
Lidya kini telah berada di apatementnya sendiri. Dia terlihat sangat frustasi, dia tahu kalau semua kejadian yang terjadi padanya adalah perbuatan Kevin dan dia berjanji untuk membelas dendam, namun bukan pada kevin melainkan pada Sofia.
"Lihat saja, apa yang akan aku lakukan?" Gumam Lidya. "Semua ini gara-gara Sofia. Wanita ja**ng tidak tahu malu." Pekik Lidya yang memberontak melempar segala sesuatu yang berada di depannya.
"Tunggu saja Sofia. Aku akan membalas dendam padamu!!" Seru Lidya dengan emosi yang memuncak.
******
Hari ini, Sofia dan Dirga di haruskan pergi ke butik untuk mencoba baju pengantin yang telah di sediakan sang desainer terkenal.
"Honey, ayo! Mama sama Tante sudah di sana nungguin dari tadi." Ajak Sofia, yang sedari tadi sedang menunggu Dirga dengan pekerjaaannya.
"Sabar Beb! Ini sebentar lagi." Ujar Dirga yang sedang menghadap laptopnya.
Sofia hanya menghebuskan nafasnya malas, Dirga sangat susah untuk di ajak keperluan seperti itu, padahal semuanya untuk pernikahan mereka.
"Kalau kamu nggak jalan skarang aku pergi sendiri!!" Ucap Sofia sembari beranjak dari duduknya.
"Ok-ok. Selesai kita pergi!" Seru Dirga cepat.
Dirga segera menutup laptopnya dan mengikuti langkah Sofia dengan cepat.
__ADS_1
"Beb, kenapa kita nggak langsung pakai di hari pernikahan saja? 'Kan nggak susah-susah buat pergi mencobanya!" Ucap Dirga.
"Au ah!" Sofia sangat bete saat ini.
Kini mereka berdua telah sampai di parkiran mobil, keduanya segera masuk ke dalam mobil dan melaju ke butik yang sudah menyediakan pakaian pengantin untuk mereka.
******
Di waktu yang sama sebuah mobil telah mengikuti mereka, namun tak di sadari oleh Dirga dan Sofia. Siapa lagi yang berada dalam mobil itu kalau bukan Kevin, dia akan mengikuti mereka hingga fia mendapatkan kesempatan untuk mencelakai Dirga.
"Honey, aku haus! Mampir beli air mineral deh dulu!!" Seru Sofia.
"Ok. Ada kios di depan, kita mampir." Jawab Dirga. "Kamu di sini saja! Biar aku yang turun!" Dirga tak mengijinkan Sofia untuk turun karena melihat sang penjaga kios adalah seorang pria yang bisa di bilang tampan. Sofia pun menganggukan kepalanya.
Braak
Dirga terhempas ke depan dan terguling saat sebuah mobil dengan sengaja menyerempetnya. Sofia yang melihat kejadian itu sangat shok, di berteriak dan segera keluar dari mobil.
"Dirga!!" Pekik Sofia yang masih berada dalam mobil.
Orang-orang telah mengerubungi Dirga saat ini hingga tak tetlihat oleh Sofia. Dia segera berlari keluar menuju tempat Dirga berada saat ini.
__ADS_1
Sofia menerobos orang-orang yang berada di sana.
"Dirga! Dirga!! Dirga bangun Dirga. Hiks... Hiks... Hiks..." Tangis Sofia pecah saat melihat Dirga yang terkapar di aspal dengan kepala yang di penuhi darah, ternyata saat jatuh kepalanya terkena trotoar dan membuat darah segar menguncur dari kepalanya.
Entah siapa yang memanggil kini ambulans telah di samping korban kecelakaan dan segera membawahnya. Sofia segera berlari ke arah mobil dengan masoh terisak, Sofia mengendarai mobil Dirga mengikuti ambulans di depannya.
Kini mobil ambulans bersama mobil yang di kendarai Spfia memasuki kawasan rumah sakit, dengan segera Dirga di bawah ke unit gawat darurat.
Sofia mengikuti ke mana arah para orang-orang berseragam putih itu membawah Dirga dan kini Sofia pun terhenti di depan pintu karena sudah di tutup oleh para perawat itu.
Sofia duduk dengan masih terisak tangis hingga bahunya bergetar karena tangis itu. Dengan hati yang gundah gulana Sofia mengeliarkan ponsel dari tas slempang yang di pakainya saat ini, bermaksud untuk menghubungi keluarga namun mulut itu tak sanggup untuk bicara. Dengan berat hati akhirnya dia hanya mengirimkan sebuah pesan yang menyatakan bahwa Dirga kecelakaan dan kini berada di rumah sakit.
Seseorang kini tengah memperhatikan Sofia yang tengah duduk di kursi tunggu ruang UGD. Orang iru tidak lain adalah Kevin, dengan berpura-pura tidak tahu apa-apa Kevin mendekat ke arah Sofia untuk menyapanya.
"Sofia!!" Sapa seseorang pada Sofia yang sedang duduk.
.
.
.
__ADS_1
.
By... By...