
Kedua orangtuanya Damar terduduk lesu setelah membaca surat yang ditinggalkan oleh Damar. Di dekatnya juga ada sebuah memori yang sengaja Damar tinggalkan. Di dalamnya berisi foto-foto kedua orangtuanya bersama selingkuhan masing-masing. Terdapat juga percakapan selingkuhan mereka yang mengungkapkan rencana mereka.
Setelah melihat isi memori itu, mereka berdua terkejut. Rasanya seperti malu sekali atas perbuatan mereka selama ini. Sebuah kebodohan yang akan menjadi penyesalan seumur hidup. Mereka jadi paham dengan kepergian Damar.
"Ternyata kita selama ini saling mengkhianati satu sama lain. Dan kita melakukannya di depan anak kita tanpa kita sadari. Andai saja waktu itu...." suara berat seorang pria terdengar seperti bergetar.
"Yang terjadi sudah terjadi. Sekarang kita akan bagaimana kedepannya?" kata wanita di dekatnya. Ia sebenarnya masih terkejut dengan rencana pria selingkuhannya itu. Rencananya benar-benar busuk.
__ADS_1
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Hati kita telah bercabang . Kita sekarang sudah berbeda. Apa kita masih bisa melanjutkan hubungan kita ini?"tanya pria itu lagi.
"Aku juga ragu. Aku juga tidak menyangka kalau dia tahu kelakuan kita."
"Aku ingin berubah. Aku akan segera mengakhiri hubunganku dengannya. Mulai sekarang, aku akan berusaha menjadi aku yang dulu. Aku tidak ingin kehilangan seorang anak lagi. Walaupun dia bukan anak kandung tapi aku sudah menganggapnya sebagai anak sendiri," dengan suara penuh penyesalan pria itu berkata.
"Aku pikir , lebih baik kita memikirkan lebih lanjut mengenai masalah kita ini. Aku rasa waktu satu bulan itu adalah waktu yang lama untuk kita berpikir. Bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
Kesalahannya selalu ragu-ragu untuk mengobrol dengannya. Kesalahannya membuat Damar selalu kesepian. Semuanya itu, adalah kesalahan terbesar yang pernah ia buat selama hidupnya.
Ia ingin mencari tahu mengenai keberadaannya Damar, tapi mungkin keadaannya bisa lebih buruk. Dimana pun ia berada, ia harap Damar bisa bahagia selalu. Sesuatu yang berharga entah mengapa baru terlihat saat ia sudah menghilang.
Kenangannya kembali ke masa tujuh belas tahun yang lalu. Saat itu, dimalam yang berbadai ia bertemu dengan bayi yang baru saja ditinggal ibunya. Suaranya terdengar sangat menyedihkan waktu itu. Bersamaan dengan itu, ia juga baru kehilangan seorang anak .
Setelah berdiskusi cukup lama dan juga tidak mengetahui keberadaan saudara wanita yang meninggal itu, akhirnya mereka mengadopsi bayi itu untuk menggantikan anaknya yang baru tiada. Mereka juga yang mengurus pemakaman wanita itu.
__ADS_1
Kemarin dia berbohong, ia bilang tidak tahu menahu padahal dia yang mengurus semuanya. Hal itu ia lakukan karena ia sebenarnya belum siap mengatakan tentang diri Damar yang sesungguhnya. Ia masih ingin Damar melihatnya sebagai orang tua kandungnya.
Entah mengapa seberapa kuat rahasia dipegang pada akhirnya harus terungkap juga. Andai saja, tak ada yang namanya perselingkuhan. Dia sangat menyayangkan istrinya yang tidak sengaja mengatakan hal sepenting itu kepada orang yang jelas-jelas salah. Dia ingin memprotes semua tindakannya, namun jika mengingat bahwa dirinya yang memulai segalanya ia tak bisa melakukannya.