
Para perawat segera membawah Dirga kembali ke ruangannya dengan di ikuti Riana dan yang lainnya.
"Maaf, berapa lama setelah ini dia akan sadar?" Tanya Sofia setelah sampai di ruangan Dirga.
"Beberapa jam lagi. Mungkin satu atau dua jam lagi." Jawab Perawat yang membawah Dirga dan mendapat anggukan dari Sofia.
******
Sementara di rimah sakit lainnya. Kevin sedang di rawat di ssbuah ruangan, ayah beserta ibunya juga berada dalam satu ruangan bersama Kevin.
Perlahan-perlahan mata kevin terbuka dan merasakan perih di kakinya.
"Aakkh" jerit Kevin.
"Kevin!! Kamu sudah sadar?" Ibu kevin langsung mendekatinya dan mengusap kepala pria itu.
"Bu, Kaki ku kenapa?" Tanya kevin dengan suara seraknya.
"Kamu kecelakaan nak! Kakimu patah!" Seruibu Kevin.
"Apa? Tidak mungkin! Tidak!"
"Tenanglah!" Ucap ibu Kevin. Air matanya mengalir melihat malangnya nasib putranya kini.
"Itu balasan untukmu! Sekarang polisi sedang menunngumu di luar ruangan ini. Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu!" Ketus ayahnya yang tengah duduk di sofa.
"Tidak! Ayah, tolong aku ayah. Aku tidak ingin masuk penjara." Kevin shok mendengar ada polisi kini bersama mereka, dia akan masuk penjara setelah ini.
"Tidak! Kau sudah keterlaluan. Kau mempermalukan keluarga kita berkali-kali!" Ayah sungguh tidak peduli lagi padanya. "Bahkan Sofia sebentar lagi akan menikah. Kau sudah tidak bisa apa-apa lagi." Lanjut ayah Kevin dan berlalu dari ruangan itu.
Ibunya hanya bisa menangis, ayah Kevin tak mau membantuh karena merasa anaknya telah mempermalukan keluarga mereka. Apalagi Dirga adalah investor di perusahaannya, jika Dirga mencabut saham di perusahaannya maka kebangkrutan sudah pasti di alaminya.
"Tidak! Aku akan membalas mereka. Ini semua karena Sofia dan pria brengs*ek itu!" Ujar Kevin dalam kemarahan.
"Sudahlah, Kevin. Hentikan! Jangan berbuat yang tidak-tidak." Ucap ibunya.
"Lihat saja, setelah ini aku akan mengusik kehidupan mereka. Hingga tidak ada kebahagiaan untuk mereka."
"Kevin!!" Bentak ibunya.
Kevin tak mendengarkan seruan ibunya, yang memohon padanya. Dia memalingkan wajahnya ke arah lain dengan Emosi yang di pendam.
******
Beberapa hari berlalu, kini Dirga sudah di ijinkan pulang oleh dokter, namun dalam beberapa bulan dia tetap harus mengenakan kursi roda.
Pernikahan mereka pun sudah di tetapkan 3 bulan setelahnya, menunggu keadaan Dirga benar-benar pulih.
"Jadi kita sudah sepakat, ya! Sofia akan tinggal di mansion bersamaku sampai hari pernikahan." Ujar Riana.
__ADS_1
"Ya, mau bagaimana lagi. Jika putramu tidak mau di rawat oleh orang lain, dan Sofia juga tak mengijinkan orang lain merawatnya." Jawab Rita dengan nada malas.
"Sebaiknya kita mengakadkan mereka dulu!" Ujar Zainal.
Saat ini mereka semua berada di mansion Antara karena dua sejoli yang tak mau terpisahkan. Sofia akan tinggal di sana karena dia tidak mengijinkan perawat membantu Dirga, apalagi jika itu wanita.
"Aku terserah saja! Jika mempelai mau, agar tidak terjadi fitnah." Jawab Riana.
"Kami setuju!!" Seru kedua orang yang sedang dibicarakan itu.
"Astaga, kompak sekali." Gerutu Rita.
"Baiklah, kapan kita akan melakukan akad untuk mereka." Tanya Riana.
"Sekarang saja! Kita panggil penghulu dan langsung melakukan akad." Jawab Zainal.
"Haa! Secepat ini." Riana dan Rita berseru kaget.
"Bagaimana dengan persiapannya?" Tanya Riana.
"Ku rasa tidak perlu. Kita hanya mengundang penghulu dan saksi saja." Jawab Zainal.
"Tapi..." Rita ingin bicara tapi Zainal sudah menyelah lagi.
"Ku rasa mereka juga berpikir yang sama denganku." Zainal menunjuk Sofia dan Dirga yang duduk bersama mereka.
Keduanya mengganguk tanda setuju.
"Iya." Sambung Sofia. "Biar bebas pegangnya!" Lanjut Sofia dengan senyuman mengembang.
Para orang tua hanya mengelengakan kepalanya mereka. Sebaiknya memang harus di percepat, jangan sampai mereka khilaf pikir para orang tua.
Orang-orang tua itu belum tahu saja, jika hubungan mereka terjadi karena cinta satu malam yang merubah kehidupan Dirga. Dari seorang casanova yang bergonta-ganti pasangan menjadi Dirga yang sekarang yang tak mau lagi memandang wanita lain.
Beberapa jam setelah itu penghulu telah datang dengan para saksi. Dirga dan Sofia sudah siap dengan pakaian yang biasa saja, tanpa ada gaun pengantin atau kebaya. Bahkan tidak ada perias, yang sekedar merias wajah mereka yang nampak sedikit kusam karena baru saja kembali dari rumah sakit dan itu membuat Rita menggerutu sepanjang akad nikah terjadi.
"Bagaimana saksi?" Tanya penghulu.
Sah
Sah
Sah
Ucap para saksi yang telah hadir di pernikahan sederhana itu. Penghulu kemudian memberikan ceramah tentang menjadi suami dan iatri yang baik.
"Ini akadnya gimana sih? Nggak ada gaun, nggak ada perias. Kitakan jadi jelek-jelek semua." Gerutu Rita dengan wajah cemberut melihat foto-foto akad nikah Sofia dan Dirga di ponselnya.
"Yang penting sah!!!" Seru pasangan pengantin yang baru saja melaksanakan akad nikah mereka.
__ADS_1
Semua anggota keluarga tersenyum lebar melihat kekompakan di antara pengantin dan kekesalan Rita.
...END/TAMAT...
.
.
.
.
Maaf yaπ Author tamatin sampai di sini ceritanya.
Nanti akan ada season 2, setelah novel baru author selesai.
Jangan lupa mampir ya.
Rania Sutesja, istri dari pengusaha terkemuka di negaranya.
Usia pernikahan Rania sudah lima 5 tahun, namun pernikahan yang terjadi karena perjodohan itu tak pernah membawah kebahagiaan untuk Rania.
Erkan Dimatra, seorang duda kaya raya lebih kaya dari suami Rania, memiliki seorang putri yang berusia 6 tahun.
Saat pertama kali melihat Rania, dia sudah menaruh hati padanya dan saat mengetahui pernikahan Rania yang tidak bahagia, Erkan memutuskan untuk merebut Rania dari suaminya.
.
.
.
"Dari mana saja anda Tuan Maikel? Anda meninggalkan istri secantik ini duduk sendiri!" Ujar Erkan.
"Oh, iya. Tadi saya ada di sebelah sana, ada rekan bisnis yang mengajak saya mengobrol."
"Hati-hati Tuan Maikel. Nanti ada yang mencuri istri cantikmu ini!!" Seru Erkan dan berlalu dari tempat itu.
Maikel menatap Rania tajam, seperti mempertanyakan maksud dari Erkan. "Pulang sekarang!!" Seru Maikel pada Rania
.
.
By... By...
Love you allπ
__ADS_1
π€π€π€π€π€