Pada Malam Yang Berbadai

Pada Malam Yang Berbadai
12. Hero & Fashion Show


__ADS_3

Sampai Damar langsung menuju kamar. Terdengar suara hujan bernyanyi dengan amat kerasnya. Akhir-akhir ini memang seringkali hujan. Mungkin karena sudah mulai masuk musim juga. Daripada bengong ia mengambil pena dan bukunya itu .


Disaat seperti ini mungkin hal yang paling mengasyikkan adalah menulis, tiba-tiba saat melakukan hal yang nampak tidak berguna tadi ia mendapatkan ide yang bagus untuk menulis . Beberapa hari ini mendengar berita mengenai fashion show yang dilakukan disebuah Zebra cross. Dia lihat yang melakukan hal demikian kebanyakan remaja seperti dirinya. Sebenarnya dia tidak peduli, tapi nampaknya bakal menarik juga. Kebanyakan penulis menulis sesuatu uang sedang trending juga, oleh karena itu ia ingin mencobanya.


Siapa tahu saat nanti benar-benar terjun ke dunia kepenulisan yang keras dia bisa menjadi lebih cepat terkenal. Katanya sih kalau mau jadi cepat terkenal harus ikut yang sedang ramai. Hal ini sebenarnya tidak berlaku untuk seorang penulis juga, banyak juga pembuat konten berbagai macam media yang ikut melakukannya.


Beruntung sekali ya orang yang pertama membuat sesuatu menjadi ramai. Damar jadi iri, rasanya ia ingin juga menjadi seperti itu. Tapi sebenarnya dari mengikuti sesuatu lebih baik mencari hal lain yang lebih bagus . Viral atau tidak , selama menikmati sebenarnya itu bukan masalah besar. Lagipula untuk apa melakukan sesuatu yang bahkan kadang di luar nalar untuk menjadi terkenal? Belum tentu orang yang melakukan hal semacam itu bisa terkenal. Lagipula dia juga belum tentu menikmati apa yang dilakukannya.

__ADS_1


Tapi kalau dipikir lagi, rasanya kalau cuma fashion jalanan gitu kurang menarik . Harus ada sesuatu yang membuatnya berbeda dengan yang lain biar tidak dibilang plagiat kalau nanti dia mempublikasikan karyanya. Orang sekarang mirip sedikit saja langsung dibilang plagiat, padahal belum tentu. Karena memang tak ada sesuatu yang baru di bawah awan yang biru. Yang ada hanya sesuatu yang yang perbarui , menurut Damar.


Kalau misalnya ada pahlawan yang berpakaian ala model untuk mengelabui musuh sepertinya lumayan juga. Atau mungkin saat fashion show dimulai ada serangan dari monster kan lumayan juga. Tapi sepertinya lebih mantap jika saat fashion show tiba-tiba ada meteor jatuh di dekat mereka. Selama ini ia jarang membaca cerita mengenai meteor jatuh selain cerita mengenai kepunahan dinosaurus.


Akhirnya diputuskan oleh Damar, ia ingin membuat cerita fashion show di jalanan dengan cerita pahlawan yang ikut menghiasi. Musuh pahlawan yang ada dibayangkannya adalah alien yang merasa tersaingi oleh mereka. Sebenarnya idenya itu masih masuk akal mengingat banyaknya cerita alien yang menginvasi bumi dengan berbagai macam alasan.


Ide sebenarnya gampang sekali dicari, bahkan dengan melihat coretan pena atau awan yang melayang-layang ide bisa didapatkan. Saat mulai menulis, rasanya kok sudah sekali ? Beberapa kali ia hendak menulis, yang dilakukan hanya mencoreti kertas putih itu dengan coretan yang tak berarti.

__ADS_1


Saat hampir putus asa, ia jadi iri dengan penulis yang bisa menulis hingga ratusan ribu kata untuk satu novel dengan sekian ribu bahkan jutaan pembaca. Membayangkan saja hanya membuat iri didalam dada. Ah, rasanya ia benar-benar takkan bisa seperti mereka.


Damar sebenarnya sadar bahwa ia memang tak punya bakat. Tapi ia pernah mendengar bahwa orang yang berbakat suatu saat akan kalah juga dengan orang yang bekerja keras. Ia juga adalah orang yang memiliki masalah dalam pelajaran, namun karena usahanya yang keras ia bahkan bisa ikut olimpiade. Sebuah motivasi yang menjadi pegangannya selama ini ia tidak ingin melepaskan dengan mudah.


Ia ingin juga seperti mereka. Mungkin jauh, tapi sepertinya jika ia melakukan secara terus-menerus usaha yang dilakukannya pasti takkan sia-sia. Walaupun pada akhirnya mungkin jauh dari harapan, tapi pasti ada suatu hal yang didapatnya. Ia yakin dengan hal itu, sekarang dan selamanya ia akan memegang prinsip itu.


Walaupun kadang tetap ada rasa iri, tapi ia yakin bintang akan bersinar pada saatnya nanti menggantikan bintang yang telah redup cahayanya. Dalam hidupnya, ia ingin menghapus kata ingin menyerah yang menghantuinya. Mungkin sekarang belum, pada saatnya nanti ia akan hilang dengan sendirinya. Ia yakin akan hal itu, sekarang dan untuk selamanya.

__ADS_1


__ADS_2