
Di Pesantren
Bara dan Aryan sudah dalam masa pemulihan dipesantren, Aryan sudah mulai bisa beraktivitas dan sedangkan Bara masih butuh banyak istirahat.
Zakir membawakan sarapan dan obat untuk Bara, Zakir membantu Bara untuk duduk dan makan.
Mira dan ke 4 adiknya melakukan aktivasinya seperti biasa dipesantren, Nara dan Naura juga kembali ke asrama.
Aryan belum menceritakan tentang Bara kepada Nara, Aryan menunggu Bara sehat dan akan menceritakan semuanya. Penasaran dengan leon kemana? leon di hukum mira untuk membantu menjaga Queen dan King di Kandang. Untuk para pengawal Bara di suruh kembali ke Markas utama dan menyembuhkan diri mereka.
Selesai jam pelajaran, Rabil mendatangi Nara ke Asrama untuk mengajaknya menjumpai aryan. Rabil menggenggam tangan Nara karena takut Nara hilang lagi, Nara sampai tersenyum.
"Kenapa hubby tersenyum begitu?" tanya Rabil.
"Hehehe... hubby menggenggam tanganku seperti aku akan hilang aja!" ucap Nara.
"Hubby jangan lupa, karena mau ngambil wudhu aja hubby bisa hilang?" kata Rabil.
"Mungkin itu peringatan dari Allah, bahwa hubby harus lebih melindungiku!" jawab Nara dengan tersenyum.
"Baiklah tuan putri ku... hubby ku... sesuai dengan perintah anda!" kata Rabil sambil mencium tangan Nara dengan lembut.
"Astaghfirullah... ihhhh.... hubby bagaimana kalo ada yang lihat?" tanya Nara.
"Biar saja... Siapa yang berani protes, hmm?" ucap Rabil.
Mira datang dari belakang Rabil dan menjewer adiknya karena sudah mengganggu kesayangannya.
"Mbak yang protes, mau bilang apa?" ucap mira sambil menjewer adiknya.
__ADS_1
"Astaghfirullah... mbak.. sakit mbak... nanti telinga Rabil jadi panjang mbak?" jawab Rabil sambil memegang telinganya.
Nara tertawa melihat Rabil di jewer mira, Nara sangat bahagia karena mendapatkan mereka sebagai keluarganya. Mira selalu menyayanginya bagaikan adiknya sedangkan Rabil melindungi dirinya bagaikan ayah dan kakak laki-laki.
...****************...
Ustadz Azzam kembali mengajar seperti biasa, Khadijah memperhatikan suaminya dari luar ruangan dan melihat kondisinya. Azzam sadar sedang di lihat oleh istrinya, Azzam langsung mengirim pesan untuk menemui dirinya di taman belakang dekat kolam ikan yang dulu sering didatangi mira.
Khadijah hanya tersenyum dan menuruti keinginan suaminya, setelah menunggu sekitar setengah jam Khadijah menyiapkan makan siang dan obat untuk Azzam.
Azzam datang dengan membawa buket bunga besar dengan bunga Anggrek dan bunga, didalam bunga itu ada surat cinta untuk Khadijah.
Khadijah membuka surat itu dan terkejut melihat isinya, isi surat itu adalah "Humaira sayang, maukah dirimu berkencan denganku?" Khadijah tersenyum bahagia mendapatkan ajakan dari Azzam, Azzam sadar bahwa beberapa hari ini dia tidak ada waktu untuk Khadijah. Khadijah menyetujui ajakan suaminya lalu memberikan makan siang untuk Azzam, Azzam sangat bersyukur mendapatkan Khadijah menjadi istrinya.
Zakir mencari istrinya karena sejak pagi dia tidak melihat mira, Zakir mencari istrinya ke dapur hingga ke asrama tapi tidak menemukan dirinya. Mira sadar sedang di cari oleh suaminya dan dia hanya tersenyum melihat Zakir kebingungan dari monitor CCTV pesantren.
"Tes... tes... assalamu'alaikum... kepada ustadz Zakir dipanggil seseorang ke ruangan monitor!" ucap mira menggunakan microphone
"Astaghfirullah... Zahra belum jumpa sudah dipanggil tugas lagi!" kata Zakir dengan lesu.
Pak kiyai dan umi tersenyum melihat kelakuan mira dan Zakir, umi mendatangi Bara dan aryan di kamar dan membawakan buah untuk mereka.
...****************...
Zakir datang ke ruang monitor dengan lemas dan dikejutkan dengan pelukan istrinya, Zakir terkejut melihat mira yang dicari sejak pagi ternyata ada diruang monitor.
"Hap... (memeluk)
"Mencariku sejak tadi ya kak?" tanya mira
__ADS_1
"Zahra... sejak pagi aku mencarimu... apa kamu tidak merindukan suamimu ini?" jawab Zakir yang masih memeluk lembut mira.
"Maaf ya kak, tadi pagi kak Azzam meminta tolong karena ada sistem yang error, kak Azzam sedang buru-buru mau ngajar!" ucap mira.
"Astaghfirullah... kakak lupa Zahra, semalam mas Azzam juga berkata begitu, makasih ya Zahra!" jawab Zakir sambil membelai kepala istrinya dan dijawab mira dengan senyuman.
Nara akhirnya sampai ke kamar aryan dan Bara, Nara memeluk aryan karena sangat merindukan kakaknya itu. Bara bertanya tentang hubungan aryan dengan Nara, aryan menjelaskan bahwa Nara adalah adik angkatnya yang sangat disayang oleh dirinya. Nara bertanya kepada aryan tentang siapa Bara itu sebenarnya dan kenapa memanggil aryan dengan sebutan kakak.
Aryan menjelaskan bahwa Bara merupakan adik kandungnya yang berbeda ibu tapi mereka tetap menyayangi seperti saudara lainnya, Nara langsung memeluk aryan dengan kuat, dia takut kalo kakaknya akan diambil darinya. Aryan terkejut dengan kelakuan Nara yang merasa takut akan kehilangan aryan, Bara langsung turun dari tempat tidur dan mengelus kepala Nara dengan lembut, Bara bahagia karena dia akhirnya punya seorang adik perempuan yang lucu dan sangat baik walaupun sudah diculik.
Aryan terkejut melihat Bara menyayangi Nara juga, Rabil langsung pasang badan dan mengatakan bahwa dia merupakan suami Nara. Bara terkejut dengan ucapan rabil dan langsung memeluk Nara dengan cepat dan menatap rabil dengan tajam. Rabil tidak mau kalah dan langsung menarik istrinya dengan cepat ke pelukannya. Aryan kesal dengan perlakuan mereka terhadap adik perempuan kesayangannya yang dia oper sana oper sini, dia langsung menarik adiknya dan menjewer rabil dan Bara dengan kuat.
"Akhhh... sa-sakit kak... ampun kak...!" ucap serentak rabil dan Bara.
"Kalian pikir Nara ini apa? kalian pikir tangannya nggak sakit, kakak liat sekali lagi kalian begitukah nara maka kakak akan menghukum kalian berdua, paham?" jawab aryan dengan emosi.
"I-iya kak... " jawab mereka.
Nara tersenyum mendengar kak aryan marah karena ulah rabil dan Bara, Bara melihat Nara tersenyum langsung tersenyum juga. Sejujurnya bara sudah menyayangi Nara sejak Nara di culik, Nara tidak mengupat ataupun menghina dirinya malah dia merawat lukanya dengan lembut.
Aryan bahagia kedua adiknya akhirnya bisa berkumpul bersama dirinya, walaupun Bara dan aryan belum menikah tapi mereka ingin tetap menjaga adiknya Nara. Meskipun Nara telah menikah tapi mereka tetap ingin melindunginya.
Mira masuk bersama Zakir dan membawa perlengkapan sholat untuk Bara dan Aryan, mereka terkejut karena sejak kecil mereka tidak pernah diajak ke agama oleh ayahnya. Bara menerima perlengkapan sholat itu dan berkata kepada Zakir bahwa dia tidak bisa sholat ataupun membaca Al-Quran, Zakir dengan senang hati mengajar mereka dengan ikhlas.
Mira juga menceritakan tentang sesuatu yang terjadi di markas Bara sebelum dia meledakkannya. Bara terkejut karena dalang dibalik permusuhannya terhadap aryan adalah pamannya sendiri. Aryan berusaha menenangkan Bara agar dapat berfikir dengan kepala dingin untuk mengatasi orang serakah seperti pamannya itu.
...****************...
bersambung....
__ADS_1