
"Tangkap dia, pak!" pinta Ardy memberi komando.
"Siap."
"Sial, ini semua jebakan," umpat Sagara.
Kini ekor mata pria itu dengan lincah mencari celah untuk kabur. Dan satu detik kemudian, Sagara mampu menerobos polisi yang mengepung dirinya.
"Kejar dia!" seru ketua polisi.
Semua yang ada di sana mengejar Sagara keluar gudang tua, seorang polisi menembakan pistol tanda peringatan ke udara, namun Sagara tidak mau berhenti berlari juga. Pria itu kini hendak memasuki mobil, namun seketika tubuhnya terkulai jatuh ke tanah, saat seseorang menembak bagian kakinya.
Semua orang melihat ke belakang, memastikan siapa yang melakukan hal tersebut. Dan semua orang terkejut, karena ternyata yang menembak Sagara itu anaknya sendiri yang kini berdiri di samping polisi dengan memegang pistol di tangannya.
Kini tubuh Daven terasa lemas, melihat sang ayah tertembak oleh tangannya sendiri. Ia lihat pistol di tangannya dan refleks menjatuhkan senjata api tersebut.
"Papaa.." ucapnya lirih, seperti ada penyesalan di dalam dirinya.
🌷🌷🌷
Kini Sagara di bawa ke kantor polisi, lebih tepatnya ke Rumah Sakit kantor polisi terlebih dahulu untuk di obati luka di kakinya, bersama semua anak buahnya yang kini memberontak memaksa untuk di bebaskan.
__ADS_1
"Siaaal.. Berani-beraninya lo ngekhianatin gua! Awas aja, gua bakal kirim orang buat ngehajar lo, bangsaaattt!" teriak preman yang tengah di seret paksa polisi untuk di masukkan ke dalam sel jeruji besi.
Ardy menghiraukan ucapan preman tersebut, sampai akhirnya ia dan Daven di panggil untuk di mintai keterangan lebih lanjut.
"Saya minta korban untuk datang langsung kesini, agar semuanya jelas," ujar polisi yang kini duduk di hadapan Ardy dan Daven.
"Besok saya akan membawa ibu saya, pak. Terima kasih atas kerja samanya," ucap Ardy.
"Sama-sama," balas polisi tersebut.
Mereka pun kini keluar dari kantor polisi menuju halaman parkir. Raut wajah Daven masih terlihat sedih atas apa yang tadi ia lakukan pada papanya.
"Dav-"
Ardy menghela napas cukup panjang, ia paham betul apa yang di rasakan oleh temannya. Daven pasti berat menerima semua ini, namun yang Ardy salutkan, pria itu berlapang dada menerima bahwa papanya itu bersalah dan harus menanggung perbuatannya.
"Aku hanya bingung harus mengatakan seperti apa pada mama. Mama pasti shock mendengar ini," ujar pria itu cemas.
"Aku tahu, Dav. Tapi bagaimanapun, mamamu harus tahu. Cepat atau lambat beliau pasti akan menerima kenyataan ini," tutur Ardy.
Daven mengangguk. "Ya, Dy. Atas nama papaku, aku minta maaf atas apa yang papa lakukan pada bibi Lily."
__ADS_1
"Kau tidak perlu minta maaf, lagipula bukan kau yang salah. Kalau begitu, lebih baik kau pulang temui mamamu, aku juga akan kembali ke Apartemen untuk menceritakan ini pada ibu dan Jian."
"Ya, terima kasih, Dy."
"Aku yang harus berterima kasih padamu, Dav. Terima kasih sudah membantuku!" ucap Ardy seraya menepuk bahu temannya pelan.
"Sama-sama."
Ardy pun masuk ke dalam mobilnya, sementara Daven memesan taksi online lantaran tidak membawa mobil.
🌷🌷🌷
Keesokan harinya, Ardy mengantar ibunya pergi ke kantor polisi untuk di mintai keterangan. Sebelumnya ia sudah menceritakan siapa pelaku pelecehan yang di lakukan kepada ibunya itu, Lily dan terutama Jian sangat terkejut mendengarnya.
Kini Sagara dan preman lainnya mendapat hukuman pidana seumur hidup, serta hukuman kebiri lantaran pelecehan yang teramat keterlaluan.
Ironisnya, kabar buruk tentang Sagara ini membuat Daven bukan hanya kehilangan papanya, tapi juga mamanya. Jenny sangat shock sehingga wanita itu memutuskan untuk bunuh diri. Sebab berita mengenai suaminya sudah tersebar luas di media.
Seperti halnya saat ayah Ardy melihat jika istrinya sedang berhubungan dengan pria lain, pria tersebut meninggal. Begitu juga dengan Jenny, meninggal setelah mendengar kabar jika suaminya melakukan tindak kejahatan yang sangat amat keji dan hina.
Ardy, Jian, dan Lily turut berduka cita atas meninggalnya mama Daven. Pria itu merangkul erat-erat tubuh temannya, seolah sedang menyalurkan sebuah kekuatan agar Daven bisa kuat melewati takdir kehidupan ini.
__ADS_1
Bersambung...
...Bantu share cerita ini di grup fb dan sosial media lainnya yaaaaa...