Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
kecemasan Rabil


__ADS_3

Rabil menjadi cemas dengan nara, dia juga terlibat dalam masalah karena mereka, saat rabil sedang melamun Rafa datang dan menyadarkan rabil dari lamunannya.


"Mas... Mas Rabil... kok melamun sih, nanti kesurupan loh?" ucap Rafa.


"Maaf ya mas ngelamun, mas sedang memikirkan sesuatu!" kata Rabil sambil memegang kepala Rafa.


"Mas sedang memikirkan nara ya?" tanya Rafa.


"Hah... hmm enggak kok dek, udah sarapan dulu yuk?" Jawab rabil yang mengalihkan pembicaraan dan pergi ke meja makan.


Saat sedang sarapan Abi bertanya pada zakir tentang kakak sulungnya, Zakir bercerita tentang keluarganya dan saat mendengar zakir cerita mira menatapnya sesekali.


...----------------...


author : "Hai semua... kangen aku ya?" πŸ˜‰


Mira : "Kirain udah mati thor!"πŸ˜’


author : "Ih.. jahat banget sih😩


Mira : "Bercanda thor☺


Nabil : "Kak... kapan kita bunuh nih mahluk!😀


author : "Loh salah thor apa?😧


Nabil : "Banyak 😀


author : πŸ€”


Nabil : "Ngapain luh thor?πŸ˜‘


Author : "Mikir! πŸ€”


Nabil : "Punya otak mangnya luh? πŸ˜‘


Author : "Punya lah bambang! 😠


Mira : "Thor... kapan tuh orang diusir pulang! πŸ˜‘


Author : "Siapa? 😧


Mira : "Sih ustadz πŸ˜‘

__ADS_1


Author : "Yakin mau usir? Mir... gua cabut dulu ya, yok nab!"(membawa nabil seperti karung beras)


Nabil : "Eh... mau kemana?


Author : "Selamatin nyawa lu pe'ak? 😀


Ustadz Zakir sudah berada dibelakang Mira datang membawa rotan


Mira : "Woi Thor... Nab... gua kok ditinggal? 😧😠


Ust Zakir : "Ekhemm... Mira... 😀


Mira : Glukk... (menelan ludah)


Ust zakir : "Yakin saya mau diusir? πŸ€”


Mira : "Nggak kok ustadz... bercanda😁


Ust Zakir : "Huhhh... baiklah saya akan pulang tapi... 😏


Mira : "Tapi... apa ustadz? 😧


Ust Zakir : "Tapi setelah membawa kamu ke KUA, bagaimana? 😏(langsung mengikat tangan mira dan menarik seperti sapi)


Author : "Maaf ya mir... semoga bisa selamatin diri sendiri 😩


Nabil : "Gak setia kawan lu Thor? 😀


Author : "Yaelah bambang gak terimakasih lu udah gua selamatin juga? 😀


Nabil : "bodoamat! πŸ˜’


...----------------...


Selesai makan Rabil pergi ke kolam renang dan duduk di pinggiran kolam renang juga merendam kakinya, tak lama abi datang dan duduk di sebelahnya.


Abi mengerti putra keduanya sedang berperang dengan hatinya, abi bercerita kepada Rabil tentang bunda dan ayahnya dulu yang dinikahkan karena kenakalan bunda yang pulang malam balapan dan dikejar polisi, Abi merasa kasihan karena dia bersembunyi di gudang rumahnya.


Abi mengajak bunda masuk dan memintanya untuk istirahat dan makan dirumahnya, tapi karena takut terjadi fitnah makanya orang tua abi menikah bunda dengan abi pagi harinya.


Mendengar cerita abi akhirnya membuat Rabil berani untuk ceritakan masalah hatinya dengan abi, saat abi mendengarkan ceritanya abi menyadari bahwa putra keduanya ternyata sudah dewasa dan mulai bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya.


Akhirnya abi memberikan nasehat pada Rabil yang mana nasehat itu bahwa Rabil bisa mengambil keputusan atas hidupnya tapi dia tidak bisa mengambil keputusan untuk masa depan orang lain.

__ADS_1


Rabil paham akan ucapan abinya tapi Rabil akan tetap bertanggungjawab untuk harga diri Nara, selesai cerita bunda mendatangi Rabil sebab ada yang menelponnya dari pesantren, Rabil langsung mengangkat telepon tersebut dan betapa terkejutnya dia ternyata yang menghubunginya adalah Nara.


...Nara menelpon Rabil...


"Assalamu'alaikum kak Rabil? ucapan Nara yang terdengar sedih.


"Waalaikumsalam dek, kamu kenapa? kok sedih begitu? kata Rabil yang penasaran.


"Nara gak apa-apa kok kak, Nara cuma mau pamit... Nara besok sudah tidak ada di pondok lagi karena Nara akan dinikahkan bunda dengan anak teman bunda, Nara cuma mau denger suara kakak untuk terakhir kali, Nara seneng bisa menghabiskan waktu dengan kalian, walaupun sebentar tapi itu merupakan kenangan terindah untuk nara, terimakasih kakak sudah mau menjaga Nara dan... hikss... hiks... Nara gak bisa pamit sama kak mira, Nara Takut kak mira sedih karena Nara... maafin Nara kak dan Nara sangat menyayangi kak Rabil.. terimakasih... Assalamu'alaikum kak Rabil!" kata perpisahan Nara dan mematikan teleponnya.


Tubuh Rabil menjadi kaku dan gemetar mendengar ucapan Nara dan tanpa sengaja airmata Rabil tidak berhenti, mira melihat adiknya sedang menangis seorang diri dan langsung mendatanginya.


"Astaghfirullah... Rabil.. kamu kenapa dek? dek kenapa kamu menangis seperti ini, jawab mbak dek?" kata mira yang ketakutan melihat Rabil menangis.


"Ya Allah... Rabil... kamu kenapa? Mira Rabil kenapa?" tanya ustadz Zakir.


Nabil datang dan membawa air putih.


"Dek kamu minum dulu dek!" kata nabil memberi minum ke Rabil.


Rabil meminum air itu dan perlahan Rabil cerita.


"Mbak... Nara... Nara... Nara... (menangis) " kata Rabil dengan penuh kesedihan.


"Iya kenapaa dek?" jawab mira.


"Nara... Nara akan dinikahkan dengan orang lain mbak... karena kejadian itu Nara akan pergi dariku mbak.... hiks.. hiks... " ucapan Rabil yang sangat menyedihkan.


"Astaghfirullah... kamu yang benar dek, Nara akan dinikahkan dengan orang lain?" kata mira yang menangis.


"Sepertinya berita itu sudah menyebar, Mira saya tidak ingin memaksa kamu tapi kita harus menyelamatkan kehormatan keluarga kita dulu lalu kita hentikan pernikahan Nara, bagaimana? Semua keputusan ada ditangan kamu mira?" ucapan ustadz Zakir dengan sungguh-sungguh.


"Mbak mungkin ini seperti pemaksaan tapi jangan sampai karena masalah itu merenggut masa depan orang lain dan nama baik keluarga kita mbak, kita baru punya aisyah mbak nabil gak mau adik Rabil mendapatkan hinaan dari orang lain, Rabil takut menjadi iblis lagi mbak? Mbak kali ini aja mbak selamat Nara, jika keluarganya ingin minta pertanggungjawaban Rabil siap menikahi Nara mbak? 😭 jawab Rabil yang penuh keyakinan.


"Kali ini Abi dan Bunda setuju dengan ucapan Rabil, Kalian harus menyelamatkan Nara, pernikahan itu mungkin akan terjadi 3 hari lagi! ucapan abi yang membuat semua anaknya dan ustadz Zakir terkejut.


"Apa?! kata semua orang yang terkejut.


"Abi mendapatkan kabar dari pak kiyai dan sebentar lagi pak kyai dan umi akan sampai ke sini bersama yang lain! kata abi.


Ustadz Zakir menatap mira dengan penuh keyakinan, mira akhirnya pasrah dengan keputusan adik dan abinya dan akhirnya dia menerima pernikahan ini.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2