One Night Love

One Night Love
Tidak berarti lagi


__ADS_3

Setelah kepergian Riana Sofia kembali mencoba bicara dengan Dirga.


"Honey," panggil Sofia yang berdiri di sisi ranjang. "Kenapa kau tak bicara padaku? Apa aku bersalah?"


"Pulanglah! Dan jangan kembali." Ucap Dirga.


"Apa maksudmu?"


"Pergilah. Setelah sembuh kita akan bertemu lagi." Ucap Dirga.


"Tidak. Aku tidak mau." Tolak Sofia.


"Mengertilah! Aku butuh waktu. Aku butuh waktu untuk sendiri. Jika kau berada di sini, aku tidak bisa berpikir."


"Apa yang kau pikirkan? Kau pikir aku akan meninggalkanmu saat kau seperti ini? Tidak. Rendah sekali pemikiranmu terhadapku." Sofia menjauh, dari sisinya. "Aku pergi dulu!"


"Sofia. Maaf!" Ucap Dirga lagi.


"Tidak apa! Aku akan kembali nanti. Berpikirlah selagi aku tidak ada." Sofia berlalu dari tempatnya, meninggalkan Dirga di dalam ruangannya sendiri.


"Sofia mau kemana?" Panggil Riana.


"Tante. Sofia kembali dulu, nanti Sofia akan kembali." Pamit Sofia pada Riana.


******


Di tempat lain Kevin sedang menuju kediaman Pradipta. Tepat di depan kediaman Pradipta, Sofia tengah turun dari taksi.


Kevin segera turun dari mobilnya untuk mengejar Sofia.


"Sofia!" Panggil Kevin.


Sofia memalingkan wajahnya ke arah suara yang tengah memanggil namanya.

__ADS_1


*Dug dug dug dug*


Suara denyut jantung Sofia, pria yang selama ini hilang dari pandangannya. "Kevin" batin Sofia.


Dengan cepat Sofia mengambil langkah menuju gerbang yang masih tertutup.


"Sofia, tunggu!" Kevin meraih lengan Sofia, menghentikan langkahnya.


"Mau apa kamu?" Ketus Sofia.


"Sebentar, aku ingin bicara!" Ucap Kevin.


"Tidak ada lagi yang perlu di bicarakan. Lepas." Sofia melepaskan cengkaraman tangannya, namun dengan cepat Kevin meraihnya lagi. "Lepasin nggak! Atau aku teriak."


"Tolong beri aku kesempatan, aku akan menjelaskan semua yang terjadi." Ucap Kevin dengan memohon.


"Nggak perlu. Sekarang kamu nggak berarti lagi, sejak kamu menghilang di hari mendekati pernikahan." Sofia melepaskan dirinya dan dengan cepat berlari menuju gerbang yang telah terbuka oleh satpam yang mendengar kegaduhan di depan.


"Pak, jangan biarkan dia masuk." Ucap Sofia pada satpam.


"Baik Non!" Dengan segera pak satpam mengunci gerbang agar Kevin tak bisa masuk.


"Tunggu! Biarkan saya masuk. Pak-pak." Satpam segera kembali ke dalam pos tanpa mendengarkan teriakan Kevin.


******


Di rumah sakit Riana telah berbicara dengan dokter pasca tantang operasi yang akan di jalani oleh Dirga. Dokter telah menjelaskan dan Riana telah menyetujui untuk Dirga di operasi di akhir minggu ini.


"Dir, Mama sudah bicara sama dokter dan kamu akan di operasi di akhir minggu ini." Ucap Riana yang baru saja masuk ke ruangan Dirga.


"Apa Dirga bisa pulih?" Tanyanya dengan menatap penuh harap.


"Tentu. Dokter mengatakan peluang kamu untuk pulih seutuhnya 90 persen, dan selama 3 bulan setelah operasi kamu harus menggunakan kursi roda dulu." Jelas Riana.

__ADS_1


"Katakan pada Sofia, jika dia bosan untuk menungguku dia bisa menikahi pria lain yang lebih sempurna." Ujar Dirga lalu kembali berbaring membelakangi Riana.


"Apa maksudmu?" Riana kaget dengan ucapan Dirga yang menurutnya tidak masuk akal. "Kamu meragukan Sofia. Apa kamu tidak percaya diri sekarang?" Riana duduk di kursi samping ranjang lalu melanjutkan ucapannya.


"Mama yakin dengan Sofia, dia tidak akan meninggalkan kamu dengan kondisi kamu sekarang. Kamu tidak tahu saja, waktu kamu belum sadar hingga sekarang anak itu tidak pernah pulang. Pekerjaannya hanya menunggu dan menangis sepanjang waktu. Mama yakin kamu telah meminta dia pergi dari sini, kalau tidak dia tidak akan pergi." Ujar Riana.


Dirga terdiam dengan dengan ucapan Riana. Entah apa yang di pikirkan.


"Ma, ponsel Dirga mana?" Tanyanya.


"Ponsel kamu Mama titip sama Fander, siapa tahu ada yang telvon masalah kerjaan."


"Apa? Fander. Pinjam ponsel Mama!" Riana segera menyerahkan ponselnya.


Dirga menekan beberapa nomor dan muncul nama putraku di ponsel Riana.


Tut tut tut tut


"Ha...." Belum sempat Fander menyelesaikan kata-katanya Dirga sudah menyelah.


"Kembalikan ponselku!"


Tut tut tut tut


.


.


.


.


By... By...

__ADS_1


__ADS_2