One Night Stand With TUAN MUDA

One Night Stand With TUAN MUDA
Cutter


__ADS_3

Kedua mata Daven memicing saat pertama kali membuka mata, sinar lampu yang begitu terang seakan menusuk ke dalam kornea matanya. Dan ia terkejut saat mendapati kedua tangannya di ikat menggunakan sebuah tali besar ke belakang kepala ranjang tempat tidurnya.


"Sial, siapa yang melakukan ini padaku?" ujarnya sembari berusaha melepaskan tangannya dari ikatan yang cukup kuat.


"Aku yang melakukannya."


Suara seseorang barusan membuat Daven terperangah,, ia menatap wajah orang tersebut yang melangkah menghampirinya dengan tatapan tidak percaya.


"Ardy!" pekiknya. "Kenapa kau melakukan ini padaku, hah?"


Ardy duduk di tepi ranjang, memandang wajah temannya dengan seringai. Sebelumnya pria itu sudah izin pada Jian untuk pergi sebentar dengan alasan meeting. Padahal ia kembali ke Apartemen sebab semalam ia mengikat temannya di ranjang tempat tidur.


"Kau yang memulainya, Dav."


"Maksudmu apa? Apa kau juga yang memukulku semalam?"


Dengan berat hati Ardy mengangguk. "Ya, Dav. Maafkan aku! Aku terpaksa melakukannya, karena kau kan yang sudah membuat ayah Jian terkena serangan jantung?" tanya Ardy dengan tegas.


Daven memelotot, ia tidak menyangka jika Ardy tahu bahwa dia yang sudah menyebabkan ayah Jian masuk Rumah Sakit.

__ADS_1


"Kau menuduhku?"


"Aku tidak menuduhmu. Aku tahu kau menyukai Jian, dan kemarin aku melihat mobilmu keluar dari pertigaan arah jalan rumahnya sebelum akhirnya kami sampai dan mendapati ayah Jian serangan jantung sampai tidak sadarkan diri. Sekaramg katakan, darimana kau mengetahui rahasia kami?" desak Ardy.


"Itu tidak penting. Yang penting, aku harus menyelamatkan Jian darimu. Kau sangat berbahaya, Ardy. Aku mengenalmu sejak lama, jadi aku tahu bagaimana gilanya kau pada wanita. Aku tidak ingin Jian terluka jika kau menjadikannya sebagai mainan, sama seperti wanita-wanita yang kau jadikan bahan untuk menyalurkan kebencianmu terhadap ibumu," terang Daven.


"Justru kau yang membuat Jian terluka sekarang! Bagaimana perasaan Jian jika sampai tahu, kau, orang yang dia anggap pria baik-baik, merupakan orang yang sudah membuat ayahnya serangan jantung dan masuk Rumah Sakit, ketakutannya selama ini? Dia pasti akan sangat hancur. Apa kau tidak memikirkan hal itu, hah?"


Daven mengernyit. "Jadi Jian belum tahu, jika aku yang meberi tahu ini pada ayahnya tentang rahasia kalian?"


Ardy menggeleng.


"Tidak bisa, Dav. Aku sudah berjanji padanya untuk memberi tahu siapa orang yang sudah membuat ayahnya masuk Rumah Sakit. Tapi nanti, setelah keadaan sudah membaik."


"Tapi kau bisa mengatakan tidak tahu padanya, sialan!"


"Aku tahu kau memang tipe pria yang memperjuangkan keras seorang wanita demi mendapatkannya. Tapi tidak dengan menghalalkan segala cara apalagi dengan memisahkan aku dengannya! Aku memang selalu mempermainkan wanita, tapi tidak dengan kali ini. Jian berbeda dengan wanita lainnya, dan aku ingin memilikinya," ucap Ardy mantap.


"Tapi kau masih berhubungan dengan kekasihmu. Jangan egois, lepaskan Jian untukku!"

__ADS_1


"Tidak akan pernah! Dan jangan pernah bermimpi untuk memilikinya!" ucap Ardy lagi, kemudian bangkit dari duduknya.


Pria itu mengeluarkan sebuah pisau cutter dari balik saku jas hitam yang ia kenakan. Perlahan berjalan lebih dekat ke arah Daven.


Tajamnya pisau cutter itu memantulkan silau di kedua manik mata Daven, wajah pria itu seketika berubah menegang.


Bersambung...


___


Pemberitahuan!


Visual Cast Jian Gabriella sudah di publish di akun Instagram @wind.rahma


Di Youtube belum tersedia, ya.


Jangan lupa POIN nya beri ke aku, yah, dengan cara klik BERI HADIAH di bawah cover. Atau jika punya KOIN jangan sungkan-sungkan untuk di SODAKOHKAN agar rezekinya tambah banyak.


TAMBAHKAN KE RAK FAVORIT YAAA❤

__ADS_1


__ADS_2