One Night Stand With TUAN MUDA

One Night Stand With TUAN MUDA
Tinggal Bersama


__ADS_3

Lift yang di naiki Ardy dan Jian berhenti di lantai 7, mereka segera keluar ketika pintu sudah terbuka. Jian tak henti-hentinya mengedarkan pandangan menatap takjub ke setiap sudut Apartemen. Sebenarnya Ardy memiliki Apartemen yang jauh lebih berkelas, tapi entah kenapa ia memilih tinggal di Apartemen ini yang bukan miliknya.


Jian terus mengekor di belakang Ardy, sampai akhirnya langkah mereka berhenti tepat di depan pintu kamar pria tersebut.


"Ayo, masuk!" ajak Ardy ketika Jian masih fokus mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.


"I-iya, tuan," jawabnya sedikit gugup.


Setelah Jian masuk ke Unit Apartemennya, Ardy segera mengunci pintu tersebut agar tidak ada satu orang pun yang mengetahui kalau dirinya tinggal bersama seorang wanita, yaitu Jian. Kemudian ia menaruh barang bawaan di tangannya ke pantry.


Usai menaruh dua kantong plastik hitam besar tersebut, ia kembali ke tempat di mana Jian masih berdiri.


"Itu kamarmu, barang-barangmu sudah ada di sana," kata Ardy seraya menunjuk kamar yang ia maksud.


"Iya, tuan." Jian mengangguk paham.


Ia merasa sedikit lega, setidaknya tidak harus sekamar dengan pria itu. Sebab di dalam Unit Ardy terdapat 2 kamar. Jian sudah bis menebak jika kamar yang satunya lagi pasti kamar pria itu.


Ardy masuk ke kamarnya berniat untuk bersih-bersih badannya yang sudah terasa lengket. Sementara Jian pergi ke pantry guna memasak beberapa bahan masakan yang ia beli tadi, sebab perutnya kini sudah terasa sangat lapar.


Harum semerbak aroma masakan Jian tercium sampai ke kamar mandi yang ada di kamar Ardy. Pria yang tengah melakukan runitisnya sebelum mandi dengan sabun cair, menghentikan gerakannya sejenak.


"Wangi apa ini? Kenapa aromanya mengundang lapar?" Ardy menghirup bnyak-banyak aroma harum yang menusuk hidungnya.

__ADS_1


Kemudian dia mempercepat gerakan runitinitasnya agar cepat selesai, untuk mengecek sesuatu yang membuatnya sangat penasaran.


🌷🌷🌷


Ardy sedikit terkejut mendapati masakan yang masih mengepul di atas meja makan persegi berukuran kecil. Aromanya benar-benar menggugh selera makan.


"Dia bisa memasak?" pikirnya.


"Lalu kemana dia?" ia mencari sosoknya saat tidak mendapati Jian di sana. Lalu mempersilahkan Jian duduk menempati salah satu di antara 3 kursi yang masih kosong.


Jian mengangguk. "Ya. Apa kau menyukainya?"


"Ya. Kau harus memasak untukku setiap hari!" Jian terbelalak mendengar permintaannya.


Suara gemericik air dari balik kamar Jian membuatnya berpikir mungkin wanita itu sedang mandi. Ia menarik kursi dan menjatuhkn tubuhnya di sana. Ia memilih untuk menunggu Jian terlebih dahulu.


Lima belas menit kemudian Jian memutuskan kembali ke meja makan dengan membawa perut yang sudah tidak sabar untuk segera di isi. Ia di kejutkan oleh pria yang tengah menyantap masakannya dengan begitu lahap. Seperti orang kelaparan.


"Ekhem ..."


Suara dehaman Jian sekejp menghentikan aktivitas makan Ardy. Pria tersebut menileh dengan memperlihatkan kedua pipinya yang terisi penuh oleh makanan. Merasa malu, dengan cepat ia kunyah makanan di dalam mulutnya.


"Apa kau yng memasak semua ini?" tanya Ardy usai mengunyah makanannya.

__ADS_1


Jian menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Ti-tidak."


"Bagus. Kalau begitu, makanlah! Aku sudah selesai dan harus kembali ke kemar." Ardy beranjak dari kursi setelah meminum saru gelas penuh air putih.


Jian memandang punggung Ardy sampai pria tersebut hilang dari dari balik pintu. Ia masih tidak percaya jika pria itu akan menyukai masakannya. Padahal ia hanya memasak semur jengkol dan beberapa potong tempe goreng. Dan lihatlah! Semur jengkolnya tak tersisa, hanya menyisakan sedikit airnya dan tempe gorengnya pun tinggal 2 potong lagi.


Bersambung...


___


Sudah lihat Visual Ardy di YouTube, belum??


Jangan lupa untuk:


👍Tinggalkan Like


📝Komentar


❤Masukan rak buku favorit


📦Beri Hadiah


Jangan lupa untuk follow akun media sosialku:

__ADS_1


IG: wind.rahma


__ADS_2