One Night Love

One Night Love
Dokter muda


__ADS_3

"Hanya itu yang bisa kau lakukan? Ingat Kevin. Ku beri waktu 1 bulan, segera urus pernikahan kita. Kalau tidak, aku akan memberitahu semua orang bahwa aku mengandungbanakmu." Ancam Lidya sebelum pergi dari apartement Kevin.


"Haa..." Kevin sungguh kesal. Dia tak dapat berbuat apa-apa karena Lidya mempunyai bukti bahwa mereka pernah tidur bersama. Dan itu membuat Kevin sangat frustasi karena Lidya akan mengungkap semua itu jika pernikahannya dan Sofia masih di lanjutkan.


******


Saat ini Sofia dan Dirga tengah memasuki lift. Lidya yang telah keluar dari apartement Kevin kini menuju pintu lift. Saat pintu lift belum benar-benar tertutup Sofia dapat melihat dengan jelas, wanita yang sama saat dia baru pertama kali datang ke apartement Dirga, dia mengejarnya waktu itu namun tak dapat di jumpainya.


"Tunggu!!" Dengan cepat Sofia membuka kembali pintu lift yang hampir benar-benar tertutup itu."


Ting


"Apa?" Tanya Dirga memalingkan kepalanya ke arah Sofia.


Wanita itu menghilang dari pandangan Sofia, padahal tadi wanita itu ke arah di mana mereka berada sekarang.


"Ke mana dia?" Batin Sofia bingung. Apakah dia berhalusinasi, pikirnya.


"Tidak ada! Mungkin aku salah lihat." Ucap Sofia.


"Kamu lihat apa?" Tanya Dirga penasaran.


"Tadi ada wanita yang berjalan ke mari. Tapi tidak ada." Jelas Sofia.


"Mungkin dia kembali." Ucap Dirga berasumsi.


Sofia menganggukan kepalanya pelan. "Ya, mungkin saja!" Mereka kembali melanjutkan perjjalanan dengan lift, menuruni gedung yang di mana mereka berdiri sekarang.


*****


Lidya kembali ke aparyement Kevin, ternyata dia meninggalkan handphonenya di sana. Lidya baru menyadari saat dia akan menuju lift untuk turun.


Ceklek


Lidya memasukan sandi di dwpan pintu apartement Kevi dan akhirnya pintu itu terbuka. Saat dia masuk, di ruang tamu tak ada siapa-siapa lagi.


"Mungkin dia di kamar!!" Gumam Lidya, dengan dia segera mengambil handphone yang tergeletak di atas meja dan kembali tanpa pamit pada sih pemilik apartement.


******


Mobil yang di kendarai Dirga memasuki kediaman Pradipta. Di gerbang pintu utama rumah yang megah itu Rita telah berdiri untuk menyambut ke-2 orang yang sejak tadi di nantinya.


"Sayang... Kalian sudah sampai. Ayo masuk." Ajak Sofia.


"Slamat malam Nyonya Pradipta." Sapa Dirga.


"Malam juga. Jangan panggil Nyonya, panggil tante saja atau mama juga bisa, kayak Sofia." Ujar Rita dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


Sofia memandang Dirga yang ikut tersenyum memandangnya. Senyuman yang Dirga perlihatkan bukan tanpa alasan, rupanya lampu hijau sudah menyalah dari sang ibunda wanita di sampingnya.


"Iya, Tante!!" Jawab Dirga kemudian mengikuti langkah dua orang wanita untuk memasuki rumah kediaman Pradipta.


"Pa!! Ayo. Sofia dan nak Dirga sudah ada!!" Seru Rita.


Zainal pun mengikuti langkah istrinya menuju ke meja makan. Sofia dan Dirga sudah siap di tempat mereka masing-masing.


"Malam Tuan Zainal." Sapa Dirga.


"Malam juga. Jangan panggil Tuan. Ini tidak di kantor 'kan?" Ucap Zainal.


"Baik Om!" Jawab Dirga.


"Ayo mulai makan malamnya!! Selagi masih hangat." Ucap Rita.


Semua menikmati acara makan malam mereka dengan hikmat. Tak ada canda dan saling meledek antara putri dan ayahnya, sepertiyang biasa mereka lakukan. Mereka sangat menghargai tamu yang berkunjung ke rumah hingga mereka harus berlaku sopan.


Selesai makan malam, keluarga Pradipta beserta juga Dirga melanjutkan dengan mengobrol di ruang tamu.


"Dirga, sudah lama kenal sama Sofia?" Tanya Rita.


"Belum Tante, mungkin sekitar 2 minggu lalu." Jawab Dirga tersenyum.


"Bagaimana hubungan kalian sekarang?" Tanya Zainal.


"Benar Sofia?" Tanya Zainal lagi beralih pada Sofia.


Sofia menganggukan kepalanya tanda membenarkan.


"Jadi kalian tidak punya hubungan apa-apa?" Tanya Rita kaget. "Astaga padahal Mama kira kalian punya hubungan spesial." Lanjut Rita.


"Ya sudah. Tidak apa-apa! Kalau memang kalian tidak punya hubungan. Sofia, Papa punya kenalan seorang dokter muda. Bagaimana kalau kamu Papa jodohkan dengan dia." Ujar Zainal.


"Tidak!!/Tidak bisa!!" Pekik Sofia dan Dirga bersamaan.


Sontak Rita dan Zainal terperanjat dengan pekikan 2 orang di depan mereka.


"Haa!! Kenapa tidak bisa?" Tanya Zainal pada keduanya.


"Jangan Om! Saya lagi berusaha," jawab Dirga cepat.


"Usaha apa?" Tanya Rita yang tidak mengerti.


"Berusaha menjalin hibungan!!" Dirga memandang Sofia saat berkata. "Tapi anak Tante belum mau! Katanya patah hati, karena gagal nikah."


Sofia menatap Dirga tajam, mendengar penjelasan dari Dirga. Kapan dia mengatatan patah hati, pikirnya.

__ADS_1


"Kapan aku berkata seperti itu?" Sofia melototi Dirga yang berada di sampingnya.


"Waktu itu, kamu bilang mau jadi perawan tua saja!! Itu artinya kamu patah hati karena gagal nikah." Jawab Dirga.


"Kapan aku mengatakan itu. Jangan asal ya!! Aku tak pernah mengatakannya padamu!!" Pekik Sofia.


"Sofia!! Kamu benar, mau jadi perawan tua. Hiks...." Rita telah menumpakan air matanya, mendengar pengakuan Dirga. Padahal itu hanya akal-akalan Dirga saja.


"Nggak Ma!! Sofia nggak pernah ngomong gitu kok!" Ucap Sofia yang kini berpindah duduk di Rita.


"Kalau nggak. Kenapa kamu tidak mau dengan Dirga? Kamu nggak mau nikah. Kamu itu anak Mama satu-satunya Sofia. Dari mana Mama dapat cucu kalau kamu nggak mau nikah, mau jadi perawan tua. Hiks..." Ujar Rita dengan sesegukan.


"Iya Ma!! Nggak gitu kok. Sofia juga mau nikah kok." Bujuk Sofia.


"Kalau gitu kamu nikah aja sama Dirga, itu. Dia mau kok nikah sama kamu! Benarkan nak Dirga?" Rita menatap Dirga.


"Saya terserah Sofia aja Tan. Kalau dia mau, saya juga lebih mau!!" Ucap Dirga mantap.


"Itu, Pa. Gimana kalau Sofia nikah sama Dirga?" Tanya Rita pada suaminya.


"Papa sih, terserah Sofia. Papa juga punya calon, kalau Sofia mau sama dokter muda ini." Zainal menunjukan foto seorang pria di handphonenya. Pria dengan kacamata tubuh sedikit gemuk juga pendek.


"Haa!! Papa. Yang bener aja jodohin Sofia sama orang itu. Amit-amit!! Uek..." Sofia bergidik melihat foto pria pendek dan berkaca mata itu bahkan hampir memuntahkan makanan di perutnya.


"Tapi dia 'kan dokter!!" Seru Zainal.


Dirga hanya cekikikan melihat foto yang di layangkan Zainal pada Sofia. Pastinya Sofia tidak akan mau dengan pria itu. Sejenak membayangkan Sofia yang mempunyai tubuh sempurna untuk seorang wanita dengan wajah yang cantik, jelita dan tinggi di atas rata-rata untuk seorang wanita yang bisa di katakan sempurna di sandingkan dengan pria yang berada di foto dalam ponsel Zainal. Dirga tak bisa menahan rasa geli membayangkan persandingan mereka yang dari tinggi saja pria itu kalah jauh dari Sofia.


"Mama juga nggak setuju. Orang jelek begitu mau di jadiin mantu. Ogah. Mending sama Dirga, 'kan mama bisa minta foto sama dia." Ujar Rita menyatakan ketidak sukaannya.


"Gimana Sof? Mau sama dokter itu?" Tanya Zainal lagi.


"Nggak!!" Sofia kembali duduk di samping Dirga lalu merangkul lengan Pria itu.


"Sofia, sama Dirga saja ya. Gimana mau 'kan?" Ujar Rita memohon.


Sofia memandang Rita juga Zainal bergantian. Ada apa dengan dua orang ini? Batinnya.


"Sofia, mau nggak nikah sama aku?" Tanya Dirga tiba-tiba.


.


.


.


.

__ADS_1


By... By....


__ADS_2