One Night Love

One Night Love
Kevin tertangkap


__ADS_3

"Astaga, sayang. Aku tidak tahan!" Seru Dirga dengan berbisik yang nafasnya sudah naik turun karena perlakuan Sofia. "Dok bisa bawah sekarang?" Dokter pun mengangguk sedangkan Sofia hanya tersenyum.


******


Di kantor polisi, Fander sedang mengantarkan bukti-bukti tentang kecelakaan Dirga. Dengan segala usahanya akhirnya Fander mendapatkan bukti tentang kecelakaan itu dan menyerahkan kepihak polisi.


Kini polisi segera bergerak mencari keberadaan Kevin ke rumahnya.


"Slamat siang," sapa seorang petugas kepolisian pada ibunya Kevin yang tengah duduk di teras rumah.


"Siang! Ada apa ini? Apa ada sesuatu?" Ucap ibu Kevin yang di kejutkan dengan kedatangan beberapa orang polisi.


"Ya! Kami ada keperluan dengan Tuan Kevin Wiliam. Apa beliau ada di rumah ini?" Ucap polisi itu.


"Ada apa ya Pak? Apa anak saya melakukan sesuatu?" Tanyanya khawatir.


"Anak nyonya tersangka dari kecelakaan yang di alami Tuan Dirga Antara, yang saat ini masih di rawat di rumah sakit." Jelas polisi tadi.


"Apa?" Ibu Kevin jatuh terduduk di kursi yang di dudukinya tadi. Dia sangat shok mendengar putranya menjadi tersangka sebuah kecelakaan, apalagi orang yang di sebut bukan orang sembarangan. "Tapi, Pak. Bagaimana mungkin anak saya mencelakai orang. Apalagi kami tidak pernah berurusan dengan keluarga Antara." Jelasnya lagi.


"Semua bukti-bukti sudah di kumpulkan dan anak Nyonya terbukti bersalah. Bahkan dia sudah merencanakan sebelum kejadian itu terjadi." Jelas pak polisi.


"Astaga! Kevin. Apa yang kamu lakukan? Apa anda yakin, Pak? Apa motifnya?" Tanya ibu Kevin lagi, masih tak percaya jika putranya melakukan itu.


"Nona Sofia Pradipta saat ini menjalin hubungan dengan Tuan Dirga. Dan kami dengar sebelumnya Tuan Kevin dan Nona Sofia batal menikah. Mungkin karena cemburu."

__ADS_1


"Sofia," lagi-lagi ibunya Kevin di kejutkan dengan hubungan Dirga dan Sofia. "Maaf, Pak. Tapi saat ini Kevin tidak di sini..."


Belum selesai ucapan ibunya Kevin, seorang polisi lainnya melihat mobil yang di kendarai Kevin berhenti di depan rumah.


"Pak! Itu mobilnya." Sambil menunjuk mobil yang berhenti di depan gerbang.


Kevin yang baru saja sampai di sana dan melihat ada polisi di rumahnya segera menancapkan kembali gas mobilnya untuk melarikan diri.


"Kejar!" Pinta sang atasan kepolisian yang masih berdiri di samping ibunya Kevin.


Para polisi segera bergerak menuju mobil mereka dan mengejar Kevin yang melarikan diri.


Maka terjadi kejar-kejaran antara Kevin dan pihak kepolisian, tembakan peringatan pun telah di layangkan pihak polisi namun Kevin tetap saja menancapkan gas mobilnya lebih cepat hingga di sebuah tikungan, Kevin hilang kendali dan menambrak tiang listrik di sisi jalan.


Mobil yang di kendarai Kevin terhenti seketika dan mengepulkan asap dari arah depan mobil.


Saat ini Kevin tidak sadarkan diri, dahinya mengeluarkan dara yang cukup banyak dan kakinya yang terjepit berkemungkinan patah. Pihak polisi memberitahukan keluarganya tentang kejadian itu dan segera membawahnya ke rumah sakit.


******


Di rumah sakit tempat di mana saat ini Dirga sedang di operasi Riana dan Sofia berserta keluarganya tengah menunggu di depan ruang operasi.


Operasi yang dilakukan memang bukan operasi yang besar, namun mereka mengharapkan operasi yang di lakukan tetap berjalan lancar.


Dua jam lebih menunggu dokter keluar dari ruang operasi.

__ADS_1


Riana dan lainnya segera berdiri dan menghadang dokter yang keluar dari ruangan.


"Bagaimana, Dok?" Tanya Riana dwngan wajah cemas.


"Bukan masalah! Hanya operasi kecil dan semua berjalan lancar." Jawab Dokter kemudian berlalu dari sana.


Semuanya berseru bahagia, apalagi Sofia yang tak bisa di gambarkan seperti apa kebahagiaannya saat ini.


Beberapa waktu berlalu Dirga telah di keluarkan dari ruang operasi, namun keadaannya belum sadar di karenakan obat bius pasca operasi.


Para perawat segera membawah Dirga kembali ke ruangannya dengan di ikuti Riana dan yang lainnya.


"Maaf, berapa lama setelah ini dia akan sadar?" Tanya Sofia setelah sampai di ruangan Dirga.


"Beberapa jam lagi. Mungkin satu atau dua jam lagi." Jawab Perawat yang membawah Dirga dan mendapat anggukan dari Sofia.


******


.


.


.


.

__ADS_1


By... By...


__ADS_2