
Seseorang kini tengah memperhatikan Sofia yang tengah duduk di kursi tunggu ruang UGD. Orang iru tidak lain adalah Kevin, dengan berpura-pura tidak tahu apa-apa Kevin mendekat ke arah Sofia untuk menyapanya.
"Sofia!!" Sapa seseorang pada Sofia yang sedang duduk.
"Kamu!!" Sofia terperangah melihat seorang wanita yang berdiri di depannya. "Kamu wanita selingkuhan Kevin bukan?" Lanjut Sofia dengan menunjuknya.
"Selingkuhan? Mungkin kamu tidak tahu, sebelum kau, aku dan Kevin telah menjalin hubungan. Tapi kamu yqng menjadi duri dalam hibungan kami, bahkan aku sempat mengandung anaknya, namun karena kamu dia tegah melenyapkan anaknya sendiri!" Lidya segera berlalu dari tempatnya berdiri, meninggalkan Sofia yang hanya terdiam di tempatnya.
Sementara itu Kevin yang melihat Lidya berada di rumah sakit yang sama, saat ini sangat geram mendengar perkataan Lidya. "Ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu Sofia. Akan banyak pertanyaan yang akan di lontarkan Sofiaku, apalagi dengan Adanya Lidya di sana!" Batin Kevin.
Beberapa menit kemudian Fander tiba dengan tergesa-gesa.
"Nona! Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?" Cecar Fander pada Sofia yang masih diam ditempatnya setelah kepergian Lidya.
"Tuan, Fander! Hiks..." Lamunan Sofia di buyarkan oleh kehadiran Fander dan kembali mengingat Dirga yang masih ruang UGD.
"Nona, Tenanglah. Ceritakan kejadiannya. Aku akan menyelidiki kejadian ini." Ucap Fander.
Akhirnya Sofia menceritakan kejadian saat di mana dia meminta Dirga membelikan air hingga terjadi kecelakaan itu.
__ADS_1
"Ada yang janggal di sini. Jika Tuan sudah memarkirkan kendaraannya dengan benar, lalu dia turun, kemudian terjadi kecelakaan itu. Artinya orang itu sudah mengincar sejak awal. Karena kejadiannya begitu cepat saat Tuan turun dari mobil, maka langsung terjadi." Jelas Fander, dia segera berdiri dan berlalu dari tempatnya.
Di saat yang sama, para Nyonya-Nyonya paruh baya itu telah datang dan bertepatan dengan perginya Fander.
"Fander! Kau mau ke mana?" Sapa Riana.
"Maaf Nyonya. Saya ada urusan sebentar, nanti akan kembali lagi." Riana hanya menganggukan kepalanya, dia tahu apa yang akan di lakukan laki-laki yang baru saja pergi dari hadapannya.
Reina dan Rita kembali melanjutkan langkah ke arah Sofia yang masih terisak sendiri.
"Sayang!!" Rita duduk di samping Sofia.
Riana hanya bisa mengusap kepala wanita yang kini sedang menangis di pelukan Rita.
******
Fander telah pergi ke tempat kejadian kecelakaan, namun dia tak mendapatkan apapun di sana. Tidak cctv di jalan itu, dan kios yang membuat Dirga dan Sofia mampir di situ pun sudah di tutup, tidak ada yang tau ke mana sang pemilik kios itu. Dengan berat hati Fander kembali ke perusahaan Antara untuk melihat sesuatu di sana.
******
__ADS_1
"Dokter, bagaimana keadaan anak saya Dok?" Tanya Riana yang langsung bangkit dari duduknya.
"Anda, keluarga korban?" Tanya Dokter menunjuk Riana.
Riana menganggukan kepalanya dan menjawab, "saya mamanya Dok!"
"Maaf, untuk saat ini kami belum bisa menyimpulkan. Pasien belum sadar! Kami akan memeriksanya kembali setelah dia sadar." Ucap Dokter dan segera pergi dari sana.
Riana jatuh terduduk di kursi belakannya. Anak satu-satunya kini tidak sadarkan diri dalam ruang UGD.
.
.
.
.
By... By...
__ADS_1