One Night Love

One Night Love
Kecelakaan


__ADS_3

Fander saat ini telah mengkode Sandra untuk segera keluar dari ruangan itu. Sandra pun melangkahkan kakinya menuju arah pintu keluar, namun suara Dirga mencegahnya.


"Tunggu! Tidak perlu keluar. Tidak ada yang pribadi di sini. Kalian bisa menyaksikan apa yang akan di katakan nona Sofia." Ujar Dirga yang di tujukan pada Sandra dan Fander yang hendak keluar dari ruangan.


"Dirga!!" Panggil Sofia.


"Maaf! Tuan Dirga. Di sini kita sebagai rekan bisnis, tidak lebih." Dirga membuang pandangannya ke arah luar ruangan yang di batasi dengan kaca.


"Apa kau tidak bisa bersikap seperti biasa saja?" Tanya Sofia di balik punggung Dirga.


"Tidak bisa." Jawab Dirga ketus. Dia mengingat kembali saat Sofia menolaknya saat itu. "Sikap seperti apa yang kau katakan? Apa kau ingin melakukan malam di mana kita menyatu? Aku siap untuk menjadi pengganti untuk satu malam lagi!" Lanjut Dirga. Sangat perih terasa hati Sofia yang mendengar ucapan Dirga saat ini.


Mata Sofia telah berkaca-kaca saat ini, namun masih di tahannya.


"Aku hanya ingin minta maaf! Tapi ku rasa itu tidak perlu lagi bagimu." Ucap Sofia dan segera berlalu dari ruangan itu. Sandra segera mengikuti langkah Sofia.


Dirga menghempas vas berada di sampingnya. Sebenarnya dia tidak tegah memperlakukan Sofia seperti itu, namun rasa sakit yang melukai harga dirinya sangat dalam di rasakan hingga dia tak bisa memaafkannya begitu saja.


Dirga mengakui dirinya telah mempunyai rasa yang lebih kepada Sofia, tapi Sofia selalu menepis jika sebenarnya dia juga sekarang telah memiliki perasaan yang sama dengannya. Jika tidak tidak mungkin Sofia berkali-kali harus menghubunginya dan datang pula ke perusahaan Antara yang bukan saja sekedar nelakukan pekerjaan.


******


Di dalam mobil Sofia menyetir dengan kecepatan yang begitu tinggi. Dia begitu marah dengan sikap Dirga padanya, bahkan sampai membeberkan malam di mana saat dia menyatu dengan Dirga. Walaupun di sana hanya ada 8 pasang mata, dia begitu terpukul dengan ucapan Dirga yang menurutnya sungguh tidak tahu tempat itu.


Sebelumnya Sofia telah meminta Sandra untuk kembali ke perusahaan dengan menggunakan taksi. Dia perlu menenangkan dirinya, tanpa ada orang lain. Air matanya pun tak dapat di bendung lagi, jatuh menetes membasahi pipi Sofia. Kecepatan laju mobil itu semakin cepat memasuki jalanan tol perkotaan, Sofia menekan kembali pedal gas di mobilnya dan beberapa detik kemudian...


Braak


Kecelakaan pun tak dapat di hindarinya, mobil yang di kendarai Sofia hilang keseimbangan dan menabrak trotoar di jalan itu.


Dari dahinya menguncur darah segar, mobil yang telah menabrak itu mengepulkan asap yang dari mesin mobilnya.


Orang-orang yang melintas pun berhenti seketika, lalu segera membantu Korban keluar dari mobil. Sebagian orang mengeluarkan handphone menghubungi ambulans, polisi, dan juga petugas pemadam, sebagian lagi hanya menyalahkan video di handphone mereka dan merekam kejadian kecelakaan itu.


Beberapa menit berlalu sebuah mobil ambulans telah tiba di tempat kecelakaan yang di alami Sofia. Mereka segera membawah Sofia dengan brankar dan melaju ke rumah sakit.


******


Di kediaman Pradipta, Rita yang yang menerima telvon dari pihak kepolisian sangat shok, hingga dia jatuh tersuduk di sofa.


"Papa!!" Gumam Rita lalu mengambil ponselnya dan menelvon Zainal yang saat ini berada di kantor.


Tut tut tut tut


Zainal mengangkat panggilan dari istrinya.


"Hallo," sapa Zainal.

__ADS_1


"Pa! Pa. Sofia Pa." Ucap Rita dengan sesegukan.


"Iya Ma! Mama kenapa? Ada apa dengan Sofia?" Zainal kebingungan dengan istrinya yang menelvon dengan keadaan menangis, sambil menyebut nama Sofia.


"Sofia Pa! Sofia kecelakaan!" Seru Rita.


"Ma! Ma. Tenang ya. Sofia tadi pergi untuk miting. Siapa yang mengatakan dia kecelakaan?" Ucap Zainal yakin.


"Tadi, pihak kepolisian memberitahu Mama, Pa. Mereka bilang Sofia kecelakaan Pa!" Ucap Rita semakin histeris.


"Ma! Mama! Tenang ya! Papa akan kembali ke rumah. Mama Tenang ya!!" Ucap Zainal segera bergegas dari ruangannya dan kembali ke kediaman Pradipta.


******


Ssmentara di perusahaan Antara group. Fander yang tengah melihat video kecelakaan di ponselnya segera berlari ke ruangan Dirga dwngan wajah yang tak bisa di katakan baik.


"Tuan!!" Panggil Fander dengan terburu-buru.


"Fander, apa kau tak bisa mengetuk pintu sebelum masuk?" Bentak Dirga.


"Tuan!! Lihat ini Tuan." Fander tak mwngubris bentakan Dirga dan segera menunjukan video yang berada di ponselnya.


Dirga menyambut ponsel dari tangan Fander dan melihat video yang berada di sana.


Seketika ponsel yang berada di tangan Dirga jatuh dengan sendirinya. Fander menatap ponselnya yang terjatuh dengan wajah sedih.


"Sofia!!" Pekik Dirga. "Fander, cepat ke rumah sakit!!" Pinta Dirga segera bergegas dari ruangannya.


******


Dirga dan Fander telah sampai di rumah sakit yang telah menangani Sofia. Dirga berlari terus ke dalam rumah sakit dan menghadang suster yang sedang berjalan ke arahnya.


"Sus, korban kecelakaan tadi?" Dirga bertanya pada suster dengan cepat.


"Oh!! Masih di UGD Tuan!!" Jawab suster sambil menunjuk dengan tangannya.


Dirga melajukan langkahnya ke ruang UGD yang sedang menangani Sofia. Dari balik kaca ruangan UGD Dirga melihat Sofia.


Dirga sangat frustasi, dia sampai mengacak-acak rambutnya. Dirga berpikir jika kecelakaan itu terjadi karena dia yang tidak mau mendengarkan perkataan Sofia.


"Tuan, bagaimana keadaan Nona Sofia?" Tanya Fander yang baru saja sampai menyusul Dirga.


"Masih di dalam!! Aku tak tau, apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka tidak keluar dari dalam?" Ucap Dirga.


"Tenanglah Tuan!! Nona Sofia pasti baik-baik saja." Ucap Fander menenangkan Tuannya.


Dirga hanya menatap kembali Sofia yang berada di dalam ruangan UGD. Matanya tak terlepas dari sana, hingga pekikan seorang pria menyebut namanya.

__ADS_1


"Dirga!!" Pekik Zainal.


Dirga hanya menatap Zainal yang baru saja sampai. Zainal terlihat sangat marah sekali, di sana ikut serta Rita juga Sandra yang berada di samping Zainal.


"Om!" Sapa Dirga.


Zainal menarik kerak kemeja Dirga dengan segera hingga dia terbawah ikut oleh tarikan itu.


"Apa yang kau lakukan pada Sofia?" Gertak Zainal.


"Pa!! Pa. Sudah Pa. Ini di rumah sakit." Rita melerai Zainal yang hampir saja melayangkan tinjunya di wajah Dirga.


"Aku tidak akan memaafkanmu, jika terjadi sesuatu pada Sofia." Ancam Zainal dengan mengacungkan jari telunjuknya.


Rita membawah Zainal duduk di kursi yang audah di sediakan di depan UGD. Mereka duduk bersama Sandra juga di samping Rita.


Dirga yang memang merasa bersalah, tak melawan ketika Zainal memperlakukannya dengan begitu. Dia pasrah saat Zainal akan menghajarnya.


"Tuan. Kau baik-baik saja?" Tanya Fander yang melihat Dirga menyandarkan punggungnya di dinding rumah sakit.


Dirga tak menjawab pertanyaan Fander. Dia hanya meratapi nasibnya setelah ini. Dia akan mengakui perbuatannya pada Zainal dan juga Rita. Lagi pula menurutnya, Sandra sudah menceritakan kejadian di ruang miting tadi pada Zainal.


******


Sementara kevin yang telah menonton video kecelakaan dari Sofia. Saat ini tidak dapat mengendalikan dirinya, dia akan menemui Sofia untuk memastikan keadaannya.


"Aku harus pergi!!" Gumamnya.


Kini Kevin telah memakai jelana jeans panjang dengan Hodie yang berlengan panjang beserta tak lupa mengenakan topi juga masker.


Dia tak mungkin menunjukan wajahnya di sana. Pasti akan banyak orang yang akan mengenalnya apalagi Zainal dan juga Rita.


Setelah siap dia keluar dari apartement, dan menuju ke rumah sakit di mana Sofia di rawat sekarang.


******


Di rumah sakit Zainal, Rita juga Sandra sedang menunggu jawaban tentang keadaan Sofia dari dokter. Dirga dan Fander juga tak beranjak dari sana, dia menunggu di kursi yang tidak jauh dari tempat di mana Zainal, Rita dan Sandra berada.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya dokter dari ruangan UGD keluar juga.


Ceklek


.


.


.

__ADS_1


.


By... By....


__ADS_2