Pada Malam Yang Berbadai

Pada Malam Yang Berbadai
16. Cerita Sepulang Sekolah


__ADS_3

Sebelum sampai rumah, Damar memutuskan untuk mampir dulu disebuah pusat perbelanjaan yang kebetulan tidak jauh dari sekolahnya. Hari ini ia ingin membeli beberapa cemilan yang cukup untuknya. Akhir-akhir selain mulai suka menulis, ia juga mulai suka ngemil. Entah apapun itu bentuknya, yang penting bisa ngemil itu sudah cukup.


Ia sebenarnya agak malas mampir, tapi kebetulan ia sedang menginginkan beberapa cemilan yang hanya tersedia disana. Sekalian ia ingin mencari jaket, yang biasa ia pakai terasa agak sempit. Entah karena jaketnya yang menyusut atau dirinya yang membesar. Sebenarnya bisa besok, tapi menurutnya mumpung ingat dan lagi ia sekalian mencari cemilan jadi sekalian. Mungkin kebanyakan orang lebih memilih hari libur untuk membelinya, tapi ia ingin hari esok dihabiskan dikamar tidur.


Mumpung ada waktu untuk tidur, Senin sampai Sabtu waktunya digunakan untuk menguras otak secara terus menerus. Mulai Senin besok, bebannya akan menjadi dua kali bahkan lebih. Karena olimpiade yang dinanti akan segera dilaksanakan.


***

__ADS_1


Saat melewati sebuah lantai yang banyak berisi pakaian pria , ia melihat sosok ibunya sedang bersama dengan seorang pria muda . Badannya lumayan atletis, potongan rambutnya mirip model papan atas. Setelah ia melihat ayahnya selingkuh lewat Poto yang dikirim temannya tempo hari, sekarang di depan matanya ia melihat dengan jelas ibunya menggandeng seorang pria.


Ibunya mungkin tidak menyadari karena ia sekarang memakai kaos berwarna hitam dan juga wajahnya tertutup dengan masker. Ditambah topi berwarna hitam juga ikut membalutnya. Kaos olahraga yang biasa ia kenakan saat Sabtu tadi ditaruh di jok motor. Karena sudah berniat untuk mampir, ia dengan totalitas menaruh topi dan kaus di jok sewaktu akan mengeluarkan motornya.


Kayaknya mantap juga buat dilabrak. Tapi ia sedang malas menambah masalah. Bukan berarti ia bisa memaafkan kelakuan yang sangat tidak mendidik seperti itu. Damar segera pergi dari situ dengan hati yang campur aduk. Sebenarnya ia berkata dalam hati untuk siap menerima segalanya, namun nyatanya jauh didalam lubuk hati sangat menginginkan kebahagiaan seperti dahulu kala.


Mungkin akan ada keajaiban yang membuat mereka bisa tersenyum bahkan tertawa dengan lepas ditempat dan diwaktu yang sama . Damar rindu hal tersebut, ia ingin kebahagiaan yang pernah ia alami kembali lagi. Sebenarnya keinginannya sangat sederhana, tapi kenapa rasanya susah sekali menggapainya?

__ADS_1


***


Dengan perasaan sedih ia tidak jadi membeli apapun disana, segera ia langsung keluar dan memacu kendaraannya ditengah hujan yang tiba-tiba mengguyur. Sebenarnya ia menyimpan jas hujan, tapi ia malas untuk memakainya. Biar perasaannya yang hancur terbawa air hujan.


Kadang Damar berpikir, apa gunanya dia terus bertahan didalam keluarga yang sudah terlihat berantakan? Untuk apa dilahirkan kalau akhirnya tidak dipedulikan lagi? Sambil menangis ia terus memikirkannya. Dadanya terasa sangat sesak, untuk bernafas saja sulit.


Sangat melewati sebuah sungai yang airnya deras efek musim hujan, entah kenapa rasanya ingin hanyut saja . Rasanya hidup di dunia ini sudah tak ada artinya lagi. Namun saat hendak menceburkan diri Damar tak mampu untuk melakukannya.

__ADS_1


Hujan deras berlangsung sebentar. Tepat saat ia menggagalkan niatnya untuk hanyut , sinar mentari datang dengan penuh kehangatan disana juga muncul pelangi yang terlihat malu-malu untuk dilihat. Melihatnya, membuat Damar menyadari kebodohannya, setelah sedikit agak tenang dia akhirnya menaiki motornya lagi dan langsung menuju ke rumah. Dia berharap keajaiban seperti itu akan terjadi padanya lagi.


__ADS_2