
Umi dan abi sengaja ngerjain zakir untuk menyusul mira kerumahnya, umi pura-pura sedih agar zakir mau menuruti keinginan umi, Zakir datang menjumpai umi di dapur sedang berbicara dengan abinya.
"Assalamu'alaikum Umi... (melirik abinya dan tersenyum) eh... ada abi juga rupanya?" kata Zakir dengan menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Waalaikumsalam sayang, tumben jam segini datang padahal belum waktu makan siang loh!" Jawab umi yang sedang mengodanya.
"Gini umi... abi... beberapa hari saya tidak melihat mira di pondok pesantren, Zakir tanya Naya dan Naura mereka juga gak tahu Mira kemana?" kata Zakir yang penasaran.
"Oh gini sayang, mira... nabil dan rabil pulang di jemput abinya!" jawab abinya.
"Loh Zakir kok gak tau abinya datang abi?" kata Zakir dengan terkejut.
Umi dengan abi tidak melanjutkan pembicaraan mereka dan hanya mengangkat bahu mereka, karena Zakir masih penasaran dia mendatangi Rafa dan Rafi untuk bertanya dan betapa terkejutnya Rafa karena mbak dan masnya tidak ada di pesantren, mereka bertiga akhirnya kompak menyusul mira pulang ke rumahnya.
"Assalamu'alaikum Rafa?" kata ustadz Zakir yang datang dengan terburu-buru.
"Waalaikumsalam eh... ustadz, ada apa? sepertinya ada hal penting?" jawab Rafa yang sedang merapikan peralatan olahraga.
"Besokkan hari jumat, apa besok kamu ada kegiatan lain?" tanya ustadz Zakir.
"Alhamdulillah besok saya dan Rafi gak ada kegiatan apa apa sih ustadz, memang ada perlu apa ustadz?" tanya Rafa dengan penasaran.
"Gini... saya mau minta tolong sama kamu antarkan saya ke rumah mira besok, bisa?" kata ustadz Zakir.
__ADS_1
"Oh gitu... (baru sadar kalo mira adalah mbaknya) eh... mirakan mbak rafa, kalo rumah mbak ya rumah Rafa juga kali ustadz! kata Rafa yang merasa bingung dengan ucapan ustadz Zakir.
"Ehh benar juga ya? Maaf ya fa?" ucap ustadz Zakir.
"Gak masalah ustadz... memang ustadz mau ngapain ke rumah saya, mbakkan disini?" kata rafa yang belum tahu.
"Eh bukannya mira, Rabil dan Nabil sejak 4 hari yang lalu pulang di jemput?" ucap ustadz Zakir.
"Hah... pulang... dijemput siapa ustadz?" tanya Rafa dengan mendekatkan wajahnya ke ustadz Zakir.
"Dijemput abinya... " kata ustadz Zakir.
"Abi mbak abi Rafa juga ustadz!" jawab Rafa.
"Ya pasti bisa dan sekalian saya mau minta penjelasan dengan dua singa kamboja, Assalamu'alaikum!" ucap Rafa dengan emosi dan langsung pergi.
Rafa langsung mendatangi Rafi yang sedang membaca buku di kamar, Rafa menendang pintu kamar dengan keras dan membuat seisi kamar terkejut.
Duaaakkk (Rafa menendang pintu)
"Ehh... Copot ( buku terjatuh ) kata Rafi yang terkejut.
"Rafiiiii (teriak) ucap Rafa.
__ADS_1
Rafa langsung mengambil toa mini
"Bisa pelan dikit gak buka pintunya, ini pesantren bukan markas bego (bicara pake toa) kata Rafi dengan emosi.
"Astaghfirullah... (terkejut dan terjatuh) kata Rafa.
"Woi bambang... masuk kamar itu salam dulu bukan teriak kayak monyet!" ucap Rafi dengan kesal.
"Iya iya... Assalamu'alaikum Bambang... " jawab Rafa.
"Waalaikumsalam... " kata Rafi.
Rafa memberitahu Rafi bahwa mbak dan masnya udah 4 hari yang lalu pulang, hal tersebut membuat Rafi darah tinggi. Rafi langsung mengemasi bajunya dan bersiap pulang hari itu juga.
Rafi dan Rafa mendatangi ustadz Zakir yang lagi makan siang dan menariknya pergi dengan paksa.
Saat dijalan ustadz Zakir merasa senang dan kelaparan sebab sebelum pergi tidak jadi makan siang karena ditarik dua macan afrika.
.
.
.
__ADS_1
bersambung....