One Night Love

One Night Love
Jemput (Hadiah)


__ADS_3

Hai🤗


Author baru pulang nih... Duduk-duduk sendiri mending kasih hadiah Up 1 bab buat kalian😁


.


.


Aduh!! Cepatlah," Pinta Dirga.


"Baiklah!" Sandra mengangkat ponsel di tangannya dan mengotak-atik sebentar.


"Ini!" Sandra mengulurkan ponselnya ke arah Dirga dan di sana sudah tertera nama Nona Sofia beserta nomor ponselnya.


"Baiklah, sudah selesai!" Ucap Dirga segera berlalu dari sana dengan senyuman puas.


Saat ini Dirga telah menemukan nomor ponsel Sofia dan itulah maksudnyabuntuk datang ke perusahaan itu pagi-pagi sekali. Selain untuk bertemu Sofia untuk melepas rindu yang dari semalam bergemuru di hatinya, salah satunya adalah meminta nomor ponsel wanita itu.


******


"Ke mana aku harus mengembalikan mobil ini?" Gumam Sofia yang telah duduk manis dalam mobil.


Sofia menyalakan mesin mobil dan mengendarainya menuju perusahaan Dirga, namun di tengah jalan dia kembali membelokan mobil ke arah yang berlawanan dengan perusahaan Dirga.


"Biarlah. Dia akan mencarinya sendiri saat dia memerlukan mobilnya." Gumam Sofia lagi.


Saat ini Sofia telah menuju perusahaan Pradipta, hari ke-2 untuknya bekerja. Sofia turun dari mobil dan berjalan memasuki area dalam perusahaan.


"Siang Nona!!" Sapa Satpam depan, yang menjaga pintu lobby perusahaan, Sofia hanya menganggukan kepalanya dan terus berjalan sampai ke lift.


Sampai di ruangan ayahnya. Sofia mengetuk pintu dan segera masuk.


Tok tok tok tok


"Baru sampai?" Sapa Zainal dengan pertanyaan. Sofia mengangguk tanda membenarkan. "Lesuh sekali! Kamu kurang sehat?" Zainal memperhatikan wajah Sofia yang tidak bersemangat.


"Enggak Pa! Cuma..." Sofia menjeda ucapannya.


"Cuma apa?" Tanya Zainal penasaran.


"Ahh, nggak! Nggak ada!" Sofia segera duduk di kursinya.


Zainal memberikan Sofia meja kerja di dalam ruangannya, agar dia dapat memantau pekerjaan Sofia dan sofia mudah bertanya jika tidak mengerti. Saat ini, Sofia masih dalam tahap belajar jadi Zainal harus memperhatikannya bekerja. Agar Sofia juga cepat mengerti.


"Pa! Sofia pindah ruangan sendiri aja ya! Sofia nggak konsen kalau ada Papa saat bekerja." Minta Sofia pada papanya.


"Memang kenapa kalau ada Papa?" Tanya Zainal.


"Ya itu Pa. Tadi aku bilang nggak konsen!" Jawab Sofia.


"Iya. Kenapa kamu jadi nggak konsen kalau sama Papa?" Tanya Zainal lagi memperjelas.


"Lebih tenang kalau sendirian Pa!" Jelas Sofia.


"Baiklah! Nanti Papa minta Sandra membersihkan ruangan yang akan kamu tempati." Jawab Zainal. "Eh tadi teman kamu datang mencari mobilnya." Lanjut Zainal.

__ADS_1


"Dirga?" Tanya Sofia keceplosan.


"Oh!! Jadi Tuan Dirga itu temen kamu?" Ujar Zainal mencari kejelasan.


"Haa!! Nggak seperti itu juga Pa. Cuma temen biasa kok!" Jelas Sofia yang tahu apa yang ada di pikiran papanya.


"Emangnya Papa bilang apa? Papa cuma tanya, Tuan Dirga itu temen kamu?" Jelas Zainal tersenyum kecil.


"Ahh, papa. Sofia tau apa yang di pikiran Papa. Sofia mau keruangan Sandra, suruh siapin ruangan Sofia sendiri." Ucapnya meninggalkan Zainal yang hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala pada putrinya.


******


Kini Dirga telah sampai di kantornya, menggunakan mobil Sofia. Dirga tak mengijinkan sama sekali Fander menyentuh mobil Sofia, dia memperlakukan mobil itu seperti seorang Sofia. Dengan wajah Sumringah Dirga masuk ke dalam ruangannya, meraih ponsel di dalam saku dan mulai mencari nomor Sofia yang dia simpan tadi.


******


Kembali pada Sofia saat ini dia berada di ruangan Sandra. Sandra telah di usirnya untuk mengatur ruangan untuknya.


Sofia sedang bersantai di kursi yang biasa di gunakan Sandra, sedang memainkan Handphonenya. Tiba-tiba panggilan masuk, dengan nomor yang tidak di kenal.


"Siapa ini?" Gumamnya melihat nomor cantik yang masuk.


Sofia mendiamkan saja ponselnya yang berdering. Biarkan saja, mungkin salah sambung pikirnya. Tiga kali ponsel itu berdering tiba-tiba bunyi notifikasi pesan berbunyi di ponselnya.


Ting


Sofia meraih ponsel itu yang di letakan di meja kerja depannya.


Angkat, Baby😘


Pesan singkat lengkap dengan emotion.


Ponsel di tangan Sofia kembali berdering, Sofia menekan tombol hijau untuk menerima panggilan iti.


"Halo Baby!!" Sapa Dirga di balik telvon.


"Dari mana kau mendapatkan nomorku?" Tanya Sofia langsung.


"Baby. Apa kau tak merinduhkanku? Kau bisa basi-basi dulu lalu menanyakan hal itu." Ujar Dirga.


"Nggak perlu. Buat apa basi-basi, nggak bermutu!" Ucap Sofia.


"Astaga Baby, sekarang aku tau kalau kau itu tidak romantis. Tapi malam itu kau sangat romantis." Ucap Dirga.


"Malam apa?" Tanya Sofia lagi.


"Malam itu! Apa kau lupa? Atau aku harus menjelaskan sedetail mungkin padamu." Jawab Dirga.


"Tidak! Baiklah. Apa kabar Honey?" Ujar Sofia, dia tak mau berdebat lagi dengan lelaki yang tak pernah mau kalah.


"Nah, begitu terdengar seperti deorang kekasih!" Ucap Dirga tersenyum.


"Hm, lalu dari mana kau mendapatkan nomorku?" Tanya Sofia lagi, lebih lembut.


"Oh, ya. Tapi pagi aku ke kantormu dan meminta pada wanita yang datang denganmu kemarin." Jawab Dirga.

__ADS_1


"Awas saja!" Gumam Sandra yang di dengar seperti berbisik di telinga Dirga.


"Apa kau berkata sesuatu?"


"Tidak. Tadi ada nyamuk!" Ucap Sofia asal.


"Oh!! Baby, apa kita bisa bertemu?" Tanya Dirga lagi.


"Aku sedang sibuk. Mungkin lain kali." Jawab Sofia.


"Bagaimana kalau nanti, setelah pulang kerja."


"Ok. Di mana?" Tanya Sofia.


"Nanti aku jemput!!"


"Nggak-nggak!! Kamu mau jemput di kantor? Nggak ah!" Tolak Sofia.


"Kenapa?" Tanya Dirga di balik ponsel Sofia.


"Nanti, aku kabarin lagi aja!!" Ucap Sofia lagi.


"Ya, udah. Telvon aku ya Baby!!" Ucap Dirga.


"Iya!!" Jawab Sofia.


"Ok. By, sayang!!"


"By...!!!" Sofia mengakhiri panggilan di handphonenya.


******


Dengan segera Dirga menyelesaikan pekerjaannya. Agar bisa menemui, sang pujaan hati. Kini dia benar-benar tidak menginginkan wanita lain lagi, yang ada di pikirannya hanya Sofia seorang. Bahkan memandang wanita lain pun Dirga sudah tak merasa perlu lagi.


Jam pulang kantor masih setengah jam lagi, tapi Dirga sudah keluar dari lobby kantor dan meninggalkan perusahaan. Dengan segera dia melajukan mobil milik Sofia, ke arah perusahaan Pradipta.


Kini dia sudah sampai di perusahaan besar milik Zainal Pradipta. Dirga melihat jam yang melingkar di tangannya, kini masih sepuluh menit lagi dia harus menunggu Sofia keluar dari gedung itu.


10 menit bagai 10 tahun untuk Dirga menunggu, akhirnya Dirga memutuskan untuk masuk menyusul Sofia.


Di lobby kantor orang-orang menatap Dirga yang masuk tanpa menyapa, dan langsung menuju lift khusus untuk ke ruangan Sofia.


Ting


Pintu lift terbuka, di depan Dirga sudah berdiri seorang wanita yang akan menunggu lift untuk turun.


"Kamu!!"


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, COMENT and VOTEnya...


Hadiahnya juga ya... Buat tamba Semangat Author🤗


__ADS_2