia. Hanya dia yang ada dalam pikiranmu. Lupakan dia. Dia tak akan pernah mau menerimamu lagi." Lidya berdiri dari duduknya menatap Kevin yang saat ini sangat marah.


"Tidak. Dia sangat mencintaiku. Sofiaku akan menerimaku kembali." Ucap Kevin.


"Kau yakin? Mungkin saja Sofia kini sudah memiliki pria lain."


Praaang


Kevin melempar vas yang berada di dekatnya. Lidya sampai menutup mata dan telinganya saat melihat Kevin melakukan itu. Kevin sungguh tak dapat mengendalikan dirinya saat Lidya mengatakan Sofia sudah memiliki pria lain. Hatinya sungguh panas mendengarnya.


"Hanya itu yang bisa kau lakukan? Ingat Kevin. Ku beri waktu 1 bulan, segera urus pernikahan kita. Kalau tidak, aku akan memberitahu semua orang bahwa aku mengandungbanakmu." Ancam Lidya sebelum pergi dari apartement Kevin.


"Haa..." Kevin sungguh kesal. Dia tak dapat berbuat apa-apa karena Lidya mempunyai bukti bahwa mereka pernah tidur bersama. Dan itu membuat Kevin sangat frustasi karena Lidya akan mengungkap semua itu jika pernikahannya dan Sofia masih di lanjutkan.


******


Saat ini Sofia dan Dirga tengah memasuki lift. Lidya yang telah keluar dari apartement Kevin kini menuju pintu lift. Saat pintu lift belum benar-benar tertutup Sofia dapat melihat dengan jelas, wanita yang sama saat dia baru pertama kali datang ke apartement Dirga, dia mengejarnya waktu itu namun tak dapat di jumpainya.


"Tunggu!!" Dengan cepat Sofia membuka kembali pintu lift yang hampir benar-benar tertutup itu."


Ting


.


.


.


.


By... By...

__ADS_1


__ADS_2