One Night Love

One Night Love
Jadilah wanitaku!!


__ADS_3

Sofia dan Dirga sekarang berada dalam mobil. Mereka hanya saling membisu, hingga Sofia memecah keheningan di antara mereka.


"Kita akan ke mana?" Tanya Sofia.


"Ke tempat di mana kau berbagi keringat bersamaku!" Jawab Dirga sambil fokus menyetir.


"Apa? Aku tidak mau ke sana!!" Ketus Sofia.


"Lalu ke mana lagi? Apa kau mau suasana baru?" Tanya Dirga dengan tersenyum.


"Apa? Apa kau mau melakukannya lagi? Tidak-tidak. Aku tidak mau!!" Pekik Sofia.


"Tergantung!!" Jawab Dirga.


"Tergantung. Tergantung apa? Tidak-tidak. Turunkan aku sekarang. Kalau tidak, aku akn lompat." Ucap Sofia menggertak.


"Cobalah jika kau berani!!" Tantang Dirga.


Sofia melihat keluar jendela. Laju mobil yang di kendarai Dirga, mungkin tidak akan membuat nyawanya melayang, tapi mungkin akan membuat tulang-tulangnya remuk dan patah seketika. Sesaat berlalu, Sofia merasa ragu dengan kata-katanya, namun hatinya kalut "bagaimana kalau dia sampai melakukannya lagi? Ahh, tidak-tidak. Tidak bisa. Aku harus melakukannya." Batin Sofia berkecamuk.


"Baiklah!!" Sofia berkata hendak membuka pintu di sampingnya. Namun,


klik


Suara pintu yang tertutup otomatis. Dirga lebih cepat gerakannya dari pada Sofia. Sepersekian detik saat Sofia menggertaknya, dia sudah mengambil ancang-ancang untuk mencegah Sofia melakukan perbuatannya.


Klek klek klek klek


"Apa yang kau lakukan? Buka pintunya sekarang!!" Teriak Sofia dengan panik.


Dirga memberi lampu sein kiri di kendaraannya, berhenti sejenak.


"Buka pintunya!!" Pinta Sofia dengan ketus.


"Sofia, Sof. Dengarkan aku!" Ujar Dirga lembut memegang kedua bahu Sofia. "Aku tidak akan berbuat macam-macam!! Aku hanya ingin bicara denganmu. Percayalah! Aku tidak akan berbuat apa-apa! Apalagi hal yang tidak kau mau!!" Ucap Dirga serius." Padahal sesaat tadi, dia sedang membayangkan bergelut dengan Sofia di kasur apartementnya.


"Tidak!! Bicara di sini. Aku tidak ingin pergi ke apartemetmu!!" Jawab Sofia lantang.


"Sofia, sekali ini saja!! Aku janji tidak akan macam-macam! Sungguh!! Walaupun aku bajingan, tapi aku tidak suka melakukannya jika para wanita itu tidak suka." Ucap Dirga serius.


Sofia hanya diam. Saat ini dia terkurung dalam mobil Dirga, mencari cara pun tidak mungkin, karna saat ini Dirga tak mungkin melepaskannya.


"Baiklah, sepuluh menit di dalam apartement!!" Pinta Sofia, tegas.


"Ok. Kita di lihat di sana saja!" Jawab Dirga lalu menyalakan mesin mobilnya.


"Tidak ada tawar-menawar!!" Jawab Sofia lagi.

__ADS_1


"Ok. Ok." Jawab Dirga cepat, jangan sampai dia berubah pikiran, selanjutnya akan di pikirkan setelahnya.


Dirga kembali melajukan mobilnya menuju ke apartementnya. Kini mobil itu memasuki basement aoartement.


Dirga turun mengajak Sofia juga. Sofia yang nampak ragu, sehingga membuat Dirga harus membukakan pintu untuknya.


"Ayo!!" Ajaknya dengan mengangguk sekali.


Sofia turun dengan diam, berjalan sedikit menjauh darinya, hingga Dirga harus menghentikan lanhkahnya menunggu Sofia.


Klek


Kini Sofia dan Dirga telah sampai di apartement Dirga. Dofia tampak ragu untuk memasuki tempat itu. Tempat di mana dia bermalam dan membuat keputusan yang besar, Dan kini pria itu kembali membawahnya ke sana.


"Masuklah!!" Ucap Dirga.


Sofia pun mengangguk kecil dan memasukinya. Dalam pikirannya, hanya ingin cepat menyelesaikan urusannya ddngan Dirga. Namun dia sendiri tidak tahu sebenarnya apa yang akan mereka bahas saat ini.


Melihat Sofia yang hanya berdiri saja, akhirnya Dirga mengeluarkan suaranya mengajak Sofia duduk di mana sofa yang telah di dudukinya.


"Duduklah!!" Pinta Dirga.


Sofia hanya menatap, dan berpikir kembali. Kenapa dia harus mengikuti perintah pria ini, seharusnya dia tidak ikut dengannya. Untuk apa? Buat apa juga? Pikiran Sofia berperang dengan apa yang dia lakukan sekarang.


"Apa kau ingin duduk di kamar?" Goda Dirga dengan tersenyum. Namun ternyata Sofia sangat sensitif saat ini hingga tak bisa di anggap bercada.


Sofia berbalik ke arah pintu di mana dia masuk tadi, melayangkan langkahnya untuk keluara dari sana.


Sofia memberontak namun dekapan Dirga sangat erat hingga dia tak mampu lepas. "Biarkan seperti ini sesaat saja!!" Ucap Dirga yang merasa nyaman. Seperti mendapatkan kembali gairah yang telah hilang.


Dirga mengelus pundak Sofia dengan penciumannya, aroma yang sama yang membuatnya nyaman.


"Lepaskan!!" Bentak Sofia.


"Maaf. Aku khilaf. Tapi jangan pergi dulu." Ucap Dirga.


Sofia hanya diam saat Dirga melepas pelukannya. "Katakan, apa yang ingin kau katakan. Waktumu hanya 10 menit." Ucap Sofia lagi.


"Ok. Ok. Duduklah dulu!!" Ajak Dirga serius.


Sofia duduk di sofa, di mana Dirga mengantarnya duduk, kemudian ikut duduj bersama Sofia.


Kini Dirga diam. Sebenarnya dia tak tahu apa yang akan dia bicarakan, pikirannya hanya ingin bersama Sofia saat ini.


"Katakanlah! Atau aku akan pergi." Ucap Sofia.


"Sebenarnya... Aku tidak tahu apa yang akan kita bicarakan. Aku hanya tahu, jika saat ini aku ingin bersamamu saja." Ungkap Dirga yang menatap Dofia di sampingnya.

__ADS_1


Sofia menatap Dirga. "Apa maksud pria ini?" Batinnya.


"Maaf, Sofia. Tapi sejak aku menghabiskan malam denganmu, aku tak bisa lagi melakukannya dengan wanita lain." Ujar Dirga dengan menggemgam tangan Sofia.


"Jadi, kau ongin melakukannya lagi denganku?" Sofia menghempas tangan Dirga.


"Tidak seperti itu juga. Aku juga tidak tahu kenapa!!" Jaqab Dirga frustasi.


"Jangan harap!! Aku tidak akan terbuai dengan bujuk rayumu!!" Ujar Sofia, beranjak dari duduknya hendak ingin pergi.


"Tunggu!!" Dengan cepat Dirga meraih lengan Sofia. "Aku tidak berpikiran seperti itu!!" Jawab Dirga lagi. "Mengertilah!! Aku hanya ingin bersamamu!! Tidak ingin yang lain!"


"Lepaskan!! Biarkan aku pergi!" Cairan bening di mata Sofia hampir saja jatuh dari pelupuk matanya.


"Hei!! Tenanglah. Aku tidak berbuat apa-apa! Percayalah." Ucap Dirga yang meraih Sofia dalam dekapannya.


Air mata itu pun lolos mengalir di pipin Sofia. Entah apa yang harus membuatnya menangis, dia sendiri pun tak tahu sebabnya.


"Sofia!!" Panggil Dirga dalam pelukannya.


"Malam itu hanya sebuah kesalahan!! Lupakan itu, dan biarkan aku pergi." Ucap Sofia dalam pelukan Dirga saat ini.


"Apa? Tidak. Itu bukan kesalahan. Itu anugrah untukku! Hanya kau yang kuperlakukan seperti iti. Aku pun tidak mengerti. Tapi aku tak pernah merasakan hal luar biasa dengan wanita lain, itu ku rasakan hanya denganmu!!" Ungkap Dirga, saat ini dia tak ingin Sofia menjauh darinya.


Dirga masih mendekap Sofia dengan erat. Sofia juga tak menolak, dia merasa nyaman bersamanya.


"Jadilah wanitaku!! Aku berjanji tidak akan melakukan apapun yang tidak kau sukai!!" Ungkap Dirga.


"Tidak. Itu tidak mungkin! Itu tidak bisa!" Ucap Sofia dengan mengangkat kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Dirga.


"Aku tidak menyukaimu!!" Jawab Sofia jujur.


"Aku juga tidak mencintaimu! Mari kita belajar untuk saling mencintai." Ucap Dirga penuh harap.


"Tidak mungkin ada cinta jika kita tidak saling suka." Jelas Sofia lagi.


"Rasa suka akan datang sendirinya. Jika sudah suka, maka cinta pun akan datang dengan sendirinya." Ucap Dirga tanpa melepas dekapannya. "Mari kita coba bersama, jika memang tidak ada rasa di antara kita saat menjalani hubungan, maka kita akan merelakan satu sama lain." Jelasnya.


"Bagaimana?" Lanjut Dirga.


.


.


.

__ADS_1


.


By... By....


__ADS_2