One Night Love

One Night Love
Menikah... sekarang


__ADS_3

Ting


Sebuah pesan masuk ke ponsel yang berada di depan Sofia. Dia sangat penasaran dengan pesan yang masuk ke ponsel itu, namun dia tidak enak untuk melihat siapa pengirim pesan itu.


Kini Dirga kembali dengan pakaian yang sudah di gantinya. Berjalan ke arah Sofia dan mengajaknya pergi.


"Ayo Beb!" Ajak Dirga mengulurkan tangannya agar di sambut oleh Sofia.


"Ponselmu!" Sofia menunjuk ponsel yang berada di meja.


"Oh! Ambilakan Beb," Pinta Dirga.


Sofia meraih ponsel dan menyambut tangan Dirga. "Ada pesan masuk di ponselmu!" Ujar Sofia.


"Kenapa kau tak membukanya?" Tanya Dirga.


"Aku tidak berani!" Jawab Sofia serius.


Dirga dan Sofia berjalan menuju pintu keluar apartement.


"Bukalah." Pinta Dirga.


Sofia menatap Dirga seperti bertanya, sungguh! Dan dirga pun menganggukan kepala.


"Dari Fander!" Ucap Sofia.


"Mungkin urusan pekerjaan. Bacakan!" Pinta Dirga lagi yang sibuk menggandeng Sofia.


"Tuan, Nyonya besar akan pergi ke apartementmu!!" Seru Sofia yang membaca pesan di ponsel Dirga.


Klek


"Apa?" Pekik Dirga. Saat tangannya menghela hendel pintu untyk keluar.


Braak


Dengan cepat Dirga menutup kembali pintu yang sudah terbuka sedikit, tidak membiarkan kaki mereka melangkah keluar.


"Kenapa?" Tanya Sofia heran.


"Mama akan datang ke sini! Jangan sampai dia memergoki kita di sini!" Ujar Dirga panik.


"Memangnya kenapa?" Tanya Sofia penasaran.


"Apa kau mau kita di nikahkan sekarang juga? Jika kau mau, tidak masalah. Kita akan menunggunya di sini." Jawab Dirga.


"Apa? Menikah... Sekarang!!" Sofia terkejut. "Astaga, aku tidak mau menikah sekarang!! Apalagi akan di tuduh macam-macam!! Bagaimana sekarang? Cepat.., apa yang harus kita lakukan?" Sofia tak kalah paniknya dengan Dirga.


"Hei, tenang. Tenanglah Sofia." Dirga merangkul bahu Sofia untuk menenangkannya.


"Ayo, sekarang ikut aku!!" Ucap Dirga. "Perhatikan, jika ada wanita paruh baya bararti itu mamaku. Jadi kita harus bisa menghindar." Ucap Dirga lagi.

__ADS_1


Sofia hanya menganggukan kepalanya, tanda mengerti.


Dirga menghela kembali hendel pintu, menjulurkan kepalanya di balik pintu dan melihat ke arah lorong. Dirga kembali menatap Sofia dan mengangguk yang berarti aman.


Mereka berdua keluar dari apartement itu, seperti dua orang pencuri yang takut ketahuan.


"Tunggu di sini! Aku akan membuka lift!" Pinta Dirga. Meninggalkan Sofia tak jauh dari lift yang akan membawah mereka turun.


Sofia tegang menunggu Dirga yang berada di depan pintu lift, begitu juga dengan Dirga.


Ting


Dan saat lift terbuka terlihat seorang wanita paruh baya di dalam lift itu. Sofia menutup mulutnya tak percaya. Hampir saja mereka tertangkap, pikirnya.


Dan benar saja, Riana sudah berada di depan Dirga sekarang. Matanya menatap tajam ke arah Dirga.


"Dasar!! Anak kuranga ajar. Kenapa kau membuatku seperti baling-baling bambu, yang ke sana, ke mari mencarimu? Kau sengaja ingin menghindari mama?" Cecar Riana saat melihat sosok Dirga di depannya.


"Mama!! Apaan sih? Kenapa Mama bisa ke sini?" Tanya Dirga mengalihkan pandangan Riana yang lurus ke depan. Jangan sampai Sofia keluar dari tempat di mana dia meninggalkan Sofia tadi.


"Kenapa sih kamu?" Tanya Riana yang merasa tubuhnya di putar oleh anaknya sendiri.


"Nggak ada! Mama mau ke mana? Dirga mau pergi sekarang." Ujar Dirga.


"Mama mau ke apartementmu! Ayo." Ajak Riana.


"Tapi Ma. Dirga lagi banyak kerjaan, mau balik ke kantor sekarang!" Bohong Dirga.


"Nggak ada! Sibuk apanya? Kamu hanya berleha-leha di apartementmu ini, dan sekarang kamu bilang sibuk. Kamu mau Mama mengeluarkanmu dari kartu keluarga?" Suara Riana menggelegar di depan pintu lif itu.


"Ayo cepat! Ke apartementmu sekarang!" Ucap Riana.


Dirga segera merangkul Riana dari arah sebelah di mana dia meninggalkan Sofia.


"Tumben, kamu mau dekat-dekat dengan mama?" Riana mengatakan hal itu dengan sinis.


"Lagi pengen aja!!" Jawab Dirga.


Saat keduanya berjalan menuju ke apartement Dirga. Dengan cepat Dirga meraih kunci mobil di kantongnya dan sesaat ketika melewati tempat di mana Sofia berada Dirga melempar kunci itu tepat di depan Sofia.


Dengan Sigap Sofia menangkap kunci yang di lemparkan padanya. Setelah mendapatkan kunci mobil Dirga, Sofia segera keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah lift.


Sejenak Sofia melirik ke arah Dirga sebentar, dan pada saat itu juga Dirga memalingkan wajah melihat apa Sofia telah pergi atau tidak. Netra keduanya saling bertemu, tersenyum kecil dan melanjutkan perjalanan masing-masing.


******


Di perusahaan Zainal, dia sedang mengintrogasi sekertaris pribadinya Sandra.


"Bagaimana dengan mitingnya?" Tanya Zainal pada Sandra yang duduk di depannya.


"Sukses Tuan. Kontrak yang anda buat sudah di tanda tangani. Ini," Sandra menyerahkan berkas di tangannya pada Zainal.

__ADS_1


"Benarkah? Lalu di mana Sofia?" Tanya Zainal lagi.


"Tadi..." Sandra menjedah ucapannya seakan ragu mengatakan pada Zainal.


"Tadi, kenapa?" Tanya Zainal.


"Maaf Tuan! Tadi, selesai menandatangani kontrak kita. Rekan miting kita mengajak Nona pergi." Jawab Sandra.


"Ke mana?" Tanya Zainal penasaran.


"Maaf. Saya tidak tahu Tuan. Tapi sepertinya Nona mengenal Rekan kita itu dengan baik." Ujar Sandra.


"Iya, soalnya tadi...." Sandra menceritakan kejadian di waktu miting pada Zainal dengan lengkap.


"Apa? Jadi seperti itu. Apa Tuan Dirga itu masih muda?" Tanya Zainal.


"Iya Tuan. Kalau di lihat dari wajahnya mungkin seumuran dengan Nona Sofia." Jawab Sandra lagi.


"Apa mereka punya hubungan khusus?" Tanya Zainal lagi semakin penasaran dengan putrinya.


"Saya kurang tahu. Karena di sana Nona tidak banyak bicara, kecuali Tuan Dirga." Ucap Sandra.


"Kamu tidak tanya, mereka mau ke mana?" Zainal berpikir, mungkin putrinya telah menemukan pengganti Kevin.


"Nona tidak mrmberitahu. Saya pun, yang ingin mencegah Nona pergi tapi tidak di dengarkan." Ucap Sandra lagi.


"Baiklah! Kamu bisa kembali bekerja. Saya akan menanyakan kelanjutannya pada Sofia." Ucap Zainal mengakhiri obrolan mereka.


"Baik. Saya permisi." Pamit Sandra kemudian kembali ke ruangannya.


******


Sementara Sofia yang tengah mengendarai mobil Dirga, memutuskan kembali ke rumah karena saat ini dia sudah sangat lapar. Rencana makan siangnya bersama Dirga tak dapat di lanjutkan karena kedatangan Riana ke apartementnya Dirga. Dan saat ini dia swdang malas makan di restoran dengan seorang diri, lebih baik dia kembali ke rumah dan makan masakan rumahan.


Mobil yang di kendarai Sofia memasuki, halaman rumah kediaman Pradipta. Sofia turun dari mobil dan memasuki gerbang utama kediaman Pradipta.


Saat akan membuka pintu, Sofia terkejut dengan sosok Zainal di depannya.


"Papa?" Kaget Sofia.


"Eh, kok kamu sudah pulang?" Tanya Zainal.


"Iya Pa. Laper, mau makan siang di rumah saja." Jawab Sofia.


"Ke mana mobilmu? Itu mobil siapa?" Tanya Zainal saat melihat keluar dan menemukan mobil asing di depan rumahnya.


.


.


.

__ADS_1


.


By... By...


__ADS_2