
Wanita yang di panggil Hanli mendekat, dengan gaya berjalan yang di buat ****. "Halo tampan!!" Sapanya pada Hanli.
"Mana temanmu? Sahabatku ini, membutuhkan ladies! Tapi ingat, dia tak suka dengan barang lama." Ucap Hanli pada wanita yang datang di pangkuannya.
"Ok. Aku tau apa yang di butuhkan!" Ucap wanita itu.
Wanita itu kembali dengan dengan 2 orang wanita lagi. "Kalian tau, apa yang harus kalian lakukan!" Ucap wanita tadi lalu kembali pada Hanli.
Kedua wanita itu mengangguk kemudian duduk di samping Dirga. Dirga hanya diam tak mengubris 2 wanita di sampingnya.
Wanita di samping Dirga telah mengerayangi tubuhnya, bahkan tangan wanita itu sudah masuk ke balik pakaian atasnya untuk memancing Dirga.
Tapi apa ini. Dirga sungguh tak berselera dengan wanita-wanita di sampingnya itu. Tak seperti biasanya, Dirga akan lansung membawah wanita yang telah mengerayanginya tanpa permisi.
Dia sudah merasa risih dengan wanita-wanita itu akhirnya mengusir mereka pergi dari tempatnya.
"Haa!! Pergi sekarang!" Kesal Dirga kepada 2 wanita di sampingnya.
Fander dan Hanli saling pandang melihat reaksi Dirga yang tak biasa. Hanli mengangkat alisnya pada fander, seakan bertanya 'apa yang terjadi.' Fander hanya mengendikan bahunya tanda tidak tahu.
"Hei, Bro!! Ada apa?" Hanli berpindah duduk di sebelah Dirga sambil memegang pundaknya Hanli bertanya pada Dirga.
"Nggak ada! Cuma nggak mood aja!" Jawab Dirga sambil mengusap wajahnya.
"Nggak biasanya! Kamu lagi ada masalah?" Tanya Hanli lagi.
"Nggak! Aku balik duluan!" Dirga beranjak dan meninggalkan Hanli dan Fander.
Hanli hanya menatap Dirga yang telah berlalu dari depannya, kemudian Fander pun menyusul Dirga.
"Bos!!" Dengan berlari Fander menyusul Dirga.
******
Di rumah Sofia, Dia sedang bersiap-siap untuk keberangkatannya ke Singapore. Rencananya besok pagi pukul 05.00 perjalanannya akan di mulai.
Sofia tak ingin berlama-lama saat mendapatkan ijin dari Zainal. Dia akan menambah koleksi fotonya dan juga koleksi foto pria bule milik Rita, mamanya sendiri.
Sofia berkeinginan menjadi fotografer, tapi Zainal yang memiliki perusahaan yang cukup besar, walaupun tak sebesar milik Dirga yang terkenal se Asia, tak mengijinkan Sofia untuk menjadi seorang fotografer. Kini Sofia hanya dapat menuangkan cita-citanya sebagai hobby.
__ADS_1
Setiap kali dia pergi liburan atau jalan-jalan, keinginan Sofia hanya menambah koleksi fotonya, hingga kini Album foto koleksinya sudah ada 10 album. Dan tak lupa juga koleksi Rita yang dibawah oleh Sofia sudah ada 4 album foto para pria-pria bule dan macho.
"Aah, kamera kesayanganku. Kau akan menemaniku liburanku mulai besok." Ucap Sofia dengan mata berbinar sambil memeluk kamera dengan harga fantastis itu.
Sofia memasukan kameranya ke dalam koper yang akan di bawahnya. 2 buah koper, 1 sedang dan 1 lagi besar terisi dengan beberapa pakaian dan juga peralatannya untuk mengambil gambar-gambar di Singapore nanti.
******
Di mobil, Dirga sedang gelisah. Entah ada apa dengan dia, sungguh tak bersemangat dan tak berselera dengan wanita-wanita yang tadi bersamanha. Padahal setiap malam dia harus melepaskan hasratnya.
Tapi kali ini pikiran Dirga ada pada malam di mana dia dan Sofia sedang bergelut. Bayang-bayang tubuh Sofia tak bisa hilang dari pikirannya hingga dia tak berselera lagi dengan wanita lain.
"Bos, apa anda ada masalah?" Tanya Fander yang melihat Dirga seperti uring-uringan.
"Fander, apa kau tau wanita tadi malam?" Tanya Dirga sedikit tak bermasalah.
"Iya, tentu saja! Bukannya tadi malam kita bersama." Jawab Fander.
"Bukan kita. Tapi aku dan dia." Bentak Dirga, tidak tahu apa yang membuatnya emosi mendengar perkataan Fander.
"Maaf Bos!!" 'Ada apa dengannya?' Batin Fander. "Maksudku, sebelum bersama dengan bos, bukankah kita bertiga!" Jelas Fander.
"Apa Bos!" Fander menganga, sebelumnya dia tak pernah mau bertemu wanita yang pernah tidur dengannya walau hanya bertegur sapa saja.
"Apa kau sudah tuli, Fander?" Dirga menatap Fander tajam.
Fander memperbaiki posisi duduknya yang sedang menyetir, melihat tatapan tajam Dirga padanya. "Baiklah Bos. Tapi siapa nama wanita itu?"
"Itulah sebabnya! Aku tak tahu namanya. Dia tak memberi tahu namanya setelah tadi malam yang begitu panas." Ucap Dirga dengan membayang kejadian tadi malam.
"Lalu, bagaimana caranya aku mencarinya Bos?" Fander berpikir ini akan menjadi pekerjaan paling menyusahkan. Mencari aeorang wanita tanpa nama.
"Itu tugasmu! Aku nggak mau tau. Pokoknya kamu harus menemukan dia secepatnya. Aku tak bisa menyalurkan hasratku, hanya karena penasaran dengannya." Ucap Dirga yang terlihat sangat frustasi.
"Apa Bos, tidak melakukannya tadi malam?" Fander penasaran, kenapa bosnya itu menginginkan wanita yang sama kali ini.
"Aku melakukannya! Bahkan sangat lama. Tidak seperti biasanya, cepat dan membosankan. Bahkan aku akan mengulanginya saat waktu hampir pagi, tapi sayang dia tidak mau melakukannya lagi." Jawab Dirga dengan polosnya bercerita pada Fander.
Fander sudah terbiasa dengan hal seperti itu. Bisa di bilang, apa sih yang Fander tidak tahu mengenai bosnya itu. "Lalu kenapa, anda ingin mencarinya lagi, kalau sudah menemukannya?"
__ADS_1
"Aku penasaran dengan namanya, juga permainannya. Sangat nikmat," kini Dirga sedang membayangkan malam di mana Sofia yang telah mendesah bersamanya.
Fander sampai menelan saliva, mendengar jawaban Dirga. Yang keluar begitu saja dari mulut Dirga.
"Lalu kenapa anda tak menanyakan saat bersamanya?" Fander sungguh penasaran kali ini, bisa ya! Orang yang melakukan hubungan seperti itu tanpa saling mengenal, bahkan tak tahu nama pasangan masing-masing.
"Dia tak memberi tahu Fander. Dia tidak ingin aku tahu, walau aku sudah memohon padanya!" Jelas Dirga.
"Jadi Bos memohon padanya!" Fander akan mencatat tanggal di mana Dirga memohon pada seseorang, jika itu benar.
"Ya, tidaklah!!" Jawab Dirga mantap.
"Apa!" Fander sangat kesal dengan Dirga. Jika saja dia menurunkan gengsinya sedikit, mungkin tak akan susah mencari wanita yang mempunyai identitas. "Kalau begitu, apa Tuan memiliki fotonya?" Tanya Fander lagi, mungkin akan memudahkan pencariannya, lagi-lagi jika itu Iya. Pikir Fander.
"Tidak!!" Jawab Dirga lesuh.
"Astaga Tuan!! Ini bukan perkara muda Tuan. Kita mencari seorang wanita tanpa identitas dan tanpa foto pula.
"Dengarkan aku Fander. Aku tidak peduli, kau harus menemukannya!" Ucap Dirga tanpa ada bantahan.
"Huuf!!" Tak ada pilihan untuk Fander lagi.
******
Di bandara, Sofia diantar oleh Zainal dan Rita. Pagi ini Sofia akan berangkat untuk liburannya di Singapore.
Zainal dan Rita hanya tau Sofia pergi karena ingin berlibur dan sekedar menyalurkan hobbynya. Tapi, yang sebenarnya Sofia akan menyusul temannya di Singapore. Hanya sekedar untuk bertanya mengenai foto unggahannya di soaial media, yang menampakan Kevin dan seorang wanita di sana. Entah dia akan mendapat jawaban atau tidak, yang terpenting dia akan berusaha mencari tahunya sekarang.
.
.
.
.
Jangan lupa LIKE, COMENT, and VOTEnya...
Bunga sama kopinya juga!! Jangan lupa dikirim ya😁
__ADS_1