Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
Mira kecewa


__ADS_3

Mira terkejut dengan ucapan ustadz Zakir yang ingin menikahinya, tanpa minta pendapat mira ustadz Zakir memutuskan untuk melamar mira dan mira hanya diam dan terkejut karena dia belum siap secara mental dan fisik. Saat ustadz berbicara dengan pak kyai dan umi dirumah, mira datang kerumah pak kiyai untuk berbicara dengan ustadz Zakir.


"Assalamualaikum Umi...?" kata mira.


"Waalaikumsalam Mira, ada apa nak? Apa kamu sakit? kata umi dengan cemas.


"Mira tidak apa-apa Umi, saya hanya ingin bicara dengan ustadz Zakir sebentar, boleh umi?" jawab mira dengan lembut.


"Boleh kok, kamu tunggu di taman saja, ya? biar umi panggil?" kata umi dengan lembut.


"Terimakasih Umi, Assalamu'alaikum!" jawab mira berjalan ke taman.


"Waalaikumsalam... (Mira... Umi ingin kamu jadi putri umi, semoga kamu tidak menolak pernikahan ini ya nak? batinnya) kata umi penuh harapan.


_____________________________________


Umi masuk ke dapur mendatangi Zakir yang sedang minum, umi memberitahu Zakir kalau mira ingin bertemu dengannya.


"Zakir, ditunggu mira di taman tuh?" kata umi.


"Uhhukk.. uhhukk.. (Tersedak air) Dia menunggu di taman Umi? memang ada apa Umi? jawab Zakir yang terkejut.


"Kamu lupa tadi malam mengatakan apa? Kamu harus tanggung jawab dengan ucapanmu sayang?" kata Umi dengan tersenyum.


"Astaghfirullahalazim Zakir lupa Umi, dia pasti gelisah dengan ucapan Zakir?" Jawab Zakir.


"Umi boleh tanya sesuatu sayang?" kata umi.


"Apa itu umi?" jawab Zakir yang penasaran.


"Apa kamu menyukainya, sayang?" kata Umi.


"Sejujurnya saat pertama kali dia datang, Zakir memiliki hati padanya Umi! tapi semua itu Zakir tepis jauh jauh sebab belum tentu dia jodoh Zakir umi?" Jawab Zakir dengan jujur.


"MasyaAllah, ternyata anak abi suka sama ABG toh?" kata pak kiyai.


"Abikan dulu juga nikahi Umi saat usia Umi 18 tahun!" jawab Zakir dengan nakal.


"Ya Allah anak ini! (mengangkat sapu)" Kata Umi yang mulai marah.


"Ehhh... bercanda Umi... Zakir pergi dulu, Assalamu'alaikum?" Jawab Zakir dengan tersenyum nakal.


"Hahaha... Waalaikumsalam!" kata pak kyai.


Mira memberi makan ikan dan sekalian menunggu ustadz Zakir di taman belakang, tak lama kemudian ustadz Zakir datang dengan berlari.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum mira... hah... hah... (habis lari) kata ustadz Zakir.


"Waalaikumsalam... ustadz abis lari maraton apa abis dikejar setan?" jawab mira dengan santai.


"Abis dikejar bidadari pake sapu... hah..!" kata ustadz Zakir.


"Ustadz ini... pasti abis ganggu umikan?" Jawab mira.


"Kelihatan banget ya?" kata ustadz Zakir dengan tersenyum.


"Banggggeeeetttt!" jawab mira ketus.


Ustadz Zakir sangat senang bisa bicara dengan mira, ntah kapan dia memiliki perasaan terhadap mira, bahkan saat mira bicara ustadz hanya melihatnya saja sudah seneng apa lagi berbicara dengannya.


"Oiya, kata umi kamu ingin bertemu dengan saya? ada apa mira?" kata ustadz Zakir yang penasaran.


"Masalah tadi malam, apa yang ustadz katakan itu bercanda atau serius?" Jawab mira.


"Saya serius ingin menikahi kamu mira? Saya tahu kamu belum siap tapi percayalah setelah menikah saya tidak akan menyentuh kamu sampai kamu siap dan kebetulan saya juga akan pergi di Yaman untuk beberapa bulan setelah menikah?" kata ustadz Zakir dengan penuh keyakinan.


"Ustadz, pernikahan itu bukan pemainan? bukan masalah siap atau tidak siap! tapi ini masalah hati?" jawab mira.


"Saya tahu, kamu bicara seperti ini karena kamu merasa masih remaja tapi mengertilah mira, saya hanya tidak ingin nama pesantren dan keluarga kamu tercemar?" kata ustadz Zakir.


jawab mira yang pergi meninggalkan ustadz Zakir.


"Mi-mira..." (ya Allah, apa aku melukai hatinya? batinnya) kata ustadz Zakir yang terkejut melihat mira menangis.


Mira menangis sebab sebelum tidur tadi malam, ustazah Khadijah datang ke kamarnya juga memarahinya. Ustadzah Khadijah berkata bahwa mereka telah lama di jodohkan, hal itu membuat mira sedih dan kecewa.


Dia tidak pernah ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka dan sejujurnya mira tidak tahu masalah perjodohan mereka. Mira hanya merasa sakit hati karena dianggap mengambil jodoh orang dan apalagi dia belum pernah berpikir sejauh ini.


______________________________________


Flashback on


Setelah sholat Isya, mira ingin tidur dan dipanggil ustadzah Khadijah.


"Assalamu'alaikum ustadzah?" kata Mira.


"Wa'alaikumsalam mira, kamu tau kenapa dengan saya panggil?" jawab Khadijah dengan wajah marah.


"Tidak ustadzah!" kata mira yang bingung.


"Tentang ustadz Zakir yang ingin menikahimu, apa kamu tahu jika dulu saya dan ustadz Zakir telah lama di jodohkan, dengan kamu dinikahi ustadz Zakir sama saja kamu menghancurkan hati saya dan juga keluarga saya, kamu tahu?" jawab Khadijah dengan wajah marah dan menangis.

__ADS_1


(Tiba-tiba hati mira sakit) "Sebelumnya jika saya berbuat salah dan menyakiti hati ustadzah dengan ini saya minta maaf, tapi jika saya dibilang menghancurkan hati anda dan keluarga anda, bukankah itu berlebihan? Yang mengusulkan pernikahan adalah ustadz Zakir, kenapa saya yang harus anda marahi? Tapi anda tenang saja pernikahan gak akan terjadi dan jika permasalahan ini tidak bisa diselesaikan maka saya akan keluar dari pesantren ini demi kebahagiaan anda, Assalamu'alaikum?" kata mira yang langsung pergi meninggalkan Khadijah.


"Mi-mira tu-tunggu! (Apa aku terlalu kasar terhadap gadis itu, tapi ini kulakukan agar keluargaku dengan pak kiyai tidak hancur, ya Allah benarkah perbuatanku ini? batinnya) kata Khadijah dengan sedih.


Flashback off


____________________________________


Ternyata saat mereka bicara umi mendengarkan pembicaraan Khadijah, umi juga menjadi merasa bersalah terhadap Khadijah tapi mira juga tidak bersalah dia hanya wanita biasa yang sederhana.


Saat di taman ustadz Zakir menjadi bingung dan cemas karena mira nangis di depannya, zakir tidak pernah ingin menyakiti mira tapi saat mira mengatakan bahwa Zakir telah memiliki calon istri, perkataan itu membuat Zakir teringat terhadap Khadijah.


Sebenarnya yang akan di nikahkan dengan Khadijah bukanlah dirinya melainkan Habib yang merupakan kakak sulungnya yang sedang pendidikan di Yaman, 6 bulan lagi Zakir juga akan memulai pendidikannya di sana.


___________Skip_____________


Mira kembali ke asrama dan ternyata telah ditunggu oleh abinya sejak tadi, mira terkejut dan langsung memeluk abinya dengan penuh kerinduan.


Kedatangan abi ke pesantren karena ingin menjemput mira pulang bersama Nabil dan Rabil namun Rafa dan Rafi tidak ikut karena sedang ujian dan ada pertandingan futsal putra.


"Assalamu'alaikum abi... (langsung memeluk) Mira kangen banget sama abi... (manja), bunda kok gak ikut?" kata mira.


"Udah siap? boleh abi bicara?" jawab abi dengan bercanda.


"hmm...!"(mengangguk) kata mira.


"Wa'alaikumsalam Humaira abi, kedatangan abi ke sini untuk menjemput mira, Rabil dan Nabil soalnya Bunda ingin melahirkan kalo ada kalian di sampingnya humaira abi!" Jawab abi dengan lembut.


"Oke abatiku.... (memeluk abi) kata mira.


Abi telah minta izin pada pak kiyai dan agar tidak memberitahu pada Rafa dan Rafi, kalo abinya datang dan membawa kakak dan masnya pulang sebab mereka pasti ngamuk.


Tiga Hari kemudian.


Zakir heran sebab beberapa hari ini mira tidak masuk kelas dan tidak terlihat di pesantren, karena penasaran Zakir bertanya pada Nara dan Naura tapi mereka tidak tahu sebab mira pergi tidak ada pamit pada mereka.


Akhirnya Zakir bertanya pada abi dan umi, dan betapa terkejut dia saat mendengar penjelasan abi dan uminya.


Tenyata sebelum Zakir bertanya umi dan abi sengaja mengerjain putranya agar melihat ekspresi dan hatinya, rupanya rencana umi dan abi membuahkan hasil.


_


_


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2