
Riana jatuh terduduk di kursi belakannya. Anak satu-satunya kini tidak sadarkan diri dalam ruang UGD.
Beberapa jam berlalu, Dirga masih juga belum sadar Riana senantiasa menjaganya dengan duduk di tepi ranjang, sedangkan Sofia masih menunggu di depan ruang UGD.
Perlahan Dirga mengerakan jemarinya, dan melebarkan pandangan sedikit demi sedikit hingga benar-benar terbuka lebar. Di pandangnya langit-langit yang nampak putih bersih.
"Dirga!" Sapa Riana yang menyadari jika putranya telah terbangun setelah beberapa saat tak sadarkan diri.
"Ma! Di mana Sofia Ma?" Tanya Dirga.
"Tenang ya! Sofia ada di sini, dia sedang di luar. Kamu istirahatlah dulu!" Ucap Riana.
"Ma! Kakiku tidak bisa di gerakan!" Seru Dirga.
"Tenanglah. Sebentar lagi dokter akan datang memeriksa sebentar lagi." Ucap Riana.
Dirga kembali menenangkan dirinya, namun pikirannya saat ini tidak bisa tenang memikirkan sesuatu yang mungkin terjadi padanya.
Bagaimana jika dia cacat, tidak bisa berjalan lagi. Apakah Sofia akan mau menikahinya lagi? Pikirnya.
"Akh!!" Jerit Dirga. Kini rasa sakit menjalar di bagian kaki kirinya, rasa seperti di tusuk dengan pisau yang teramat tajam sehingga membuat rasa perih.
"Ada apa Dirga?" Riana menjadi panik karena jeritan Dirga yang seperti menahan rasa sakit.
"Kakiku Ma! Perih sekali." Dirga sampai memejamkan matanya karena menahan sakit.
"Mama akan panggil dokter!!" Seru Riana segera memanggil dokter.
__ADS_1
"Ada apa Ma?" Tanya Sofia saat melihat dokter berlari ke ruangan Yang di dalamnya ada Dirga.
"Tenang! Kita akan bertanya saat tante Riana keluar." Jawab Rita.
Air mata yang di bendungnya tak bisa lagi tertahan, jatuh di pipi begitu saja walau pun tanpa suara namun isak tangis Sofia dapat di lihat dari gerakan tubuhnya.
******
Saat ini Fander telah menemukan mobil yang sengaja mengikuti Mobil Dirga saat keluar dari kantor bersama Sofia. Berkat kegigihannya, Fander mendapati dari cctv jalan depan perusahaan mereka. Hingga mengikuti cctv jalan lainnya yang di lalui Dirga dan mobil yang sama yang terus mengikuti mereka.
Masih satu tempat lagi yang akan di datanginya, untuk mencari bukti yang kuat dan, namun dia harus menunggu karena orang yang dia cari tidak ada di tempat.
******
Saat ini Kevin sudah pulang ke rumahnya.
"Maaf bu? Kevin janji akan memperbaiki kesalahan Kevin!"
"Apa katamu? Memperbaiki! Kamu pikir keluarga Pradipta akan menerima perbuatanmu?" Geram ayahnya.
"Kevin akan menemui Sofia, Kevin yakin Sofia akan mengerti! Aku akan menjelaskan padanya." Ucapnya dengan yakin.
"Terserah! Kamu sudah membuat malu ayah da Mama kevin!"
Ayah Kevin pergi berlalu meninggalkannya, tertinggal kini Kevin dan ibunya di ruang tamu keluarga.
"Kevin bujuklah Sofia, agar dia mau kembali padamu! Ibu ingin Sofia menjadi menantu Ibu. Jika kamu bisa membujuk Sofia, Ibu janji akan berusaha bicara dengan ayahmu agar bicara kembali pada Zainal agar bisa melanjutkan pernikahan kalian.
__ADS_1
Kevin mengangguk tanda setuju dengan ucapan ibunya. Ibu Kevin pun kembali menyusul suaminya ke ruang kerja.
******
Dirumah sakit kini Dirga telah di pindahkan ke ruang rawat vvip, Sofia bersama Riana menemani Dirga di dalam ruang rawat itu sedangkan Rita telah kembali ke rumah.
Dirga mengalami patah di tulang pahanya, da harus di operasi karena itu. Perasaan lain muncul di hati Dirga, "apakah Sofia akan setia dengan keadaannya yang seperti sekarang ini?" Hal itu membuat Dirga tak mau bicara sepata kata pun dengan Sofia.
"Sof, sebaiknya kamu pulang sekarang? Kamu bisa mandi dan ganti baju setelah itu kembali." Ucap Riana.
"Nggak Tante. Biar Sofia di sini, nanti akan ada pelayan dari rumah yang mengantar pakaian." Jawab Sofia.
"Terserah kamu kalau begitu. Tante pergi beli makanan dulu. Dan ingat, jika kamu ingin di sini kamu harus makan. Ya?" Sofia menganggukan kepalanya pada Riana.
"Ok. Tante pergi dulu." Ucap Riana dan berlalu.
Setelah kepergian Riana Sofia kembali mencoba bicara dengan Dirga.
"Honey," panggil Sofia yang berdiri di sisi ranjang.
.
.
.
.
__ADS_1