Pada Malam Yang Berbadai

Pada Malam Yang Berbadai
25. Alasan


__ADS_3

Pulang, setelah menunggu sekian lama Damar akhirnya mendengarnya juga. Semuanya berjalan dengan lancar disekolah. Kali ini ia ingin mendatangi sebuah rumah yang diduga adalah selingkuhan ayahnya. Dia mendapatkannya kemarin dari seorang detektif swasta yang ia bayar untuk mencarinya dengan bermodalkan foto saja.


Bayarannya memang sedikit agak mahal, tapi yang penting ia tahu bagaimana orang yang berselingkuh dengan ayahnya itu. Setelah mengikuti alamat yang diberikan oleh detektif itu, ia berhenti disebuah rumah yang terlihat lumayan kecil. Rumahnya juga masih terbuat dari papan. Rumah itu terletak dikawasan yang terlihat lumayan padat.


"Ada apa ya?" tanya wanita itu saat membukakan pintu


"Langsung ke intinya aja ya, kamu kenal dengan pria di foto ini?" Tanpa membuang waktu Damar langsung berkata begitu.


"Kenapa memangnya?" setelah melihat foto itu, wanita itu langsung berkata begitu.


"Mau kenal atau tidak memangnya kenapa? Urusanmu apa?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Jawab dulu," nampaknya Damar tidak ingin membuang waktu lebih lama.


"Aku kenal. Puas?" kata wanita itu sedikit meninggikan suaranya.


"Puas. Satu lagi, kamu kenapa mau dengannya?"


"Itu urusanku! Kau siapa berani bertanya begitu?"


Mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Damar dia terdiam. Mungkin dia sedang mencari kata-kata untuk membela diri.


"Sekarang dia belum bercerai dan aku juga tidak mau punya ibu lagi. Aku tahu hubunganmu dengan ayahku sejak lama , aku harap kau mau meninggalkannya."

__ADS_1


"Kenapa tidak kau bilang kepada ayahmu? Dia sendiri yang mendatangiku, merayuku dengan uang yang dia miliki? Apa aku salah jika mengambil umpan yang diberikan? Aku juga masih doyan duit. Sekarang kamu sudah tidak ada urusan denganku. Aku harap kamu segera pergi dari sini," kata wanita itu dan kemudian menutup pintunya dengan kasar.


Damar yang tidak mau mencari ribut segera pergi dari sana. Ia tak ingin berbicara lebih lanjut lagi. Lagipula tujuannya untuk mengetahui mengapa ia mau dengan ayahnya. Ia juga sudah merekam dialog tadi aku untuk diberikan kepada ayahnya sekalian untuk menginterogasinya.


Setelah ia menginterogasi ayahnya, ia akan segera mencari tahu mengenai alasan ibunya berselingkuh. Setelah itu, ia akan memikirkan langkah yang harus ditempuhnya sendiri. Ia sudah muak berada dirumahnya, kalau memang akhirnya mereka bercerai Damar tidak ingin menangis lagi walaupun terasa sakit. Kali ini ia ingin mengambil langkah yang lebih besar lagi, jadi ia harus menguatkan dirinya.


Sebelum pulang, ia mampir dulu disebuah warung makan di pinggir jalan. Perutnya terasa lapar karena tadi ia belum sarapan dan juga tadi saat disekolah rasanya ia tidak nafsu makan. Oleh karena itu ia berinisiatif untuk membeli makan di warung itu .


Semuanya karena uang ternyata, begitulah yang tangkap dari wanita itu . Sebenarnya dia hanya butuh uang saja, wajar sebenarnya. Dimana pun juga semua orang begitu. Uang adalah segalanya, tanpanya kita tak bisa apa-apa.


Mungkin wanita itu perlu uang untuk pengobatan orangtuanya atau mungkin hanya untuk bersenang-senang saja. Apapun itu, yang jelas dia sudah berkata dengan jujur.

__ADS_1


Kalau selingkuhan ibunya nampaknya juga hanya mengincar uang. Menurutnya, pria itu adalah tipe orang yang malas untuk kerja sehingga mencari inang untuk mendapatkan sumber uang. Sungguh kasihan sekali dirinya, pria yang malang seperti itu seharusnya musnah saja dari bumi ini. Damar benar-benar membenci orang seperti itu.


__ADS_2