
Entah apa yang terjadi pada Dirga, sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Jika Dirga biasa melakukan hal itu dengan wanita lain, tanpak babibu lagi Dirga akan masuk ke intinya saja tanpa ada pemanasan hingga wanitanya pun harus terpekik kaget dengan serangannya, dan tak berselang beberapa menit Dirga akan menyelesaikan hasratnya. Seringkali wanita-wanita yang bersama Dirga mengelukan karena tempo yang sangat cepat. Namun malam ini dia sangat menikmati apa yang di lakukannya pada Sofia, dari setiap inci tubuh itu Dirga sangat menikmatinya tak tertinggal walau hanya se inci saja.
Dengan lahapnya Dirga menyesap buah ceri yang berada di atas g****kan yang menatangnya, Meyesap, memainkan dengan lidahnya bahkan sesekali menggigit kecil membuat Sofia terpekik antara geli dan nikmat.
Kini penutup seluruh bagian tubuh dua insan itu sama-sama telah hilang entah kemana. Sofia yang telah di buat mabuk oleh sentuhan Dirga, benar-benar sudah hilang akal. Tak sedikit pun ada penolakan darinya, bahkan saat ini dia sedang memelintir dua aset milik Dirga yang berada di dada pria itu.
Demi apapun kini Dirga bagai di buat terbang, tak pernah ada seorang pun yang berani menyentuhnya tanpa ijin dari Dirga.
Mata pria itu telah sayu, menahan hasrat. Namun hati kecilnya ingin membuat pengalaman yang tak terlupakan untuknya dan Sofia.
Selepas itu, Dirga bangkit dan menarik kaki Sofia hingga terurai di pinggiran kasur. Air liurnya sampai menetes melihat sumur kenikmatan di hadapannya. Sangat indah dan menantang, pikirnya. Dirga m****lat sumur yang berada di hadapannya memainkan lidahnya di sana sehingga yang empunya mengerang tak tahan dengan sensasi yang Dirga berikan.
Tubuh Sofia saat ini sudah seperti cacing kepanasan yang tak bisa diam, namun Dirga tak memberinya ampun, Dirga tetap mempermainkan Sofia saat Sofia sekarang menginginkan hal yang lebih dari itu. Hingga tak lama kemudian cairan keluar dari sumur kenikmatan milik Sofia dan Sofia telah terkulai lemas saat ini!!
"Oh, Baby!! Ini belum selesai. Kita akan melanjutkan tahap berikutnya, yang akan membuatmu terbang ke angkasa." Ucap Dirga ditelinganya.
Sofia sudah tak bisa apa-apa lagi, bersuara pun sudah tak mampu. Sofia hanya membisu dan menunggu tahap selanjutnya yang di katakan Dirga.
Dirga mengembalikan posisi mereka di atas tempat tidur. Sofia sudah tak bisa apa-apa lagi, tenaganya sudah habis walau baru setengah permainan yang selesai.
"Apa kau siap?" Tanya Dirga yang saat ini telah menindih tubuh Sofia. Hanya anggukan kepala yang didapatnya dan dirga akan memulai semuanya sekarang.
Si oding telah berdiri tegang sedari tadi, memberontak haus akan sumur kenikmatan di hadapannya sekarang, namun masih di tahan oleh Dirga untuk kepuasan untuk wanita di bawah kungkungannya sekarang.
"Kau bisa melampiaskan rasa perihnya di tubuhku nanti." Usul Dirga yang lagi-lagi di angguki oleh Sofia.
Kini si oding telah menghadap sumur kenikmatan yang akan membuatnya basah dan mandi dari cairan kental dari dalam sumur itu.
__ADS_1
Dirga mulai menekan oding untuk masuk ke dalam sumur, namun sangat susah sekali untuk menembus pertahanan yang dibuat oleh sumur kenikmatannya si oding.
"Akh, sakit!!" Ucap Sofia menahan rasa sakit yang amat terasa sangat sakit di bagian intinya.
"Astaga!! Sangat susah untuk menembusnya! Si Oding sampai terpeleset ke sana ke mari!" Ujar Dirga.
"Haa!!" Mata Sofia terbelalak saat mendengar perkataan Dirga. "Apa? Siapa Oding?" Sofia tak begitu mengerti dengan ucapan Dirga, 'siapa oding, dan kenapa juga harus terpeleset? Apa dia sedang menonton film, yang si Odingnya sedang berjalan di jalanan becek.' Batin Sofia, dia sampai menengadahkan kepalanya ke atas sandaran kasur untuk melihat apakah di sana ada seseatu yang bisa di buat tonton.
Dengan hasrat yang telah menggebu-gebu, tapi Dirga sempat tersenyum menatap Sofia karena pertanyaannya. 'Wanita ini tak tau apa-apa!' Batin Dirga dan mulai kembali beraksi. "Sudalah!! Aku akan mulai lagi sekarang!!"
Sofia tak bertanya lagi, namun dalam hatinya masih bertanya-tanya. Dan kembali Sofia merasakan sakit seperti tadi.
Dengan sekuat tenaga Dirga mencoba untuk menembus dinding pertahanan yang dibuat oleh Sofia, keringat telah menguncur deras di dahi Dirga maupun Sofia yang menahan sesuatu yang akan menembus bagian inti dari wanita itu.
Dirga menhentakan pinggulnya perlahan, namun si Oding belum sepenuhnya masuk ke dalam sumur kenikamtan itu. Dengan tenaga yang tersisa Dirga menhentakan sekali pinggulnya perlahan namun pasti dan plok Akhirnya Oding mampu masuk seluruhnya dalam inti Sofia.
"Aaakkh" Dirga ikut pun memekik merasakan miliknya telah di himpit dengan kuat. "Sempit sekali," ucap Dirga lalu membuang nafasnya.
Air mata tak terasa telah jatuh di pipi Sofia, bukan karena menyesal melainkan karena rasa perih yang di rasakannya saat ini.
Dirga membenamkan miliknya sebentar, menetralkan rasa sakit yang Sofia rasakan. "Akan kulakukan perlahan!" Ucap Dirga sambil mengusap air mata di pipi di Sofia.
"Sangat perih!!" Ucap Sofia pelan.
"Ini awal untukmu, rasanya pasti akan seperti itu!!" Jelas Dirga.
"Jika ku tau akan sesakit ini, bairlah aku jadi perawan tua tanpa merasakannya!" Kesal Sofia tapi masih dengan nada pelan.
__ADS_1
"Hihihihi" Dirga terkikik geli mendengar ungkapan Sofia. "Setelah ini selesai kau pasti tidak akan berkata seperti itu!" Jelas Dirga lagi. "Tahanlah sedikit, dan kau akan merasakan sensasinya."
Sofia hanya diam tak menjawab ucapan Dirga. Perlahan-lahan Dirga mulai menggoyang pinggulnya ke atas ke bawah seperti sebuah irama. Sofia menggigit bibir bawahnya menahan perih yang di rasakan saat ini.
Dengan lembut Dirga terus berpacu di atas tubuh wanita yang kini telah memejamkan matanya merasakan sensasi yang di katakan Dirga padanya. Perih bercampur nikmat yang di rasakan Sofia hingga suara-suara ajaibnya kini sudah memenuhi ruangan, membuat Dirga semakin semangat untuk melaju untuk menuntaskan hasratnya.
Tempo gerakan yang dilakukan Dirga semakin bertambahnya detik semakin cepat pula Dirga berpacu di atas tubuh wanita yang membuatnya merasakan sensasi yang baru, membuat Sofia merem melek di buatnya. Hingga akhirnya Dirga mengerang panjang.
Dirga meluncurkan benih-benihnya ke rahim Sofia. Tak seperti biasanya dia akan mengeluarkan benih-benihnya di luar, tapi bersama Sofia, Dirga ingin membuatnya tumbuh di dalam rahim Sofia.
Sofia merasakan seperti ada sesuatu yang mengalir di jalan lahirnya. Namun untuk berkata-kata saja Sofia sudah tak sanggup lagi, badannya seperti remuk saat ini.
Dirga menjatuhkan dirinya di samping Sofia yang telah lemas tak berdaya. Dirga menetralkan nafasnya sebentar lalu bangkit dari kasur tanpa rasa malunya berjalan ke arah meja kecil yang tak jauh dari tempat tidur.
Sofia hanya memalingkan wajahnya melihat kelakuan Dirga, yang menurutnya sungguh tidak tahu malu. Dirga kembali dengan segelas air di tangannya, "minumlah dulu!! Aku yakin tenggorokanmu sudah kering karena d***han-d***han tadi." Ujar Dirga.
"Awh" pekik Sofia saat ingin mengangkat tubuhnya sendiri untuk bersandar.
"Tidak perlu bangun!!" Dirga mengangkat kepala Sofia sedikit dari pembaringan kemudian memberikan Sofia minum dengan tangannya sendiri. "Tidurlah! Kau tak mungkin pulang 'kan malam ini?" Ucap Dirga lalu kembali meletak gelasnya di nakas.
.
.
.
.
__ADS_1
By... By...