Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
Bertemu Rabil dan Nara


__ADS_3

Selesai menonton bioskop, zakir mengajak mira untuk kembali ke hotel karena malam sudah sangat larut malam.


Mereka datang ke mall itu menggunakan mobil yang disewakan abinya untuk mereka jalan-jalan.


Saat turun ke parkiran, mira menabrak seorang wanita hingga wanita itu terjatuh. Mira tidak sengaja dan langsung membantu wanita itu untuk bangun. Namun saat melihat wajahnya mira terkejut karena ternyata wanita itu adalah nara.


Dukkk (terjatuh)


"Astaghfirullah... Maaf ya mbak, mbak tidak apa-apa... Nara...?" kata mira yang terkejut.


"Kakak... ini kak mira kan?" tanya nara.


"Iya rembulanku sayang, loh kamu kok sendiri disini? Rabil mana! jadi dia ninggalin kamu sendiri disini! Anak itu minta diberi pelajaran rupanya!" ucap mira yang sedang kesal karena nara yang ditinggalkan sendiri.


"Nara gak tahu kak rabil kemana, dia cuma pesan tunggu disini sebentar tapi udah hampir setengah jam kak rabil gak balik balik!" kata Nara.


Zakir melihat wajah Nara yang lemas seperti belum makan malam.


Zakir memegang pundak mira dan menenangkannya yang mau emosi.


"Zahra... kamu tenang istighfar dulu ya?" kata zakir.


"Hmmm.. " jawab mira.


"Nara pasti belum makan, bagaimana kita bawah Nara makan dulu dan nanti kita telpon rabil untuk menyusul kita, hmm?" kata zakir.


"Baiklah kak.. " jawab mira.


...****************...


Saat mira dan zakir mengajak Nara untuk makan malam, mira menelpon rabil untuk datang ke tempat mereka.


Sebenarnya rabil kebingungan mencari Nara karena Nara tidak ada di tempat sebelumnya tapi saat mira menelpon Rabil sudah paham kalo dia akan mendapatkan masalah besar.


tidak lama kemudian Rabil datang ke tempat mereka makan.


"Mbak... jangan marahin Kak rabil ya!" ucap Nara

__ADS_1


"Kamu tenang saja ya sayang!" jawab mira


Rabil datang dengan wajah sedih dan bersalah.


"Assalamu'alaikum.... " kata Rabil dengan sedikit takut.


"Waalaikumsalam!" ucap zakir dan Nara.


"Waalaikumsalam dek, jauh perjalanannya ya dek?" tanya mira dengan tatapan tajam.


"Mbak... jangan marah dulu ya mbak, tadi Rabil mau membelikan makanan untuk Nara, karena sangat ramai, Nara Rabil minta duduk di kursi luar cafe itu tapi setelah rabil kembali Nara sudah tidak ada, Rabil kebingungan mencari Nara tadi tapi saat mbak telpon rabil paham pasti Nara dengan mbak!" penjelasan rabil dengan berdiri dan tidak berani duduk.


Tangan mira di pegang dengan lembut oleh Zakir, suaminya memberikan senyuman agar mira tenang.


"Huhhhh..... (sambil menganggukkan kepala pada suaminya)


"Duduk dek, kamu apa gak capek berdiri terus?" kata mira.


"Iya mbak!" jawab rabil yang duduk di sebelah Nara.


Zakir dan Rabil terkejut mendengar penjelasan mira. Rabil merasakan kelembutan mbaknya yang sangat jarang ditunjukkan mbaknya kepadanya.


Rabil meneteskan air matanya dan langsung memeluk mira dengan erat.


"Mbakkkk...." (menangis dipeluk mira) kata rabil.


"Eh... dek... " (mira tersenyum dan membalas pelukkan Rabil)


"Mbak... selalu ada saat kami butuh, mbak selalu melindungi kami walaupun kami selalu berbuat kesalahan, Makasih ya mbak?" kata Rabil.


"Ketika tidak ada abi dan bunda di dekat kita, maka mbak lah orangtua yang harus melindungi kalian dek, itulah amanah dari abi yang selalu mbak jaga sampai sekarang!" jawab mira.


Rabil melepaskan pelukannya dan mira menghapus air mata adiknya dengan lembut.


Zakir sangat bersyukur kepada Allah karena telah di berikan bidadari seperti mira dalam kehidupannya.


"Ya Allah... Zahra saya sangat bersyukur karena Allah telah memberikan kamu kepadaku untuk menjadi separuh hidupku dan menjadi ibadah terindahku!" Gumam hati Zakir.

__ADS_1


...****************...


Akhirnya setelah kejadian tadi Zakir mengajak mereka kembali ke hotel karena sudah malam, mereka berbeda mobil dan kembali hotel dengan beriringan.


Di hotel mereka masuk ke kamar masing-masing karena sudah malam Rabil menyuruh Nara untuk langsung tidur karena sudah larut malam. Sedangkan dikamar Mira dan Zakir, mira belum bisa tidur.


Mira masih duduk di sofa depan jendela kamar dan melihat pemandangan pantai malam yang indah.


Zakir baru selesai mandi dan melihat mira belum tidur juga sedikit melamun dengan tangan menyangga dagunya, suaminya menghampiri istrinya ke depan jendela.


"Zahra... kamu sedang memikirkan apa? Boleh saya tahu apa yang sedang kamu pikirkan!" tanya Zakir.


Mira melihat Zakir dan tersenyum.


"Zahra sedang berpikir kak, apa bisa Zahra melindungi keluarga Zahra, Zahra paham... kakak pasti banyak pertanyaan yang ingin kakak ketahui dari Zahra, benarkan? kata mira yang hanya di balas anggukan oleh Zakir.


"Sebenarnya dari awal Zahra belum ingin menikah secepat ini, tapi karena masalah kemarin Zahra harus mengambil keputusan ini, bukan Zahra menikah dengan kakak karena terpaksa jujur demi Allah Zahra juga mencintai kakak. Apa itu sudah cukup menjadi Jawaban perasaan kakak? kata mira dan hanya di jawab anggukkan lagi oleh Zakir.


"Sebelum Zahra masuk pesantren, Zahra mengetahui bahwa ke 4 adik Zahra mempunyai banyak masalah di dunia gangster dan beberapa mafia. Zahra melacak semua kegiatan mereka dan dengan cepat menarik mereka untuk tidak terlalu jauh dalam bertindak, kakak tahu salah satu mafia itu adalah kakaknya Nara, Aryan arta yang merupakan salah satu dari mafia yang sangat ditakuti dunia, masih banyak lagi mafia yang belum menampakkan diri mereka!" kata mira.


"Kenapa mereka bisa terlibat dengan para mafia itu, apa yang mereka lakukan?" tanya Zakir.


"Mereka meretas website para mafia itu, mereka mengambil kembali data yang dicuri para mafia itu dan mengembalikan kepada negara dengan menggunakan kunci keamanan yang tidak akan mudah dipecahkan oleh para mafia itu, tapi ternyata lokasi mereka terlacak maka dari itu mereka akan menggunakan tempat yang berbeda-beda untuk meretas website para mafia itu, agar ke 4 adikku bisa menjalani hidupnya dengan tenang aku dan abi membuat sebuah website yang bisa menghilangkan seluruh jejak pencarian mereka dan menghapus semua data mereka agar tidak bisa terlacak lagi, tapi suatu saat aku harus membuka website itu lagi untuk berhadapan dengan mereka dan mengakhiri ini semua!" kata mira.


"Maka dari itu kamu sangat tegas terhadap mereka dan menjadikan mereka tangguh juga cerdas?" tanya Zakir.


"Ternyata kakak sudah tahu ya!" Jawab mira dengan tersenyum.


"Cara kamu mendidik mereka tidak seperti kakak perempuan pada umumnya, tapi saya bangga kepadamu Zahra.


Tiba-tiba kamar mereka ada yang mengetuk


tok... tok... tok...


...****************...


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2