One Night Love

One Night Love
Segitu aja cukup


__ADS_3

Dirga menekan beberapa nomor dan muncul nama putraku di ponsel Riana.


Tut tut tut tut


"Ha...." Belum sempat Fander menyelesaikan kata-katanya Dirga sudah menyelah.


"Kembalikan ponselku!"


Tut tut tut tut


******


Hari ini adalah hari di mana Dirga akan melaksanakan operasi. Setelah kepergian Sofia, dia tidak pernah kembali lagi ke rumah sakit bahkan Sofia tidak bisa di hubungi hingga saat ini membuat Dirga menjadi patah semangat.


"Ma, apa perlu melakukan operasi?" Dirga sungguh tak bersemangat dengan ucapannya.


"Kamu harus semangat Dir! Kamu harus yakin jika kamu akan pulih seperti sedia kala." Ucap Riana. "Mana Dirga yang dulu? Kamu jadi lembek sekarang." Lanjut Riana.


Dirga hanya diam, tak ada kata yang di ucap. Setelah perkataan Riana saat itu, Dirga mencoba menghubungi Sofia berkali-kali namun tak sekali pun ponsel itu dapat menjangkau Sofia yang entah di mana. Dan saat ini dia meragukan lagi jika Sofia bisa menerimanya dengan keadaan ini.


"Setengah jam lagi, kamu akan masuk ruang operasi. Yang kuat dan harus semangat, ya." Ucap Riana dengan tersenyum.


Klek


Hendel pintu ruangan itu terbuka menandakan ada yang datang, Dirga dan Riana memalingkan wajah mereka ke.arah pintu. Namun tak ada seorang pun yang datang, perlahan-lahan serangkaian bunga muncul dari balik pintu.


Riana dan Dirga saling pandang, entah siapa yang melakukannya. Perlahan rangkaian bunga itu beegerak masuk ke dalam ruangan dengan seorang wanita yang tak lain adalah Sofia.


Senyuman di wajah wanita itu tak berubah, masih sama seperti dulu.


"Good afternoon!" Senyum Dirga terpampang di wajahnya, orang yang ditunggu-tunggu beberapa hari ini.


Sofia merentangkan tangannya, begitu pun Dirga yang merentangkan tangannya untuk menyambut Sofia.


Kaki Sofia melangkah untuk mendekap seseorang, namun bukan kepada Dirga melainkan kepada Riana yang kini berdiri di sisi ranjang.

__ADS_1


Wajah Dirga berubah masam, karena tak mendapat pelukan dari Sofia.


"Tante. Apa kabar?" Ucap Sofia.


"Loh, kok tante yang di tanyain kabarnya. Bukan yang lagi sakit!" Seru Riana.


"Biarin aja tante, yang lagi sakit orangnya bikin bete." Ujar Sofia dalam pelukan Riana.


Dengan cepat Dirga meraih lengan Sofia dan menarik badan wanita itu ke sisinya.


"Beby! Jangan peluk mama! Aku ada di sini, kau bisa memelukku sepuasnya." Ujar Dirga.


Sofia kini telah masuk ke dalam rangkulannya, dengan terduduk di samping.


"Hiks... Kamu jahat banget, sih. Kamu ngusir aku waktu itu, untung saja nggak di gondol orang." Ucap Sofia dengan rengekan.


"Enak saja. Mana berani ada yang mengambil milikku!" Ucap Dirga dengan percaya diri.


"Ada, kemarin waktu pulang. Aku hampir aja di maling sama cowo keren." Ujar Sofia bercanda.


"Iya, untung saja aku masih ingat kamu. Kalau nggak, ya ikut juga aku." Ucap Sofia memanas-manasi.


"Beby, jangan! Aku bisa mati tanpamu."


"So sweet!!" Seru beberapa orang yang baru saja sampai di ruangan itu.


"Tante, Om!" Seru Dirga tak percaya keluarga Pradipta kini berada bersamanya dalam satu ruangan.


"Iya, kami datang untuk menemani kalian pasca operasi kamu." Jelas Zainal.


"Trima kasih, Om, Tante."


"Sama-sama! Kamu 'kan calon menantuku, masa kami tidak bisa menemani kamu." Lanjut Rita yang kini mendekat ke arah dua pasangan yang tidak melepas rangkulan mereka.


"Tapi, Honey. Kamu nggak genit-genit 'kan sama suster-suster di sini selama aku tidak ada." Ujar Sofia dengan pipi yang di kembungkan.

__ADS_1


"Nggak ada yang seperti itu, Baby. Sungguh! Kamu percaya 'kan. Aku genitnya cuma sama kamu kok." Jawab Dirga.


"Awas ya, kalau ketahuan. Sheet! Ku potong si odingmu itu trus kasih ke kucing!" Ancam Sofia dengan menunjuk benda pusaka milik Dirga.


Dirga bergidik ngeri dengan ancaman Sofia, dia tak bisa main belakang kalau masih sayang dengan si oding.


Para orang tua pun tertawa mendengar ancaman Sofia.


"Jangan Sofia, nanti kalau di potong gimana kita mau punya cucu." Sofia hanya cekikikan mendengar ucapan Riana.


"Slamat siang. Tuan Dirga, sudah siap. Kita akan ke ruang operasi sekarang." Ucap Dokter yang baru saja masuk.


Dirga mengangguk, lalu memandang Sofia yang juga mengangguk padanya. "Dokter jangan di buat lebih besar odingku ya. Segitu aja cukup." Ujar Sofia dengan tersenyum.


"Haa! Oding siapa?" Dokter kebingungan mendengar ucapan Sofia.


Dirga sampai menatap tajam ke arah Sofia, mendengar ucapannya.


"Nggak Dok. Salah denger mungkin. Saya bilang, operasi calon suami saya dengan baik, ya Dok." Ucap Sofia lagi.


"Iya, 'kah?" Dokter masih tak percaya dengan pendengarannya dan Sofia kembali mengangguk kepada dokter yang di depannya.


"Beby, apa yang kamu katakan?" Ucap Dirga.


"Nggak kok. Aku bercanda saja," jawab Sofia lalu mengecup pipi Dirga dengan tangan yang menindi oding dari luar.


"Astaga, sayang. Aku tidak tahan!" Seru Dirga dengan berbisik yang nafasnya sudah naik turun karena perlakuan Sofia. "Dok bisa bawah sekarang?" Dokter pun mengangguk sedangkan Sofia hanya tersenyum.


.


.


.


.

__ADS_1


By... By...


__ADS_2