One Night Love

One Night Love
Bolong-bolong


__ADS_3

Ting


Pintu lift terbuka, di depan Dirga sudah berdiri seorang wanita yang akan menunggu lift untuk turun.


"Kamu!!" Panggil Dirga saat melihat Sandra di depan pintu.


"Tuan!!" Kaget Sandra saat melihat Dirga di balik pintu lift yang baru terbuka.


"Kamu mau ke mana?" Tanya Dirga saat keluar dari lift.


"Maaf, Tuan! Saya mau turun!" Jawab Sandra.


"Tunggu! Antarkan saya ke ruangan Sofia!" Pinta Dirga.


"Ruangan Nona, ada di sebelah ruangan direktur Tuan." Sandra menunjukan arah ruangan Sofia.


"Baiklah!!" Dirga pergi meninggalkan Sandra yang hanya terbengong melihatnya pergi tanpa pamit.


Tok tok tok tok


Suara ketukan pintu di luar ruangan Sofia.


"Masuk!!" Jawab seseorang di dalam ruangan.


Dirga menekan hendel pintu dan melihat sosok yang berada dalam ruangan.


"Hello Baby!!" Sapa Dirga saat melihat sang pujaan hati ada di depan matanya.


"Kamu!!" Seru Sofia.


"Belum selesai?" Tanya Dirga lalu memasuki ruangan itu.


"Kenapa kamu ke mari?" Tanya Sofia.


"Baby!! Aku rindu, tak tahan menunggumu lama-lama!" Seru Dirga.


"Astaga kau lebay sekali! Aku sedang bekerja. Tak bisakah kau menunggu hingga selesai!" Kesal Sofia.


"Sayang!! Aku siap menunggu selamanya, asal di sampingmu." Dirga mendekat ke arah Sofia dan langsung mengecup pipinya.


Sofia memutar bola matanya malas, mendengar segala gombalan dari Dirga. "Si pria casanova ini tak akan berhenti setelah kemauannya di penuhi." Batin Sofia.


"Jangan berbuat ulah!! Bagaimana jika papa masuk ke sini!" Ucap Sofia.


"Maka aku akan segera melamarmu padanya." Jawab Dirga yang tak mau menjauh dari Sofia.


"Kau bisa menunggu di sofa, sampai aku selesai mengerjakan ini!" Ucap Sofia.


"Perlu bantuan?" Dirga menawarkan dirinya.


"Tidak! Duduklah. Atau papa akan memergoki kita saat dia masuk!" Pinta Sofia.


"Baiklah. Apa masih lama?" Tanya Dirga lagi memastikan.


"10 menit lagi." Jawab Sofia sambil mengotak-atik layar di depannya. Dan Dirga hanya mengangguk sambil berjalan ke arah Sofa.


Ceklek


"Tuan Dirga!!" Seseorang telah membuka hendel pintu ruangan Sofia.


Betapa kagetnya Zainal saat membuka ruangan Sofia dan menemukan Dirga di dalamnya.


Dirga dan Sofia saling pandang melihat kedatangan Zainal, mereka berdua pun tak kalah kagetnya dengan Zainal saat kepergok sedang berdua di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Papa!!" Seru Sofia.


"Tuan Zainal!!" Sapa Dirga.


"Aah, ya! Saya sangat terkejut. Anda berada di sini? Apakah ada janji temu hari ini?" Tanya Zainal bertubi-tubi.


"Oh. Tidak, Tuan Zainal." Jawab Dirga cepat.


"Dia datang untuk mengantar mobilku Pa!" Sela Sofia yang melihat interaksi antara keduanya.


Semua terdiam. Seperti canggung, tak ada yang bicara hingga Dirga memecah keheningan.


"Iya!! Nona Sofia benar Tuan Zainal." Ucap Dirga.


"Sofia, nanti kamu ikut Papa saja, pulangnya." Ucap Zainal.


Sofia hanya memandang Zainal tanpa jawaban, hingga Dirga bersuara.


"Tunggu Tuan! Maaf, sebelumnya. Saya ingin mengajak putri anda untuk makan malam. Malam ini." Ujar Dirga.


"Oh, benarkah Sofia?" Sofia hanya mengangguk pelan mendapat pertanyaan dari papanya.


"Tapi ini masih sore!" Seru Zainal lagi.


"Tidak apa! Saya akan menunggu Nona Sofia," Ujar Dirga lagi.


"Bagaimana kalau makan malam di rumah kami?" Usul Zainal.


"Terserah, anda saja. Yang penting bisa bersama putri anda!" Jawab Dirga tersenyum kecil.


"Nggak ah!! Sofia makan di luar aja sama Dirga." Sela Sofia.


"Tapi mama nunggu kita makan malam bersama!" Ujar Zainal lagi, sedikit berbohong tak apa.


"Papa!! Ayo. Sudah selesai." Ucap Sofia betanjak dari kursinya dan meraih lengan Dirga membawahnya keluar dari ruangan itu.


Dirga yang reflek mengikuti langkah Sofia, tak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya dapat memandang sang ayah dari gadis yang telah membawah dia kabur.


Dan Zainal hanya dapat tersenyum lebar yang telah berhasil menggoda putri kesayangannya.


******


Sofia dan Dirga telah masuk ke dalam mobil Dirga saat ini.


"Kita ke mana sekarang?" Tanya Dirga.


"Ke mana aja!" Jawab Sofia jutek.


Dirga menyalahkan mesin mobil, keluar dari parkiran dan menemudikannya ke tempat yang hanya dia yang tahu.


Bebetapa menit kemudian, mereka sudah memasuki pelataran apartement Dirga.


"Loh, kok kita ke sini?" Tanya Sofia saat mengedarkan pandangannya ke luar.


"Lalu, mau ke mana lagi?" Dirga membuka sabuk pengamannya dan hendak turun dari mobil, namun di cegah oleh Sofia.


"Katanya mau makan malam!" Seru Sofia.


"Ini masih Sore Baby!! Kita mampir ke apartementku dulu." Sofia melihat kembali ke arah luar, dan benar saja hari masih sore, matahari masih memancarkan sinarnya.


Tak ada ada pilihan lain, dia pun turun dari mobil dan mengikuti langkah Dirga masuk ke dalam gedung apartementnya.


******

__ADS_1


Di kediaman Pradipta, Rita sedang menjemput suaminya di gerbang pintu utama.


"Papa udah pulang? Sofia mana?" Rita mengambil tas dari tangan suaminya dan melangkah masuk bersama.


"Sofia katanya mau makan malam di luar. Tadi di jemput sama Dirga." Jawab Zainal.


"Siapa itu Dirga?" Rita mengerutkan dahinya, baru pertama kali dia mendengar nama Dirga.


"Dirga itu rekan bisnis papa yang baru. Kemarin waktu Sofia miting sama dia." Jelas Zainal.


"Jadi kerjasama dengan perusahaan besar itu Pa?" Zainal hanya menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan dari sang istri. "Lalu kenapa Sofia bisa pergi makan malam sama dia?" Tanya Rita lagi penasaran.


"Katanya mereka saling kenal." Zainal telah sampai di sofa ruang tamu membuka jasnya dan menyerahkan pada istrinya.


Rita segera meraih pemberian suaminya dan membaqah ke dalam kamar. Setelah kembalinya dari kamar Rita masih sangat penasaran dengan cerita suaminya, dia kembali duduk di samping suaminya dan kembali bertanya.


"Emangnya, rekan bisnis papa nggak punya istri Pa?" Tanya Rita.


"Kurang tau Ma. Tapi menurut yang info-info yang beredar dia belum menikah!" Jawab Zainal.


"Berapa umurnya?" Pikiran Rita semakin penasaran. Mungkin saja bisa menjadi jodoh untuk putrinya.


"Mungkin seumuran Sofia. Tapi... mungkin lebih tua sedikit." Jawab Zainal masih ragu.


"Mama bikin kopi ya, buat Papa!" Seru Rita.


"Jangan!! Teh saja." Rita pun mengangguk kepada suaminya.


Setelah kepergian Rita Zainal menyapu dadanya pelan. Tidak untuk masakan istrinya, memang sangat mengungga selera. Tapi tidak untuk kopinya, walaupun sudah berkali-kali belajar membuat kopi yang pas di tenggorokan suaminya, tapi Rita tak pernah bisa membuat kopi.


******


Dirga dan Sofia kini sedang duduk di sofa, menikmati suasana dengan menonton acara Tv.


"Baby. Kau tidak ganti baju dulu?" Tanya Dirga yang sedang menempel di pundak Sofia.


"Aku tidak bawah baju ganti." Jawab Sofia yang sedang menikmati camilan di tangannya.


"Masuklah ke kamar. Aku sudah menyiapkan baju ganti untukmu!" Ujar Dirga.


"Baju apa yang kau siapkan?" Tatapan Sofia mengintimidasi pada Dirga. "Jangan-jangan baju bolong-bolong yang dia siapkan untukku!" Batin Sofia.


"Ya baju ganti Sayang!! Kau akan selalu berada di sini. Jadi aku menyiapkan baju-baju di dalam lemari agar di waktu seperti ini kau bisa berganti pakaian. Bahkan pakaian dalam juga ada!" Seru Dirga tanpa rasa malu.


"Apa? Pakaian dalam juga?" Seru Sofia kaget.


Dirga hanya menganggukan kepala saat mendapati pertanyaan dari Sofia.


Sofia segera berlaru ke arah kamar, memastikan apa yang di katakan oleh Dirga. Sesampainya di dalam kamar langsung saja Sofia membuka lemari yang terpajang di sana, dan benar saja. Di sana sudah tergantung pakaian-pakaian wanita yang masih berlabel dengan harganya pula.


Sofia menarik laci di dalam lemari itu dan terpampang sudah pakaian-pakaian dalam wanita lengkap.


Sofia menutup mulutnya sendiri mendapati itu semua, dia bahkan menggeleng-gelengkan kepalanya saat terbayang bagaimana cara dia memilih pakaian-pakaian itu beserta ********** juga.


Dia harus menanyakan pada Dirga, bagaimana dia mendapatkan semua itu dan memilih ukuran dari pakaian dan ********** yang terlihat semua pas dengan ukuran badannya. Sofia kembali pada Dirga dengam seribu pertanyaan di benaknya.


.


.


.


.

__ADS_1


By... By...


__ADS_2