
Di hari akad, Khadijah sangat cantik dengan gaun berwarna putih syari dengan menggunakan hena berwana putih yang sangat indah ditangannya.
Di rumah Khadijah tepatnya diruang tamu, Azzam sedang melakukan ijab kabul dengan ayah Khadijah. Dengan penuh keyakinan Azzam mengucapkan janji sucinya kepada seluruh saksi dengan sekali tarikan nafas, dalam hitungan detik Azzam telah menjadikan Khadijah sebagai kekasih hatinya dunia akhirat.
Di sisi lain Khadijah sedang memikirkan bagaimana kabur dari pernikahan ini, sebab dia tidak pernah berpikir kalau yang menikahinya adalah Azzam dan bukan zakir.
Khadijah melihat sekeliling kamar dan melihat jendelanya, dia memiliki ide untuk kabur dari situ dan dengan perlahan Khadijah keluar jendela.
Namun yang tidak pernah terbayang oleh Khadijah bahwa azzam sudah tahu bahwa istrinya itu pasti akan kabur dari jendela sebab sejak masih mondok dia hobby sekali manjat.
Saat ibunya masuk ke kamar, ibunya terkejut melihat Khadijah yang sudah tidak ada di kamar dan kemudian ibunya langsung turun dan berjumpa Azzam ditangga yang ingin menjemput istrinya itu.
"Assalamu'alaikum bu, kenapa ibu terlihat khawatir? tanya Azzam dengan lembut.
"Waalaikumsalam Azzam, gini nak Azzam Khadijah tidak ada dikamar, dia selalu saja melarikan diri jika tidak menginginkan sesuatu hal! ucap Ibu Khadijah dengan cemas.
Azzam tersenyum sebab dia sudah tahu untuk menangkap istrinya dimana.
"Sabar ya bu, Azzam akan menangkap Khadijah dulu sebentar! kata Azzam dengan tersenyum.
"Eh.. i-iya zam... ("Menangkap!?")batin ibu Khadijah.
__ADS_1
...****************...
Azzam ternyata sudah di bawa jendela untuk menangkap istrinya itu, namun Khadijah belum tahu jika ada Azzam di bawah jendela yang sedang menunggunya.
Khadijah dengan perlahan turun menggunakan selimut yang diikatnya, tapi karena tangannya tidak kuat akhirnya terlepas dari pegangannya.
"Astaghfirullah... Aaaa.... ya Allah...."( ditangkap Azzam)
"Assalamualaikum istriku sayang... Mau kabur ya? kata Azzam dengan senyuman yang sangat tampan.
"Waalaikumsalam... Kok kamu tahu? ucap Khadijah yang terkejut karena ditangkap Azzam.
Azzam tidak menurunkan Khadijah dari gendongannya dan terus membawanya ke ruang tengah dimana ayah dan ibunya sedang khawatir, namun ke khawatiran mereka hilang setelah melihat Khadijah di pelukan Azzam.
Azzam meminta izin kepada mertua untuk membawa Khadijah.
"Abi... umi... Azzam mau minta izin membawa istri Azzam yang nakal ini pergi keluar sebentar, bolehkah? ucapan yang begitu lembut dan santun.
"Maksudnya istri? Apa kamu tadi sudah... " tanya Khadijah dengan menatap Azzam.
Azzam hanya membalas tatapan Khadijah dengan senyuman. (haduhhh meleleh hati gua 😁)
__ADS_1
"Sekarang Khadijah adalah istrimu Azzam, dia telah menjadi hak kamu, abi titip Khadijah ya? tolong ubah kebiasaan buruknya itu yang selalu kabur dan manjat! ucap abi dengan penuh senyuman dan disambut oleh umi Khadijah dengan tawaan.
"Hah... jadi ini beneran abi? menatap abi dengan wajah sedih.
"Tentu dong sayang, kalo tidak mana berani Azzam mengendong kamu seperti itu! ucap umi dengan senyuman.
Khadijah hanya menatap Azzam sebentar dan perlahan wajahnya tertunduk.
"Permisi ya abi umi... Assalamu'alaikum? kata Azzam yang masih mengendong Khadijah.
"Waalaikumsalam Azzam... " ucap barengan abi dan umi Khadijah.
Azzam membawa Khadijah ke mobil Azzam dan menaruh istrinya itu dengan hati-hati di kursi mobil dengan senyuman yang menawan.
Khadijah dengan tidak bisa melawan ataupun memberontak dengan perilaku lembut Azzam terhadap dirinya.
Penasaran mau dibawa kemana ya Khadijah, apa mau dihukum atau.... 😁 (tiap pembaca memiliki pemikiran yang beranekaragam)
...****************...
Bersambung...
__ADS_1